ngeri ama reuni.  ujungnya jadi ajang pamer ...

salam,
Ari


2010/4/6 laila.kurniasari <laila.kurnias...@yahoo.com>

>
>
> Message of Monday – Senin, 5 April 2010
> Reuni
> Oleh: Sonny Wibisono *
>
> "Perpisahan merupakan awal dari pertemuan tak terduga berikutnya."
> -- Anonim
>
> WABAH baru itu bernama reuni. Kafe, food court, ruang besar di hotel,
> sekolah, kampus, atau sekadar tongkrongan di pinggir jalan kini banyak diisi
> oleh orang-orang yang berkumpul kembali. Istilahnya, ya reuni itu tadi.
> Mereka yang sudah lama tak jumpa, berkumpul lagi untuk menjalin pertemanan
> yang telah lama menghilang. Tengoklah di food court centre di sebuah
> apartemen di daerah Kuningan, awal bulan ini, misalnya. Sebuah reuni dengan
> meriah diadakan.
>
> Tak bisa dipungkiri, ini adalah dampak dari situs pertemanan yang marak
> belakangan ini. Dengan situs pertemanan itu, mereka yang tak ketahuan
> rimbanya seolah berada di depan mata. Sebenarnya reuni secara maya telah
> terjadi. Namun pertemuan fisik tetaplah penting. Akhirnya, digagaslah
> pertemuan itu. Mereka melepas kerinduan setelah hampir dua puluh tahun
> terputus.
>
> Lalu apa yang terjadi dalam peristiwa bertemu kembali ini? Banyak. Kaum
> lelaki yang berperut subur. Kaum wanitanya yang juga sudah melar tubuhnya.
> Walau mungkin saja masih tetap menyimpan ketampanan dan kecantikannya di
> masa lalu. Bahkan terbetik kabar, ada yang telah meninggal. Cerita lainnya,
> ada yang diam-diam menjerit histeris karena ternyata pujaan hatinya di masa
> lalu tak datang. Ada juga yang tersenyum sumringah karena bertemu lagi
> dengan mantan kekasih di zaman cinta monyet dulu. Ada juga yang sudah
> berhasil menjadi pengusaha, sehingga bisa menjadi donatur acara tersebut.
> Bak permen yang memiliki banyak rasa, banyak perubahan terjadi disana-sini.
>
> Namun tak sedikit yang diam-diam minder karena merasa nasib dan karirnya
> tak terlalu cemerlang. Semua beraduk menjadi satu dalam sebuah acara yang
> berkemas, temu kangen atau mengenang masa lalu itu. Setelah itu, tak sedikit
> yang kemudian melanjutkan acara reuni itu menjadi erat. Mereka membuat
> arisan rutin atau kumpul bareng bersama secara berkala. Lalu ada pula yang
> mewadahi menjadi suatu paguyuban.
>
> Tak ada yang salah. Bahkan sangat bagus. Menjalin kembali persahabatan yang
> telah lama terbengkalai. Hidup dalam suasana kekeluargaan dan keakraban
> adalah satu kenikmatan yang luar biasa. Namun tentu saja berkumpul secara
> rutin saja tidaklah cukup.
>
> Lantas apa yang harus dilakukan? Reuni atau berkumpul kembali tentunya
> hanya satu langkah awal untuk memulai sesuatu yang baru, persis seperti yang
> dilakukan puluhan tahun silam, atau tepatnya pada saat kita sedang
> bersama-sama duduk di sekolah yang sama. Ingatlah suatu ketika kita pernah
> membuat tugas sebuah mata pelajaran secara berkelompok. Bersama-sama membeli
> kodok untuk pelajaran biologi, misalnya. Kita sama-sama urunan untuk membeli
> kodok tersebut, walau akhirnya harus disembelih untuk dilihat bagian dalam
> dari tubuhnya. Kita yang saat itu tak punya uang dan hanya bisa memberikan
> sedikit untuk urunan, sehingga terpaksa ditalangi oleh mereka yang punya
> kelebihan uang.
>
> Kita pernah pula, mungkin, harus terbaring sakit di rumah. Pada saat itu,
> teman-teman kita datang menjenguk untuk memberikan semangat agar lekas
> sembuh. Penganan yang seadanya, yang kita tahu merupakan hasil patungan dari
> teman-teman menjadi satu penghibur yang terasa manis.
>
> Barangkali kini kita mengalami hal yang sebaliknya. Berkecukupan secara
> materi, saatnya untuk membantu teman-teman yang kekurangan. Atau kini kita
> yang masih bugar dan sehat, sudah saatnya untuk menggerakkan kaki untuk
> menjenguk, apalagi memberikan bantuan pada mereka yang tengah mengalami
> gangguan kesehatan. Sekadar untuk bertanya pada mereka tentang keadaan
> keluarganya, tentu sangat membantu mereka yang kekurangan.
>
> Mengadakan reuni semestinya memang tidak berhenti dengan usainya kegiatan
> itu. Namun yang jauh lebih menyenangkan, silaturahmi yang terjalin membawa
> masing-masing dari kita untuk tetap saling menyapa, kembali berkawan, dan
> tentu saja memberi bantuan sekecil apa pun, moril dan materiil, bagi mereka
> yang membutuhkan. Atau ke depannya, mungkin saja menjalin kerjasama dalam
> bentuk lainnya yang saling menguntungkan. Dan yang paling penting, menjalin
> kembali tali kasih yang telah terberai. Itulah inti dari reuni.
>
> *) Sonny Wibisono, penulis buku 'Message of Monday', PT Elex Media
> Komputindo, 2009
>
>  
>


[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

=======================
Milis Wanita Muslimah
Membangun citra wanita muslimah dalam diri, keluarga, maupun masyarakat.
Twitter: http://twitter.com/wanita_muslimah
Situs Web: http://www.wanita-muslimah.com
ARSIP DISKUSI : http://groups.yahoo.com/group/wanita-muslimah/messages
Kirim Posting mailto:wanita-muslimah@yahoogroups.com
Berhenti mailto:wanita-muslimah-unsubscr...@yahoogroups.com
Milis Keluarga Sejahtera mailto:keluarga-sejaht...@yahoogroups.com
Milis Anak Muda Islam mailto:majelism...@yahoogroups.com

Milis ini tidak menerima attachment.Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/wanita-muslimah/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/wanita-muslimah/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    wanita-muslimah-dig...@yahoogroups.com 
    wanita-muslimah-fullfeatu...@yahoogroups.com

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    wanita-muslimah-unsubscr...@yahoogroups.com

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke