Sdr. Anas,

Yang namanya ngluyur semua ditelan itulah taklid buta. Lha kasus berjilbab yang 
Anda nyatakan tak ada hubungannya dengan asas negara Islam atau tidak, itulah 
yang namanya pendapat. Dalam hal ini, Sdr. Anas berpendapat demikian. Lha, yang 
namanya pendapat, tentu harus dilandasi dalil, seperti Sdr. Anas mencuplik 
dalil asbab al-nuzul ayat hijab --tentunya versi Sdr. Anas.

Saya turut memberikan sanggahan di WM ini bukan untuk berdebat terus, tetapi 
untuk mencegah penzaliman terhadap rekan-rekan WM yang dianggap --sekali lagi, 
dianggap-- tidak berjilbab oleh pihak yang tidak sepaham dengan pandangan 
jilbab lainnya.

Justru 1 ayat tentang jilbab (al-ahzab) dan 1 ayat tentang kerudung (an nuur), 
itulah yang diperselisihkan pengertiannya sejak awal. Jadi, bukan persoalan 
menutup aurat, tetapi persoalannya adalah perbedaan tentang pengertian aurat. 
Biasanya..., kelompok yang sepaham penurutpan aurat ala orang Arab, 
mengabsolutkan pendapatnya --dengan kata lain, bertuhan kepada hawanafsunya-- 
untuk menyalahkan dan mengharamkan perempuan yang tidak berjilbab ala orang 
Arab.

Dus, apakah para alim ulama yang menciptakan kebaya dan kain panjang untuk para 
perempuan Jawa dan Sunda tidak memahami ajaran Alquran? Kalau jawabannya ya, 
berarti mereka memandang lebih tahu daripada para mubaligh awal di P. Jawa ini. 
Dan, ini lahir dari ketakaburan. Untuk itulah saya ingatkan pada Q. 49:11.

Selain itu, kita senantiasa diperintah untuk mengembalikan kepada Allah dan 
Rasul-Nya bila kita berselisih faham --ingat, berselisih faham. Dan, yang 
namanya kepmbali kepada Allah dan Rasul-Nya ya tidak membenarkan pahamnya 
sendiri dan menyalahkan pandangan orang lain. Kalau masih menyalahkan dan 
menyatakan sesat terhadap pandangan orang lain, itu tandanya tidak 
mengembalikan kepada Allah dan Rasul-Nya. Dengan kata lain, mengembalikan 
kepada hawanafsunya sendiri.

Bagi saya, silakan untuk memandang cara berjilbab itu seperti jilbabnya orang 
Arab, tetapi tidak perlu menghakimi pihak lain yang berjilbab tidak seperti 
perempuan Arab berjilbab itu salah alias keliru.

 Wassalam,

chodjim

 
  ----- Original Message ----- 
  From: bus anas 
  To: wanita-muslimah@yahoogroups.com 
  Sent: Monday, March 15, 2010 2:20 PM
  Subject: Re: [wanita-muslimah] PELAJARAN BAGI WANITA KARIR - MAKANYA PAKAI 
JILBAB DONG


    
  Saya setuju kalau kita tidak boleh taqlid, tapi juga tidak boleh 
negluyur.artinya semua ditelan. A'rif al-Haq ta'rif bih al-Rijal (kenali dulu 
yang benar baru dengan kebenaran itu kita mengenal tokoh). krne Islam pada 
prinsipnya bukan buatan seorang tokoh. kasus berjilbab (nutup aurat) gak ada 
hubungannya dengan asas negara Islam atau Tidak, yang jelas apakah seorang itu 
muslim atau tidak. krn dalam al-Quran tertera denga jelas bagaimana wajibnya 
menutup aurat.(surat al-Ahzab dan al-Nur). dalam sirah nabawiyah (rakhikul 
makhtum, fiqh al-sirah al-Nabawiya syeikh ramadhan al-buthi dll) menatakan 
bahwa ketika ayat hijab ini turun, maka sabiyah ketika itu yg sedang dijalan 
langsung berlindung di phon2 kurma untuk menutupi aurta mereka dari laki-laki 
yang bukan mahramnya. bagaiman dengan kita ? masih berdebat teruss!

  ________________________________
  From: Achmad Chodjim <chod...@gmail.com>
  To: wanita-muslimah@yahoogroups.com
  Sent: Sun, March 14, 2010 9:0 al-05:55 PM
  Subject: Re: [wanita-muslimah] PELAJARAN BAGI WANITA KARIR - MAKANYA PAKAI 
JILBAB DONG

  Lho..., bagaimana Sdr. Ismail tetap mengatakan saya khilaf. Bukankah pada 
penjelasan saya itu telah saya ambilkan keterangan dari para mufassir agung? 
Jadi, ayat tentang Zaid dan Zainab itu telah dijelaskan secara kuat oleh 4 
mufassir besar. Di sini Sdr. Ismail itu kentara sekali seorang ashshabiyyah 
alias pecinta golongan, yang malah dilarang oleh Rasulullah.

  Itu yang saya sebut Sdr. Ismail itu meniru Fir'aun. Saudara minta maaf di 
akhir tulisan tidak menjadi penjelas bahwa Saudara orang baik kalau di awal 
tulisan saja telah berlaku debat kusir dengan langsung menyalahkan lawan 
diskusi.

  Meski sebagian besar ulama memandang jilbab seperti yang Sdr. Ismail 
sebutkan, tidak berarti itu yang benar. Oleh karena itu, perihal jilbab yang 
menutup aurat itu tetap menjadi perdebatan panjang sejak awal dan diperdebatkan 
oleh ulama-ulama besar, termasuk para ulama besar di Universitas Al-Azhar 
(syekh agung di Al-Azhar).

  Tahukah Sdr. Ismail, bahwa Syekh Besar Azhar al-Marhum Syekh Tantawi berfatwa 
bahwa jilbab+kerudung tidak wajib di negara-negara yang tidak berlandaskan 
hukum Islam.

  Sdr. Ismail mengatakan saya menghindari peraturan Allah tentang menutup 
aurat. Saudara berdusta besar! Tak ada pernyataan dari saya demikian. Koq 
pendusta sih Sdr. Ismail?

  Akui saja, bila saudara tak mengerti sepenuhnya tentang aurat dan jilbab itu. 
Jangan ilmu dari taqlid digunakan untuk menyalahkan orang! Sekali lagi, jangan 
taqlid buta dan hanya membuka mata pada ulama-ulama golongan Anda saja.

  Memperolok koq disamakan nasehat. Beda..., beda jauh. Pembaca bisa membedakan 
olok-olok dan nasehat.

  Wassalam,

  chodjim

  ----- Original Message ----- 
  From: istiaji sutopo 
  To: wanita-muslimah@ yahoogroups. com 
  Cc: ujungblangutama@ gmail.com 
  Sent: Sunday, March 14, 2010 4:29 PM
  Subject: Re: [wanita-muslimah] PELAJARAN BAGI WANITA KARIR - MAKANYA PAKAI 
JILBAB DONG

  ISMAIL - 100306 - Assalaamu’alaikum wr. wb.

  Bismillahir rahmaanir rahiim, Allahumma
  shalli ‘alaa Sayyidina Muhammad wa ‘alaa ali sayyidina Muhammad.

  Semoga Allah SWT.segera
  membukakan pintu hidayah yang lebih benar kepada mas Chojim. Dan kesejahteraan
  dilimpahkan pada semua anggota forum wanita muslimah.

  1. Sekali lagi mungkin anda khilaf. Meski
  ayat2 Al Qur’an kadang2
  berlaku untuk suatu kasus / scenario 
  Al Qur’an. Tetapi Al Qur’an
  tidak hanya cerita terus selesai begitu
  saja tanpa makna – ada ketegasan lanjut, bahwa aturan yang disampaikan menjadi
  aturan umum bagi orang2 beriman.

  Diskenariokan Al
  Qur’an, kasus Zaid ( yang anak angkat Nabi ex budak ) dan Zainab
  ( yang bangsa Quraisy ) itu, untuk
  memudahkan umat memahami ayat menjadi
  lebih jelas dan spontan. Kemudian aturan menjadi baku …

  Jadi ayat 33:33 dan
  33:36 tetap berlaku umum bagi orang2 yang beriman. Bukan main comot begitu 
saja …

  2. Kembali, mas Chojim menghindari peraturan
  Allah SWT. menutup
  aurat, dengan alasan bahasa Arab, jelasnya
  hukum lebih doniman dari bahasanya, karena
  ulama2 telah menjelaskan baik2 pada masyarakat Islam kita. Dan
  jilbab itu bagi rakyat Indonesia
  berarti penutup aurat, dimana
  aurat wanita adalah seluruh tubuh 
  kecuali
  wajah dan telapak tangan.

  Sehingga mohon
  tidak dibolak balik dan diputar2 lagi permasalahan
  dengan alasan pemahaman bahasa Arab segala. Seluruh
  ulama yang mengerti bahasa Al Qur’an, 
  telah
  membenarkan apa yang kami kemukakan, 
  tidak
  ada cerita yang menjadi menyesatkan, 
  seperti
  yang anda yang katakan 99% wanita Indonesia 
  sudah
  menutup aurat, suatu kekhilafan sangat besar; 
  kalau
  anda jalan2 dimanapun dinegeri ini. 

  Nanti membuat rancu
  dan bingung lagi 
  para
  wanita muslimah yang sudah mulai banyak mematuhi
  perintah Allah SWT. yang satu itu.

  3. QS 49:11 memang benar sekali, tetapi 
  hanya satu2nya ayat mengenai larangan
  olok2 yang umum 
  bagi
  orang2 beriman, diluar puluhan ayat2 olok2 
  untuk
  mencela orang kafir. Sedangkan
  artikel kami bukanlah olok3 – tetapi adalah nasihat
  semata2, karena ada tujuannya – 
  yaitu
  mudah2an dapat meneguhkan iman sang Oneng 
  dan
  wanita muslimah pada umumnya, berhubung
  ada kejadian satu kasus selebritis ini.

  4. Kalau anda istilahkan Fir’aun, tidak
  perlu penulis selalu
  meminta ma’af diakhir tulisannya bukan ? Bukankah
  Fir’aun itu sombong dan keras kepala, 
  ma’af
  seperti orang yang mengatakan wanita Indonesia hampir telah
  berjilbab semua ? Na’uudzubillah min dzaliik …

  Amiin …. Demikianlah mohon ma’af apabila ada yang
  khilaf, 
  yang
  benar hanya Allah swt.

  Wallahu a’lam bish
  shawwab – Wassalaamu’alaikum wr. wb.

  ISMAIL

  --- On Sun, 14/3/10, Achmad Chodjim <chod...@gmail. com> wrote:

  From: Achmad Chodjim <chod...@gmail. com>
  Subject: Re: [wanita-muslimah] PELAJARAN BAGI WANITA KARIR - MAKANYA PAKAI 
JILBAB DONG
  To: wanita-muslimah@ yahoogroups. com
  Date: Sunday, 14 March, 2010, 6:37 AM

  Wa alaykumus salam wr. wb.,

  Alhamdulillaah, keadaan saya lebih dari sekadar baik.

  Sdr. Ismail, tentunya milis WM ini kita gunakan untuk diskusi yang baik, dan 
bukan untuk berdebat kusir. Artinya, dalam berdiskusi kita harus mengikuti adab 
dan sopan santunnya Rasulullah, dan bukan meniru gaya Fir'aun. Diskusi dengan 
adab Rasulullah ini perlu dilakukan agar pembaca bisa menimba hikmahnya, 
penjelasan siapa yang bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

  Tampaknya, Sdr. Ismail justru meniru Fir'aun, yaitu langsung menyatakan pihak 
lain "sangat salah" dan "sangat khilaf". Makanya wajar, kalau Mas Muiz saja 
langsung membalik Sdr. Ismail dengan sengatan.

  Sdr. Ismail menggunakan dalil 33:33 dan 33:36 tanpa berpijak pada kaidah 
tafsir, dan langsung dicomot begitu saja untuk membenarkan dirinya. Ya, untuk 
membenarkan dirinya dan golongannya alias asshabiyyahnya.

  Perlu diketahui, Q. 33:36 itu diturunkan untuk mengatur pernikahan Zaid dan 
Zainab. Dengan ayat inilah Zaid yang mula-mula sungkan karena dia mantan budak 
dan Zainab yang mula-mula merasa bahwa Zaid gak level sama dirinya, akhirnya 
bisa menerima Zaid sebagai suaminya. Inilah yang dimaksud ayat tersebut bahwa 
tak ada pilihan lain bila Allah dan Rasulnya telah menetapkan suatu ketetapan. 
Hal ini bisa diteliti pada tafsir-tafsir seperti Jami'ul Bayan (Thabari), 
Al-Kabir (Fahruddin Razi), Kasysyaf (Zamakhsyari) , dan Jami'ul Bayan 
(Shafiuddin) .

  Masalah jilbab, sudah pernah saya sampaikan bahwa 90% perempuan Indonesia itu 
sudah berjilbab. Hanya saja di antara yang berjilbab itu ada yang berkerudung, 
dan ada pula yang berjilbab tanpa kerudung seperti yang dilakukan oleh Rieke 
Diah P. Oleh karena itu, saya sarankan agar Sdr. Ismail belajar bahasa Arab 
sehingga mengerti artinya jilbab. Agar Sdr. Ismail tidak taqlid begitu saja 
kepada ustaznya. Agar tidak menganggap Prof. Quraisy Shihab yang dari S1-S3 
(S3-nya di Universitas al-Azhar Kairo) di bidang tafsir keliru dalam memahami 
jilbab.

  Hal ini saya sampaikan agar Sdr. Ismail tidak meniru gaya Fir'aun, gaya 
asshabiyyah, yang justru menjadi temannya para setan.

  Mengenai olok-olok

  Sekali lagi, Sdr. Ismail tidak membaca Alquran dan hanya memperturutkan hawa 
nafsunya sehingga berani menyatakan olok-olok dalam Q. 49:11 itu tidak berlaku 
umum bagi sesama muslim. Sekali lagi, baca ayat itu, ditujukan kepada siapa. 
Perhatikan awal ayatnya, "Hai sekalian orang-orang yang beriman...." Rieke itu 
beragama Islam sehingga termasuk yang diperolok-olok.

  Wassalam,

  chodjim

  ----- Original Message ----- 

  From: istiaji sutopo 

  To: WANITA MUSLIMAH 

  Cc: ujungblangutama@ gmail.com 

  Sent: Thursday, March 11, 2010 5:44 PM

  Subject: [wanita-muslimah] PELAJARAN BAGI WANITA KARIR - MAKANYA PAKAI JILBAB 
DONG

  ISMAIL - 100306 - Assalaamu’alaikum wr. wb.

  Bismillahir rahmaanir rahiim, Allahumma

  shalli ‘alaa Sayyidina Muhammad wa ‘alaa ali sayyidina Muhammad.

  Apa khabar pak Chojim?

  Anda sangat salah paham dan sangat khilaf.

  Ilmu yang

  disampaikan jelas dan tegas, salah satu yaitu dengan 

  dasar Al Qur’an QS

  033 Al Ahzab ayat 0533 sambung ke ayat 056

  QS. 033 

  AL AHZAAB 036

  وَمَا

  كَانَ لِمُؤْمِنٍ وَلَا مُؤْمِنَةٍ إِذَا قَضَى اللَّهُ وَرَسُو

  لُهُ

  أَمْر

  اً

  أَن يَكُونَ لَهُمُ 

  الْخِيَرَةُ

  مِنْ أَمْرِهِمْ وَمَن يَعْصِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ ضَلَّ ضَلَالاً

  مُّبِيناً 

  WA MAA KAANA

  LIMU’MINIW WALAA MU’MINATIN ISZAA QABHALLAAHU WA 

  RASUULUUHUU AMRAAN

  AYYAKUUNA LAHUMUL KHIARATU MIN AMRIHIM WA MAY 

  YA’SHILLAHAA WA

  RASUULAHUU FAQAD DHALLA DHALALLAM MUBIINAA

  Dan tidak patut bagi laki-laki yang mu’min dan

  tidak patut bagi 

  perempuan yang mu’min, apabila Allah dan Rasul-Nya telah

  menetapkan 

  suatu ketetapan. 

  Akan ada bagi mereka pilihan ( yang lain )

  tentang urusan mereka. Dan 

  barang siapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya,

  sungguhlah mereka telah 

  sesat, sesat yang nyata ..

  PERINGATAN ALLAH

  SWT. UNTUK TIDAK MEMPERMAINKAN AGAMA, MEMAKAI JILBAB HANYA KALAU ADA ACARA 
ISLAMI MISALNYA

  ….

  AYAT

  059

  يَا

  أَيُّهَا النَّبِيُّ قُل لِّأَزْوَاجِكَ وَبَنَاتِكَ وَنِسَاء الْمُؤْمِنِينَ

  يُدْنِينَ عَلَيْهِنَّ مِن جَلَابِيبِهِنَّ ذَلِكَ أَدْنَى أَن يُعْرَفْنَ فَلَا

  يُؤْذَيْنَ وَكَانَ اللَّهُ غَفُوراً رَّحِيماً 

  YAA AYYUHAN NABIYYU, QUL ILLAZ WAAJIKA WA BANAATIKA WA

  NISAA'IL MU'MINIINA YUDNIINA ALAIHINNA MIN JALAA BIIBIHIN. DZAALIKA ADNAA

  AYYU'QRAFNA FALAA YU'DZAIN WAKAANALLAHU GHAFUURAR RAHIIMAA

  Wahai Nabi, katakanlah pada istri-istri, anak-anak perempuanmu dan 
ISTRI-ISTRI ORANG MUKMIN : “ hendaklah

  mereka mengulurkan jilbabnya keseluruh tubuh mereka “ - yang demikian

  itu supaya mereka dikenal ( sebagai orang yang sopan ) karena itu mereka tidak

  diganggu. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

  PERINGATAN ALLAH SWT.

  AGAR WANITA BERJILBAB TUTUP AURAT

  Agar pembaca lega, ayat2

  tersebut sangat tegas disampaikan dalam talk show para

  artis2 ORBIT di Istora Senayan, Sabtu 6 Oktober 2010, Islamic Book Fair,

  sebagai kesadaran mereka untuk beramai2 

  menutup aurat /

  berjilbab dan tidak akan dibuka2 lagi 

  kecuali dirumah atau

  dihadapan mahrom mereka.

  Bersyukurlah kita, para

  artis2 cantik sudah pada sadar semua ....

  Artikel kami jelas

  bukan merupakan hujatan pada Rieke, tetapi hanya bentuk

  nasihat. 

  Karena Rieke adalah

  Publik Figur, jadi sangat tepat momentumnya 

  untuk menggalakann kesadaran

  berjilbab. Itu saja ditekankan, 

  bukankah demi kebaikan beliau juga dkk .. ?

  Tidak ada maksud

  mengolok2, justru menasihati untuk berlaku 

  lebih baik, sebagai muslimah,

  apalagi tokoh masyarakat, 

  seyogyanya aturan agama benar2 dita’ati, demikian

  juga maksudnya 

  untuk kawan2 DPR yang wanita Islam lainnya, atau bahkan 

  siapapun

  yang public figure, meskipun dia Istri Presiden dan Wapres. 

  Kita Rakyat jelata

  tidak salah, wong hanya menasihati, 

  sesudah itu terserah mereka. Allah SWT.

  tempat kembali kita semua …

  Kita lihat saja

  beliau2, umumnya apabila ada acara yang Islami atau 

  dimasa Ramadhan atau hari2

  besar Islam, baru pakai jilbab. 

  Tetapi diluar itu

  sudah bebas saja rambutnya diperlihatkan. 

  Bukankah itu seperti mempermainkan

  agama saja… 

  Karena itu salah

  satu sebab musabab babak belurnya negeri ini dipastikan banyak sekali wanita2

  Muslimah sedang mereka public figure tidak mau tutup aurat dan malahan lebih

  terlalu bebas sekarang ini.

  Sedangkan kalau

  bicara adab Islami, dalam peristiwa itu, dua2nya 

  memang bersalah

  dengan alasan hukum sebab akibat bukan ? 

  Kami tidak membela

  si pelaku dokter itu, karena itu 

  sudah masalah yang

  umum, bahkan perbuatan dokter yang 

  tak bermoral,

  bahkan sangat tercela …

  Kekhilafan besar

  pak Chojim, menganggap istilah olok2 berlaku umum.

  Sedang hukum olok2

  yang dimaksud Al Qur’an bukan untuk antara 

  sesama orang Islam.

  Tetapi kata2 olok2 itu selalu untuk 

  pencelaan orang2

  Kafir atau orang2 Munafik yang

  selalu menghina

  Nabi Muhammad SAW. 

  Mana ada tulisan

  sebelumnya bermaksud meng-olok2.

  Amiin …. Demikianlah mohon ma’af apabila ada yang

  khilaf, 

  yang benar hanya

  Allah swt.

  Wallahu a’lam bish

  shawwab – Wassalaamu’alaikum wr. wb.

  ISMAIL

  Get your preferred Email name!

  Now you can @ymail.com and @rocketmail. com. 

  http://mail. promotions. yahoo.com/ newdomains/ aa/

  [Non-text portions of this message have been removed]

  [Non-text portions of this message have been removed]

  New Email addresses available on Yahoo!
  Get the Email name you&#39;ve always wanted on the new @ymail and 
@rocketmail. 
  Hurry before someone else does!
  http://mail. promotions. yahoo.com/ newdomains/ aa/

  [Non-text portions of this message have been removed]

  [Non-text portions of this message have been removed]

  [Non-text portions of this message have been removed]



  

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke