Bismilahirrahmanirrahiim.
Kalau tidak ada Pembunuhan orang2 CIVIL di New York, 11/9,maka tidak ada 
Guantanama, tidak ada perang di Afganistan dan Irak..

Inilah kebodohan Ulama2 Fundamentalis, tidak berpikir panjang apa akibat BALIK 
dari perbuatan2 kejam yang dilakukan terhadap orang2 CIVIL Amerika di NY 11/9

Betapa banyaknay umat islam Funadmetanlis yang terbunuh di Iraq,afganistan,dan 
pakistan.Gara gara ulama2 Fundamentalis fanatik seperti;Osma bin Laden CS...

. Barang siapa yang membunuh seorang manusia, bukan karena orang itu (membunuh) 
orang lain, atau bukan karena membuat kerusakan di muka bumi, maka seakan-akan 
dia telah membunuh manusia seluruhnya.
Dan barang siapa yang memelihara kehidupan seorang manusia, maka seolah-olah 
dia telah memelihara kehidupan manusia semuanya. Dan sesungguhnya telah datang 
kepada mereka rasul-rasul Kami dengan (membawa) keterangan-keterangan yang 
jelas, kemudian banyak di antara mereka sesudah itu sungguh-sungguh melampaui 
batas dalam berbuat kerusakan di muka bumi. (QS.5:32).

AKIBATnya adalah;

. Kami biarkan mereka merasai siksaan yang kecil (didunia ini), sebelum mereka 
merasakanhukuman yang lebih besar (Akhirat), supaya mereka dapat (mengambil 
peringatan) dan membaiki diri QS.32:21.
 
Demikianlah peringatan2 ALLAH kpd orang2 yang membunuh orang2 CIVIL..

salam=peace

--- In wanita-muslimah@yahoogroups.com, "H. M. Nur Abdurahman" 
<mnur.abdurrah...@...> wrote:
>
> Kekejaman Militer Amerika Serikat Penjara Guantanamo
> 
> For God and Country
> Korban Paranoid Amerika
> Oleh James Yee
> 
> SPESIFIKASI
> Genre
> Non - Fiction
> Harga
> Rp 69.900,00
> Halaman
> 364
> Ukuran
> 16 x 24 cm
> Sampul
> Hard Cover/Jaket Flap
> 
> Resensi Majalah Gatra (20 Mei 2006) 
> Aku Hanya Seorang Muslim
>  
> Amerika enggan menerapkan Konvensi Jenewa kepada tahanan muslim di kamp
> militer Guantanamo.
>  
> PENGANIAYAAN dan pelecehan seksual terhadap tahanan muslim di Penjara
> Guantanamo bukanlah isapan jempol. Ratusan orang yang terkurung di kamp
> militer Amerika Serikat itu mendapat perlakuan sangat tidak manusiawi.
> Buku ini membeberkan kekejaman Penjara Guantanamo berdasarkan kesaksian
> James Yee, tentara Amerika yang bertugas di sana. Pelecehan dan
> pembunuhan karakter dialaminya. Hanya karena Yee beragama Islam dan
> berusaha berbuat lebih beradab. Juga karena ia imam muslim di lingkungan
> militer Amerika yang berupaya meluruskan kekeliruan pemahaman tentang
> Islam kepada temannya sesama prajurit. Kisah tragis yang dialami Yee,
> tentara Amerika keturunan Cina berpangkat kapten, ini berawal dari masa
> dinasnya di Guantanamo.
> Dalam kurun 10 bulan bertugas di Kamp Delta-sebutan untuk delapan blok
> penjara itu-ia menjadi saksi kekejaman yang dialami para tahanan.
> "Bahkan mereka tidak mendapatkan perlindungan seperti yang tercantum
> dalam Konvensi Jenewa," tulis James Yee dalam buku ini.
> Pemerintahan Presiden George W. Bush dan kalangan militer enggan
> menerapkan konvensi itu kepada tahanan muslim yang disebutnya sebagai
> teroris. Para "pejuang" muslim, musuh Amerika dari berbagai negara,
> tidak memperoleh haknya sebagai tahanan perang.
> Dapat dipastikan, penganiayaan terhadap tahanan dan pelecehan kitab suci
> Al-Qur'an kerap terjadi saat tahanan menjalani pemeriksaan. Hampir
> setiap hari terjadi pertikaian keras antara penjaga dan tahanan yang
> berujung penyiksaan. Terkadang prajurit Amerika yang bukan muslim
> sengaja membuat keributan selagi tahanan tengah beribadah.
> Tak jarang pula tahanan dipaksa meninggalkan salat untuk menjalani
> pemeriksaan. "Lambat laun aku sadar bahwa usahaku untuk memberikan
> pengajaran tentang toleransi membuat kecurigaan mereka semakin dalam,"
> tulis Yee. Dan siapa pun yang bertugas di kamp itu harus tetap menjaga
> kerahasiaan tentang apa pun yang dilihat dan dialami.
> Diam-diam, gerak-gerik prajurit yang bertugas pun selalu diawasi oleh
> agen rahasia pemerintah, baik dari FBI maupun badan intelijen militer.
> Yee yang sejak masuk Islam menambahkan Yusuf dalam namanya, tak luput
> dari pengawasan. Hingga akhirnya, Yee diciduk pada awal September 2003.
> Sejak saat itu, beragam tuduhan dilontarkan untuk menjeratnya.
> Pengkhianatan, persekongkolan dengan teroris, hingga isu perselingkuhan
> ditebar. Sejumlah koran Amerika sendiri sempat terjebak pada kekeliruan
> informasi yang disebar intel.
> Mereka menyebut Yusuf Yee sebagai antek Taliban. Isu perselingkuhan yang
> sengaja ditebar ke koran nyaris menghancurkan rumah tangganya.
> Belakangan terbukti, semua tuduhan itu bohong belaka.
> Yang lebih mencengangkan, ada anak di bawah umur dijebloskan ke penjara
> ini dengan tuduhan sebagai anggota jaringan teroris. Seorang di
> antaranya adalah Omar Khadir, bocah  muslim asal Kanada yang baru
> berusia 15 tahun.
> Kesaksian James Yee yang tertuang dalam buku ini kian menjelaskan apa
> yang sesungguhnya terjadi di penjara-penjara khusus Amerika. Yee
> menyebutkan, perang melawan terorisme yang dicanangkan Presiden Bush
> melahirkan kegilaan di kalangan militer Amerika. Yee menjadi korban
> kegilaan itu.
> Pengalaman kelam selama lebih dari satu tahun dalam tahanan militer
> memberinya pelajaran berharga. Kondisi militer Amerika jauh dari
> gambaran ideal Yee. Perbedaan dan kehormatan serta kemerdekaan
> menjalankan agama tidak dijamin.
> Agama dan keyakinan ternyata masih menjadi masalah utama di dunia
> militer negeri yang mengaku demokratis itu. "Mereka tidak
> mempertimbangkan bahwa aku adalah seorang prajurit yang setia," tulis
> James Yee.
> "Aku adalah prajurit Amerika, seorang warga negara, dan seorang patriot.
> Tapi dalam tatapan kecurigaan, aku minoritas sesat yang tidak memiliki
> hubungan inklusif dengan pemerintahan nasional Amerika. Aku hanya
> seorang muslim." Demikian Yee menulis di bagian penutup memoarnya.
> (Erwin Y. Salim)
>  
> Website: www.dastanbooks.com <http://www.dastanbooks.com/> 
> Pembelian secara on-line dapat dilakukan melalui www.pustakazahra.com
> <http://www.pustakazahra.com/> 
> http://www.pikiran-rakyat.com/prprint.php?mib=beritadetail&id=71108
> Membongkar Kejahatan Amerika
> Judul : Deadly Mist: Upaya Amerika Merusak Kesehatan Manusia 
> Penulis : Jerry D. Gray
> Penerbit : Sinergi Publishing
> Cetakan : I, 2009
> Tebal : 220 halaman
> BELAJAR dari sejarah, virus dan bakteri merupakan senjata yang lebih 
> mematikan dalam setiap peperangan yang pernah terjadi di dunia. Banyak 
> tentara tewas di medan perang bukan karena tertembak, tetapi terserang 
> penyakit menular. Bahkan saat ini, dunia dihantui influenza yang ditularkan 
> dari unggas, yang dikenal dengan nama flu burung. Kenyataan ini membuat AS 
> merasa perlu meneliti semua jenis virus dan bakteri yang pernah mewabah di 
> seluruh dunia.
> Buku ini membongkar rahasia-rahasia kejahatan Amerika selama ini. Kejahatan 
> pada rekayasa pembuatan zat-zat biologi dan kimia yang sangat berbahaya bagi 
> nyawa manusia. Sebut saja MSG, Aspartam (gula buatan), dan lain-lain. Bahkan, 
> penyakit flu burung, SARS, AIDS, dan penyakit-penyakit mematikan lainnya 
> adalah hasil rekayasa Amerika. Diduga selain untuk menciptakan vaksin yang 
> dijual dengan harga yang sangat mahal, AS dan negara sekutunya diduga juga 
> berusaha menguasai virus untuk senjata militer. 
> Buku Deadly Mist ini ditulis oleh Jerry D. Gray, seorang pensiunan US Air 
> Force yang sekarang tinggal di Indonesia. Melalui buku ini, Jerry memaparkan 
> bukti-bukti dan data yang cukup untuk masalah ini. Buku yang menarik untuk 
> disimak. (Nia Kurniawati, Pusat Data Redaksi)**
> 
> 
> http://paguyubanpulukadang.forumotion.net/internasional-f7/kejahatan-amerika-serikat-terhadap-umat-manusia-t704.htm
> 
> Kejahatan Amerika Serikat Terhadap Umat Manusia
> Kelahiran Ekstrim Cacat - Iraq
> Di Irak Terjadi cacat badan yang sangat parah akibat terkontaminasi Depleted 
> Uranium (DU).
> 
> Pada Perang Teluk I pasukan Marinir Amerika Serikat tidak diberitahukan 
> mengenai bahaya DU maupun perlunya untuk menjauhi kendaraan yang terkena 
> senjata tersebut. Ilmu pengetahuan terbaik mengatakan bahwa banyak dari 
> tentara kita telah terkena DU dan akan mati diserang penyakit kanker sebagai 
> akibat buangan radio aktif yang masuk ke dalam paru-paru. Itu sebagai 
> ganjaran menjadi seorang "Pahlawan Amerika - American Hero"
> 
> Dengan digunakan lebih banyak lagi DU dalam Perang Teluk II, tidak diragukan 
> lagi bahwa akan terjadi lebih banyak cacat kelahiran dan penyakit kanker. 
> Inilah harga yang diperoleh untuk "membebaskan" Iraq oleh Amerika dan 
> Inggris. Saya telah berulang-kali meminta dukungan untuk menuntut secara 
> formal mengenai kejahatan terhadap kemanusiaan, baik yang dilakukan oleh Bush 
> maupun Blair yang telah menggunakan senjata yang mengerikan ini. - Ken O'Keefe
> 
> Menurut definisi Black's Law Dictionary - Edisi Ketujuh, Hukum Internasional. 
> - "kejahatan terhadap umat manusia" adalah sebuah kejahatan brutal yang 
> peristiwanya tidak diisolasi tetapi melibatkan tindakan besar dan sistematis 
> yang seringkali terselubung melalui otoritas resmi yang menggoncangkan hati 
> nurani manusia. Di antara kejahatan spesifik yang tergolong ke dalam kategori 
> ini adalah pembunuhan massal, pembasmian, perbudakan, deportasi dan menindas 
> rakyat, baik dalam masa perang maupun damai.
> 
> Berikut ini diambil dari Ross B. Mirkarimi, laporan the The Arms Control 
> Research Centre, berjudul 'The Environmental and Human Health Impacts of the 
> Gulf Region with Special Reference to Iraq.' May 1992:
> 
> Saya baru-baru ini menerima banyak foto dengan kelainan bentuk kelahiran yang 
> menghebohkan yang saat ini sedang terjadi di Irak. Sejujurnya saya katakan 
> bahwa saya tidak pernah melihat foto-foto seperti itu sebelumnya. Saya 
> menghimbau Anda untuk mengcopy gambar-gambar tersebut dan diedarkan secara 
> luas.
> 
> Dalam sebuah tindakan kekejaman, Amerika Serikat mutlak mendominasi. 
> Sanctions Committee menolak untuk mengijinkan Irak mengimpor peralatan yang 
> sangat dibutuhkannya dalam upaya membersihkan pencemaran dari senjata 
> Depleted Uranium yang telah digunakan oleh Amerika Serikat yang saat ini 
> mencemari negaranya. Kira-kira 315 ton debu DU mencemari Iraq sebagai akibat 
> digunakannya senjata ini. The Sanctions Committee juga menolak untuk 
> mengimpor secara massal peralatan untuk menangani penyakit kanker, termasuk 
> alat untuk mengukur jumlah radio-isotop yang terdapat di lapangan '... yaitu 
> berupa bahan-bahan nuklir..'
> 
> Kebanyakan gambar di bawah ini diberikan oleh seseorang yang sampai sekarang 
> tidak ingin disebutkan identitasnya. Saya tidak berhasil untuk mengetahui 
> apakah gambar tersebut berasal dari negatif film yang asli, atau dicetak dari 
> negatif filmnya. Saya menerimanya dalam bentuk gambar di atas kertas 
> berukuran A4. Saya scan semua gambar tersebut dengan menggunakan software 
> Photoshop dan berusaha untuk membersihkan serta mempertajamnya semampu saya. 
> Dalam memproses gambar-gambar tersebut tidak dilakukan digital alterasi, 
> semata-mata hanya membersihkan dan mempertajamnya saja. Gambar-gambar 
> tersebut diterima tanpa adanya dokumentasi teks, oleh karena itu saya 
> menjelaskan seakurat dan semampunya. Menurut yang saya fahami, foto-foto 
> tersebut diambil dari tahun 1998 dan seterusnya. Saya akan berterima kasih 
> kepada siapa saja yang bisa memberikan informasi lebih lanjut tentang jenis 
> kelainan bentuk kelahiran ini dalam istilah medis dan yang lainnya.
> 
> Gambar tambahan diambil oleh Dr. Siegwart Horst-Gunther, President of the 
> International Yellow Cross. Tertutama terdapat dalam bukunya tahun 1996 
> berjudul "URANIUM PROJECTILES - SEVERELY MAIMED SOLDIERS, DEFORMED BABIES, 
> DYING CHILDREN" (Published by AHRIMAN - Verlag, ISBN: 3-89484-805-7). Buku 
> tersebut merupakan catatan dokumenter mengenai pengaruh penggunaan senjata 
> depleted uranium yang diambil antara tahun 1993 - 1995. Dr. Gunther juga 
> mememberikan kepada saya foto tambahan dari koleksi yang tidak 
> diterbitkannya, yaitu fitur beberapa kelainan bentuk kelahiran yang dialami 
> oleh anak-anak veteran Perang Teluk. Saya telah meminta ijin Dr. Gunther agar 
> gambarnya diperlakukan sebagai 'Public Domain' dan membebaskan hak ciptanya. 
> Dia menyetujuinya dan anda dapat melakukan reproduksi gambar-gambar tersebut 
> sesuai dengan yang Anda inginkan.
> 
> Baik Pentagon maupun Kementrian Pertahanan Inggris secara resmi menyangkal 
> bahwa terdapat bahaya yang signifikan sebagai akibat pajanan - exposure - 
> perlengkapan senjata DU. Dan dimungkinkan bahwa Amerika Serikat yang memimpin 
> serangan terhadap stasiun tenaga nuklir Irak bisa menjadi sebuah faktor 
> penunjang, dan sebagian besar para peniliti menunjuk DU sebagai sumber utama 
> terjadinya kelainan bentuk kelahiran dan kanker. Peningkatan jumlah kasus 
> tersebut di Irak dipastikan mengejutkan, terutama sekali di bagian Selatan 
> dimana konsentrasi terbesar DU ditembakkan. Dokter-dokter di Irak tidak 
> pernah menemukan kasus seperti itu sebelumnya, secara pasti dan dengan alasan 
> yang masuk akal, hal tersebut juga tentunya pernah dialami di Jepang setelah 
> serangan dua buah bom atom. Penyakit kanker meningkat 7 -10 kali lipat serta 
> kelainan bentuk kelahiran meningkat antara 4-6 kali lipat.
> 
> Namun demikian Amerika Serikat jauh sebelum peperangan Teluk dimulai 
> menyadari bahwa terdapat efek potensial terhadap penduduk sipil dan personel 
> militer berupa racun kimia serta radiasi sifat kimia dari perlengkapan 
> senjata DU, sebagaimana dinyatakan dalam kutipan dokumen Angkatan Bersenjata 
> Amerika Serikat yang mengkategorikan sbb:
> 
> "Pajanan aerosol DU (Depleted Uranium) kepada prajurit di medan perang bisa 
> menjadi signifikan dengan potensi radiasi dan efek toksikologi. [...] Dalam 
> pertempuran, prajurit yang paling banyak menjadi sasaran adalah pasukan darat 
> yang memasuki medan pertempuran setelah terjadi baku tembak [...] Kita sedang 
> menyoroti potensi tingkat pajanan DU kepada personel militer selama 
> pertempuran yang tidak akan dapat diterima selama tugas masa damai. [...DU 
> adalah ..] ... sebuah emiter radiasi alfa tingkat rendah yang berhubungan 
> dengan kanker ketika pajanannya masuk ke dalam tubuh manusia, [dan] keracunan 
> kimia yang menyebabkan kerusakan ginjal. [...] Efek jangka pendek dari dosis 
> tinggi dapat menyebabkan kematian, sementara efek jangka panjang [dari] dosis 
> rendah terhubung kepada kanker. [...] Kesimpulan kami mengenai kesehatan dan 
> lingkungan yang dapat diterima dengan masuknya DU mengasumsikan dua hal, 
> yaitu mengendalikan penggunaannya serta melakukan pengaturan praktek 
> kesehatan yang sudah terbukti baik. Kondisi medan pertempuran akan mengarah 
> kepada tidak terkontrolnya penggunaan DU [...] Kondisi medan pertempuran dan 
> resiko kesehatan jangka panjang kepada penduduk setempat serta veteran perang 
> dapat menjadi isu diterimanya dilanjutkannya penggunaan kinetik penetrator DU 
> untuk aplikasi militer."
> 
> - Kutipan dari Juli 1990 Science and Applications International Corporation 
> melaporkan: ' Kinetic Energy Penetrator Environment and Health 
> Considerations', sebagai tercakup di Lampiran D - Persenjataan Angkatan 
> Bersenjata Amerika Serikat, Komando Perlengkapan Perang dan Kimia melaporkan: 
> 'Studi Strategi Tenaga Gerak Penetrator Jangka Panjang, Juli 1990'
> 
> Amerika Serikat juga menyadari betul bahaya jangka panjang bila 
> terkontaminasi oleh Depleted Uranium, oleh karena itu menguranginya, 
> sebagaimana memo dan dokumen berikut ini menjelaskan:
> 
> "Disana terdapat perhatian yang berlanjut mengenai dampak DU terhadap 
> lingkungan. Oleh karena itu, jika tak seorangpun membuat satu kasus atas 
> efektivitas DU di medan perang, senjata DU mungkin secara politis tidak dapat 
> diterima dan dengan begitu dihilangkan dari gudang senjata. Saya percaya kita 
> harus menjaga isu sensitif ini dalam pikiran kita ketika membuat laporan." - 
> Lt. Col. M.V. Ziehmn, Los Alamos National Laboratory memorandum, 1 Maret 1991
> 
> "Para prajurit mungkin saja secara kebetulan terkena debu dan asap DU di 
> medan perang. The Army Surgeon General telah menegaskan bahwa mau tidak mau 
> prajurit akan menerima pajanan internal DU yang signifikan. Tindak lanjut 
> medis tidak menjamin prajurit yang mengalami secara kebetulan pajanan debu 
> atau asap tersebut. [...] Semenjak persenjataan DU tersedia di pasar senjata 
> dunia, Maka senjata DU akan dipergunakan dalam konflik di masa mendatang. 
> Jumlah pasien DU di medan perang di kemudian hari mungkin secara signifikan 
> akan meningkat lebih banyak jumlahnya karena negara lain akan menggunakan 
> sistem persenjataan DU juga. [...] DU adalah limbah radioaktif tingkat rendah 
> dan oleh karena itu harus dibuang dalam sebuah tempat penyimpanan yang 
> terjamin keamanannya. [...] Tidak ada hukum internasional, perjanjian, 
> peraturan atau kebiasaan meminta kepada Perserikatan Bangsa Bangsa untuk 
> mengatur kembali kancah perang Teluk Persia." - Laporan dari the US Army 
> Environmental Policy Institute: 'Kesehatan dan Akibat-akibat Digunakannya 
> Senjata Depleted Uranium oleh Angkatan Bersenjata Amerika Serikat, Juni 1995 
> sbb:
> 
> Perlengkapan senjata DU saat ini dimiliki oleh lebih dari 12 negara, dan 
> telah digunakan selama pengeboman Yugoslavia yang dipimpin NATO. Personel 
> pasukan Barat yang menempati di wilayah tersebut baru-baru ini disarankan 
> untuk tidak meminum air setempat atau makan makanan yang diproduksidi di 
> tempat itu. Namun demikian Kementrian Pertahanan Inggris terus-menerus 
> menyangkal bahwa tidak ada potensi bahaya apapun, dengan menyatakan: "Kita 
> tidak melihat adanya data penelitian mengenai epidemik yang masuk akal yang 
> mendukung klaim ini [bahwa DU berbahaya.] [...] Tidak ada rencana untuk 
> menghilangkan perlengkapan senjata-senjata berbasiskan DU dari militer." 
> (Source: Two letters to me from Simon Wren, Overseas Secretariat, Ministry of 
> Defence, Whitehall, London - 20th May 1999, and 22nd March 2000)
> 
> Dalam tingkat yang lebih pribadi, Saya mendengar cerita dari orang-orang 
> telah mengunjungi Irak yang berbicara langsung dengan para bidan di sana. 
> Para bidan itu mengakui dengan mengatakan bahwa mereka tidak lagi 
> mengharapkan bayi-bayi yang akan lahir seperti ... "Kami tidak mengetahui 
> bagamana jalan keluarnya."
> 
> ***
> 
> Gayung bersambut, kata berjawab. Mulai sekarang, beginilah cara saya 
> menyambut gayung, menjawab kata si pungo findamentalist dullatip yang antek 
> American Zionism, yang suka menjual nama Allah sambil mencerca memaki-maki 
> para ulama.
> HMNA
> 
> 
> ----- Original Message ----- 
> From: "abdul" <latifabdul...@...>
> To: <wanita-muslimah@yahoogroups.com>
> Sent: Sunday, April 11, 2010 10:02
> Subject: [wanita-muslimah] Kenapa HTI itu Sangat Benci dgn Amerika, bukan 
> benci dgn Komunis?
> 
> Pertanyaan seorang Pemuda Amerika kepada saya;
> Kenapa HTI itu anti sekali dengan Amerika, 
> Saya menjawab,karena idiolgy agama HTI,FPI,DDII,FUI Cs sama dengan Idilogy 
> Komunis 
> 
> ####################################################################################################
> HMNA:
> Ou la la, vervelende vent, alle joden, dullatip fundamentalist JIL antek / 
> budak state terrorist American Zionism, yang doyan jual Nama Allah, 
> berdirilah di depan cermin, pandang baik-baik sosok yang waang saksikan, di 
> situ terpampang tampang the real koppig fundamenalist yang yang tulisannya 
> hasil dorongan SETAN dan tidak pernah kembali kejalan yg lurus, yaitu 
> fundamentalist pungo dullatip yang infidel menentang ayat-ayat Allah dan 
> memfitnah HTI, FPI, DDII, FUI Cs sama dengan Komunis. 
> #####################################################################################################
> 
> 
> 
> 
> [Non-text portions of this message have been removed]
>


Kirim email ke