Dilengkapi:
Tertulis:
(2) Contoh lain adalah Nabi Yusuf ketika menjebak saudara-saudaranya (seayah 
tidak seibu yang pernah mencelakai dirinya ke sumur di huta) maka saat dia 
menjadi bendaharawan kerajaan Mesir bertugas mendistribusikan logistik pangan 
(gandum) untuk mengatasi krisis ekonomi datanglah saudara-saudaranya yang tidak 
mengenali Yusuf, maka Yusuf meminta agar benyamin (saudara seayah dan seibu) 
dibawa serta, maka disusunlah skenario seolah-olah mencuri piala raja, ketika 
skenario berjalan mulus, Nabi Yusuf dikisahkan dalam Qur'an tidak menerapkan 
Undang-undang Raja melainkan Nabi Yusuf merujuk syariat Nabi Pendahulunya yaitu 
kitab taurat, al kitab yang diturunkan kepada Nabi Musa sang pendahulunya.
#########################################################################
HMNA:
Dalam ayat mana dinyatakan Nabi Yusuf AS(*) merujuk kepada Tawrah
#########################################################################

Dilengkapi / selengkapnya
(2) Contoh lain adalah Nabi Yusuf ketika menjebak saudara-saudaranya (seayah 
tidak seibu yang pernah mencelakai dirinya ke sumur di huta) maka saat dia 
menjadi bendaharawan kerajaan Mesir bertugas mendistribusikan logistik pangan 
(gandum) untuk mengatasi krisis ekonomi datanglah saudara-saudaranya yang tidak 
mengenali Yusuf, maka Yusuf meminta agar benyamin (saudara seayah dan seibu) 
dibawa serta, maka disusunlah skenario seolah-olah mencuri piala raja, ketika 
skenario berjalan mulus, Nabi Yusuf dikisahkan dalam Qur'an tidak menerapkan 
Undang-undang Raja melainkan Nabi Yusuf merujuk syariat Nabi Pendahulunya yaitu 
kitab taurat, al kitab yang diturunkan kepada Nabi Musa sang pendahulunya.
#########################################################################
HMNA:
Dalam ayat mana dinyatakan Nabi Yusuf AS(*) merujuk kepada Tawrah
Dan ini mustahil, karena Nabi Yusuf AS jauh lebih tua dari Nabi Musa AS, lihat 
Seri 774 di bawah (ayah Nabi Yusuf AS adalah Nabi Ya'qub AS)
#########################################################################





----- Original Message ----- 
From: "Abdul Muiz" <mui...@yahoo.com>
To: <wanita-muslimah@yahoogroups.com>
Sent: Saturday, April 24, 2010 03:41
Subject: Bls: ada terlupa <= Re: Bls: Ralat catatan kaki <= Re: 
[wanita-muslimah] UU Penodaan Agama bukanlah syariat Islam tapi buatan manusia 
Penindas


abah HMNA,

1) memang benar bahwa para nabi yang dikisahkan dalam qur'an tidak semua 
nabi/rasul diberikan al kitab. Tetapi tidak berarti semua nabi/rasul itu lantas 
diinterpretasikan pasti diberikan al kitab sebagaimana interpretasi Abah HMNA.
#################################################################
HMNA:
Bukan interpretasi saya, tetapi itu definisi Nabi menurut Al-Quran: Maka Allah 
membangkitkan nabi-nabi untuk penggembira dan penggentar dan menurunkan Kitab 
bersama mereka itu di atas kebenaran untuk (menetapkan keputusan) hukum (siapa 
yang benar) di antara manusia tentang perkara yang mereka perselisihkan (S. 
Al-Baqarah, 2:213). 
###########################################################

2) Perhatikan tiga contoh berikut :

(1) Nabi Harun (sezaman dengan Nabi Musa) tidak pernah dikisahkan menerima 
kitab, karena memang Nabi Harun mengikuti syari'at Nabi Musa yang menerima 
Taurat, bahkan ada yang berpendapat Nabi Harun itu adalah asisten Nabi Musa 
yang konon mengalami kesulitan berkomunikasi sejak kecil karena lidahnya 
melepuh saat memakan bara api pada saat diasuh Asiyah (permaisuri Fir'aun), 
lantas memohon kepada Allah agar dirinya didampingi Harun.
############################################################################
HMNA:
Kitab Tawrah diberikan kepada Nabi Musa dan Nabi Harun 'alaihimassalam
############################################################################

(2) Contoh lain adalah Nabi Yusuf ketika menjebak saudara-saudaranya (seayah 
tidak seibu yang pernah mencelakai dirinya ke sumur di huta) maka saat dia 
menjadi bendaharawan kerajaan Mesir bertugas mendistribusikan logistik pangan 
(gandum) untuk mengatasi krisis ekonomi datanglah saudara-saudaranya yang tidak 
mengenali Yusuf, maka Yusuf meminta agar benyamin (saudara seayah dan seibu) 
dibawa serta, maka disusunlah skenario seolah-olah mencuri piala raja, ketika 
skenario berjalan mulus, Nabi Yusuf dikisahkan dalam Qur'an tidak menerapkan 
Undang-undang Raja melainkan Nabi Yusuf merujuk syariat Nabi Pendahulunya yaitu 
kitab taurat, al kitab yang diturunkan kepada Nabi Musa sang pendahulunya.
#########################################################################
HMNA:
Dalam ayat mana dinyatakan Nabi Yusuf AS(*) merujuk kepada Tawrah
#########################################################################

(3) Nabi Yahya sezaman dengan Nabi Zakariyah juga tidak dikisahkan keduanya 
menerima al kitab. Ketika Nabi Yahya dimintai pendapat Raja Herodes yang jatuh 
cinta kepada anak tirinya, maka dengan tegas Nabi Yahya memfatwakan haram 
berdasarkan rujukan Taurat, al kitab yang dirunkan kepada Nabi Musa san 
pendahulunya.
######################################################################
HMNA:
Ini cerita sumbernya dari mana?
#######################################################################

Wassalam
Abdul Mu'iz

--- Pada Jum, 23/4/10, H. M. Nur Abdurahman <mnur.abdurrah...@yahoo.co.id> 
menulis:

Dari: H. M. Nur Abdurahman <mnur.abdurrah...@yahoo.co.id>
Judul: ada terlupa <= Re: Bls: Ralat catatan kaki <= Re: [wanita-muslimah] UU 
Penodaan Agama bukanlah syariat Islam tapi buatan manusia Penindas
Kepada: wanita-muslimah@yahoogroups.com
Tanggal: Jumat, 23 April, 2010, 6:55 PM
-----------------------------------------------------------------------------
(*)
BISMILLA-HIRRAHMA-NIRRAHIYM

WAHYU DAN AKAL - IMAN DAN ILMU
[Kolom Tetap Harian Fajar]
774. Nabi Yusuf AS dalam Dokumen Hieroglyph

-- WQAL ALMLK ANY ARY SB'A BQRT SMAN YAaKLHN SB'A 'AJAF WSB'A SNBLT KhDhR WAKhR 
YBST (S. YWSF, 12:43), dibaca:
--.  Waqa-lal maliku inni- ara- sab'a baqara-tin sima-nin ya'kulhunna sab'un 
'ija-fuw wasab'a sumbulatin khudhriw waukharaya-bisa-tin (tanda - dipanjangkan 
membacanya), artinya:
-- Dan berkata Raja "Sesungguhnya aku bermimpi melihat tujuh ekor sapi betina 
yang gemuk-gemuk dimakan oleh tujuh ekor sapi betina yang kurus-kurus dan tujuh 
bulir (gandum) yang hijau dan tujuh bulir lainnya yang kering." 

-- WQAL FR'AUN AaTWNY BKL ShR 'ALYM . FLMA JAA ALShRt QAL LHM MWSY ALQWA MA 
ANTM MLQWN (S. YWNS, 10:79,80), dibaca:
-- waqa-la fir'awnu u'tu-ni- bikulli sa-hirin 'ali-min . falamma- ja-as 
saharatu qa-la lahum mu-sa- ulqu- ma- antum muqlu-na, artinya:
-- Berkata Fir'aun: "Datangkanlah kepadaku semua ahli-ahli sihir yang pandai!" 
. Maka tatkala ahli-ahli sihir itu datang, Musa berkata kepada mereka: 
"Lemparkanlah apa yang hendak kamu lemparkan."

Ayat-ayat Al Quran di atas itu menggugah kita untuk mempelajari sejarah, oleh 
karena adanya perbedaan penguasa Mesir Kuno yaitu Malik (bukan Fir'aun) di 
zaman Nabi Yusuf AS, sedangkan penguasa Mesir Kuno bergelar Fir'aun  di zaman 
Nabi Musa AS. 

***

Dalam usahanya untuk menguasai Mesir yang sia-sia, walaupun dalam keadaan 
terdesak harus meninggalkan Afrika, Napolen Bonaparte sempat membawa Batu 
Rasyid (Rosetta) ke Perancis. Seperti diketahui Batu Rasyid adalah batu 
bertulis, yang didapatkan dalam tahun 1799 dekat kota Rasyid, sebuah kota yang 
terletak di kuala S.Nil. Di atasnya secara bersebelahan terdapat naskah yang 
bertuliskan tiga aksara yang berbeda: huruf Yunani, tulisan kuno Mesir dalam 
bentuk hieroglyph dan dalam bentuk yang sudah disederhanakan (demotic), 
sehingga memungkinkan dapat diungkapkan kembali cara membacanya oleh Jean 
Francois Cahampollion (1790 - 1832). Maka dengan dapatnya dibaca hieroglyph 
itu, terkuaklah sejarah Mesir Kuno dengan jelas.

Kaum Al'Ibriyyah Al Qadimah (Emigran Proto), yaitu Dinasti Hyksos (Al-Malik = 
Raja Gembala) dari Kan'an menaklukkan Mesir dan menumbangkan Dinasti Fir'aun. 
Dinasti Hyksos ini menguasai Mesir selama 150 tahun (1700 - 1550) Seb.M. 
Dinasti Raja-Raja Hyksos, sebagai dinasti XV dan XVI mendapatkan legitimasi 
dalam Dokumen Hieroglyph yang tertera dalam Daftar Penguasa Mesir di Turin. 

Dinasti Hyksos inilah yang menerima kedatangan kepala kaum Al 'Ibriyyah Al 
Jadidah (Emigran Deutro), yaitu Nabi Ibrahim AS yang datang ke Mesir. Nabi 
Ibrahim AS diperlakukan baik sebagai tamu oleh Raja Salitis dari Dinasti 
Hyksos(*), bahkan mengawinkan Nabi Ibrahim AS dengan puteri Salitis, yaitu 
Hajar. Diterima dengan baik oleh karena pertama, sama-sama dari kaum Ibriyyah 
(dari 'ABARA = menyeberang) dan kedua, bangsa Hyksos berasal dari qaum 'Ad yang 
bernabikan Nabi Hud AS. Bangsa Hyksos ini merubuhkan semua kuil untuk menyembah 
dewa-dewa Mesir Kuno. Ini diberitakan oleh Josephus yang mengutip Manetho: "By 
main force they easily overpowered the rulers of the land, and they razed to 
the ground the temples of gods." Manetho (ca. 250 B.C.) also known as Manethon 
of Sebennytos, was an Egyptian historian and priest from Sebennytos (ancient 
Egyptian: Tjebnutjer) who lived during the SECOND PERSIAN PERIOD [343-332 B.C.] 
(Manetho, juga dikenal sebagai Manethon dari Sebennytos, adalah seorang 
sejarawan Mesir dan tokoh agama dari Sebennytos (Mesir purba: Tjebnutjer) yang 
hidup pada zaman Periode Parsi Kedua)

Tiga generasi kemudian Dinasti Hyksos memberi izin menetap kepada orang-orang 
Ibrani (Habiru) di delta s. Nil (Goschen), dipelopori oleh Nabi Yusuf AS. 

Dokumen Hieroglyph yang tertera dalam Daftar Penguasa Mesir di Turin di bawah 
memperlihatkan Dinasti Hyksos (XV dan XVI) yang memotong Dinasati Fir'aun 
(antara Dinasti XIV dengan XVIII). Adapun Dinasti XVII tidak berstatus Fir'aun, 
melainkan Pangeran saja yang membayar upeti kepada Hyksos.

Raja Hyksos yang ke-5 dari belakang dari Dinasti XV bernama Yacob(**), ini 
mengisyaratkan kepada Nabi Yusuf AS, sebab seperti diketahui ayah Nabi Yusuf AS 
adalah Nabi Ya'qub (Yacob) AS. Rupanya dalam dokomen hieroglyph di Turin tsb 
(Yusuf bin) Yacob mendapat legitimasi dalam Dinasti Hyksos. Dan seperti 
dijelaskan di atas, yang menerima dan mengangkat Nabi Ibrahim AS menjadi 
menantunya, adalah Raja Hyksos yang pertama, Salitis. Selanjutnya dalam daftar 
di bawah dapat dilihat, bahwa Bani Israil yang dipimpin Nabi Musa AS 
menyeberang Laut Merah tahun 1224 Seb.M., dan Fir'aun yang ditenggelamkan Allah 
di Laut Merah adalah Mern Ptah, yang sepeninggalnya terjadi khaos selama 24 
tahun (1224 - 1200) Seb.M.(***)

Adapun Dinasti Fir'aun yang dipotong oleh dinasti Hyksos, yaitu 14th Pharaoh 
Dynasty seperti berikut: Nehesi - Khatire - Nebfaure - Sehabre - Meridjefare - 
Sewadjkare - Heribre - Sankhibre - Kanefertemre - Neferibre - Ankhkare.
WaLlahu a'lamu bisshawab

*** Makassar, 15 April 2007
[H.Muh.Nur Abdurrahman]
http://waii-hmna.blogspot.com/2007/04/774-nabi-yusuf-as-dalam-dokumen.html
------------------------------------
(*)
The Hyksos (The Shepherd  Kings) 1730 - 1580 invaded Egypt and conquered the 
Pharao Dynasty. The 15th Hyksos Dynasty, seperti berikut: Salitis - Bnon - 
Apachnan (Khian) - Khamudi

(**)
16th Hyksos Dynasty
Anat-Her - User-anat - Semqen - Zaket - Wasa - Qar - Pepi III - Bebankh - 
Nebmaatre - Nikare II - Aahotepre - Aaneterire - Nubankhre - Nubuserre - 
Khauserre - Khamure - Jacob-El - Yakbam - Yoam - Apophis (Auserre Apepi) - Amu, 
defeated by Ahmose in 1580

(***)
19th Pharaoh Dynasty
Ramesses I (Menpehtyre) 1340? - 1321, Seti I (Menmaatre) 1321 - 1298, Ramesses 
II (Usermaatresetepenre) 1298 - 1232, Meren-Ptah (Baenrehotephirmaat) 1232 - 
1224 => 1224, exodus, Bani Israil crossed Read Sea Chaos Period 1224 - 1200

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke