----- Original Message ----- 
From: "Ari Condro" <masar...@gmail.com>
To: <wanita-muslimah@yahoogroups.com>
Sent: Tuesday, April 27, 2010 09:19
Subject: Re: [wanita-muslimah] Re: FPI Gelar Seminar "Terorisme Merambah Aceh"

kalo syiah gimana ? bukannya lebih parah ? ali diagung agungkan banget tuh
#####################################################################################
HMNA:
Sebenarnya di dalam tubuh syiah sendiri terdapat beragam jenis aliran, dimana 
satu dengan yang lainnya terkadang memang tidak sama. Sehingga kita pun tidak 
bisa mengatakan bahwa semua syiah itu pasti sesat dan menyimpang. Semua harus 
dirinci satu per satu, agar kita pun tidak terjebak dengan pendiskreditan 
sebuah kelompok.

Sebagian kalangan syiah memang ada yang sampai mengingkari kekhalifahan Abu 
Bakar ra., Umar bin Al-Khattab ra. dan Utsman ra. Bahkan ada juga yang lebih 
parah dari itu, mereka sampai hati mengatakan bahwa malaikat Jibril as telah 
salah menurunkan wahyu, seharusnya kepada Ali bin Abi Thalib, bukan kepada 
Muhammad SAW. Sebagian dari pemeluk syiah yakni sekte Sabaisme berkeyakinan 
bahwa Jibril salah menurunkan wahyu kepada Muhammad, seharusnya kepada Ali bin 
Abi Thalib. 

Sebagian dari kelompok syiah yang menyimpang adalah mereka yang mengaku-ngaku 
memiliki mushaf Al-Qur'an versi mereka sendiri, yaitu mushaf Fathimah. Dan 
isinya tidak sama dengan mushaf yang dikenal sekarang ini. Sebuah mushaf yang 
isinya seperti Al-Qur'an 3 kali. 

Di antara kalangan syiah yang ekstrem juga ada sebagiannya yang meyakini bahwa 
imam mereka yang ke-12 sedang ghaibah (menghilang) ke dalam sebuah gua di 
Samara (surro man ra'a), sebuah kota kecil di Iraq dekat sungai Tigris utara 
Baghdad. Suatu hari nanti imam ke-12 itu akan muncul lagi (roj'ah). Karena itu 
sekarang setiap ba'da maghrib mereka rajin berdiri
di pintu gua bahkan menyediakan sebuha kendaraan untuk pergi. Perbuatan ini 
terus berlangsung tiap malam. Harapan mereka imam itu akan datang untuk 
memenuhi keadilan sebagaiman bumi sedang dipenuhi dengan kekejaman dan 
kezoliman. Imam ke-12 ini juga akan melacak lawan-lawan syiah sepanjang 
sejarah. 

Kalau kita rununt ke belakang, sebenarnya di zaman para shahabat, paham aqidah 
yang keliru seperti ini belum lagi muncul. Bahkan Hasan dan Husein serta Ali 
Zaenal Abidin yang sering mereka klaim sebagai imam mereka pun tidak tahu 
menahu dengan kekkeliruan ini. Kekeliruan ini baru muncul di kemudian hari. 
Aktor intelektual di belakang semua ini tidak lain adalah Abdullah bin Saba', 
yang dalam sejarah otentik terbukti menjadi provokator di wilayah-wilayah 
Islam. Tokoh ini telah menyebarkan fitnah, berita bohong, kebencian kepada para 
shahabat serta menanamkan pahm-paham yang merusak. Dia tidak lain adalah yahudi 
Yaman yang berpura-pura masuk Islam. 

Ali bin Abi Thalib karramallahu wajhah sebagai tokoh yang dijadikan umpan oleh 
Abdullah bin Saba' untuk memunculkan konflik di antara para shahabat, bukan 
tidak tahu ulahnya. Bahkan beliau berkehendak untuk membunuhnya. Namun atas 
nasehat dari Abdullah bin Abbas ra, musuh Islam itu tidak jadi dibunuh namun di 
buang ke Madain. Sosok Abdulah bin Saba' oleh para pengikut fanatik syiah 
sering dikabur-kaburkan dan dengan segala argumentasi mereka mengatakan bahwa 
Abdullah bin Saba' adalah tokoh fiktif serta sekedar tokoh rekaan musuh-musuh 
syiah. Padahal sejarah dunia telah mengenal sosok ini dengan beragam ulahnya 
meski mereka memungkiri dengan berbagai dalih.

Namun tidak semua kalangan yang dinisbahkan kepada syiah beraqidah seperti yang 
dikemukakan di atas. Banyak diantara mereka yang tidak sampai sejauh itu. 
Bahkan sebagian mereka tetap berkitabsucikan Al-Qur'an, juga mengakui 
kekhalifahan tiga shahabat utama sebelum Ali bin Abi Thalib. Sebagian mereka 
juga tidak mendiskreditkan para shahabat
nabi yang mulia, juga tidak mengkafirkannya, apalagi menghalalkan darahnya. 
Kepada kalangan 'syiah' seperti ini, tentu kita menerima mereka apa adanya. 

Bahkan mazhab fiqih Imam Zaid bin Ali Zainal Abidin (w. 122 H) yang menjadi 
tokoh Syiah Zaidiyah, termasuk salah satu rujukan fiqih yang bisa diterima 
dalam khazanah fiqih Islam. Bisa dikatakan bahwa mazhab fiqih beliau termasuk 
mazhab ke lima setelah keempat mazhab lainnya. Fiqih Zaidiyah ini secara umum 
nyaris tidak berbeda dengan fiqih Ahlisunnah, kecuali pada beberapa point saja. 
Misalnya, tidak mengakui adanya masyru'iyah mengusap sepatu, mengharamkan 
sembelihan ahli kitab, mengharamkan laki-laki muslim menikahi wanita ahli 
kitab. Namun tidak seperti rekan mereka, syiah Imamiyah, ternyata Syiah 
Zaidiyah tidak menerima konsep nikah mut'ah. Mereka mengharamkan mut;ah 
sebagaimana
Ahli Sunnah mengharamkannya. Mereka menambahkan lafadz, "Hayya 'ala khairil 
amal" di dalam lafadz adzan serta bertakbir lima kali untuk shalat jenazah.

Sedangkan syiah Imamiyah (yang umumnya dianut dalam Republik Islam Iran 
sekarang) yang dimotori oleh Abu Abdullah Ja'far Ash-Shadiq (80-148 H), dalam 
banyak hal juga punya persamaan dengan fiqih ahlussunnah. Secara umum, pendapat 
mereka banyak sekali persamaan dengan fiqih mazhab As-Syafi'iyah, kecuali pada 
17 perkara. Misalnya tentang bolehnya nikah mut'ah, haramnya sembelihan ahli 
kitab dan menikahi wanitanya, mengharuskan adanya saksi dalam talak pernikahan, 
tidak mengakui masyru'iyah mengusap khuff (sepatu), serta menambahkan lafadz 
"Asyhadu anna 'aliyyan waliyyallah" dan "hayya 'alaa khairil 'amal" dalam adzan.

Karena itu, dalam masalah pandangan kita kepada kelompok Syiah, kita perlu 
merinci dengan detail, tidak asal menilai, agar terhindar dari tuduhan yang 
bukan pada tempatnya. Namun bila telah nyata terbukti menyimpang dari aqidah 
yang benar, tentu kita tidak ragu-ragu untuk menegurnya serta meluruskannya. 
Sebagaimana sabda Rasulullah SAW bahwa
siapa yang melihat kemungkaran, maka ubahlah dengan tangannya, atau dengan 
lidahnya, atau dengan hatinya. 
Wallahu a'lam bish-shawab,
#################################################################################

2010/4/27 Yudi Yuliyadi <y...@geoindo.com>

>
>
> Hehe
>
> Kalau ahmadiyah kan ngaku punya nabi baru dan punya kitab lain
>
> Aneh-aneh wae pak JIL, masa .yang mau merusak aqidah islam dibela-dibela
> dan
> mau menegakkan syariat islam dibilang fundamentalisme
>
> Kalau barat dipuja2.hehe
>
> Jadi siapa yang merusak persaudaraan islam pak JIL?
>
> Kalau JIL mah kita dah tahu yang dibela itu ya the big bos(America)
>
> FPI berjuang demi islam yang kafah sesuai quran dan sunnah nabi
>
> Bedanya dengan pak JIL
>
> _____
>
> From: wanita-muslimah@yahoogroups.com <wanita-muslimah%40yahoogroups.com>
> [mailto:wanita-muslimah@yahoogroups.com<wanita-muslimah%40yahoogroups.com>]
> On Behalf Of abdul
> Sent: Tuesday, April 27, 2010 3:54 AM
> To: wanita-muslimah@yahoogroups.com <wanita-muslimah%40yahoogroups.com>
> Subject: [wanita-muslimah] Re: FPI Gelar Seminar "Terorisme Merambah Aceh"
>
>
> "sunny",Bismilahirrahmanirrahiim.
> Sekiranya FPI itu berperang dgn umat non Islam yg memerangi agama islam,
> kita setuju....
>
> Tapi kalau FPI menindas firqoh2 Islam yg tdk sepaham dgn FPI, Islam
> Fundamentalis, artinya FPI merusak persaudaraan Islam,sebagaimana FPI
> lakukan terhadap muslim Ahmadiyah dll
>
> Jadi perjuangan PFI masih tanda tanya?
>
> salam
>
> --- In wanita-muslimah@ 
> <mailto:wanita-muslimah%40yahoogroups.com<wanita-muslimah%2540yahoogroups.com>>
>
>
> yahoogroups.com, "sunny" <am...@...> wrote:
> >
> > http://www.antarane
> <
> http://www.antaranews.com/berita/1272230460/fpi-gelar-seminar-terorisme-mer
> ambah-aceh>
> ws.com/berita/1272230460/fpi-gelar-seminar-terorisme-merambah-aceh
> >
> > FPI Gelar Seminar "Terorisme Merambah Aceh"
> > Senin, 26 April 2010 04:21 WIB | Peristiwa | Politik/Hankam |
> >
> > Front Pembela Islam (FPI). (ANTARA/ist)
> >
> > Banda Aceh (ANTARA News) - Dewan Pimpinan Daerah Front Pembela Islam (DPD
> FPI) Provinsi Aceh dijadwalkan akan menggelar seminar nasional bertajuk
> "Terorisme Merambah Aceh" yang akan dibuka Gubernur Irwandi Yusuf pada
> Selasa (27/4).
> >
> > Ketua DPD FPI Aceh Tgk. Yusuf Al-Qardhawy Al-Asyi di Banda Aceh, Minggu,
> mengatakan, seminar nasional yang berlangsung di Anjong Monta itu
> menghadirkan sejumlah pemakalah berkompoten untuk memberi kontribusi
> pemikiran dari Islam dalam forum tersebut.
> >
> > Seminar nasional ini diharapkan menjadi masukan kepada semua pihak untuk
> menjadi pengetahuan dan sekaligus bisa dijadikan bahan kajian dan
> pertimbangan terhadap berbagai dampak negaif dan mudharat yang dirasakan
> masyarakat dari kegiatan terorisme.
> >
> > Berbagai pemikiran yang disampaikan pemakalah dinilai penting dan bisa
> dijadikan masukan bagi penanganan soal ini di masa mendatang. Kegiatan
> terorisme hendaknya ditangani secara tuntas sebagai upaya menciptakan
> situasi aman dan nyaman dalam masyarakat.
> >
> > Makalah para pakar seperti Prof. Dr. Tgk. H. Muslim Ibrahim MA yang
> menyajikan materi "Terorisme Dalam Perspektif Islam" diharapkan dapat
> terungkap bagaimana sesungguhnya pandangan terhadap pemikiran radikal yang
> dianut sebagian masyarakat tersebut.
> >
> > Pemikiran juru bicara FPI Pusat Munarman, SH yang menyampaikan materi
> "Manhaj dan Konsep Perjuangan FPI" juga patut dijadikan masukan dan bahan
> kajian bagi peserta yang akan menghadiri seminar nasional tersebut karena
> FPI itu berjuang membela Islam.
> >
> > Dari segi hukum negara disampaikan Komandan Densus 88 Mabel Polri Brigjen
> Polisi Tito Karnavian dengan makalah berjudul "Konsekwensi Hukum Terhadap
> Pelaku Terorisme", pengamat intelijen dan Terorisme Nasional Al-Chaidar
> "Sejarah dan Perkembangan Terorisme di Indonesia".
> >
> > Kabintal Kodam Iskandar Muda Letkol CAJ Ahmad Husein akan menyampaikan
> makalah "Terorisme dan Dampaknya pada Pertahanan Negara" dan juru bicara
> Komite Peralihan Aceh Irwansyah memberi kontribusi pemikirannya mengenai
> "Konsep KPA Terhadap Terorisme di Aceh".
> >
> > Sementara Ketua Umum DPD FPI Aceh Tgk. Al-Qardhawy Al-Asyi pada seminar
> yang dipandu Ir. Hasby Armas itu akan menguraikan secara khusus tentang
> "Kronologis Historikal Keterlibatan Eks Calon Mujahidin Aceh ke Palestina
> Dalam Terorisme di Aceh".
> >
> > Dua pemakalah lainnya adalah pengacara senior tim pengacara muslim
> Indonesia Mahendratta SH memberikan makalah tentang "Perbedaan Terorisme
> dan
> Kriminal" dan Tgk. H. Nuruzzahri/Waled (unsur ulama daya/pesantren)
> mengenai
> "Pandangan Ulama Aceh Terhadap Terorisme". (S019/K004
> > Baca Juga
> > a.. Polisi Aceh Gerebek Kantor "DK PBB" Gadungan
> > b.. Aceh Kembali Diguncang Gempa
> > c.. 22 Pucuk Senjata Teroris Disita di Aceh

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke