Saya hanya mengingatkansaja umat islam di WM ini, untuk berhati hati
menerima kitab2 sejarah nabi ,karena semua sudah direkayasa oleh penulis2 dan 
mudah tersesatkan  ----begitu pula hadits2 yg menopang riwayat2 nabi...semua 
belumm tentu ucapan Rasul

Hanya al quran saja yang dijamain kesucian dari rekayasa penulis2 atau manusia.


salam=peace

--- In wanita-muslimah@yahoogroups.com, "Abu Abdurrahman Al Ghazy" 
<mrkom...@...> wrote:
>
> Tawadhu' Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam 
> 
> Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam adalah seorang yang sangat elok 
> akhlaknya dan sangat agung wibawanya. Akhlak beliau adalah Al-Qur'an 
> sebagaimana yang dituturkan 'Aisyah Radhiallahu'anha, ia berkata: "Akhlak 
> Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam adalah Al-Qur'an." (HR. Muslim). 
> 
> Beliau juga pernah bersabda: 
> "Sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan akhlak yang mulia." (HR. Ahmad) 
> 
> Salah satu bentuk ketawadhu'an Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam adalah; 
> beliau tidak suka dipuji dan disanjung secara berlebihan. Dari Umar bin 
> Kaththab Radhiallaahu anhu ia berkata: Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam 
> pernah bersabda: 
> "Janganlah kamu sanjung aku (secara berlebihan) sebagaimana kaum Nasrani 
> menyanjung 'Isa bin Maryam alaihisSalam secara berlebihan. Aku hanyalah 
> seorang hamba Allah, maka panggillah aku dengan sebutan: hamba Allah dan 
> Rasul-Nya." (HR. Abu Daud) 
> 
> Dari Anas bin Malik Radhiallaahu anhu ia berkata: "Ada beberapa orang 
> memanggil Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam sambil berkata: "Wahai 
> Rasulullah, wahai orang yang terbaik dan anak orang yang terbaik di antara 
> kami, wahai junjungan kami dan anak dari junjungan kami." Rasulullah 
> Shalallaahu alaihi wasalam segera menyanggah seraya berkata: 
> "Wahai sekalian manusia, katakanlah sewajarnya saja! Jangan sampai kamu 
> digelincirkan setan. Aku adalah Muhammad hamba Allah dan rasul-Nya. Aku tidak 
> sudi kamu angkat di atas kedudukan yang dianugrahkan Allah Subhannahu wa 
> Ta'ala kepadaku." (HR. An-Nasai) 
> 
> Sebagian orang ada yang menyanjung Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam 
> secara berlebihan. Sampai-sampai ia meyakini bahwa Rasulullah Shalallaahu 
> alaihi wasalam mengetahui ilmu ghaib atau meyakini bahwa beliau memiliki hak 
> untuk memberikan manfaat dan menurunkan mudharat, bahwa beliau dapat 
> mengabulkan segala permintaan dan menyembuhkan segala penyakit. Padahal Allah 
> Subhannahu wa Ta'ala telah menyanggah keyakinan seperti itu. Allah Subhannahu 
> wa Ta'ala berfirman: 
> "Katakanlah: "Aku tidak berkuasa menarik keman-fa'atan bagi diriku dan tidak 
> (pula) menolak kemudharatan kecuali yang dikehendaki Allah. Dan sekiranya aku 
> mengetahui yang ghaib, tentulah aku membuat kebajikan sebanyak-banyaknya dan 
> aku tidak akan ditimpa kemudharatan." (Al-Araf: 188) 
> 
> Demikianlah akhlak Nabi yang mulia, seorang utusan Allah Subhannahu wa Ta'ala 
> , sebaik-baik manusia di muka bumi dan seutama-utama makhluk di kolong 
> langit. Beliau senan-tiasa tunduk patuh dan bertaubat kepada Rabbnya. Beliau 
> tidak menyukai kesombongan, bahkan beliau adalah pemimpin kaum yang tawadhu' 
> dan penghulu kaum yang tunduk patuh kepada Rabb Subhannahu wa Ta'ala . Anas 
> bin Malik Radhiallaahu anhu mengungkapkan: 
> "Tidak ada seorangpun yang lebih mereka cintai daripada Rasulullah 
> Shalallaahu alaihi wasalam . Walaupun begitu, apabila mereka melihat beliau, 
> mereka tidak berdiri untuk menyambut beliau. karena mereka mengetahui bahwa 
> beliau Shalallaahu alaihi wasalam tidak menyukai cara seperti itu." (HR. 
> Ahmad) 
> 
> Layangkanlah pandanganmu kepada Nabi umat ini Shalallaahu alaihi wasalam . 
> Saksikan sikap tawadhu' beliau yang sangat menga-gumkan dan keelokan akhlak 
> yang langka ditemukan. Beliau tetap bersikap tawadhu' terhadap seorang wanita 
> miskin. Beliau luangkan waktu untuk melayaninya, padahal waktu beliau penuh 
> dengan amal ibadah! 
> 
> Dari Anas bin Malik Radhiallaahu anhu ia berkata: "Suatu hari seorang wanita 
> datang menemui Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam ia mengadu kepada beliau 
> sambil berkata: "Wahai Rasulullah, saya membutuhkan sesuatu dari Anda." 
> Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam berkata kepadanya: "Pilihlah di jalan 
> mana yang kamu kehendaki di kota Madinah ini, tunggulah aku di sana, niscaya 
> aku akan menemuimu (melayani keperluan-mu)." (HR. Abu Daud) 
> 
> Beliau hadir dengan segenap jiwa yang terpuji lagi elok. 
> Menjulang tinggi ke tempat yang terpuji dengannya. 
> Bila disingkap kesturi dari cincinnya kepada jagad raya 
> niscaya setiap orang akan merasakan harumnya 
> baik yang di gunung maupun di lembah. 
> Sungguh, beliau adalah pemimpin segenap ahli tawadhu' baik dalam ilmu ataupun 
> amal. 
> 
> Diriwayatkan dari Abu Hurairah Radhiallaahu anhu dari Rasulullah Shalallaahu 
> alaihi wasalam beliau bersabda: 
> "Andaikata aku diundang makan paha atau kaki binatang, niscaya aku kabulkan 
> undangannya. Andaikata kepadaku hanya dihadiahkan kaki atau paha binatang, 
> tentu akan aku terima hadiah itu." (HR. Al-Bukhari) 
> 
> Semoga hadits Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam tadi menjadi pelajaran 
> sekaligus peringatan bagi orang-orang yang takabbur dari sifat sombong dan 
> angkuh. 
> 
> Abdullah bin Mas'ud Radhiallaahu anhu meriwayatkan bahwa beliau 
> Shallallahu'alaihi wasallam bersabda: 
> "Tidak akan masuk Surga orang yang di dalam hatinya terdapat sebesar biji 
> zarrah kesombongan." (HR. Muslim) 
> 
> Sifat sombong merupakan jalan menuju Neraka, wal 'iyaadzubillah, meskipun 
> hanya sebesar biji zarrah. Cobalah lihat hukuman yang ditimpakan terhadap 
> orang yang sombong dan angkuh cara berjalannya. Betapa besar kemurkaan dan 
> kemarahan yang diturunkan Allah Ta'ala atasnya. Dan betapa pedih siksa yang 
> dideritanya. 
> 
> Dari Abu Hurairah Radhiallaahu anhu dari Rasulullah Shalallaahu alaihi 
> wasalam beliau bersabda: 
> "Ketika seorang lelaki berjalan dengan mengenakan pakaiannya, takjub dengan 
> kehebatan dirinya sendiri, rambutnya tersisir rapi, berjalan dengan angkuh. 
> Namun tiba-tiba Allah Ta'ala menenggelamkannya. Dia terus terbenam ke dasar 
> bumi sampai hari Kiamat." (Muttafaq 'alaih) 
> 
> 
> [Non-text portions of this message have been removed]
>


Kirim email ke