pak abdul, memang siapa yang menyerang WTC, sampai sekarang tidak bisa
dibuktikan bahwa yang menyerang itu umat islam

seorang wartwan senior di AS pernah merilis video tentang WTC. Banyak
kejanggalan tentang penyerangan itu terutama pesawatnya bukan pesawat civil
tetapi pesawat militer

beginilah pak abdul lebih mencintai America yang kafir

perasaan dari dulu juga America kejam contoh palestina dan perang teluk
prtama

 

  _____  

From: wanita-muslimah@yahoogroups.com
[mailto:wanita-musli...@yahoogroups.com] On Behalf Of abdul
Sent: Monday, April 12, 2010 7:28 AM
To: wanita-muslimah@yahoogroups.com
Subject: [wanita-muslimah] TO.NUR---: Kenapa HTI itu Sangat Benci dgn
Amerika, bukan benci dgn Komunis?

 

  

*                                 Bismilahirrahmanirrahiim.
Kalau tidak ada Pembunuhan orang2 CIVIL di New York, 11/9,maka tidak ada
Guantanama, tidak ada perang di Afganistan dan Irak..

Inilah kebodohan Ulama2 Fundamentalis, tidak berpikir panjang apa akibat
BALIK dari perbuatan2 kejam yang dilakukan terhadap orang2 CIVIL Amerika di
NY 11/9

Betapa banyaknay umat islam Funadmetanlis yang terbunuh di
Iraq,afganistan,dan pakistan.Gara gara ulama2 Fundamentalis fanatik
seperti;Osma bin Laden CS...

. Barang siapa yang membunuh seorang manusia, bukan karena orang itu
(membunuh) orang lain, atau bukan karena membuat kerusakan di muka bumi,
maka seakan-akan dia telah membunuh manusia seluruhnya.
Dan barang siapa yang memelihara kehidupan seorang manusia, maka seolah-olah
dia telah memelihara kehidupan manusia semuanya. Dan sesungguhnya telah
datang kepada mereka rasul-rasul Kami dengan (membawa) keterangan-keterangan
yang jelas, kemudian banyak di antara mereka sesudah itu sungguh-sungguh
melampaui batas dalam berbuat kerusakan di muka bumi. (QS.5:32).

AKIBATnya adalah;

. Kami biarkan mereka merasai siksaan yang kecil (didunia ini), sebelum
mereka merasakanhukuman yang lebih besar (Akhirat), supaya mereka dapat
(mengambil peringatan) dan membaiki diri QS.32:21.

Demikianlah peringatan2 ALLAH kpd orang2 yang membunuh orang2 CIVIL..

salam=peace

--- In wanita-muslimah@ <mailto:wanita-muslimah%40yahoogroups.com>
yahoogroups.com, "H. M. Nur Abdurahman" <mnur.abdurrah...@...> wrote:
>
> Kekejaman Militer Amerika Serikat Penjara Guantanamo
> 
> For God and Country
> Korban Paranoid Amerika
> Oleh James Yee
> 
> SPESIFIKASI
> Genre
> Non - Fiction
> Harga
> Rp 69.900,00
> Halaman
> 364
> Ukuran
> 16 x 24 cm
> Sampul
> Hard Cover/Jaket Flap
> 
> Resensi Majalah Gatra (20 Mei 2006) 
> Aku Hanya Seorang Muslim
> 
> Amerika enggan menerapkan Konvensi Jenewa kepada tahanan muslim di kamp
> militer Guantanamo.
> 
> PENGANIAYAAN dan pelecehan seksual terhadap tahanan muslim di Penjara
> Guantanamo bukanlah isapan jempol. Ratusan orang yang terkurung di kamp
> militer Amerika Serikat itu mendapat perlakuan sangat tidak manusiawi.
> Buku ini membeberkan kekejaman Penjara Guantanamo berdasarkan kesaksian
> James Yee, tentara Amerika yang bertugas di sana. Pelecehan dan
> pembunuhan karakter dialaminya. Hanya karena Yee beragama Islam dan
> berusaha berbuat lebih beradab. Juga karena ia imam muslim di lingkungan
> militer Amerika yang berupaya meluruskan kekeliruan pemahaman tentang
> Islam kepada temannya sesama prajurit. Kisah tragis yang dialami Yee,
> tentara Amerika keturunan Cina berpangkat kapten, ini berawal dari masa
> dinasnya di Guantanamo.
> Dalam kurun 10 bulan bertugas di Kamp Delta-sebutan untuk delapan blok
> penjara itu-ia menjadi saksi kekejaman yang dialami para tahanan.
> "Bahkan mereka tidak mendapatkan perlindungan seperti yang tercantum
> dalam Konvensi Jenewa," tulis James Yee dalam buku ini.
> Pemerintahan Presiden George W. Bush dan kalangan militer enggan
> menerapkan konvensi itu kepada tahanan muslim yang disebutnya sebagai
> teroris. Para "pejuang" muslim, musuh Amerika dari berbagai negara,
> tidak memperoleh haknya sebagai tahanan perang.
> Dapat dipastikan, penganiayaan terhadap tahanan dan pelecehan kitab suci
> Al-Qur'an kerap terjadi saat tahanan menjalani pemeriksaan. Hampir
> setiap hari terjadi pertikaian keras antara penjaga dan tahanan yang
> berujung penyiksaan. Terkadang prajurit Amerika yang bukan muslim
> sengaja membuat keributan selagi tahanan tengah beribadah.
> Tak jarang pula tahanan dipaksa meninggalkan salat untuk menjalani
> pemeriksaan. "Lambat laun aku sadar bahwa usahaku untuk memberikan
> pengajaran tentang toleransi membuat kecurigaan mereka semakin dalam,"
> tulis Yee. Dan siapa pun yang bertugas di kamp itu harus tetap menjaga
> kerahasiaan tentang apa pun yang dilihat dan dialami.
> Diam-diam, gerak-gerik prajurit yang bertugas pun selalu diawasi oleh
> agen rahasia pemerintah, baik dari FBI maupun badan intelijen militer.
> Yee yang sejak masuk Islam menambahkan Yusuf dalam namanya, tak luput
> dari pengawasan. Hingga akhirnya, Yee diciduk pada awal September 2003.
> Sejak saat itu, beragam tuduhan dilontarkan untuk menjeratnya.
> Pengkhianatan, persekongkolan dengan teroris, hingga isu perselingkuhan
> ditebar. Sejumlah koran Amerika sendiri sempat terjebak pada kekeliruan
> informasi yang disebar intel.
> Mereka menyebut Yusuf Yee sebagai antek Taliban. Isu perselingkuhan yang
> sengaja ditebar ke koran nyaris menghancurkan rumah tangganya.
> Belakangan terbukti, semua tuduhan itu bohong belaka.
> Yang lebih mencengangkan, ada anak di bawah umur dijebloskan ke penjara
> ini dengan tuduhan sebagai anggota jaringan teroris. Seorang di
> antaranya adalah Omar Khadir, bocah muslim asal Kanada yang baru
> berusia 15 tahun.
> Kesaksian James Yee yang tertuang dalam buku ini kian menjelaskan apa
> yang sesungguhnya terjadi di penjara-penjara khusus Amerika. Yee
> menyebutkan, perang melawan terorisme yang dicanangkan Presiden Bush
> melahirkan kegilaan di kalangan militer Amerika. Yee menjadi korban
> kegilaan itu.
> Pengalaman kelam selama lebih dari satu tahun dalam tahanan militer
> memberinya pelajaran berharga. Kondisi militer Amerika jauh dari
> gambaran ideal Yee. Perbedaan dan kehormatan serta kemerdekaan
> menjalankan agama tidak dijamin.
> Agama dan keyakinan ternyata masih menjadi masalah utama di dunia
> militer negeri yang mengaku demokratis itu. "Mereka tidak
> mempertimbangkan bahwa aku adalah seorang prajurit yang setia," tulis
> James Yee.
> "Aku adalah prajurit Amerika, seorang warga negara, dan seorang patriot.
> Tapi dalam tatapan kecurigaan, aku minoritas sesat yang tidak memiliki
> hubungan inklusif dengan pemerintahan nasional Amerika. Aku hanya
> seorang muslim." Demikian Yee menulis di bagian penutup memoarnya.
> (Erwin Y. Salim)
> 





[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke