Cara menjegal Gus Dur untuk menjadi calon presiden adalah dengan membuat 
kriteria yang tidak dapat dipenuhi oleh Gus Dur, yakni, keterbatasan fisiknya. 
Para fundamentalis senang karena kemudian Gus Dur gagal menjadi capres.

Sekarang, dalam Muktamar PBNU di Makassar, ada cara lain untuk menjegal sang 
pembaharu [Ulil] agar dia tidak bisa menjadi Ketum PBNU, yakni, mempersyaratkan 
agar calon ketua umum tidak memiliki histori JIL. Tentu saja penjegalan 
sistemik ini dilakukan oleh fundamentalis yang ingin menggagalkan upaya-upaya 
pembaharuan dalam tubuh PBNU.

Alasan utamanya adalah tidak banyak kaum fundamentalis yang pintar dan berani 
bersaing secara intelektual dengan sang pembaharu [Ulil]. Oleh karenanya, hanya 
dengan persyaratan itu Ulil dijegal. Sangat kentara kelicikan kaum 
fundamentalis di sana. 

Guntur Romli kelak juga akan dicekal oleh kaum fundamentalis [FPI] yang 
menyusup di tubuh PBNU sehingga dia tidak akan pernah dapat bersaing menjadi 
ketua umum. Salah satu syaratnya kelak adalah 'tidak pernah membela kaum 
tertindas'.


Kirim email ke