[HAIBUN]: Kronik Berlawan

Pohon bambu bergoyang
Tegar berdesir
Menantang topan

Derita di pesisir
Masih terlihat sama

Dalam kronik cerita kejahatan pedagang VOC bersenyawa dengan penguasa lokal, 
menderu kembali di abad 21, libasan angin topan yang berlabuh di pelabuhan 
monumen tua, mengungkap luka derita lama tanpa nurani, tak ada saling bercermin 
diri, kemandirian hanyalah di panggung ironi catatan sejarah kemerdekaan, 
digadaikannya kekayaan alam dan bangsanya demi kepentingan kapital asing, 
kenangan tragis-komedi selama 3 1/2 abad tetap memuliakan peradaban dan budaya 
mandi darah antar saudara se-Ibu Pertiwi, cucuran air mata penindasan, mengalir 
tetesan darah juang perlawanan bagaikan cahaya dibutakan dari matahari terbenam.

Segala perjuangan
Kemerdekaan
Diperebutkan
 
Kekerasan di Priok
Ada nafas berlawan

MiRa - Amsterdam, 20 April 2010

     
Information about KUDETA 65/
 Coup d'etat
 '65, click: http://www.progind.net/   
http://sastrapembebasan.wordpress.com/
 


      

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke