----- Original Message ----- 
From: "Abdul Muiz" <mui...@yahoo.com>
To: <wanita-muslimah@yahoogroups.com>
Sent: Friday, April 09, 2010 11:29
Subject: Bls: [wanita-muslimah] Re: Pasangan berzina diarak bogel keliling 
kampung


Saya tidak setuju "hukuman mengarak pelaku zina dan diikat di tempat umum 
dengan kondisi telanjang" adalah amanat dari hukum syari'ah. Itu adalah hukum 
rimba yang diberlakukan oleh komunitas aceh yang memang menganut Islam yang 
memang diawali dengan gerahnya pada diri sang pelaku.
##############################################################################################
HMNA:
Ini saya cuplik dari postingannya Ambon:
Guru itu yang hanya dikenali sebagai Bus, berusia 36 tahun ditangkap semasa 
mengadakan hubungan seks dengan seorang suri rumah Yus, 28, di Aceh oleh 
penduduk kampung. "Penduduk kampung menyerbu rumah wanita itu dan mendapati 
mereka sedang berdua-duaan,'' kata pegawai penguatkuasa Syariah Aceh Barat, 
Teuku Abdurrazak.
"Mereka kemudiannya ditarik keluar dan diarak berbogel keliling kampung, diikat 
di sebatang tiang dan dipukul menggunakan kayu serta tangan mereka sehingga 
menjadi hitam dan biru. "Penduduk kampung sangat marah... jika polis lambat 
tiba di tempat kejadian, pasangan itu mungkin mati,'' kata Abdurrazak.

Jadi mengarak bertelanjang itu bukan perintah syari'ah yang diterapkan oleh 
qanun Nanggroe Aceh Darussalam (NAD). Kalau menurut syari'ah sanksi hukuman itu 
dilaksanakan secara terbuka, sehingga menimbulkan effek jera bagi manyarakat . 
Yang pernah naik Haji tentu pernah menyaksikan eksekusi dilaksanakan setelah 
Shalt Jum'at di Masjid al-Haram.

Mengarak berkeliling tentu dengan pakaian (tidak telanjang) di beberapa tempat 
termasuk teknis pelaksanaan hukuman menurut Hukum Adat.
#########################################################################################

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke