Keterlaluan emang wartawan kita. Mereka yang mestinya di garda wawasan 
terdepan, malah mereduksi beritanya sendiri.  Saksinya bilang 'diperkosa' kok 
dia bikin judul 'ditiduri?'.  Kurasa dalam pikirannya emang gitu...prihatin deh.

Kalo wartawan itu mo tebus dosa, dia mesti ngikutin kasus itu sampe kapolsek 
pemerkosa itu diadilin.

salam
Mia

--- In wanita-muslimah@yahoogroups.com, Dwi Soegardi <soega...@...> wrote:
>
> Judul salah dan menyesatkan!
> 
> "rela"? "ditiduri"?
> 
> Seharusnya "... mengaku DIPERKOSA ...."
> 
> Ini koran mana ya, Pos Metro Medan?
> Wartawan dan redakturnya perlu belajar lagi,
> bukan hanya bahasa, tetapi wawasan gendernya.
> 
> Lagian pakai koma, kemudian kalimat berikutnya subyeknya "AKP Sofyan."
> Apa yang rela ditiduri itu "AKP Sofyan."
> 
> Tapi minimal nama korban tidak diungkap, sudah bener.
> Kelanjutan kasus ini patut disimak.
> 
> 
> 


Kirim email ke