Nabi "mendapatkan Kitab" itu maksudnya "Kitab" yang "gres," bener-bener beda
dengan yang diterima oleh Nabi pendahulunya?

Kalau seperti Nabi-nabi Bani Israel pasca Nabi Musa kan tinggal meneruskan
menyampaikan Taurat
plus ditambah wahyu yang mereka terima. Misalnya di Perjanjian Lama setelah
Lima Kitab Nabi Musa,
kan banyak kitab-kitab seperti Joshua, Samuel, Jeremiah, ...., sampai
Zakaria (tidak ada Kitab Yahya, Kitab Harun?) dll

Tapi kalau sampai ada 124 ribu Kitab (apa raib semua?)
ya mungkin  saja termasuk Weda, Bagawadgita, Upanishad, Kojiki, Iliad dan
Odyssey, Tipitaka, .....



2010/4/23 Abdul Muiz <mui...@yahoo.com>

>
>
> maaf ada ralat Nabi Yusuf adalah generasi lebih dulu daripada Nabi Musa,
> jadi butir 2). (2) Nabi yusuf bukan mengikuti syariat nabi Musa, melainkan
> mengikuti nabi pendahulunya (bukan taurat).
>
> --- Pada Sab, 24/4/10, Abdul Muiz <mui...@yahoo.com <muizof%40yahoo.com>>
> menulis:
>
> Dari: Abdul Muiz <mui...@yahoo.com <muizof%40yahoo.com>>
> Judul: Bls: ada terlupa <= Re: Bls: Ralat catatan kaki <= Re:
> [wanita-muslimah] UU Penodaan Agama bukanlah syariat Islam tapi buatan
> manusia Penindas
>
> Kepada: wanita-muslimah@yahoogroups.com<wanita-muslimah%40yahoogroups.com>
> Tanggal: Sabtu, 24 April, 2010, 2:41 AM
>
>
>
>
> abah HMNA,
>
> 1) memang benar bahwa para nabi yang dikisahkan dalam qur'an tidak semua
> nabi/rasul diberikan al kitab. Tetapi tidak berarti semua nabi/rasul itu
> lantas diinterpretasikan pasti diberikan al kitab sebagaimana interpretasi
> Abah HMNA.
>
> 2) Perhatikan tiga contoh berikut :
>
> (1) Nabi Harun (sezaman dengan Nabi Musa) tidak pernah dikisahkan menerima
> kitab, karena memang Nabi Harun mengikuti syari'at Nabi Musa yang menerima
> Taurat, bahkan ada yang berpendapat Nabi Harun itu adalah asisten Nabi Musa
> yang konon mengalami kesulitan berkomunikasi sejak kecil karena lidahnya
> melepuh saat memakan bara api pada saat diasuh Asiyah (permaisuri Fir'aun),
> lantas memohon kepada Allah agar dirinya didampingi Harun.
>
> (2) Contoh lain adalah Nabi Yusuf ketika menjebak saudara-saudaranya
> (seayah tidak seibu yang pernah mencelakai dirinya ke sumur di huta) maka
> saat dia menjadi bendaharawan kerajaan Mesir bertugas mendistribusikan
> logistik pangan (gandum) untuk mengatasi krisis ekonomi datanglah
> saudara-saudaranya yang tidak mengenali Yusuf, maka Yusuf meminta agar
> benyamin (saudara seayah dan seibu) dibawa serta, maka disusunlah skenario
> seolah-olah mencuri piala raja, ketika skenario berjalan mulus, Nabi Yusuf
> dikisahkan dalam Qur'an tidak menerapkan Undang-undang Raja melainkan Nabi
> Yusuf merujuk syariat Nabi Pendahulunya yaitu kitab taurat, al kitab yang
> diturunkan kepada Nabi Musa sang pendahulunya.
>
> (3) Nabi Yahya sezaman dengan Nabi Zakariyah juga tidak dikisahkan keduanya
> menerima al kitab. Ketika Nabi Yahya dimintai pendapat Raja Herodes yang
> jatuh cinta kepada anak tirinya, maka dengan tegas Nabi Yahya memfatwakan
> haram berdasarkan rujukan Taurat, al kitab yang dirunkan kepada Nabi Musa
> san pendahulunya.
>
> Wassalam
>
> Abdul Mu'iz
>
> --- Pada Jum, 23/4/10, H. M. Nur Abdurahman <mnur.abdurrahman@ yahoo.co.
> id> menulis:
>
> Dari: H. M. Nur Abdurahman <mnur.abdurrahman@ yahoo.co. id>
>
> Judul: ada terlupa <= Re: Bls: Ralat catatan kaki <= Re: [wanita-muslimah]
> UU Penodaan Agama bukanlah syariat Islam tapi buatan manusia Penindas
>
> Kepada: wanita-muslimah@ yahoogroups. com
>
> Tanggal: Jumat, 23 April, 2010, 6:55 PM
>
>
>
> Maaf ada terlupa,
>
> Tertulis:
>
> ############ ######### ######### ######### ######### ####
>
> 25 orang Nabi 20, 2, 3
>
> Sesungguhnya Allah telah memilih Adam, Nuwh, keluarga Ibrahim dan keluarga
> 'Imran di atas orang-orang di dalam 'alam (3:33).
>
> Dan (ingatlah) Isma'il, Idris dan DzulKifli, masing-masing termasuk orang
> yang sabar - Kami masukkan mereka itu ke dalam rahmat Kami, sesungguhnya
> mereka itu orang-orang yang salih (21:85,86).
>
> dst
>
> mestinya:
>
> ############ ######### ######### ######### ######### ####
>
> HMNA:
>
> 25 orang Nabi 20, 2, 3
>
> Sesungguhnya Allah telah memilih Adam, Nuwh, keluarga Ibrahim dan keluarga
> 'Imran di atas orang-orang di dalam 'alam (3:33).
>
> Dan (ingatlah) Isma'il, Idris dan DzulKifli, masing-masing termasuk orang
> yang sabar - Kami masukkan mereka itu ke dalam rahmat Kami, sesungguhnya
> mereka itu orang-orang yang salih (21:85,86).
>
> dst
>
> ----- Original Message -----
>
> From: "Abdul Muiz" <mui...@yahoo. com>
>
> To: <wanita-muslimah@ yahoogroups. com>
>
> Sent: Thursday, April 22, 2010 17:05
>
> Subject: Bls: Ralat catatan kaki <= Re: [wanita-muslimah] UU Penodaan Agama
> bukanlah syariat Islam tapi buatan manusia Penindas
>
> tidak semua nabi diberikan kitab, dari 25 nabi yang dikisahkan hanya ada
> taurat kepada Nabi Musa, Zabur kepada nabi Daud, Injil kepada nabi Isa, dan
> Al qur'an kepada Muhammad saw. Selain itu ada suhuf kepada Nabi Ibrahim.
> Secara verbal, wahyu berhenti pada Al qur'an, tetapi yang non verbal, maka
> wahyu tidak pernah berhenti, sebagaimana sifat wajib Allah yaitu maha
> Mutakalliman, cuma jangan merasa karena menerima wahyu lantas Ge eR menjadi
> nabi.
>
> ############ ######### ######### ######### ######### ######### #########
> ######### ######### ######### #
>
> 25 orang Nabi 20, 2, 3
>
> Sesungguhnya Allah telah memilih Adam, Nuwh, keluarga Ibrahim dan keluarga
> 'Imran di atas orang-orang di dalam 'alam (3:33).
>
> Dan (ingatlah) Isma'il, Idris dan DzulKifli, masing-masing termasuk orang
> yang sabar - Kami masukkan mereka itu ke dalam rahmat Kami, sesungguhnya
> mereka itu orang-orang yang salih (21:85,86).
>
> Adam disejajarkan derajatnya dengan Nuwh dan keluarga Ibrahim, sedangkan
> Dzulkifli dengan Ismail dan Idris, artinya Adam dan Dzulkifli disejajarkan
> derajatnya dengan para Nabi, sehingga Adam dan Dzulkifli adalah Nabi,
> walaupun dalam Al-Quran tidak disebutkan secara khusus kepada keduanya
> diberikan kitab. Barulah bisa dikatakan Adam dan Dzulkifli tidak mendapatkan
> kitab dari Allah apabila ada ayat yang menegaskan keduanya tidak mendapatkan
> kitab dari Allah.
>
> Adapun mengenai Huwd, Saleh dan Syu'aib dapat kita lihat pada ayat-ayat
> berikut:
>
> Tatkala berkata Huwd, saudara mereka, tidakkah kamu takut (kepada Allah)? -
> Sesungguhnya aku seorang rasul yang tepercaya untuk kamu (26:124,125) .
>
> Tatkala berkata Shalih, saudara mereka, tidakkah kamu takut (kepada Allah)?
> - Sesungguhnya aku seorang rasul yang tepercaya untuk kamu (26:142,143) .
>
> Tatkala berkata Syu'aib, saudara mereka, tidakkah kamu takut (kepada
> Allah)? - Sesungguhnya aku seorang rasul yang tepercaya untuk kamu
> (26:177,178) .
>
> Dalam dialog dengan kaumnya ketiganya memperkenalkan diri sebagai Rasul.
> Sedangkan Rasul itu mesti mendapatkan kitab dari seorang Nabi:
>
> Dan, ketika Allah mengambil perjanjian dari para nabi: Sungguh, apa saja
> yang Aku berikan kepadamu berupa kitab dan hikmah kemudian datang kepadamu
> seorang rasul yang membenarkan apa yang ada padamu [3:81].
>
> Kalau dilihat silsilah Nabi-Nabi di atas itu:
>
> Nabi Nuwh - Sam - Iram - 'Aush - Ad - Khulud - Riba - 'Abdullah - Huwd
>
> Nabi Nuwh - Sam - Amu - Tsamud - Hadzir - 'Ubayd - Masih - Asif - Ubaid -
> Shalih
>
> Nabi Ibrahim - Madyan - Nabit - Iya - Syafun - Syu'aib
>
> Huwd terpaut 8 generasi dari seorang Nabi, Shalih terpaut 9 generasi dengan
> seorang Nabi, Syu'aib terpaut 5 generasi dari seorang Nabi. Jadi tidak
> mungkin ketiganya mendapatkan kitab dari Nabi-Nabi. Lalu dari mana ketiganya
> mendapatkan kitab? Perhatikan ayat-ayat yang telah dituliskan di atas itu
> (26:124,125) , (26:142,143) , (26:177,178) . Ketiga ayat tersebut tidak
> menegaskan secara khusus bahwa ketiganya tidak mendapatkan kitab dari Allah,
> ketiganya hanya mengatakan kepada kaumnya bahwa mereka itu Rasul. Sehingga
> dengan demikian ketiganya mendapatkan kitab dari Allah SWT. Alhasil Huwd,
> Shalih dan Syu'aib adalah Nabi-Nabi.
>
> Demikianlah ada sejumlah 20 + 2 + 3 = 25 orang Nabi yang disebutkan dalam
> Al-Quran, namun dengan memperhatikan Hadits:
>
> Abu Zar bertanya kepada Rasulullah SAW: Berapakah jumlah para nabi ?".
> Beliau SAW enjawab, "Mereka berjumlah 124.000 orang, sebanyak 315 dari
> mereka adalah Rasul". (HR. Ahmad dalam musnadnya dan Al-Bani mengatakan
> bahwa hadits ini shahih).
>
> Dan ayat:
>
> Maka Allah membangkitkan nabi-nabi untuk penggembira dan penggentar dan
> menurunkan Kitab bersama mereka itu di atas kebenaran untuk (menetapkan
> keputusan) hukum (siapa yang benar) di antara manusia tentang perkara yang
> mereka perselisihkan (2:213). Jadi menurut ayat [2:213] barulah perlu dan
> cukup tentang kriteria seorang Nabi ialah mendapat wahyu dan mendapatkan
> Kitab sebagai rujukan untuk menetapkan keputusan hukum (yahkum).
>
> Jadi Kitab yang diturunkan Allah bukan hanya Taurat, Zabur Injil dan Al
> qur'an, hanya 4 yang Allah sebutkan di antara 124.000 jumlahnya itu.
>
> ############ ######### ######### ######### ######### ######### #########
> ######### ######### ######### ###
>
> Wassalam
>
> Abdul Mu'iz
>
> --- Pada Kam, 22/4/10, Bang Mossad <bangmossad@ yahoo. com> menulis:
>
> Dari: Bang Mossad <bangmossad@ yahoo. com>
>
> Judul: Bls: Ralat catatan kaki <= Re: [wanita-muslimah] UU Penodaan Agama
> bukanlah syariat Islam tapi buatan manusia Penindas
>
> Kepada: wanita-muslimah@ yahoogroups. com
>
> Tanggal: Kamis, 22 April, 2010, 1:44 PM
>
> Salamun alaikum,
>
> Sekedar mau nambahin aja abah, supaya lebih jelas, Bahwasanya Allah juga
> menurunkan wahyu Nya kepada lebah....
>
> Dan Rabbmu
>
> mewahyukan kepada lebah:"Buatlah sarang-sarang di bukit-bukit, di
> pohon-pohon
>
> kayu, dan di tempat-tempat yang dibikin manusia". (QS. 16:68)
>
> ____________ _________ _________ __
>
> Dari: H. M. Nur Abdurahman <mnur.abdurrahman@ yahoo.co. id>
>
> Kepada: wanita-muslimah@ yahoogroups. com
>
> Terkirim: Kam, 22 April, 2010 12:15:01
>
> Judul: Ralat catatan kaki <= Re: [wanita-muslimah] UU Penodaan Agama
> bukanlah syariat Islam tapi buatan manusia Penindas
>
> Ralat pada catatan kaki
>
> Tertulis:
>
> (*)
>
> Nabi Muhammad SAW adalah Khaatamun Nabiyyin, Penutup Nabi-Nabi (33:40),
> jadi sesudah beliau wahyu tidak turun lagi kepada manusia, berhubung Allah
> hanya menurunkan wahyu dan Kitab kepada para Nabi (2:213). Ada pengecualian,
> yaitu Allah menurunkan wahyu kepada Ibu Musa, namun beliau bukan Nabi karena
> kepadanya tidak diberikan Kitab.
>
> (**)
>
> Nabi Muhammad SAW adalah Khaatamun Nabiyyin, Penutup Nabi-Nabi (33:40),
> jadi sesudah beliau wahyu tidak turun lagi kepada manusia, berhubung Allah
> hanya menurunkan wahyu dan Kitab kepada para Nabi (2:213). Ada pengecualian,
> yaitu Allah menurunkan wahyu kepada Ibu Musa, namun beliau bukan Nabi karena
> kepadanya tidak diberikan Kitab.
>
> Seharusnya:
>
> (*)
>
> Nabi Muhammad SAW adalah Khaatamun Nabiyyin, Penutup Nabi-Nabi (33:40),
> jadi sesudah beliau wahyu tidak turun lagi kepada manusia, berhubung Allah
> hanya menurunkan wahyu dan Kitab kepada para Nabi (2:213). Ada pengecualian,
> yaitu Allah menurunkan wahyu kepada Ibu Musa, namun beliau bukan Nabi karena
> kepadanya tidak diberikan Kitab.
>
> (**)
>
> Ditaruh di antara dua tanda kutip, berhubung itu bukan khalifah sungguhan,
> karena khalifah sungguhan itu punya daerah kedaulatan. Seperti diketahui
> "khalifah" Qadianisme TIDAK punya daerah kedaulatan sendiri, melainkan cuma
> berlindung di bawah daulah United Kingdom.
>
> Fyi, di [...@ntau-net] dullatip pakai nama Taufik Malin(g)
>
> Gayung bersambut, kata berjawab. Mulai sekarang, saya bersikap keras,
> beginilah cara saya menyambut gayung, menjawab kata si pungo findamentalist
> dullatip taufik malin(g) yang antek American Zionism, yang suka menjual nama
> Allah sambil mencerca memaki-maki para ulama.
>
> HMNA
>
> ----- Original Message -----
>
> From: "abdul" <latifabdul777@ yahoo.com>
>
> To: <wanita-muslimah@ yahoogroups. com>
>
> Sent: Thursday, April 22, 2010 06:23
>
> Subject: [wanita-muslimah] UU Penodaan Agama bukanlah syariat Islam tapi
> buatan manusia Penindas
>
> Sering kita membaca dan mendengar baha ulama2 Islam Fundamentalis ini
> menolak hukum manusia, mereka menginginkan hukum2 ALLAH ditegakan..
>
> Sekarang malah mereka yang menyokong dan menganjurkan membuat UU Penodaan
> agama...menjadi peraturan pemerintah agar mereka bisa mealkukan
> perbuatan==penindas an==kpd golongan2 Islam yg di anggapnya mendai agama,
> walupun berbeda penafsiran ayat2 ALLAH itu adalah sunattullah.
>
> Lucu bukan?
>
> Bagaimana respond NUR cs ?
>
> ############ ######### ######### ######### ######### ######### #########
> ######### ##
>
> HMNA:
>
> Ou la la, vervelende vent, alle joden, dullatip taufik malin(g)
> fundamentalist JIL antek / budak state terrorist American Zionism, yang
> doyan jual Nama Allah, berdirilah di depan cermin, pandang baik-baik sosok
> yang waang saksikan, di situ terpampang tampang the real koppig
> fundamenalist yang yang tulisannya hasil dorongan SETAN dan tidak pernah
> kembali kejalan yg lurus, yaitu fundamentalist pungo dullatip yang infidel
> MERUSAK ISLAM DARI DALAM, musang berbulu ayam, menentang Allah, menganggap
> hukum Allah, yaitu sanksi cambukan itu primitif dan jahiliyah: Pezina
> perempuan dan pezina laki-laki setiap orang dari keduanya mendapatkan dera
> seratus cambukan (QS 24:2). dul-dullatip taufik malin(g) lebih keji / kejam
> dari seorang pembunuh
>
> UU Penodaan agama...menjadi peraturan pemerintah ? dul-dullatip taufik
> malin(g) jabrut, bodoh seperti keledai dungu, asal menulis saja, tidak tahu
> persoalan, itu Undang-Undang kedudukannya lebih tinggi dari Peraturan
> Pemerintah. Itu Undang-Undang dibuat oleh Dewan Perwakilan Rakyat (DPR)
> bersama-sama dengan Pemerintah. Itu DPR mewakili seluruh rakyat Indonesia.
>
> dul-dullatip taufik malin(g) jabrut yang pungo, menuduh seluruh Rakyat
> Indonesia dan Pemerintah RI sebagai Penindas
>
> Saya punya respond ? UU Penodaan agama itu adalah "law enforcement" untuk
> memasukkan kedalam penjara orang-orang antara lain seperti dullatip dan
> ahmadiyah qadiyan ()qadiyanisme) yang menysup merusak Islam dari dalam
> dengan menjadikan Al-Quran sebagai pembenaran, ini contohnya:
>
> Di samping Allah yang Mutakallim yang dijadikan pembenaran oleh Qadianisme
> tentang adanya nabi setelah Nabi Muhammad SAW, saya dapatkan pula pembenaran
> dalam "Tafsir" Bashiruddin Mahmud Ahmad ("Khalifah"( **) ke-3 Qadianisme),
> yang kitabnya itu ada dalam perpustakaan pribadi saya.
>
> -- WALDzYN YUaWMNWN BMA ANZL ALYK WMA ANZL MN QBLK WBALAKhRt HM YWQNWN (S.
> ALBQRt, 2:4), dibaca: walladzi-na yu'minu-na bima- unzila ilaika wama-
> unzila min qablika wabil a-khirati hum yu-qinu-n, artinya:
>
> -- Dan orang-orang yang beriman kepada (Kitab) yang diturunkan kepada
> engkau (hai Muhammad) dan (Kitab-Kitab) yang diturunkan sebelum engkau dan
> dengan (hari) akhirat mereka itu yakin.
>
> Dalam "Tafsir" Bashiruddin Mahmud Ahmad (BMA) potongan ayat wabil a-khirati
> hum yu-qinu-n diterjemahkan:
>
> -- and they have firm faith in what is yet to come (dan mereka yang teguh
> keyakinannya tentang apa yang akan datang). Ini ditafsirkannya sebagai "the
> message or revelation which is to follow" (risalah atau wahyu yang akan
> menyusul). Jadi jelas, Qadiyanisme memperalat ayat [2:4] sebagai pembenaran
> akan turunnya wahyu ataupun datangnya nabi membawa risalah setelah Nabi
> Muhammad SAW.
>
> Padahal kata ALAKhRt lawannya ALAWL, sedangkan kata ALAWL ini tidak
> didapatkan dalam ayat [2:4], melainkan QBL (qabla), yaitu dalam potongan
> ayat ANZL MN QBLK (diturunkan sebelum engkau). Adapun lawan kata QBL adalah
> B'AD (ba'da) = sesudah. Tidak ada kata B'AD dalam potongan ayat WBALAKhRt HM
> YWQNWN. Dengan demikian pemaknaan ALAKhRt = risalah atau wahyu yang akan
> menyusul oleh Qadiyanisme sangatlah diakal-akali, amat dipaksakan.
>
> BMA menyepelekan bahasa Al Quran. Dalam do'a "sejagat" yang diajarkan Allah
> kepada kita semua hambaNya: rabbana- a-tina- fid dunya- hasanataw wa fil
> a-khitari hasanatan, menunjukkan bahwa akhirat adalah lawannya dunia. Di
> mana ada termaktub kata dunya- dalam ayat-ayat sebelum "wabil a-khirati hum
> yuwqinuwn? Tidak ada. Yang ada termaktub adalah kata ming qablika. Seperti
> disebutkan di atas lawan QBL adalah B'AD. Jadi kalau yang dimaksudkan: the
> message or revelation which is to follow, maka redaksinya bukanlah "wabil
> a-khirati hum yuwqinuwn", melainkan "wa ma- unzila min ba'dika". (QBL dan
> B'AD kalau didahului min, dibaca ming qablu, mim ba'du. Jika diikuti dhamir
> dibaca min qablika, ming qablihi, mim ba'dika, mim ba'dihi). WaLlahu a'lamu
> bisshawab
>
> ------------ ---------
>
> (*)
>
> Nabi Muhammad SAW adalah Khaatamun Nabiyyin, Penutup Nabi-Nabi (33:40),
> jadi sesudah beliau wahyu tidak turun lagi kepada manusia, berhubung Allah
> hanya menurunkan wahyu dan Kitab kepada para Nabi (2:213). Ada pengecualian,
> yaitu Allah menurunkan wahyu kepada Ibu Musa, namun beliau bukan Nabi karena
> kepadanya tidak diberikan Kitab.
>
> (**)
>
> Nabi Muhammad SAW adalah Khaatamun Nabiyyin, Penutup Nabi-Nabi (33:40),
> jadi sesudah beliau wahyu tidak turun lagi kepada manusia, berhubung Allah
> hanya menurunkan wahyu dan Kitab kepada para Nabi (2:213). Ada pengecualian,
> yaitu Allah menurunkan wahyu kepada Ibu Musa, namun beliau bukan Nabi karena
> kepadanya tidak diberikan Kitab.
>
> http://waii- hmna.blogspot. com/2010/ 03/914-allah- yang-mutakallim. html
>
> [Non-text portions of this message have been removed]
>
> [Non-text portions of this message have been removed]
>
> [Non-text portions of this message have been removed]
>
>  
>


[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

=======================
Milis Wanita Muslimah
Membangun citra wanita muslimah dalam diri, keluarga, maupun masyarakat.
Twitter: http://twitter.com/wanita_muslimah
Situs Web: http://www.wanita-muslimah.com
ARSIP DISKUSI : http://groups.yahoo.com/group/wanita-muslimah/messages
Kirim Posting mailto:wanita-muslimah@yahoogroups.com
Berhenti mailto:wanita-muslimah-unsubscr...@yahoogroups.com
Milis Keluarga Sejahtera mailto:keluarga-sejaht...@yahoogroups.com
Milis Anak Muda Islam mailto:majelism...@yahoogroups.com

Milis ini tidak menerima attachment.Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/wanita-muslimah/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/wanita-muslimah/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    wanita-muslimah-dig...@yahoogroups.com 
    wanita-muslimah-fullfeatu...@yahoogroups.com

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    wanita-muslimah-unsubscr...@yahoogroups.com

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke