Ziarah Kubur Antara Yang Sunnah Dan Yang Bid'ah
Kamis, 04 Maret 04

Antara Yang Sunnah dan yang Bid'ah 

Ziarah kubur memiliki banyak hikmah dan manfaat, diantara yang terpenting 
adalah: 

Pertama: Ia akan mengingatkan akherat dan kematian sehingga dapat memberikan 
pelajaran dan ibrah bagi orang yang berziarah. Dan itu semua tentu akan 
memberikan dampak positif dalam kehidupan, mewariskan sikap zuhud terhadap 
dunia dan materi. 

Kedua: Mendo'akan keselamatan bagi orang-orang yang telah meninggal dunia dan 
memohonkan ampunan untuk mereka. 

Ketiga: Termasuk mengamalkan dan menghidupkan sunnah yang telah diajarkan oleh 
Rasulullah dan para shahabatnya. 

Keempat: Untuk mendapatkan pahala dan balasan kebaikan dari Allah dengan ziarah 
kubur yang dilakukan. 

Hikmah ziarah kubur ini juga tertuang dalam sebuah hadits yang diriwayatkan 
oleh Imam Muslim, Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa sallam bersabda: 

" Dulu aku melarang kalian semua berziarah kubur, maka (sekarang) ziarahilah 
ia." Dalam sebuah riwayat disebutkan: "Karena sesungguhnya ia mengingatkan 
kepada kematian, dan dalam riwayat At Tirmidzi: "Karena sesungguhnya ia 
mengingatkan kepada akherat. " 

Sunnah-Sunnah dalam ziarah kubur 

Agar manfaat dan hikmah yang telah tersebut diatas bisa diperoleh dengan 
sempurna maka seseorang yang akan melakukan ziarah kubur harus mengetahui 
sunnah dan tata cara berziarah yang benar sesuai tuntunan syari'at. Diantara 
petunjuk Nabi Shallallaahu 'alaihi wa sallam dalam ziarah kubur adalah sebagai 
berikut:

  a.. Ziarah kubur dapat dilakukan kapan saja, tidak harus mengkhususkan hari 
atau waktu tertentu karena salah satu inti dari ziarah kubur adalah agar dapat 
memberi pelajaran dan peringatan agar hati yang keras menjadi lunak, tersentuh 
hingga menitikkan air mata. Selain itu agar kita menyampaikan do'a dan salam 
untuk mereka yang telah mendahului kita memasuki alam kubur. 


  b.. Dianjurkan ketika pergi untuk ziarah kubur hadir dalam benak kita rasa 
takut kepada Allah, merasa diawasi olehNya dan hanya bertujuan mencari 
keridhaanNya semata. 


  c.. Disunnahkan kepada peziarah kubur untuk menyampaikan salam kepada ahli 
kubur, mendoakan mereka agar mendapatkan rahmat, ampunan dan afiyah (kekuatan). 
Diantara doa yang dianjurkan untuk dibaca adalah: 

  Keselamatan semoga terlimpah kepada para penghuni (kubur) dari kalangan 
orang-orang mukmin dan muslim semoga Allah merahmati orang-orang yang telah 
mendahului (meninggal) diantara kami dan yang belakangan, insya Allah kami 
semua akan menyusul (Anda) (lafazh ini berdasar riwayat Imam Muslim)
Beberapa Masalah Berkenaan dengan Ziarah Kubur 

Perlu untuk diingat bahwa ziarah kubur pada mulanya adalah dilarang sebelum 
akhirnya Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa sallam mengizinkan untuk 
melakukannya. Larangan tersebut memang sangat beralasan karena masalah kubur 
memang sangat rawan akan bahaya kesyirikan yang itu merupakan lawan dari dakwah 
beliau dakwah tauhid. Selain itu pada masa awal berkembangnya Islam kondisi 
keimanan para shahabat masih dalam tahap pembinaan, jadi sebagai tindakan 
preventif sangat wajar jika beliau melarang kaum muslimin melakukan ziarah 
kubur. Bahkan ketika para shahabat telah menjadi orang mukmin pilihan beliau 
masih tetap saja memperingatkan mereka dari bahaya kubur, sebagaimana tercermin 
dalam sabda beliau menjelang kewafatannya: 

"Laknat Allah kepada orang-orang Yahudi dan Nashrani yang telah menjadikan 
kubur para nabi mereka sebagai masjid. " 

Peringatan tersebut tentunya juga ditujukan kepada kita semua selaku umat Nabi 
Muhammad yang sudah berada jauh dari generasi shahabat, apalagi jika aqidah 
kita masih sangat pas-pasan bahkan cenderung masih lemah. Jangan sampai izin 
yang diberikan Rasulullah justru menjadi bumerang yang berbalik membinasakan 
kita. Bukannya pahala ziarah yang didapat namun malah terjurumus dalam jurang 
dosa bahkan dosa yang tak terampunkan yakni syirik, naudzu billah min dzalik. 

Kalau kita perhatikan ternyata apa yang dikhawatirkan oleh Rasulullah kala itu 
memang terjadi dizaman ini, dimana masih banyak kita dapati kaum muslimin yang 
salah dalam menerapkan aturan ziarah kubur, mereka melakukan ziarah sekedar 
mengikuti apa yang menjadi kemauan sendiri atau sesuatu yang sudah menjadi 
tradisi tanpa memperhatikan nilai-nilai dan rambu-rambu syari'at. 

Diantara beberapa kekeliruan seputar kubur yang patut diperhatikan adalah 
sebagai berikut: 


  a.. Mengkhususkan hari-hari tertentu dalam melakukan ziarah kubur, seperti 
harus pada hari Jum'at, tujuh atau empat puluh hari setelah kematian, pada hari 
raya dan sebagainya. Semua itu tak pernah diajarkan oleh Rasulullah dan 
beliaupun tidak pernah mengkhususkan hari-hari tertentu untuk berziarah kubur. 


  b.. Thawaf (mengelilingi) kuburan, beristighatsah (minta perlindungan) kepada 
penghuninya terutama sering terjadi dikuburan orang shalih, ini termasuk syirik 
besar. Demikian pula menyembelih disisi kuburan dan ditujukan karena si mayit. 


  c.. Menjadikan kuburan sebagai masjid-masjid untuk pelaksanaan ibadah dan 
acara-acara ritual. 


  d.. Sujud, membungkuk kearah kuburan, kemudian mencium dan mengusapnya. 


  e.. Shalat diatas kuburan, ini tidak diperbolehkan kecuali shalat jenazah 
bagi yang ketinggalan dalam menyolatkan si mayit. 


  f.. Membagikan makanan atau mengadakan acara makan-makan di kuburan. 


  g.. Membangun kubur, memberi penerangan (lampu), memasang selambu atau tenda 
diatasnya. 


  h.. Menaburkan bunga-bunga dan pelepah pepohonan diatas pusara kubur. Adapun 
apa yang dilakukan Rasulullah ketika meletakkan pelepah kurma diatas kubur 
adalah kekhususan untuk beliau dan berkaitan denga perkara ghaib, karena Allah 
memperlihatkan keadaan penghuni kubur yang sedang disiksa. 


  i.. Memasang prasasti baik dari batu marmer maupun kayu dengan menuliskan 
nama, umur, tanggal lahir dan wafatnya si mayit. 


  j.. Mempunyai persangkaan bahwa berdo'a dikuburan itu mustajab sehing-ga 
harus memilih tempat tersebut. 


  k.. Membawa dan membaca Mushaf Al Qur'an diatas kubur, dengan keyakinan bahwa 
membaca di situ memiliki keutamaan. Juga mengkhususkan membaca surat Ya sin dan 
Al Fatihah untuk para arwah. 


  l.. Ziarahnya para wanita ke kuburan, padahal dalam hadits Rasulullah 
jelas-jelas telah bersabda: 
  "Allah melaknat para wanita yang sering berziarah kubur dan orang-orang yang 
menjadikan kuburan sebagai masjid-masjid"(Riwayat Imam Ahmad dan Ahlus sunan 
secara marfu') 


  m.. Meninggikan gundukan kubur melebihi satu dhira' (sehasta) yakni kurang 
lebih 40cm. 


  n.. Berdiri didepan kubur sambil bersedekap tangan layaknya orang yang sedang 
shalat (terkesan meratapi atau mengheningkan cipta, red). 


  o.. Buang hajat diatas kubur. 


  p.. Membangun kubah, menyemen dan menembok kuburan dengan batu atau batu bata 


  q.. Memakai sandal ketika memasuki komplek pemakaman, namun dibolehkan jika 
ada hal yang mambahayakan seperti duri, kerikil tajam atau pecahan kaca dan 
sebagainya, atau ketika sangat terik dan kaki tidak tahan untuk menginjak tanah 
yang panas. 


  r.. Membaca dzikir-dzikir tertentu ketika membawa jenazah, demikian pula 
mengantar jenazah dengan membawa tempat pedupaan untuk membakar kayu cendana 
atau kemenyan. 


  s.. Duduk diatas kuburan 


  t.. Membawa jenazah dengan sangat pelan-pelan dan langkah yang lambat, ini 
termasuk meniru ahli kitab Yahudi dan menyelisihi sunnah Nabi Shallallaahu 
'alaihi wa sallam. 


  u.. Menjadikan kuburan sebagai ied dan tempat berkumpul untuk 
menyelenggarakan acara-acara ibadah disana. 

Kesimpulan 

Dari uraian diatas dapat diambil kesimpulan bahwasanya ziarah kubur itu ada dua 
macam: 
  a.. Ziarah syar'iyah yang diizinkan Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa sallam 
dan dalam ziarah ini ada dua tujuan, pertama bagi yang melakukan ziarah akan 
dapat mengambil pelajaran dan peringatan, yang kedua bagi mayit ia akan 
mendapatkan ucapan salam dan doa dari orang yang berziarah. 


  b.. Ziarah bid'iyah yaitu ziarah kubur untuk tujuan-tujuan tertentu bukan 
sebagaimana yang tersebut diatas, diantaranya untuk shalat disana, thawaf, 
mencium dan mengusap-usapnya, mengambil sebagian dari tanah atau batunya untuk 
tabaruk, dan memohon kepada penghuni kubur agar dapat memberi pertolongan, 
kelancaran rizki, kesehatan, keturunan atau agar dapat melunasi hutang dan 
terbebas dari segala petaka dan marabahaya dan permintaan-permintaan lain yang 
hanya biasa dilakukan oleh para penyembah berhala dan patung saja. 
Maka selayaknya setiap muslim berpegang dengan ajaran agamanya, dengan 
kitabullah dan sunnah nabinya serta menjauhi segala bentuk bid'ah dan khurafat 
yang tidak pernah diajarkan dalam Islam. Dengan itu maka akan diperoleh 
kebahagiaan didunia maupun diakherat kelak, karena seluruh kebaikan itu ada 
dalam ketaatan kepada Allah dan rasulNya sedang keburukan selalu ada dalam 
kemaksiatan dan ketidaktaatan. 

(Sumber: nasyrah "As-Sunnah fi ziyaratil qubur wa at-tahdzir min bida'il 
maqabir", diterbitkan oleh Kantor Kerjasama Dakwah, bimbingan dan Penyuluhan 
Imigran, Sulthanah Arab Saudi. Telah diperiksa oleh Syaikh Abdullah bin 
Abdurrahman Al-Jibrin) 

60- DOA ZIARAH KUBUR

- السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ أَهْلَ الدِّيَارِ مِنَ الْمُؤْمِنِيْنَ 
وَالْمُسْلِمِيْنَ، وَإِنَّا إِنْ شَاءَ اللهُ بِكُمْ لاَحِقُوْنَ [وَيَرْحَمُ 
اللهُ الْمُسْتَقْدِمِيْنَ مِنَّا وَالْمُسْتَأْخِرِيْنَ] أَسْأَلُ اللهَ لَنَا 
وَلَكُمُ الْعَافِيَةَ.

Semoga kesejahteraan untukmu, wahai penduduk kampung (Barzakh) dari orang-orang 
mukmin dan muslim. Sesungguhnya kami –insya Allah- akan menyusulkan, kami mohon 
kepada Allah untuk kami dan kamu, agar diberi keselamatan (dari apa yang tidak 
diinginkan).[1]

 



--------------------------------------------------------------------------------

[1] HR. Muslim 2/671 dan Ibnu Majah. Lafazh hadits di atas milik Ibnu Majah 
1/494, sedangkan doa yang ada di antara dua kurung, menurut riwayat Muslim, 
2/671.

__________________________________________________________

Disclaimer :
The information contained in or attached to this electronic transmission is 
confidential and may be legally privileged otherwise protected by law from 
disclosure belong to PT. Krama Yudha Ratu Motor (KRM), therefore the authorized 
recipients shall protect this confidential information with subject to 
provisions of KRM's policy. It is intended for the named recipient(s) only. If 
you are not the named recipient, you are hereby notified that any distribution, 
copying, review, retransmission, dissemination or other use of this electronic 
transmission or the information contained in it is strictly prohibited.

__________________________________________________________
Please consider ENVIRONTMENT before PRINTING this email .



[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke