Abah HMN dan Pak KM serta milister WM,

Pembahasan siapa yang dimaksud Yahudi, nasrani dan shabiin di qs 2:62 dan qs 
5:69 yang ditafsirkan oleh mayoritas muslim termasuk Abah HMNA, karena yang 
dimaksud kaum yahudi, nasrani dan shabiin adalah orang yang hidup sebelum nabi 
Muhammad, maka tidak berlaku bagi kaum yahudi, nasrani dan shabiin pasca Nabi 
Muhammad saw memberikan konsekuensi syurga menjadi eksklusive.

Hal yang serupa adalah penafsiran QS 5:55 ("Pada hari ini dihalalkan bagimu 
yang baik-baik. Makanan (sembelihan) orang-orang yang diberikan Al-kitab itu 
halal bagimu, dan makanan
 kamu halal pula bagi mereka. (Dan dihalalkan menikahi) wanita-wanita yang 
menjaga kehormatan di 
antara orang-orang yang diberi Al-kitab sebelum kamu, bila kamu telah membayar 
maskawin mereka dengan maksud 
menikahinya, tidak dengan maksud berzina dan tidak (pula) menjadikan 
gundik-gundik. Barangsiapa yang
 kafir sesudah beriman (tidak menerima hukum-hukum Islam). Maka hapuslah
 amalannya dan ia di hari akhirat termasuk orang-orang merugi") kebanyakan 
mayoritas ulama' islam menafsirkan yang dimaksud ahlul kitab adalah kaum yang 
diberikan kitab suci yaitu Yahudi dan Nasrani yang hidup sebelum Nabi Mumammad, 
konsekuensinya adalah pria muslim sekarang ya tidak halal menikahi wanita 
yahudi dan nasrani.

Benarkah Firman Allah swt yang di qur'an itu bermakna demikian ?, mana pendapat 
yang paling kuat (valid) ? syurga itu eksklusif ataukah inklusif ??, pemeluk 
yahudi dan nasrani halal atau haram dinikahi kaum muslim ??

Wassalam
Abdul Mu'iz

--- Pada Sel, 23/3/10, H. M. Nur Abdurahman <mnur.abdurrah...@yahoo.co.id> 
menulis:

Dari: H. M. Nur Abdurahman <mnur.abdurrah...@yahoo.co.id>
Judul: Re: [wanita-muslimah] Re: Bunda Teresa-->Islam Dan Liberalisme
Kepada: wanita-muslimah@yahoogroups.com
Tanggal: Selasa, 23 Maret, 2010, 9:43 PM







 



  


    
      
      
      ----- Original Message ----- 

From: <kmj...@indosat. net.id>

To: <wanita-muslimah@ yahoogroups. com>

Sent: Tuesday, March 23, 2010 15:45

Subject: Re: [wanita-muslimah] Re: Bunda Teresa-->Islam Dan Liberalisme



Menurut orang Islam, setidaknya abah HMNA, orang Nasrani, Yahuid, 

Majusi, dsb semua masuk neraka (kecuali Isa a.s.?). 

############ ######### ######### ######### ######### ######### ######### 
######### ######### ######### ######### ######### ##

HMNA:

Ini saya copy paste paragraf yang telah saya tulis:

Maka makna potongan ayat: "barang siapa beriman kepada Allah dan Hari Akhirat 
serta beramal shalih, untuk mereka pahala di sisi Rabbnya, tidak ada 
kekhawatiran atas mereka dan tiada mereka berduka cita", adalah dalam konteks 
para penganut agama-agama Yahudi, Nashrani dan Sha-bii-n pada zamannya Nabi 
mereka itu masing-masing, yaitu penganut agama Yahudi pada zaman rentang waktu 
dari Nabi Musa AS hingga Nabi 'Isa AS, penganut Nashrani pada rentang waktu 
dari Nabi 'Isa AS hingga Nabi Muhammad SAW dan penganut Sha-bii-n pada rentang 
waktu dari Nabi(?) Zarathustra hingga Nabi Muhammad SAW. Ayat (2:62) menekankan 
beriman kepada Allah dan Hari Akhirat, oleh karena kenyataan sejarah mencatat 
bahwa ada sekelompok penganut agama Yahudi yang tidak percaya kepada hari 
akhirat, penganut agama Trinitarian Christian yang menyembah Jesus Kristus, dan 
umumnya penganut Zarathustra yang menyembah dua tuhan



Kalau Pak KM cermati baik-baik paragraf tsb di atas itu sama sekali TIDAK 
berarti bahwa orang Nasrani, Yahuid, Sha-bii-ni, dsb semua masuk neraka. Setiap 
Nabi mempunyai zaman berlakunya syariat mereka masing-masing. Syari'at Musa 
hanya berlaku dalam rentang waktu antara Nabi Musa AS dengan Nabi Isa AS. 
Syari'at Isa hanya berlaku dalam rentang waktu antara Nabi Isa AS dengan Nabi 
Muahmmad SAW dan Syari'at Muhammad berlaku dalam rentang waktu antara Nabi 
Muhammad SAW hingga akhir zaman. 



Itu artinya semua ummat Nabi Musa AS yang taat menjalankan syariat Musa dalam 
rentang waktu antara Nabi Musa AS dengan Nabi Isa AS akan selamat. Yang tidak 
taat itu yakni yang tidak percaya kepada hari akhirat  Dan semua ummat Nabi Isa 
AS yang taat menjalankan syariat Isa dalam rentang waktu antara Nabi Isa AS 
dengan Nabi Muhammad SAW akan selamat, Yang taat itu yakni Unitarian Christian 
yang tidak menyembah Yesus yakni seperti yang dianut oleh Najasi dan rakyatnya 
di Kerajaan Habasyah serta Muqawqis dan rakyatnya ummat Qibthi. Yang tidak taat 
itu yakni penganut Trinitarian Christian yang menyembah Jesus Kristus. Dan jika 
memang Zarathustra seorang Nabi (hanya Allah Yang Maha Tahu), maka semua ummat 
Nabi(?) Zarathustra (Sha-bii-ni) yang taat menjalankan syariat Zarathustra 
dalam rentang waktu antara Nabi(?) Zaratshustra dengan Nabi Muhammad SAW akan 
selamat. Yang tidak taat yatu yang menyembah dua tuhan Ahura Mazda dan Angra 
Mayu.

############ ######### ######### ######### ######### ######### ######### 
######### ######### ######### ######### ###



Menurut orang 

Yahudi, semua yang bukan Yahudi masuk neraka (kecuali Musa dan 

Ibragim). Menurut orang Keristen, semua orang non Keristen, masuk 

neraka.

Jadi: di Sorga kosong, hanya ada Ibrahim, Musa, Isa dan Muhammad.

Kesepian, dong. 

KM



----Original Message----

From: linadah...@yahoo. com

Date: 23/03/2010 14:31 

To: <wanita-muslimah@ yahoogroups. com>

Subj: [wanita-muslimah] Re: Bunda Teresa--&gt; Islam Dan Liberalisme



Saya dulu sering ditanya soal Bunda Teresa juga. Saya cuma jawab kita 

gak tau hati Bunda Teresa dan bagaimana keimanannya terhadap 

kekatolikan dan segala trinitas atopun ketuhanannya thd Yesus. Yang tau 

cuma Bunda Teresa sendiri dan Allah.



Membaca artikel dari abah HMNA, ada kemungkinan pikiran Bunda Teresa 

itu dikarenakan terlalu sering melihat penderitaan manusia. Seolah-olah 

dia bertanya "mana Tuhan yang katanya Maha Pengasih dan Penyayang?"



wassalam,



[Non-text portions of this message have been removed]





    
     

    
    


 



  






      Lebih Bersih, Lebih Baik, Lebih Cepat - Rasakan Yahoo! Mail baru yang 
Lebih Cepat hari ini! http://id.mail.yahoo.com

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke