----- Original Message ----- 
From: "ah-mbel-ah" <eyang_mbelge...@yahoo.com>
To: <wanita-muslimah@yahoogroups.com>
Sent: Tuesday, March 23, 2010 16:16
Subject: [wanita-muslimah] Re: Bunda Teresa-->Islam Dan Liberalisme

Keraguan itu juga (menurut keyakinan Kristiani) terjadi pada Yesus (Nabi Isa 
As) sebelum dirinya mati di kayu salib. Dia meragukan apakah Allah yang selama 
ini dicintainya itu sudah meninggalkannya dan bahkan membiarkannya menderita 
sendiri sampai mati, serunya sambil menengadah ke langit "Elli, Elli, lama 
sabachtani?" (kira-kira terjemahannya  
"Bapa, Bapa, kenapa kau meninggalkanku?")
########################################################################################
HMNA:
Menurut fakta arkeologis, Injil Barnabas dan Al-Quran yang disalib itu bukan 
Jesus

=============
Fakta arkeologis
=============
1 Perbuatan-Perbuatan Yohannes 
Ditemukan dalam manuskrip berbahasa Yunani yang digali dalam tahun 1897. Waktu 
penyusunannya pada paruh pertama abad kedua Masehi [Cameron R, (1982)]. Penulis 
manuskrip tsb adalah salah seorang murid Jesus, yaitu Yohannes, putera Zabedee. 
Aku bukan (orang) di atas salib itu [Perbuatan Yohannes, Cameron R, (1982)].
2 Injil menurut Thomas
Desember 1945, seorang Mesir bernama Muhammad Ali pergi ke sebuah karang di 
tepian sungai Nile, di pedalaman Mesir dekat wilayah Nag Hamadi. Menemukan 
Gentong (bejana dari tanah liat) yang nyata terlihat sangat kuno dan asli. 
Dalam gentong tersebut terdapat 13 lembar kulit, berisi 50 risalah. Pada bagian 
akhir dari risalah di codex II koleksi risalah, terdapat sebuah judul teks yang 
telah hilang selama ribuan tahun: "Peuaggelion Pkata Thomas", Injil menurut 
Thomas, atau Injil Thomas. Manuskrip Koptik berisikan Injil Thomas berasal dari 
tahun 350M, sementara fragmen Yunani berasal dari tahun 200 M. Injil Thomas 
diperkirakan dari tahun 100 M, edisi paling awal diperkirakan dari tahun 50-60 
M.
Perlu diketahui bahwa Injil Thomas tidak berbentuk cerita naratif seperti 4 
Injil lainnya, namun berisi perkataan-perkataan Yesus, kalau dibaca oleh 
seorang Muslim tampak seperti penulisan Hadits -tapi tanpa sanad-. Melihat 
tingkat keaslian dari Injil Thomas -walaupun dianggap gnostik-, serta cara 
penyajiannya, para sarjana Bible mulai mengkaji dengan cara membandingkan 
isinya dengan 4 Injil sinoptik yang diakui Gereja (Matius, Markus, Lukas, 
Yohanes). Semangat yang mereka bawa adalah, menjawab pertanyaan umum : "Apa 
sebenarnya yang disabdakan oleh Yesus?" Dari kajian 75 sarjana Bible terkemuka 
yang bersidang selama 6 tahun, keluarlah hasil kajian mereka yang dikenal 
melalui laporan berjudul "The Five Gospel" pada tahun 1993. Pertanyaan itu 
akhirnya terjawab dalam sebuah kesimpulan dalam laporan mereka bahwa, dari 
Injil-Injil yang ada, hanya terdapat 18% saja yang diperkirakan asli perkataan 
Yesus, sementara sisanya......???.
Hasil kajian ini tentu saja membuat geger dunia Kristen. Lain daripada itu, 
satu hal yang patut dicatat bahwa, dari 114 sabda Yesus dalam Injil Thomas, 
tidak satupun ada pernyataan ataupun isyarat terhadap doktrin "Penyaliban" atau 
penebusan dosa melalui kematian Yesus di tiang kayu salib.
3 Wahyu Petrus 
Ditemukan pada tahun 1945 melalui penggalian-penggalian arkeologis yang sangat 
penting di Naga Hammadi Mesir. Ekspedisi-ekspedisi ini menggali sebuah 
perpustakaan dari abad ke-4 Masehi berupa manuskrip-manuskrip papirus banyak di 
antaranya ditulis dalam bahasa Koptik. [Brasher I (1990)]. Korban yang disalib 
adalah simulacrum Jesus, yang sungguh-sungguh sangat mirip dengan Jesus [Wahyu 
Petrus, Robinson JM, 1990].
4 Risalah Kedua Set Agung 
Seperti Wahyu Petrus, ditemukan pada tahun 1945 di Naga Hammadi Mesir. Catatan 
mengenai penyaliban seorang Kristen Mesir Basilides pada abad kedua Masehi 
[Gibbons JA, (1998)]. Penjelasan mengenai penyaliban dalam Set dilaporkan dalam 
sabda-sabda Jesus. Seseorang yang bukan Jesus telah dipaku membentuk salib, 
yang meminum empedu dan cuka serta mengenakan mahkota duri [Risalah Kedua Set 
Agung, Robinson JM, (1990)].
5 Dead Sea Scrolls 
Pada tepi barat Laut Mati, sekitar 12 km sebelah selatan Jericho terletak 
lembah Qamran. Dewasa ini tempat itu sunyi, hampa, hanya geletakan reruntuhan 
biara kaum Essene yang membisu. Namun dalam sejumlah gua yang tidak jauh dari 
rerunthan itu didapatkan naskah-naskah kuno, yang disembunyikan secara cermat 
oleh kaum Essene, yang mulai ditemukan pada tahun 1947 oleh seorang anak 
(Penggembala kambing) bernama Muhammad Ad-Dib. Di situlah gulungan manuskrip 
berupa naskah-naskah kuno yang tak tersentuh tangan-tangan manusia selama 2000 
tahun. Karena terdiri atas gulungan-gulungan perkamen dan tembaga, 
naskah-naskah itu diberi bernama Dead Sea Scrolls (gulungan-gulungan Laut Mati, 
selanjutnya disingkat DSS). DSS di dapatkan dalam 11 buah gua, berturut-turut 
dalam tahun 1947, 1949, 1951, 1956.
Banyak yang menarik dari DSS tersebut, di antaranya kita kutip tulisan DR 
Charles Francis Potter dalam "The Lost Years of Jesus Revealed", dituliskan 
artinya saja: "Selama berabad-abad para terpelajar Kristen yang mengkaji Bijbel 
merasa heran di mana dan apa yang diperbuat 'Isa selama 18 tahun yang sunyi (18 
silent years), di antara umur 12 dengan 30 tahun. Gulungan-gulungan yang 
mentakjubkan dan dramatis dari perpustakaan besar kaum Essene yang didapatkan 
dalam gua dekat Laut Mati pada akhirnya memberikan kepada kita jawabannya. 
Bahwa selama tahun-tahun yang hilang tersebut 'Isa hidup di tengah-tengah kaum 
Essene. Isa digelar Teacher of Rightousness (Guru Kebenaran) oleh kaum Essene 
ini. 
Hal yang menarik ialah Isa atau Teacher of Rightousness ini menururt Hymn dari 
DSS luput dari bahaya maut  "Wahai Tuhanku, aku bersyukur kepada Engkau karena 
kasih Engkau selalu tertuju kepadaku. Engkau selamatkan jiwa si miskin ini dari 
bahaya maut. Mereka menghendaki supaya kumati terkutuk, untuk memenuhi 
permintaan orang-orang yang suka kepada kejahatan (DSS: Hymn 4). Adapun yang 
dimaksud dengan mati terkutuk adalah mati di palang salib, karena bagi orang 
Yahudi, mati di palang salib itu adalah mati terkutuk.

===================
Menurut Injil Barnabas
===================
Barnabas adalah salah seorang di antara ke-12 hawariyyun yang mendapat tugas 
khusus dari Nabi 'Isa AS untuk menulis Injil. "And Jesus turned himself to him 
who writeth, and said: 'See Barnabas, that by all means thou write my gospel 
concerning all that happened through my dwelling in the world'. " (B-221). "Dan 
'Isa berpaling kepada dia yang menulis (maksudnya diri Barnabas) sambil 
berkata: 'Hai Barnabas betapapun juga kamu tuliskan Injil saya mengenai semua 
kejadian yang telah berlangasung dalam perteduhan saya di dunia ini'."
Dalam Injil Barnabas disebutkan bahwa yang ditangkap oleh tentara Romawi, 
kemudian disalib bukanlah Nabi 'Isa AS, melainkan Yudas Iscariot. Mari kita 
baca: "When the soldiers with Yudas drew near to the place where Jesus was, 
Jesus heared the approach of many people. He withdrew into the house. And the 
eleven were sleeping. The holy angels came and take Jesus out by the window 
that looketh toward the South (B-215)." "Tatkala serdadu-serdadu itu bersama 
dengan Yudas mendekati tempat 'Isa berada, 'Isa mendengar banyak orang datang 
mendekat, ia menarik diri ke dalam rumah. Dan kesebelas orang (hawariyyun) 
sedang tidur. Malaikat-malaikat suci datang dan membawa 'Isa keluar melalui 
jendela yang menghadap ke Selatan."
Selanjutnya hanya terjemahannya saja. "Di depan semua (serdadu-serdadu) Yudas 
melesat masuk ke dalam ruang tempat 'Isa baru saja dibawa (malaikat-malaikat). 
Dan para hawariyyun sedang tidur.  Dalam pada itu Tuhan bertindak secara 
mentakjubkan sedemikian rupa sehingga Yudas diserupakan seperti 'Isa dalam 
berbicara dan wajah. Serdadu-serdadu itu masuk lalu menangkap Yudas, sebab 
dalam segalanya ia serupa dengan 'Isa (B-216)."
 "Demikianlah mereka membawanya ke bukit Calvary, dan di situ mereka 
menyalibnya dalam keadaan telanjang. Yudas sama sekali tidak dapat berbuat 
apa-apa kecuali berteriak: 'Tuhan, mengapa Dikau menelantarkan saya' (B-217)."
 'Isa menyahut sambil memeluk ibunya: 'Percayalah kepadaku ibu, sesungguhnya 
saya katakan kepadamu saya sama sekali tidak mati (B-218).
 "Sesungguhnya saya katakan kepadamu, saya tidak mati melainkan Yudas si 
pengkhianat (B-221)."

=============
Menurut Al-Quran
=============
-- WQWLHM ANA QTLNA ALMSHh 'ASY ABN MRYM RSWL ALLH WMA QTLWH WMA SHLBWH WLKN 
SYBH LHM (S. ALNSAa, 157), dibaca:  Wa qawlihim inna- qatalnal masi-ha 'i-sabna 
maryama wa ma- qatalu-hu wa ma- shalabu-hu wala-kin syubbiha lahum (s. 
annisa-), artinya: 
-- Dan dikatakan mereka sesungguhnya kami telah membunuh al Masih 'Isa anak 
Maryam rasul Allah, mereka tidak membuhnya, tidak menyalibnya, melainkan 
disamarkan bagi mereka (4:157).

***

Kelima peristiwa besar hasil penemuan-penemuan arkeologis di atas itu, bagi 
sementara kalangan hanya sekadar disikapi sebagai peristiwa biasa yang 
menghiasi majalah dan koran-koran di Barat (di Indonesia informasi tentang hal 
ini amatlah jarang ditemukan). Namun jika kita mengikuti perintah Allah dalam 
Al-Qur'an agar kita selalu melihat dan merenungkan kejadian di dunia ini, maka 
ke-5 penemuan itu menjadi hal yang sangat luar biasa bagi para pengkaji agama. 
Sebab ke-5 penemuan tersebut tidaklah berhenti sebatas penemuan arkeologi, 
namun berlanjut pada kajian-kajian teologis. 
 
Adalah hikmah dari Yang Maha Mengetahui, jika penemuan-penemuan arkeologis itu 
terjadi pada masa sekarang, masa dimana manusia telah siap menerima 
penyingkapan tabir secara mental (obyektifitas yang bukan kepentingan kelompok 
agama) serta kemampuan manusia dalam memahami penyingkapan tersebut berdasarkan 
ilmu dan pengetahuan yang mereka miliki. Sebab, -mungkin- jika ditemukan pada 
masa-masa dulu, "kepentingan" dan "ketidakmampuan"-lah yang berbicara, maka 
manuskrip-manuskrip itu hanya tersimpan dan mungkin tidak akan diketahui oleh 
umum, atau hilang lagi entah kemana, sebagaimana halnya "nasib" Injil Barnabas. 
Mengenai Injil Barnabas ini silakan layari 
=> http://waii-hmna.blogspot.com/2007/07/789-seluk-beluk-injil-barnabas.html


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke