Fyi, di [...@ntau-net] dullatip pakai nama Taufik Malin(g)
Gayung bersambut, kata berjawab. Mulai sekarang, saya bersikap keras, beginilah 
cara saya menyambut gayung, menjawab kata si pungo findamentalist dullatip 
taufik malin(g) yang antek American Zionism, yang suka menjual nama Allah 
sambil mencerca memaki-maki para ulama.
HMNA


----- Original Message ----- 
From: "abdul" <latifabdul...@yahoo.com>
To: <wanita-muslimah@yahoogroups.com>
Sent: Sunday, April 25, 2010 07:28
Subject: [wanita-muslimah] Tragedi Berdarah Tanjung Priok dari Prospektive 
lain...apa hikmahnya?


Sangat menyedihkan sekali terjadi pertumpahan darah tentara pemerintah dan 
rakyat tanjung Periok yang pada waktu itu di pimpin oleh seorang ulama2 yang 
berhaluan Keras..fundamentalis fanatik.
 
Seperti saya jeladskan dimana ada golongan2 islam fundamentalis disana terjadi 
==kekerasan ===dan kemiskinan==
#############################################################################
HMNA:
Ou la la, vervelende vent, alle joden, dullatip taufik malin(g) fundamentalist 
JIL antek / budak state terrorist American Zionism, yang doyan jual Nama Allah, 
berdirilah di depan cermin, pandang baik-baik sosok yang waang saksikan, di 
situ terpampang tampang the real koppig fundamenalist yang yang tulisannya 
hasil dorongan SETAN dan tidak pernah kembali kejalan yg lurus, yaitu 
fundamentalist pungo dullatip yang infidel MERUSAK ISLAM DARI DALAM, musang 
berbulu ayam, menentang Allah, menganggap hukum Allah, yaitu sanksi cambukan 
itu primitif dan jahiliyah: Pezina perempuan dan pezina laki-laki setiap orang 
dari keduanya mendapatkan dera seratus cambukan (QS 24:2). dul-dullatip taufik 
malin(g) tukang fitnah, dul-dullatip jabrut lebih keji / kejam dari seorang 
pembunuh.

duldullatip taufik malin(g) jabrut ! Itu berawal dari Proyek LB Moerdani yang 
diajukan kepada Soehato saat itu adalah menciptakan stimulus dan prakondisi 
atas segera diberlakukannya asas tunggal Pancasila yang banyak mendapatkan 
tantangan dan penolakan dari kalangan tokoh Islam.

Pancingan dan pematangan oleh intelejen (BAKIN, BAIS, dan BIA) maupun penguasa 
teritori militer terang-terangan menyulut kemarahan ummat melalui sikap kurang 
ajar dan tak terpuji aparat teritori (angota Babinsa Koramil) yang mengguyurkan 
air comberan dan sengaja masuk ke dalam Mushalla tanpa melepas sepatu laras 
kotornya, di samping mengumbar kalimat jorok dan menantang ummat Islam, yang 
mengakibatkan dibakarnya motor aparat teritori tersebut.

Itulah yang berlanjut memicu terjadinya drama pembantaian ummat Islam di 
Tanjung Priok pada 12 September 1984, yang diawali dengan penangkapan beberapa 
jama'ah mushalla, berlanjut dengan munculnya reaksi tokoh-tokoh PTDI (Perguruan 
Tinggi Dakwah Islam) kemudian disusul Amir Biki tokoh masyarakat Priok 
menggelar tabligh akbar yang panas, namun itulah yang diinginkan oleh rezim 
militer pada saat itu.

Semangat dan pekik takbir ummat Islam berdemo menuntut pembebasan anggota 
jama'ah mushalla yang ditahan aparat. Namun mereka dihadapi dengan peluru tajam 
pasukan tempur dan kekuatan penuh rezim militer, langsung di bawah komando 
Pangdam Jaya Try Soetrisno dan Pangab LB Moerdani. Momentum ini dimanfaatkan 
untuk menciduk dan memenjarakan banyak aktivis Islam melalui penyusupan 
informan dalam rangka inventarisasi jaringan aktivis Islam seluruh Indonesia.

#########################################################################


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke