Kekejaman Militer Amerika Serikat Penjara Guantanamo

For God and Country
Korban Paranoid Amerika
Oleh James Yee

SPESIFIKASI
Genre
Non - Fiction
Harga
Rp 69.900,00
Halaman
364
Ukuran
16 x 24 cm
Sampul
Hard Cover/Jaket Flap

Resensi Majalah Gatra (20 Mei 2006) 
Aku Hanya Seorang Muslim
 
Amerika enggan menerapkan Konvensi Jenewa kepada tahanan muslim di kamp
militer Guantanamo.
 
PENGANIAYAAN dan pelecehan seksual terhadap tahanan muslim di Penjara
Guantanamo bukanlah isapan jempol. Ratusan orang yang terkurung di kamp
militer Amerika Serikat itu mendapat perlakuan sangat tidak manusiawi.
Buku ini membeberkan kekejaman Penjara Guantanamo berdasarkan kesaksian
James Yee, tentara Amerika yang bertugas di sana. Pelecehan dan
pembunuhan karakter dialaminya. Hanya karena Yee beragama Islam dan
berusaha berbuat lebih beradab. Juga karena ia imam muslim di lingkungan
militer Amerika yang berupaya meluruskan kekeliruan pemahaman tentang
Islam kepada temannya sesama prajurit. Kisah tragis yang dialami Yee,
tentara Amerika keturunan Cina berpangkat kapten, ini berawal dari masa
dinasnya di Guantanamo.
Dalam kurun 10 bulan bertugas di Kamp Delta-sebutan untuk delapan blok
penjara itu-ia menjadi saksi kekejaman yang dialami para tahanan.
"Bahkan mereka tidak mendapatkan perlindungan seperti yang tercantum
dalam Konvensi Jenewa," tulis James Yee dalam buku ini.
Pemerintahan Presiden George W. Bush dan kalangan militer enggan
menerapkan konvensi itu kepada tahanan muslim yang disebutnya sebagai
teroris. Para "pejuang" muslim, musuh Amerika dari berbagai negara,
tidak memperoleh haknya sebagai tahanan perang.
Dapat dipastikan, penganiayaan terhadap tahanan dan pelecehan kitab suci
Al-Qur'an kerap terjadi saat tahanan menjalani pemeriksaan. Hampir
setiap hari terjadi pertikaian keras antara penjaga dan tahanan yang
berujung penyiksaan. Terkadang prajurit Amerika yang bukan muslim
sengaja membuat keributan selagi tahanan tengah beribadah.
Tak jarang pula tahanan dipaksa meninggalkan salat untuk menjalani
pemeriksaan. "Lambat laun aku sadar bahwa usahaku untuk memberikan
pengajaran tentang toleransi membuat kecurigaan mereka semakin dalam,"
tulis Yee. Dan siapa pun yang bertugas di kamp itu harus tetap menjaga
kerahasiaan tentang apa pun yang dilihat dan dialami.
Diam-diam, gerak-gerik prajurit yang bertugas pun selalu diawasi oleh
agen rahasia pemerintah, baik dari FBI maupun badan intelijen militer.
Yee yang sejak masuk Islam menambahkan Yusuf dalam namanya, tak luput
dari pengawasan. Hingga akhirnya, Yee diciduk pada awal September 2003.
Sejak saat itu, beragam tuduhan dilontarkan untuk menjeratnya.
Pengkhianatan, persekongkolan dengan teroris, hingga isu perselingkuhan
ditebar. Sejumlah koran Amerika sendiri sempat terjebak pada kekeliruan
informasi yang disebar intel.
Mereka menyebut Yusuf Yee sebagai antek Taliban. Isu perselingkuhan yang
sengaja ditebar ke koran nyaris menghancurkan rumah tangganya.
Belakangan terbukti, semua tuduhan itu bohong belaka.
Yang lebih mencengangkan, ada anak di bawah umur dijebloskan ke penjara
ini dengan tuduhan sebagai anggota jaringan teroris. Seorang di
antaranya adalah Omar Khadir, bocah  muslim asal Kanada yang baru
berusia 15 tahun.
Kesaksian James Yee yang tertuang dalam buku ini kian menjelaskan apa
yang sesungguhnya terjadi di penjara-penjara khusus Amerika. Yee
menyebutkan, perang melawan terorisme yang dicanangkan Presiden Bush
melahirkan kegilaan di kalangan militer Amerika. Yee menjadi korban
kegilaan itu.
Pengalaman kelam selama lebih dari satu tahun dalam tahanan militer
memberinya pelajaran berharga. Kondisi militer Amerika jauh dari
gambaran ideal Yee. Perbedaan dan kehormatan serta kemerdekaan
menjalankan agama tidak dijamin.
Agama dan keyakinan ternyata masih menjadi masalah utama di dunia
militer negeri yang mengaku demokratis itu. "Mereka tidak
mempertimbangkan bahwa aku adalah seorang prajurit yang setia," tulis
James Yee.
"Aku adalah prajurit Amerika, seorang warga negara, dan seorang patriot.
Tapi dalam tatapan kecurigaan, aku minoritas sesat yang tidak memiliki
hubungan inklusif dengan pemerintahan nasional Amerika. Aku hanya
seorang muslim." Demikian Yee menulis di bagian penutup memoarnya.
(Erwin Y. Salim)
 
Website: www.dastanbooks.com <http://www.dastanbooks.com/> 
Pembelian secara on-line dapat dilakukan melalui www.pustakazahra.com
<http://www.pustakazahra.com/> 
http://www.pikiran-rakyat.com/prprint.php?mib=beritadetail&id=71108
Membongkar Kejahatan Amerika
Judul : Deadly Mist: Upaya Amerika Merusak Kesehatan Manusia 
Penulis : Jerry D. Gray
Penerbit : Sinergi Publishing
Cetakan : I, 2009
Tebal : 220 halaman
BELAJAR dari sejarah, virus dan bakteri merupakan senjata yang lebih mematikan 
dalam setiap peperangan yang pernah terjadi di dunia. Banyak tentara tewas di 
medan perang bukan karena tertembak, tetapi terserang penyakit menular. Bahkan 
saat ini, dunia dihantui influenza yang ditularkan dari unggas, yang dikenal 
dengan nama flu burung. Kenyataan ini membuat AS merasa perlu meneliti semua 
jenis virus dan bakteri yang pernah mewabah di seluruh dunia.
Buku ini membongkar rahasia-rahasia kejahatan Amerika selama ini. Kejahatan 
pada rekayasa pembuatan zat-zat biologi dan kimia yang sangat berbahaya bagi 
nyawa manusia. Sebut saja MSG, Aspartam (gula buatan), dan lain-lain. Bahkan, 
penyakit flu burung, SARS, AIDS, dan penyakit-penyakit mematikan lainnya adalah 
hasil rekayasa Amerika. Diduga selain untuk menciptakan vaksin yang dijual 
dengan harga yang sangat mahal, AS dan negara sekutunya diduga juga berusaha 
menguasai virus untuk senjata militer. 
Buku Deadly Mist ini ditulis oleh Jerry D. Gray, seorang pensiunan US Air Force 
yang sekarang tinggal di Indonesia. Melalui buku ini, Jerry memaparkan 
bukti-bukti dan data yang cukup untuk masalah ini. Buku yang menarik untuk 
disimak. (Nia Kurniawati, Pusat Data Redaksi)**


http://paguyubanpulukadang.forumotion.net/internasional-f7/kejahatan-amerika-serikat-terhadap-umat-manusia-t704.htm

Kejahatan Amerika Serikat Terhadap Umat Manusia
Kelahiran Ekstrim Cacat - Iraq
Di Irak Terjadi cacat badan yang sangat parah akibat terkontaminasi Depleted 
Uranium (DU).

Pada Perang Teluk I pasukan Marinir Amerika Serikat tidak diberitahukan 
mengenai bahaya DU maupun perlunya untuk menjauhi kendaraan yang terkena 
senjata tersebut. Ilmu pengetahuan terbaik mengatakan bahwa banyak dari tentara 
kita telah terkena DU dan akan mati diserang penyakit kanker sebagai akibat 
buangan radio aktif yang masuk ke dalam paru-paru. Itu sebagai ganjaran menjadi 
seorang "Pahlawan Amerika - American Hero"

Dengan digunakan lebih banyak lagi DU dalam Perang Teluk II, tidak diragukan 
lagi bahwa akan terjadi lebih banyak cacat kelahiran dan penyakit kanker. 
Inilah harga yang diperoleh untuk "membebaskan" Iraq oleh Amerika dan Inggris. 
Saya telah berulang-kali meminta dukungan untuk menuntut secara formal mengenai 
kejahatan terhadap kemanusiaan, baik yang dilakukan oleh Bush maupun Blair yang 
telah menggunakan senjata yang mengerikan ini. - Ken O'Keefe

Menurut definisi Black's Law Dictionary - Edisi Ketujuh, Hukum Internasional. - 
"kejahatan terhadap umat manusia" adalah sebuah kejahatan brutal yang 
peristiwanya tidak diisolasi tetapi melibatkan tindakan besar dan sistematis 
yang seringkali terselubung melalui otoritas resmi yang menggoncangkan hati 
nurani manusia. Di antara kejahatan spesifik yang tergolong ke dalam kategori 
ini adalah pembunuhan massal, pembasmian, perbudakan, deportasi dan menindas 
rakyat, baik dalam masa perang maupun damai.

Berikut ini diambil dari Ross B. Mirkarimi, laporan the The Arms Control 
Research Centre, berjudul 'The Environmental and Human Health Impacts of the 
Gulf Region with Special Reference to Iraq.' May 1992:

Saya baru-baru ini menerima banyak foto dengan kelainan bentuk kelahiran yang 
menghebohkan yang saat ini sedang terjadi di Irak. Sejujurnya saya katakan 
bahwa saya tidak pernah melihat foto-foto seperti itu sebelumnya. Saya 
menghimbau Anda untuk mengcopy gambar-gambar tersebut dan diedarkan secara luas.

Dalam sebuah tindakan kekejaman, Amerika Serikat mutlak mendominasi. Sanctions 
Committee menolak untuk mengijinkan Irak mengimpor peralatan yang sangat 
dibutuhkannya dalam upaya membersihkan pencemaran dari senjata Depleted Uranium 
yang telah digunakan oleh Amerika Serikat yang saat ini mencemari negaranya. 
Kira-kira 315 ton debu DU mencemari Iraq sebagai akibat digunakannya senjata 
ini. The Sanctions Committee juga menolak untuk mengimpor secara massal 
peralatan untuk menangani penyakit kanker, termasuk alat untuk mengukur jumlah 
radio-isotop yang terdapat di lapangan '... yaitu berupa bahan-bahan nuklir..'

Kebanyakan gambar di bawah ini diberikan oleh seseorang yang sampai sekarang 
tidak ingin disebutkan identitasnya. Saya tidak berhasil untuk mengetahui 
apakah gambar tersebut berasal dari negatif film yang asli, atau dicetak dari 
negatif filmnya. Saya menerimanya dalam bentuk gambar di atas kertas berukuran 
A4. Saya scan semua gambar tersebut dengan menggunakan software Photoshop dan 
berusaha untuk membersihkan serta mempertajamnya semampu saya. Dalam memproses 
gambar-gambar tersebut tidak dilakukan digital alterasi, semata-mata hanya 
membersihkan dan mempertajamnya saja. Gambar-gambar tersebut diterima tanpa 
adanya dokumentasi teks, oleh karena itu saya menjelaskan seakurat dan 
semampunya. Menurut yang saya fahami, foto-foto tersebut diambil dari tahun 
1998 dan seterusnya. Saya akan berterima kasih kepada siapa saja yang bisa 
memberikan informasi lebih lanjut tentang jenis kelainan bentuk kelahiran ini 
dalam istilah medis dan yang lainnya.

Gambar tambahan diambil oleh Dr. Siegwart Horst-Gunther, President of the 
International Yellow Cross. Tertutama terdapat dalam bukunya tahun 1996 
berjudul "URANIUM PROJECTILES - SEVERELY MAIMED SOLDIERS, DEFORMED BABIES, 
DYING CHILDREN" (Published by AHRIMAN - Verlag, ISBN: 3-89484-805-7). Buku 
tersebut merupakan catatan dokumenter mengenai pengaruh penggunaan senjata 
depleted uranium yang diambil antara tahun 1993 - 1995. Dr. Gunther juga 
mememberikan kepada saya foto tambahan dari koleksi yang tidak diterbitkannya, 
yaitu fitur beberapa kelainan bentuk kelahiran yang dialami oleh anak-anak 
veteran Perang Teluk. Saya telah meminta ijin Dr. Gunther agar gambarnya 
diperlakukan sebagai 'Public Domain' dan membebaskan hak ciptanya. Dia 
menyetujuinya dan anda dapat melakukan reproduksi gambar-gambar tersebut sesuai 
dengan yang Anda inginkan.

Baik Pentagon maupun Kementrian Pertahanan Inggris secara resmi menyangkal 
bahwa terdapat bahaya yang signifikan sebagai akibat pajanan - exposure - 
perlengkapan senjata DU. Dan dimungkinkan bahwa Amerika Serikat yang memimpin 
serangan terhadap stasiun tenaga nuklir Irak bisa menjadi sebuah faktor 
penunjang, dan sebagian besar para peniliti menunjuk DU sebagai sumber utama 
terjadinya kelainan bentuk kelahiran dan kanker. Peningkatan jumlah kasus 
tersebut di Irak dipastikan mengejutkan, terutama sekali di bagian Selatan 
dimana konsentrasi terbesar DU ditembakkan. Dokter-dokter di Irak tidak pernah 
menemukan kasus seperti itu sebelumnya, secara pasti dan dengan alasan yang 
masuk akal, hal tersebut juga tentunya pernah dialami di Jepang setelah 
serangan dua buah bom atom. Penyakit kanker meningkat 7 -10 kali lipat serta 
kelainan bentuk kelahiran meningkat antara 4-6 kali lipat.

Namun demikian Amerika Serikat jauh sebelum peperangan Teluk dimulai menyadari 
bahwa terdapat efek potensial terhadap penduduk sipil dan personel militer 
berupa racun kimia serta radiasi sifat kimia dari perlengkapan senjata DU, 
sebagaimana dinyatakan dalam kutipan dokumen Angkatan Bersenjata Amerika 
Serikat yang mengkategorikan sbb:

"Pajanan aerosol DU (Depleted Uranium) kepada prajurit di medan perang bisa 
menjadi signifikan dengan potensi radiasi dan efek toksikologi. [...] Dalam 
pertempuran, prajurit yang paling banyak menjadi sasaran adalah pasukan darat 
yang memasuki medan pertempuran setelah terjadi baku tembak [...] Kita sedang 
menyoroti potensi tingkat pajanan DU kepada personel militer selama pertempuran 
yang tidak akan dapat diterima selama tugas masa damai. [...DU adalah ..] ... 
sebuah emiter radiasi alfa tingkat rendah yang berhubungan dengan kanker ketika 
pajanannya masuk ke dalam tubuh manusia, [dan] keracunan kimia yang menyebabkan 
kerusakan ginjal. [...] Efek jangka pendek dari dosis tinggi dapat menyebabkan 
kematian, sementara efek jangka panjang [dari] dosis rendah terhubung kepada 
kanker. [...] Kesimpulan kami mengenai kesehatan dan lingkungan yang dapat 
diterima dengan masuknya DU mengasumsikan dua hal, yaitu mengendalikan 
penggunaannya serta melakukan pengaturan praktek kesehatan yang sudah terbukti 
baik. Kondisi medan pertempuran akan mengarah kepada tidak terkontrolnya 
penggunaan DU [...] Kondisi medan pertempuran dan resiko kesehatan jangka 
panjang kepada penduduk setempat serta veteran perang dapat menjadi isu 
diterimanya dilanjutkannya penggunaan kinetik penetrator DU untuk aplikasi 
militer."

- Kutipan dari Juli 1990 Science and Applications International Corporation 
melaporkan: ' Kinetic Energy Penetrator Environment and Health Considerations', 
sebagai tercakup di Lampiran D - Persenjataan Angkatan Bersenjata Amerika 
Serikat, Komando Perlengkapan Perang dan Kimia melaporkan: 'Studi Strategi 
Tenaga Gerak Penetrator Jangka Panjang, Juli 1990'

Amerika Serikat juga menyadari betul bahaya jangka panjang bila terkontaminasi 
oleh Depleted Uranium, oleh karena itu menguranginya, sebagaimana memo dan 
dokumen berikut ini menjelaskan:

"Disana terdapat perhatian yang berlanjut mengenai dampak DU terhadap 
lingkungan. Oleh karena itu, jika tak seorangpun membuat satu kasus atas 
efektivitas DU di medan perang, senjata DU mungkin secara politis tidak dapat 
diterima dan dengan begitu dihilangkan dari gudang senjata. Saya percaya kita 
harus menjaga isu sensitif ini dalam pikiran kita ketika membuat laporan." - 
Lt. Col. M.V. Ziehmn, Los Alamos National Laboratory memorandum, 1 Maret 1991

"Para prajurit mungkin saja secara kebetulan terkena debu dan asap DU di medan 
perang. The Army Surgeon General telah menegaskan bahwa mau tidak mau prajurit 
akan menerima pajanan internal DU yang signifikan. Tindak lanjut medis tidak 
menjamin prajurit yang mengalami secara kebetulan pajanan debu atau asap 
tersebut. [...] Semenjak persenjataan DU tersedia di pasar senjata dunia, Maka 
senjata DU akan dipergunakan dalam konflik di masa mendatang. Jumlah pasien DU 
di medan perang di kemudian hari mungkin secara signifikan akan meningkat lebih 
banyak jumlahnya karena negara lain akan menggunakan sistem persenjataan DU 
juga. [...] DU adalah limbah radioaktif tingkat rendah dan oleh karena itu 
harus dibuang dalam sebuah tempat penyimpanan yang terjamin keamanannya. [...] 
Tidak ada hukum internasional, perjanjian, peraturan atau kebiasaan meminta 
kepada Perserikatan Bangsa Bangsa untuk mengatur kembali kancah perang Teluk 
Persia." - Laporan dari the US Army Environmental Policy Institute: 'Kesehatan 
dan Akibat-akibat Digunakannya Senjata Depleted Uranium oleh Angkatan 
Bersenjata Amerika Serikat, Juni 1995 sbb:

Perlengkapan senjata DU saat ini dimiliki oleh lebih dari 12 negara, dan telah 
digunakan selama pengeboman Yugoslavia yang dipimpin NATO. Personel pasukan 
Barat yang menempati di wilayah tersebut baru-baru ini disarankan untuk tidak 
meminum air setempat atau makan makanan yang diproduksidi di tempat itu. Namun 
demikian Kementrian Pertahanan Inggris terus-menerus menyangkal bahwa tidak ada 
potensi bahaya apapun, dengan menyatakan: "Kita tidak melihat adanya data 
penelitian mengenai epidemik yang masuk akal yang mendukung klaim ini [bahwa DU 
berbahaya.] [...] Tidak ada rencana untuk menghilangkan perlengkapan 
senjata-senjata berbasiskan DU dari militer." (Source: Two letters to me from 
Simon Wren, Overseas Secretariat, Ministry of Defence, Whitehall, London - 20th 
May 1999, and 22nd March 2000)

Dalam tingkat yang lebih pribadi, Saya mendengar cerita dari orang-orang telah 
mengunjungi Irak yang berbicara langsung dengan para bidan di sana. Para bidan 
itu mengakui dengan mengatakan bahwa mereka tidak lagi mengharapkan bayi-bayi 
yang akan lahir seperti ... "Kami tidak mengetahui bagamana jalan keluarnya."

***

Gayung bersambut, kata berjawab. Mulai sekarang, beginilah cara saya menyambut 
gayung, menjawab kata si pungo findamentalist dullatip yang antek American 
Zionism, yang suka menjual nama Allah sambil mencerca memaki-maki para ulama.
HMNA


----- Original Message ----- 
From: "abdul" <latifabdul...@yahoo.com>
To: <wanita-muslimah@yahoogroups.com>
Sent: Sunday, April 11, 2010 10:02
Subject: [wanita-muslimah] Kenapa HTI itu Sangat Benci dgn Amerika, bukan benci 
dgn Komunis?

Pertanyaan seorang Pemuda Amerika kepada saya;
Kenapa HTI itu anti sekali dengan Amerika, 
Saya menjawab,karena idiolgy agama HTI,FPI,DDII,FUI Cs sama dengan Idilogy 
Komunis 

####################################################################################################
HMNA:
Ou la la, vervelende vent, alle joden, dullatip fundamentalist JIL antek / 
budak state terrorist American Zionism, yang doyan jual Nama Allah, berdirilah 
di depan cermin, pandang baik-baik sosok yang waang saksikan, di situ 
terpampang tampang the real koppig fundamenalist yang yang tulisannya hasil 
dorongan SETAN dan tidak pernah kembali kejalan yg lurus, yaitu fundamentalist 
pungo dullatip yang infidel menentang ayat-ayat Allah dan memfitnah HTI, FPI, 
DDII, FUI Cs sama dengan Komunis. 
#####################################################################################################




[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke