Solusi Menghadapi Guncangan Hati

By: agussyafii

Rabu malam lalu ketika saya memposting di FB. 'Solusi Menghadapi Guncangan 
Hati'  tema saya sebagai narasumber di Radio Bahana 101.8 FM Jakarta setiap 
Hari Rabu malam jam 6-7 dalam acara 'Power of Peace.' ternyata mendapatkan 
antusias dari teman2 FB yang tinggal di luar Jakarta yang berharap agar saya 
membuat catatan ringkas materi on air malam itu 

Untuk mengawali materi 'Solusi Menghadapi Guncangan Hati.'  saya ingin mengajak 
anda,  Mari kita bayangkan bagaimana bila kita tidak bisa berenang kemudian 
tenggelam di sungai yang dalam dan memiliki arus yang deras.  Pertama yang 
dilakukannya adalah menyelamatkan diri dengan cara melawan sampai kehabisan 
napas dan akhirnya sampailah pada napas terakhir. Biasanya bila seseorang 
meninggal disungai karena tenggelam tubuhnya menjadi mengapung. Kenapa tubuhnya 
mengapung karena ia berhenti melawan.

Begitulah bila hati kita terguncang, banyak diantara kita tenggelam dalam 
berbagai konflik, pertengkaran, marah, kecewa bahkan depresi. Hal itu terjadi 
karena diri kita terus menerus melawan terhadap setiap datangnya guncangan hati 
terjadi.

Nyaris dalam hidup kita berhadapan dengan problem, masalah, kita buru-buru 
menyingkir. Jenuh dengan pekerjaan cari hiburan. Badan sedikit sakit buru-buru 
melenyapkan pakai obat. Inilah sebuah gambaran bagaimana yang disebut dengan 
perlawanan. kenapa kita tidak pernah selesai dari berbagai guncangan hati. 
Bahkan ada yang menyebutkan dari mata terbuka sampai mata terpejam hatinya tak 
pernah berhenti untuk tidak gelisah, cemas dan marah? Karena di dalam dirinya 
terus melawan bahkan sampai didalam mimpinya bagai dikejar-kejar kegelisahan, 
kecemasan dan kemarahannya sendiri.

Itulah sebabnya di dalam sholat kita diajarkan untuk berserah diri kepada Allah 
Subhanahu Wa Ta'ala dengan senantiasa membaca 'Inna sholati wanusuki wamahyaya 
wamamati lillahi robbil alamin.' 'Sesungguhnya sholatku, ibadahku, hidup dan 
matiku hanya untuk Tuhan Semesta Alam.'  Berserah diri kepada Allah berarti 
tidak melawan. Semua kejadian di dalam hidup kita adalah bahan kehidupan untuk 
kita olah sehingga mampu menjadi kekayaan batin kita.

Sholat mengajarkan agar kita mencintai tanpa membenci, mengenali tanpa 
menghakimi,  berbuat baik tanpa berharap balas. melihat kehidupan sebagaimana 
adanya, membiarkan kehidupan mengalir dengan meng-agungkan KemahaBesaran Allah. 
namun seringkali keakuan justru menolak, kita bisa menerima cinta tetapi tidak 
menerima benci, kita mau kebaikan namun kita menolak kekurangan, kita hanya mau 
menerima kebahagiaan tetapi kita menolak kesedihan, itulah pangkal penderitaan 
hidup kita.

Dengan sholat dan dzikir maka kita akan membawa ketenangan hati dan ketentraman 
jiwa memenuhi rongga dada. badan kita menjadi ringan sekali, Pikiran kacau akan 
hilang,  sebagaimana janji Allah Subhanahu Wa Ta'ala.

'Yang beriman dan tentram hati mereka dengan mengingat Allah, ingatlah, hanya 
dengan mengingat Allahlah hati kita menjadi tentram (QS. al-Ra'd/13:28).

Takala keakuan diterangi oleh cahaya Ilahi Robbi, maka menghilanglah keakuan. 
Keakuan menjadi hilang dan kehidupan kita menjadi kebahagiaan. Salah satu 
ciri-cirinya adalah sudah tidak ada bedanya lagi teman sekantor yang memuji 
atau mencaci maki diri kita. Keduanya sama2 indahnya.  Itulah 'Solusi 
Menghadapi Guncangan Hati.'

Wassalam,
agussyafii
---
Tulisan ini dibuat dalam rangka kampanye program Kegiatan 'Muhasabah Amalia 
(MUSA)' Hari Ahad, Tanggal 18 April 2010 Di Rumah Amalia. Kirimkan dukungan dan 
partisipasi anda di http://www.facebook.com/agussyafii2, atau 
http://agussyafii.blogspot.com/, http://www.twitter.com/agussyafii atau sms di 
087 8777 12 431.




      

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke