NUR...Osma Bin Laden sudah mengaku bahwa dialah yang bertanggung jawab pemboman 
11/9 di Ney York itu.
Tidak perlu lagi mencari cari artikel yg menentang the FACT..

salam=peace

--- In wanita-muslimah@yahoogroups.com, "H. M. Nur Abdurahman" 
<mnur.abdurrah...@...> wrote:
>
> WTC Bombings - Primary Issues,
> Unanswered Questions Opinion
> By Fred Marshall Jr.
> 
> 
> There can be no doubt that:
> 
> 1. If there were, in fact, hijackers aboard the flights, they were not in 
> control of the aircraft.
> 
> 2. Any hijacker would know that planes can be shot out of the sky anywhere in 
> the U.S. within 15 minutes by standby aircraft, and within five minutes by 
> ground to air missiles.
> 
> 3. Not a single middle-eastern name appeared on any one of the aircraft 
> manifests.
> 
> 4. Dozens of MEN could never be held hostage with inch-and-a-half BOXCUTTERS.
> 
> 5. If there were, in fact, seven cell phone calls made from the oomed 
> aircraft, one or more of the callers would have described the hijackers as 
> "four guys speaking German," "four black guys," "four Arabs," or "four white 
> guys," or some such. Yet none did.
> 
> 6. If there were, in fact, seven cell phone calls made from the doomed 
> aircraft, not one of the callers would have known the plane was doomed. 
> Hijacked planes are normally landed and demands made.
> 
> 7. The planes were commandeered from remote ground control locations  and no 
> one aboard any aircraft had any control over the planes.
> 
> 8. The towers could not have imploded so perfectly without the strategic 
> pre-positioning of multiple explosive charges inside the towers, and the 
> carefully timed sequential detonation of each.
> 
> 9. The plane crashes alone would not have brought down either building.
> 
> 10. No organization, outside the government, could have grounded all the  Air 
> Force aircraft for more than 60 minutes.
> 
> 11. No organization, outside the government or without massive government 
> assistance, could have planned and executed such a precision operation.
> 
> 12. Only one explanation exists which can justify the awarding, within 24 
> hours, of the salvage contract to the same company which had a similar 
> contract for the Murrah Building in OKC, and the immediate melting down of 
> the steel for "recycling" without any investigation or inspection......the 
> government knew in advance, and wanted the evidence destroyed immediately, 
> just as in OKC, Waco, and other places. There is so much more, but I haven't 
> time to discuss it now. Suffice it to say that the terrorism being waged 
> against the American people comes from the for-profit incorporated federal 
> government (not to be confused with the Constitutional U.S. Government).
> 
> ====================================================
> 
> BISMILLA-HIRRAHMA-NIRRAHIYM
> 
> WAHYU DAN AKAL - IMAN DAN ILMU
> [Kolom Tetap Harian Fajar]
> 524. Tak Ada Bukti Al Qaidah Terkait Aksi Serangan WTC 11 September
> 
>  Sejak 9 Januari 2002 Deputy Menteri Pertahanan AS Paul Wolfwitz, seorang 
> Yahudi yang mempunyai pandangan ultra dan ekstremis terhadap orang Palestina, 
> yang juga mempunyai hubungan rapat dengan angkatan bersenjata Israel, 
> mengungkapkan bahwa Amerika Serikat menjadikan Indonesia sebagai target 
> operasi militer AS dalam memerangi terrorisme internasional. Sepekan kemudian 
> 15 Januari Fathurrahman ditangkap di Manila dan dituduh membawa 1 ton bahan 
> peledak (1 ton?! Diangkut pakai apa, HMNA), yang akan digunakan untuk 
> menyerang kepentingan AS.
>  Pada 29 Januari komandan pasukan Amerika di kawasan Pasifik Admiral Denis 
> Blair mengoceh bahwa Indonesia merupakan mata rantai lemah (weak link) dalam 
> pemberantasan terrorisme.
>  Pada 16 Maret direktur Biro Penyelidik Federal (FBI), Robert Mueller 
> melakukan pertemuan dengan para pejabat Indonesia, seperti kepala BIN AM 
> Hendropriyono di hotel Ritz Carlton, Jimbaran Bali. Sehari sebelumnya di 
> Singapura Mueller mengoceh bahwa setelah pangkalan Al Qaidah di Afghanistan, 
> sisa-sisa jaringannya mencari perlindungan ke Kawasan Tengah (saya tidak 
> pakai kata Timur Tengah, sebab saya tidak mau berasumsi kepala saya di 
> Amerika sedangkan kaki saya berjejak di Indonesia) dan Asia Tenggara.
>  Akibat ocehan Mueller tersebut pemerintah Pilipina menjadi gamang lalu 
> menangkap Tamsil Linrung, Agus Dwikarna dan Abd. Jamal Balfas. Pemerintah 
> Indonesiapun ikut gamang dengan menangkap Jafar Umar Thalib dengan alasan 
> "menghasut ummat" di Masjid Al Fath Ambon. 
> 
>       ***
> 
>       Padahal, pada hal dan sekali lagi padahal, ....... setelah 
> menggulingkan THaliban, berbabi-buta membom Afghanistan dan berbusa-busa 
> menuduh Al Qaidah, FBI akhirnya mengakui pihaknya hingga kini belum menemukan 
> bukti selembar kertas pun yang menyeret keterlibatan Al Qaidah dalam aksi WTC 
> 11 September.. Berbicara dalam perrtemuan Commonwealth Club di San Francisco, 
> 19 April 2002, yang kemudian dipublikasi oleh Whatreallyhappened.com, 
> Rense.com, dan BBCNews pada 2 Mei 2002, Direktur FBI Robert Mueller 
> mengatakan: "Dari hasil investigasi, kami tak menemukan selembar bukti 
> dokumen keterlibatan maupun aliran dana langsung yang mengarah adanya 
> persekongkolan Al Qaidah dan Afghanistan dalam serangan 11 September..
>       Pada 30 April Washington Post juga menurunkan artikel bahwa ''penegak 
> hukum sudah bekerja sekian lama melakukan penyelidikan dan penyidikan untuk 
> merekontruksi gerakan para pembajak sebelum serangan, tapi mereka tak 
> menemukan satu pun bukti aktual tentang perkongsian mereka.'' Lyndon 
> LaRouche, penulis artikel itu, menegaskan tidak satu pun bukti bisa 
> ditunjukkan pemerintah AS untuk menuduh aksi 11 September dirancang oleh 
> Usamah bin Ladin. Karena alasan ini, kata LaRouche, hakim pengadilan Inggris 
> membebaskan orang yang sempat latihan terbang dan dituduh terkait dengan aksi 
> serangan WTC.
>       ''Para pembajak ternyata tidak menggunakan laptop atau menyimpan data 
> apa pun di hard drives komputer. Mereka berpakaian dan berakting seperti 
> orang Amerika,'' jelas Robert Mueller. Selama tujuh bulan terakhir aparat FBI 
> bekerja siang malam. Ribuan orang disidik, Ratusan ribu dokumen keuangan dan 
> rekaman telepon dijejak, namun hingga kini tak ada bukti yang mengarah 
> terkait dengan serangan di New York dan Washington.. Mueller mengatakan, 
> agen-agennya di berbagai penjuru sudah menyelidiki tiket, counter 
> pemnerbangan, account bank dan rental kendaraan untuk mencari jejak. 
> ''Nyatanya jejak itu tidak nampak.''
>       Mereka juga sudah memburu gua-gua persembunyian di Afghanistan,  
> memeriksa bill kartu kredit orang-orang yang dicurighai terkait langsung atau 
> tidak langsung dengan 19 pembajak pesawat, untuk mencari jejak komplotan 
> pelaku aksi 11 September. Tapi, hasilnya selalu nihil. Rupanya, jelas 
> Mueller, para pembajak sengaja menyembunyikan komunikasi dengan menggunakan 
> ratusan ponsel dan telepon berbeda, juga kartu telepon pra-bayar.
>       Atas dasar yang tidak jelas ini AS sangat getol mengejar-kejar Al 
> Qaidah sampai ke Asia Tenggara yang menyebabkan Singapura bertepuk ria dan 
> pemerintah Pilipina serta pemerintah Indonesia menjadi gamang. Orang 
> penggamang lekas jatuh, ujar Bidal Melayu lama.
> 
>       *** 
>       Itulah Amerika, yang lucunya Amerika sendiri adalah state terrorist 
> yang baru saja melumatkan Afghanistan, yang selalu bernyanyi bersama dengan 
> state terrorist zionst Israel, yang memaksa negeri-negeri orang untuk membuat 
> UU anti terrorist. 
> -- QD BDT ALBGHDHAa MN AFWAHHM WMAA TKHFY SHDWRHM AKBR (S. AL'AMRAAN, 118), 
> dibaca: qad badatil baghdha-u min afwa-hihim wama- tukhfi- shudu-rihim akbaru 
> (s. ali 'imra-n), artinya:  
> -- Telah nyata kebencian pada wajah-wajah mereka dan apa yang disembunyikan 
> di dalam dada mereka jauh lebih besar lagi. (3:118). WaLlahu a'lamu 
> bishshawab.
> 
> *** Makassar, 12 Mei 2002
>    [H.Muh.Nur Abdurrahman]
> http://waii-hmna.blogspot.com/2002/05/524-tak-ada-bukti-al-qaidah-terkait.html
> 
> ***
> 
> Gayung bersambut, kata berjawab. Mulai sekarang, beginilah cara saya 
> menyambut gayung, menjawab kata si pungo findamentalist dullatip yang antek 
> American Zionism, yang suka menjual nama Allah sambil mencerca memaki-maki 
> para ulama.
> HMNA
> 
> 
> 
> 
> 
> ----- Original Message ----- 
> From: "abdul" <latifabdul...@...>
> To: <wanita-muslimah@yahoogroups.com>
> Sent: Monday, April 12, 2010 08:28
> Subject: [wanita-muslimah] TO.NUR---: Kenapa HTI itu Sangat Benci dgn 
> Amerika, bukan benci dgn Komunis?
> 
> Kalau tidak ada Pembunuhan orang2 CIVIL di New York, 11/9,maka tidak ada 
> Guantanama, tidak ada perang di Afganistan dan Irak..
> Inilah kebodohan Ulama2 Fundamentalis, tidak berpikir panjang apa akibat 
> BALIK dari perbuatan2 kejam yang dilakukan terhadap orang2 CIVIL Amerika di 
> NY 11/9
> 
> ####################################################################################################
> HMNA:
> Ou la la, vervelende vent, alle joden, dullatip fundamentalist JIL antek / 
> budak state terrorist American Zionism, yang doyan jual Nama Allah, 
> berdirilah di depan cermin, pandang baik-baik sosok yang waang saksikan, di 
> situ terpampang tampang the real koppig fundamenalist yang yang tulisannya 
> hasil dorongan SETAN dan tidak pernah kembali kejalan yg lurus, yaitu 
> fundamentalist pungo dullatip yang infidel menentang ayat-ayat Allah dan 
> menutup mata mengenai perbuatan-perbuatan kejam yang biadab yang dilakukan 
> state terrorist american zionism yang membunuh membabi buta orang-orang CIVIL 
> anak-anak, perempuan, para jompo di Afghanistan dan Iraq.
> 
> #####################################################################################################
> 
> [Non-text portions of this message have been removed]
>


Kirim email ke