Salamun alaikum bima shabartum

Mas Abdul,

TAQWA.
Saya sependapat ciri2 Taqwa seperti disebutkan oleh ayat (QS. 2:177)

PERBEDAAN KITA ADALAH;

Saya memberikan ciri2 taqwa salah satunya adalah kekayaan==uang dan 
harta==sebagai amanah atau hadiyah dari ALLAH swt.untuk distribusikan 
kpd masarakat.(generous ity.zakat, sedekah).
Seperti orang2 berlomba, kalau mengikuti peraturan2 permainan dgn baik 
dia akan pasti menang dan akan diberikan ==reward atau hadiyah.
=======================================
yups, oke, tapi mungkin istilahnya bukan Hadiyah kali yaa.., (lebih tepatnya 
mungkin Hidayah/petunjuk...) hehehe

agar lebih mudah difahami, ijinkan saya menyampaikan ini dengan Gambaran- 
gambaran, sekedar berbeda istilah agar lebih mudah dimengerti...

baik, secara Sederhana Saya lebih melihatnya sebagai berikut : 
 
"Taqwa" itu adalah menyadari sepenuhnya Akan Hukum Allah, yang termuat dalam 
AlQuran yang merupakan Manifestasi dari Hukum Allah berupa Sebab Akibat, Causa 
prima, dengan segala konsekwensi atas suatu pilihan, dan konsekwensi itu akan 
berupa Dosa (efek / Ganajaran Negatif) dan Pahala ( efek / Ganjaran Positif)

Sedangkan Seluruh system yang menggerakan Semesta ini termasuk system yang ada 
dalam diri kita dikendalikan oleh tentara Allah yang bernama Power atau lebih 
di kenal Malaikat, yang berkerja tanpa henti dengan System yang Full Otomaticly 
mulai dari dalam diri sampai ke Semesta Alam.

system kerja otomatic ( malaikat) ini sangat tunduk dan taat Kepada Allah, 
tanpa bantahan sedikitpun sesuai dengan Master Plan yang di rencanakan Allah 
dalam Hukum Alamiahnya.

sedangkan manusia sebagai bagian dari Alam semesta ciptaan Allah, yang di 
karuniai Akal/ fikiran, berkehendak Bebas dengan berjuta kemungkinan yang bisa 
dilakukan oleh manusia  dalam satu BIG FRAME yang disebut Taqdir, atau 
Sunattullah.

salah satu Taqdir yang diberikan Manusia, dia harus mengalami Kematian Jasad 
(Kiamat), siapapun dia.

itu lah sedikit gambaran yang bisa saya  usahakan untuk diurai, karena agak 
sulit saya menguraikanya dengan Tulisan, mungkin karena keterbatasan kemampuan 
saya, jadi maaf kalo juga agak meluas kemana2  
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Bagi pemain yg kurang memperhatikan peraturan2 main, akan mendapat 
kekalahan dalam perlombaan2 di dunia ini, dia tidak mendapat Hadiah dari 
ALLAH.Hadiyah rezeki untuk mensejahterakan keluarga dan masarakat.

Jadi orang2 beriman yang mendapat hadiyah(rezeki) yang banyak TIDAK SAMA dgn 
orang2 beriman yang sedikit mendapat Hadiah dari ALLAH.
Orang2 kaya raya uang dan harta TIDAK SAMA DGN orang2 miskin(malas)
Jadi salah satu CIRI2 orang bertaqwa selain dr yg diatas itu adalah 
orang2 beriman yg ==bekerja keras==berilmu= =dan mendapat hadiyah rezeki uang 
dan harta yang banyak dari HAKIM AGUNG.

Ulama2 yang miskin tidak sama tingkat syurga di dunia dan akirat dgn 
ulama2 yang Kaya Raya uang dan harta. Perlu kita renungkan ini.

INTI AJARAN ISLAM ADA 3 BAGIAN.
1, ajaran tauhid, dan iman kpd yang gaib(ALLAH yg Esa,Malaikat2nya)
2, ajaran akhlaq yaitu akhlaq al quran, yang mulia.
3. ajaran membangun pradapan islami yg sejahtera.

Ulama2 yang khafah adalah ulama2 yang mengamalkan atau mendapatkan 3 
ajaran islam itu sekali gus dlm hidupnya di dunia.
Kalau salah satu kurang dari 3 ajaran diatas itu, maka ulama2 itu bukan 
disebut ulama2 yang khafah atau ==Khalifah Fil ardh==Khalifah yang 
membangun pradapan Islami, tapi ulama2 yang belum sempurna dgn kata lain ulama2 
yang ==pincang==berdirin ya tidak kuat, mudah jatuh.

Rasulullah saw dan sahabat2 umunya adalah Khalifah Fil ardh, membangun 
manusia yg berauhid, berakhlaq al quran dan umat yg sejahtera.


++++++++++++++++++++++++++++++
agaknya kita berbeda Fokus, saya menyoroti Masalah KeEsaan Allah dan Taqwa 
dalam pengertian sadar/ Kesadaran Atas HukumNya, anda lebih fokus pada taqwa 
sebagai Prilaku dan pemahaman yang anda anggap keliru pada ulama2 Tertentu 
hal yang saya soroti adalah pada point no.3, diamana umat Islam Harus membangun 
peradaban yang lebih baik.

Sebenarnya saya hanya Ingin Sharing bagaimana berserah diri kita Harus Di 
fahami, dan tidak merujuk dan  menunjuk kepada satu dua kelompok (ulama) yang 
berbeda, tapi lebih Fokus Kepada diri Kita sendiri, dan yang terpenting buat 
saya PAHAMILAH ISLAM KITA, cara kita menyerahkan diri kepada Allah, Sesuai 
Kehendak Semesta.


Mas Abduh, mohon maaf saya tidak bisa komen tentang Ulama2 yang anda anggap 
salah/ keliru karena berbeda dengan Faham ke Islaman anda.
 ++++++++++++++++++++++++++++++++++

MUSLIM TAQWA.
Anda memahami semua orang mendapat hizab dari ALLAH swt.

Saya berpaham berdasarkan kpd ayat dibawah ini, orang2 muslim yang 
BERTAQWA tidak mendapat hizab dari ALLAH  di padang masyar sebagaimana 
semua manusia akan mendapat pengadilan di hari pengadilan.

Ini ayatnya;

Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa berada dalam tempat yang aman, 
(51) [yaitu] di dalam taman-taman dan mata-air-mata- air; (52) mereka 
memakai sutera yang halus dan sutera yang tebal, [duduk] 
berhadap-hadapan, (53) demikianlah. Dan Kami berikan kepada mereka 
bidadari. (54) Di dalamnya mereka meminta segala macam buah-buahan 
dengan aman [dari segala kekhawatiran] [3]. (55)MEREKA TIDAK AKAN 
MERASAKAN MATI DI DALAMNYA KECUALI MATI DI DUNIA. Dan Allah memelihara 
mereka dari azab neraka, (56) sebagai karunia dari Tuhanmu. Yang 
demikian itu adalah keberuntungan yang besar. QS.44:(57).

Jadi muslim Bertaqwa hanya mati 1 kali,(mati sebelum hidup di 
dunia,setelah itu rohnya lansung ke syurga.)
sedangkan manusia lainnya mati 2 kali,(mati pertama sebelum lahir 
kedunia, mati kedua setelah hidup di dunia.)dan roh manusia ini menunggu sampai 
hari pengadilan di akirat untuk ditanya atau di timbang 
perbuatan baiknya dan buruknya.

Demikian semoga sharing ilmu ini ada manfaatnya bagi kita dan abgi 
pembaca WM yang mulia.
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
yups, saya  setuju dengan sebagian Pendapat diatas, bahwa Kematian Seseorang 
yang TAQWA hanya Satu Kali, hanya saja Istilah  Syurga, saya memahaminya surga 
itu bukanlah suatu tempat, tapi sebuah KONDISI, dimana Syurga bagi Jiwa Manusia 
adalah bersatu dengan Pusat Kesadaran Semesta.dan ada kalimt yang bagus unutk 
difikirkan...
dimana kita bersujud (tunduk), disitu kita akan kembali. 
sebagai Muslim tentu kita Harus Tunduk kepada Hukum2 Allah, karena KepadaNya 
seharusnya kita akan kemabali, seperti Bahasan anda, kemana Jiwa Manusia jika 
tiak kembali kepada Allah..?



sering kita dengar ucapan "sesungguhnya yang berasal dari Allah akan Kembali 
Kepada Allah". sedangkan gambaran Surga dengan bidadari dan segala atribut 
fisik, saya memahaminya sebagai Metafora untuk memicu sebagian keinginan untuk 
berbuat Kebaikan yang ada dalam diri manusia. dan tentu saja Syurga seperti itu 
sebaiknya bisa  diusahakan dan di ciptakan dimuka bumi sebagimana membangun 
kerajaannya dimana didalamnya hanya ada ucapan salam sejahtera dan saling 
mengasihi serta menyayangi.

menurut Pendapat saya "saat ini", sekali lagi hanya pendapat saya pada saat 
ini,  dalam tingkatan ini bagi orang yang sudah sadar dan menyadari akan Hukum 
Allah (taqwa) dan ikhlas berserah diri secara Kaffah, tidak membutuhkan 
rangsangan apapun sabagaimana SOP para malaikat melaksanakan tugasnya yang 
tanpa merasa berat atau mengharap imbalan apapun, apalagi cuma Pahala yang 
kadang sering dihitung2 orang.


Baiklah Mas Abduh, agar diskusi ini bisa berlanjut terus, permintaan saya 
dengan hormat pada Mas Abduh, sebagai mana keinginan anda yang tidak ingin 
dikecam atau dihujat, walaupun anda merasa punya alasan untuk itu,janganlah 
anda mengecam atau menghujat siapapun, termasuk menghujat Ulama, meskipun 
mereka (para ulama), anda anggap berbeda faham dengan anda, karena hal 
demikian, apapun alasannya tidak akan membuat kita menjadi paling benar.

jika kita berniat untuk memberi kesadaran terhadap umat Islam, tanpa 
menghujatpun sesungguhnya anda kita melakukannya dengan menyampaikannya baik, 
jika ada yang belum setuju, barangkali juga mereka ada benarnya, biarlah itu 
menjadi koreksi bagi diri kita dan dan mereka, demikian mas maaf kalau saya 
agak lancang mengingatkan..

dan baiklah, untuk melangkapi penjelasan Anda dalam mengutip ayat berikut ini, 
saya akan menambahkan sedikit dalam soal ayat ini.

mereka tidak akan merasakan mati di dalamnya kecuali mati di dunia. Dan Allah 
memelihara mereka dari azab neraka, (QS. 44:56) 

ayat ini bagus sekali, rasanya hampir jarang kita simak apalagi untuk 
merenungkan.....sedangkan pasangan dari ayat ini adalah..

 
Allah
berfirman:”Di bumi itu kamu hidup dan di bumi itu kamu mati, dan dari bumi
itu (pula) kamu akan dibangkitkan. (QS. 7:25) 

cuma dibumi ini2 juga kan..bukan di Bumi yang lain, lalu pertanyaan kita 
dimanakah Syurga itu..?

agaknya ini perlu menjadi renungan bersama.

Salamunalaikum


________________________________
Dari: abdul <latifabdul...@yahoo.com>
Kepada: wanita-muslimah@yahoogroups.com
Terkirim: Sen, 26 April, 2010 06:19:51
Judul: Bls: Bls: Bls: Bls: [wanita-muslimah] Re: WAJIB BERIMAN KEPADA WAHYU2 
ALLAH DI BIBLE. (Bibee, qur'an & sains modern, maurice bucaille)

  
Bang Mossad,
Bismilahirrahmanirr ahiim, mari kita selalu menahan diri untuk tidak menyerang 
==PRIBADI==agar persaudaran muslim terjaga, agar diskusi enak di baca dan image 
islam terlihat mulia dimata pembaca. Pesan saya.

TAQWA.
Saya sependapat ciri2 Taqwa seperti disebutkan oleh ayat (QS. 2:177)

PERBEDAAN KITA ADALAH;

Saya memberikan ciri2 taqwa salah satunya adalah kekayaan==uang dan 
harta==sebagai amanah atau hadiyah dari ALLAH swt.untuk distribusikan kpd 
masarakat.(generous ity.zakat, sedekah).
Seperti orang2 berlomba, kalau mengikuti peraturan2 permainan dgn baik dia akan 
pasti menang dan akan diberikan ==reward atau hadiyah.

Bagi pemain yg kurang memperhatikan peraturan2 main, akan mendapat kekalahan 
dalam perlombaan2 di dunia ini, dia tidak mendapat Hadiah dari ALLAH.Hadiyah 
rezeki untuk mensejahterakan keluarga dan masarakat.

Jadi orang2 beriman yang mendapat hadiyah(rezeki) yang banyak TIDAK SAMA dgn 
orang2 beriman yang sedikit mendapat Hadiah dari ALLAH.
Orang2 kaya raya uang dan harta TIDAK SAMA DGN orang2 miskin(malas)

Jadi salah satu CIRI2 orang bertaqwa selain dr yg diatas itu adalah orang2 
beriman yg ==bekerja keras==berilmu= =dan mendapat hadiyah rezeki uang dan 
harta yang banyak dari HAKIM AGUNG.

Ulama2 yang miskin tidak sama tingkat syurga di dunia dan akirat dgn ulama2 
yang Kaya Raya uang dan harta. Perlu kita renungkan ini.

INTI AJARAN ISLAM ADA 3 BAGIAN.
1, ajaran tauhid, dan iman kpd yang gaib(ALLAH yg Esa,Malaikat2nya)
2, ajaran akhlaq yaitu akhlaq al quran, yang mulia.
3. ajaran membangun pradapan islami yg sejahtera.

Ulama2 yang khafah adalah ulama2 yang mengamalkan atau mendapatkan 3 ajaran 
islam itu sekali gus dlm hidupnya di dunia.
Kalau salah satu kurang dari 3 ajaran diatas itu, maka ulama2 itu bukan disebut 
ulama2 yang khafah atau ==Khalifah Fil ardh==Khalifah yang membangun pradapan 
Islami, tapi ulama2 yang belum sempurna dgn kata lain ulama2 yang 
==pincang==berdirin ya tidak kuat, mudah jatuh.

Rasulullah saw dan sahabat2 umunya adalah Khalifah Fil ardh, membangun manusia 
yg berauhid, berakhlaq al quran dan umat yg sejahtera.

MUSLIM TAQWA.
Anda memahami semua orang mendapat hizab dari ALLAH swt.

Saya berpaham berdasarkan kpd ayat dibawah ini, orang2 muslim yang BERTAQWA 
tidak mendapat hizab dari ALLAH  di padang masyar sebagaimana semua manusia 
akan mendapat pengadilan di hari pengadilan.

Ini ayatnya;

Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa berada dalam tempat yang aman, (51) 
[yaitu] di dalam taman-taman dan mata-air-mata- air; (52) mereka memakai sutera 
yang halus dan sutera yang tebal, [duduk] berhadap-hadapan, (53) demikianlah. 
Dan Kami berikan kepada mereka bidadari. (54) Di dalamnya mereka meminta segala 
macam buah-buahan dengan aman [dari segala kekhawatiran] [3]. (55)MEREKA TIDAK 
AKAN MERASAKAN MATI DI DALAMNYA KECUALI MATI DI DUNIA. Dan Allah memelihara 
mereka dari azab neraka, (56) sebagai karunia dari Tuhanmu. Yang demikian itu 
adalah keberuntungan yang besar. QS.44:(57).

Jadi muslim Bertaqwa hanya mati 1 kali,(mati sebelum hidup di dunia,setelah itu 
rohnya lansung ke syurga.)
sedangkan manusia lainnya mati 2 kali,(mati pertama sebelum lahir kedunia, mati 
kedua setelah hidup di dunia.)dan roh manusia ini menunggu sampai hari 
pengadilan di akirat untuk ditanya atau di timbang perbuatan baiknya dan 
buruknya.

Demikian semoga sharing ilmu ini ada manfaatnya bagi kita dan abgi pembaca WM 
yang mulia.

salam hangat dari USA.

--- In wanita-muslimah@ yahoogroups. com, Bang Mossad <bangmossad@ ...> wrote:
>


 



[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke