----- Original Message ----- 
From: "Komnas Perempuan" <komnasperemp...@komnasperempuan.or.id>
To: <ecosist...@yahoogroups.com>; <gender_gro...@yahoogroups.com>; 
<islamprogre...@yahoogroups.com>; <jurnalperemp...@yahoogroups.com>; 
<nurani_peremp...@yahoogroups.com>; <perempuanindone...@yahoogroups.com>; 
<wanita-muslimah@yahoogroups.com>; <wanitaonline-soci...@yahoogroups.com>
Sent: Friday, March 26, 2010 20:18
Subject: [wanita-muslimah] Update Web Komnas Perempuan

     KOMNAS PEREMPUAN
------------------------------

Website Komnas Perempuan telah diupdate dengan artikel baru. Silakan membaca
selengkapnya di www.komnasperempuan.or.id
 ------------------------------

**
*

Langkah Mundur Demokrasi Indonesia: Keputusan MK atas Pengujian UU
Pornografi<http://www.komnasperempuan.or.id/2010/03/langkah-mundur-demokrasi-indonesia-keputusan-mk-atas-pengujian-uu-pornografi/>

###############################################################
HMNA:
Kok langkah mundur, langkah maju dong. Rupanya Komnas Perempuan ini menghadap 
ke belakang berjalan mundur dalam barisan nasional yang melangkah ke depan. 
Lihat diagram:
arah ke belakang <= => => => => => => => => => => => => arah ke depan
Komnas Perempuan paling belakang berjalan mundur dalam barisan nasional yang 
berjalan melangkah maju ke depan.

Suka atau tidak suka sebagai warga negara Republik Indonesia harus patuh pada 
undang-undang yang sudah diproses oleh mekanisme hukum secara demokratis. MK 
mengadakan Pengujian UU dan sebelum mengambil Keputusan telah mendengarkan 
alasan-alasan dari semua pihak, bukan hanya dari suara Komnas Perempuan doang 
dong. Komnas Perempuan tidak demokratis, mau menang sendiri saja. Ini tercermin 
dalam pernyataan persnya: 
"Sebagai mekanisme nasional penegakan hak asasi manusia, Komnas Perempuan akan 
terus memantau pelaksanaan UU pornografi dan dampaknya bagi pemenuhan hak asasi 
manusia dan hak konstitusional warga negara, TERTUTAMA PEREMPUAN (huruf kapital 
bermakna menggaris bawahi). Atas dasar apa Komnas Perempuan memperatas-namakan 
semua perempuan (lihat yang digaris bawahi / huruf kapilat) di Republik 
Indonesia ini dengan pernyataan persnya itu?  
Sia-sia menjaring angin
Enggang hinggap
Ranggas patah
Anak raja mati terhimpit
###############################################################

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke