Bacaanlah (Al-Quran = Bacaan) yang menjadi standard / patokan (teks mengacu 
pada bacaan). Dan bacaan Nabi Muhammad SAW dikontrol oleh Jibril AS dalam bulan 
Ramadhan, dan selanjutnya setiap bulan Ramadhan terkontrol oleh Imam 
al-Haramain yang membacakan penuh seluruh Al-Quran dalam shalat Tarwih di 
Masjid al-Haram. Dan bacaan Imam al-Haramain dikontrol langsung oleh ma'mum 
yang jumlahnya banyak sekali yang hafal Al-Quran yang datang dari seluruh 
pelosok dunia untuk shalat Tarwih di Masjid al-Haram. Wajib hukumnya dalam 
shalat ma'mum langsung memperbaiki kesalahan bacaan imam. Alhasil pada Al-Quran 
tidak relevan kritik teks, sehingga tidak ada tempatnya pemakaian hermeneutik.

Kesalahan vital orientalis, karena mereka tidak faham, bahwa seperti yang 
ditekankan di atas, pada Al-Quran teks dikontrol oleh bacaan. Berbeda dengan 
kritik teks terhadap Bible, dimana teks Bible itu tidak ada alat kontrolnya, 
lagi pula teks Bible yang asli sudah hilang. Dokumen historis Bible dari bahasa 
Yunani, tidak ada lagi teks aslinya dalam bahasa Hebreu (Perjanjian Lama) 
maupun bahwa Aram (Injil). Hebrew Bible Septugiant, oldest extant Greek 
translation of the Hebrew Bible made by Hellenistic Jews, Alexandria, c.250 
B.C. The Septuagint is of importance to critics because it is translated from 
texts now lost. No copy of the original translation exists; textual 
difficulties abound. The symbol for the Septuagint is LXX. Reference => 
http://encyclopedia2.thefreedictionary.com/Septugiant

. Sebuah ilustrasi: 
-- KDzLK WZWJNHM BhWR 'AYN (ALDKhAN, 44:54), dibaca: kadza-lika wa zawwajna-hum 
bihu-rin 'i-nin, artinya:
-- demikianlah, dan Kami jodohkan mereka dengan bidadari.

Menurut Luxenberg, karena huruf mula-mula Al-Quran tidak pakai titik maka Zay 
dan Jim bisa dibaca Ra dan ha, sehingga katanya dalam ayat (44:54) ZWJNHM bisa 
dibaca zawwajna-hum (Kami jodohkan mereka), atau rawwahna-hum (Kami tenteramkan 
mereka). Orientalis jahil ini seenaknya sesuai dengan seleranya memilih bacaan 
rawwahna-hum. Untuk itu ia bermain akrobat hWR 'AYN adalah metaphor dari anggur 
putih. Jadi ia artikan ayat (44:54):
-- demikianlah, dan Kami tenteramkan mereka dengan anggur putih.  

Karena pada Al-Quran bacaan zawwajna-hum menjadi standar, maka sama sekali 
tidak boleh memilih bacaan rawwahna-hum. Maka dalam bermain akrobat itu 
Luxenberg tersungkur. WaLlahu a'lamu bisshawab.

Dari uraian singkat di atas itu telah tercakup di dalamnya ke-10 pertanyaan di 
bawah ini, dengan persyaratan yang membaca pintar menyimak apa yang dibaca. 
(Fyi, saya terima melalui Japri ke-10 pertanyaan di bawah)

Salam
HMNA

1. Bukankah agama Islam itu menegakan kebenaran?
2. Apakah Bible dan al Quran itu Masih Asli?
3. Apakah Pernah Rasul2 Yg menerima wahyu2 ALLAH itu memeriksa kitab2
4. Apakah Ada tanda tangan2 dari rasul2 setiap wahyu2Nya atau ayat2nya
5. Siapakah namanya yang mengafalkan wahyu2 ALLAH itu?
6. Apakah orang2 yang mengafalkan wahyu2ALLAH itu suci darikesalahan?
7. Siapakah nama Yang Mengedit wahyu2 ALLAH itu?
8. Kapan dan dimanakah Bible dan Al Quran itu pertama tama di cetak?
9. Bahasa apakah pertama tama kitab2 ALLAH itu dicetak?
10.Kenapa di Bible ada nama2 penulisnya, al quran tidak ada?

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke