Kebenaran Islam di sebuah jurnal ilmiah kedokteran Internasional

Jumat, 23/04/2010 11:12 WIB | email | print | share

Oleh DR. Rinto Anugraha, Dosen UGM Yogyakarta



Baru-baru ini, sebuah jurnal kedokteran ilmiah kedokteran Internasional di
bidang jantung, International Journal of Cardiology, mempublikasikan sebuah
paper yang berjudul "The heart and cardiovascular system in the Qur'an and
Hadeeth" (Jantung dan sistem jantung dalam Al Qur'an dan Hadits). Ini
termasuk sebuah paper yang langka.

Paper itu ditulis oleh Marios Loukas, Yousuf Saad, Shane Tubbs dan
Mohamadali Shoja. Penulis pertama, Marios Loukas adalah seorang Profesor di
St. George University dengan bidang riset seputar jantung, teknik dan
anatomi pembedahan, arteriogenesis hingga pendidikan medis.

http://www.sgu.edu/research/research-investigators-loukas.html

Pencarian dengan menggunakan portal ISIWeb Knowledge menyebutkan sekitar 280
paper ilmiah yang pernah ditulis oleh Marios Loukas di bidang jantung. Ini
menunjukkan kredibilitas beliau sebagai pakar yang berkompeten untuk
berbicara soal jantung, termasuk tulisannya yang membicarakan jantung di
dalam Al Quran dan Hadits.

International Journal of Cardiology itu sendiri termasuk jurnal ternama di
bidang jantung. Nilai Impact factor jurnal tersebut sekitar 3. Paper yang
diterbitkan itu dapat dilihat di
http://www.internationaljournalofcardiology.com/article/S0167-5273(09)00566-
X/abstract

Bagi pembaca yang tertarik dengan paper tersebut, silakan mendownload file
pdfnya di
http://www.4shared.com/document/tsQIFQ4J/heart-cardiovascular-quran-had.html

Mungkin penting untuk diketahui disini, bahwa kata "heart" dalam dunia
kedokteran berarti jantung, bukan hati. Adapun "hati" dalam kedokteran
adalah liver. Karena itu kata "qalb" dalam bahasa Arab, diterjemahkan oleh
penulis paper tersebut menjadi "heart", yang dalam bahasa Indonesia berarti
jantung.

Ada sejumlah hal menarik dari paper tersebut.

Paper tersebut dikirim dan sampai (received) ke jurnal tersebut pada tanggal
7 Mei 2009. Ternyata, hanya dalam 5 hari kemudian tanggal 12 Mei 2009, paper
tersebut langsung disetujui (accepted) oleh editor jurnal tersebut.
Sepanjang pengetahuan saya, proses ini sangat-sangat cepat. Rata-rata sebuah
paper membutuhkan waktu satu hingga beberapa bulan untuk dapat disetujui
oleh editor jurnal. Bahkan ada yang membutuhkan waktu bertahun-tahun.
Lamanya proses itu salah satunya karena adanya diskusi panjang dengan
reviewer atau pihak ketiga yang memberikan penilaian layak tidaknya sebuah
paper untuk dapat diterbitkan di sebuah jurnal ilmiah. Dugaan saya, proses
yang hanya lima hari sejak proses received hingga accepted ini disebabkan
karena editor langsung setuju dengan isi paper tersebut sehingga tidak
diperlukan lagi proses pengecekan oleh pihak ketiga.

Paper itu sendiri terbit secara online pada 25 Agustus 2009. Kemudian
dicetak dalam edisi kertas baru-baru saja, pada 1 April 2010.

Dalam pengantarnya, penulis menjelaskan kemajuan ilmu kedokteran saat ini
nampaknya melupakan kontribusi dari sejumlah teks-teks agama, salah satunya
adalah Quran dan Hadits. Padahal beliau menyebut deskripsi yang akurat
tentang struktur anatomi, prosedur bedah, karakteristik fisiologi dan
pengobatan medis, "Found within the Qur'an and Hadeeth are accurate
descriptions of anatomical structures, surgical procedures, physiological
characteristics, and medical remedies." Paper itu ditulis sebagai review
atau rangkuman untuk menyajikan secara akurat kontribusi Al Quran dan Hadits
dengan fokus khusus pada sistem jantung "to accurately present the
anatomical and medical contributions of the Qur'an and Hadeeth, with
specific focus on the cardiovascular system."

Setelah menyebutkan sejarah singkat Al Quran dan Hadits, Marios Loukas
menjelaskan perbedaan kontras dalam Islam dan Kristen mengenai hubungan
antara agama dan sains. Dalam sejarah Kristen di abad pertengahan dan masa
Renaissance, pengaruh gereja Kristen melumpuhkan (stifle) perkembangan
sains, bahkan jika pengamatan sains tersebut sebenarnya didukung oleh
perhitungan dan pemikiran rasional. Sementara, sains di era kejayaan Islam
berkembang luas disebabkan ajaran Islam mendorong (encourage) dan mendukung
riset sains. Selain itu, dalam Islam pencarian ilmu pengetahuan merupakan
bagian dari ibadah kepada Tuhan (an act of worship to God).

Paper itu menjelaskan tentang pandangan umum tentang pengobatan dalam Al
Qur'an dan Hadits. Diantaranya, Allah SWT yang menciptakan penyakit, dan
setiap penyakit itu selalu ada obat dan metode penyembuhannya. Sebuah
penyakit yang sembuh terjadi karena adanya ijin dari Allah SWT (permission
of God). Ada dua macam perlakuan (treatment) untuk proses penyembuhan suatu
penyakit, yaitu secara spiritual dan fisik. Sebab, Al Quran menyebut
penyakit tidak hanya berupa penyakit fisik, namun juga penyakit yang
"tersembunyi" seperti keragu-raguan (doubt), kotoran keimanan (impurity),
kemunafikan (hypocrisy) dan tidak beriman (disbelief) dan dusta (falsehood).

Selain penyakit batin tersebut, Al Quran dan Hadits juga mendiskusikan
beberapa penyakit fisik seperti sakit perut (abdominal pain), mencret
(diarrhea), demam (fever), penyakit kusta (leprosy), and penyakit mental.
Diantara obat yang manjur adalah madu karena mengandung gula, vitamin dan
anti mikroba. Selanjutnya Al Quran berbicara tentang makanan apa saja yang
haram dikonsumsi, seperti bangkai, darah, daging babi serta yang disembelih
tidak atas nama Allah.

Mengenai sistem jantung, darah dan sirkulasinya, penulis menyebut tentang
sebuah ayat Al Quran yang menyatakan bahwa "Dan sesungguhnya Kami telah
menciptakan manusia dan mengetahui apa yang dibisikkan oleh hatinya, dan
Kami lebih dekat kepadanya daripada urat lehernya" (Qaaf 16). Ini
menunjukkan relasi antara Allah SWT dengan hamba-Nya, sekaligus
mengisyaratkan pentingnya pembuluh darah di leher dan hubungannya dengan
jantung.

Panjang lebar, penulis paper tersebut juga mengupas jantung, penyakit yang
berkaitan dengan jantung, serta kontribusi Al Qur'an dan Hadits bagi dunia
medik. Seperti, pembuluh darah aorta, diskusi seputar darah pada
penyembelihan binatang. Al Quran juga menyebut ada tiga kelompok manusia
berdasarkan keadaan "heart", yaitu orang yang beriman (believers) yang
memiliki heart yang hidup, orang kafir (rejecters of faith) yang memiliki
heart yang mati, dan orang munafik (the hypocrites) yang ada penyakit dalam
heart. Karena itu Marios Loukas menyatakan bahwa heart memiliki dua tipe,
yaitu spiritual heart dan physical heart. Tiga kategori itu termasuk ke
dalam spiritual heart. Ia juga menyebutkan bahwa ulama (scholars) membagi
dua jenis penyakit dalam spiritual heart, yaitu syubuhat dan syahwat.

Bagin yang juga menarik, ketika secara tidak langsung gaya hidup manusia
yang dikehendaki oleh Allah SWT, membuat kemungkinan terkena penyakit
jantung menjadi lebih kecil, seperti melakukan aktivitas spiritual, makan
secukupnya, bekerja secara fisik, tidak marah dan iri hati, menjauhi
keserakahan, serta menjauhkan diri dari makanan dan minuman yang dilarang.
Termasuk dibahas pula gerakan-gerakan shalat (berdiri, sujud duduk) yang
berhubungan dengan kesehatan, sampai-sampai gerakan orang shalat yang malas
seperti yang dilakukan oleh orang munafik dikecam dalam Al Quran. Hingga
dibahas pula, larangan Islam untuk mengkonsumsi alkohol untuk khamar yang
bisa ditinjau dari segi kesehatan. Sebab, alkohol berpengaruh pada seluruh
organ tubuh, seperti liver, lambung, usus, pankreas, jantung dan otak dan
dapat menyebabkan sejumlah penyakit, seperti liver cirrhosis, pancreatic
insufficiency, cancer, hypertension dan heart disease.

Di bagian kesimpulan, penulis menyatakan bahwa Al Qur'an dan ucapan Nabi
Muhammad merupakan teks agama, spiritual dan sekaligus saintifik, serta
memberikan pengaruh (influence) bagi ilmu medik dan anatomi. Setelah panjang
lebar menjelaskan, penulis menyatakan bahwa jantung (heart) sesungguhnya
berisi unsur hati, kecerdasaan dan emosi, sebagaimana juga unsur fisik tubuh
yang dapat mengalami sakit, seperti pembekuan darah dll. Penulis juga
menyatakan bahwa saintis Eropa di abad pertengahan gagal dalam mengambil
manfaat dari Islam, disebabkan oleh beberapa kemungkinan diantaranya proses
penterjemahan yang buruk.

Menurut hemat saya, Al Quran memang bukan kitab sains, namun petunjuk hidup
bagi manusia. Bagi orang yang beriman, Al Quran juga tidak butuh bukti untuk
kebenaran isinya. Namun demikian, adanya sejumlah isyarat-isyarat ilmiah
yang belakangan terbukti sesuai dengan perkembangan sains modern semakin
menunjukkan bahwa Al Quran bukanlah sebuah kitab yang biasa, tetapi sebuah
mukjizat dari Allah SWT. Inilah domain yang dimasuki oleh Marios Loukas dan
partnernya. Orang seperti Marios Loukas dengan kepakarannya di bidang
jantung sangat tepat untuk membahas masalah ini. Tentu, usaha ini patut
mendapat apresiasi dari kita, kaum muslimin. Salah satunya, beberapa saintis
Turki menulis paper di jurnal tersebut yang berjudul "Islamic legacy of
cardiology: Inspirations from the holy sources", sebagai kelanjutan dari
paper Marios Loukas tersebut.

http://www.internationaljournalofcardiology.com/article/S0167-5273(09)01393-
X/abstract

Disamping itu pula, sudah menjadi sunnatullah jika gembong anti Islam selalu
menampakkan kebenciannya terhadap setiap upaya untuk memajukan Islam.
Kalangan anti Islam dari kelompok faithfreedom.org misalnya, mereka sangat
tidak suka ketika jurnal Cardiology itu menerbitkan paper tersebut. Bahkan
salah satunya seperti Syed Kamran Mirza sampai menulis surat kepada jurnal
tersebut agar menarik paper tersebut. Tentu saja permintaan itu ditolak.

Semoga informasi ini bisa menjadi tambahan inspirasi untuk kaum muslimin,
untuk selalu menjadi yang terbaik di bidang masing-masing, menjadi orang
yang bermanfaat bagi orang lain, dan juga menjadi tambahan keimanan bagi
kita, kaum muslimin.

DR. Rinto Anugraha
Dosen UGM Yogyakarta
ri...@athena.ap.kyushu-u.ac.jp

http://www.eramuslim.com/syariah/tsaqofah-islam/dr-rinto-anugraha-dosen-ugm-
yogyakarta-kebenaran-islam-di-sebuah-jurnal-ilmiah-kedokteran-internasional.
htm





[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke