Ihdinasshirathal mustaqim..
wikan said:
>Tuhan Maha Berkehendak, suka-suka Dia mau bikin manusia seperti apa,
>kalau Tuhan mau, Dia bisa menciptakan manusia satu kaum saja atau satu agama 
>semua sama

Artinya, Allah mau menjamin semua kitab juga bisa,
dan Allah mau menjamin cuma Quran juga bisa.
suka2 Allah. Haknya Allah.
asumsi A, secara logika, berdasarkan ayat Quran, hanya Quran yg dijamin,
asumsi B, secara logika pula, aneh kalau Allah melakukan 'update'.

Allah menciptakan manusia bisa 1 kaum saja, tapi tidak.
asumsi A, Allah ingin manusia itu perang habis2an supaya mempertahankan 
kebenaran secara eksklusif.
asumsi B, Allah ingin manusia itu bisa saling hidup berdampingan meski memiliki 
berbagai perbedaan
                karena perbedaan itu sengaja diciptakan.

Allah menciptakan manusia bisa 1 agama saja, tapi tidak.
asumsi A, Allah sengaja supaya manusia berperang habis2an demi membela kebenaran
                karena agama Allah harus ditegakkan dimuka bumi ini.
asumsi B, Allah sengaja supaya manusia berusaha saling tolong menolong,
                bantu membantu, yg sudah tahu mencoba membantu yg tersesat,
                karena hanya Allah yg menentukan siapa yg jadi lurus dan siapa 
yg tetap tersesat,

Kesimpulannya, semua informasi diterima, diolah dan di filter.
bersama2 dengan berbagai kaum dan agama, untuk mencari kebenaran.
dan kebenaran itu bisa saja bersembunyi dibalik jurang yg sangat kelam
yg mungkin tak seorangpun pernah menjangkaunya..

Quran adalah hanya awal mula dari petunjuk, tapi bukan satu2nya petunjuk.
masuk Islam bukan akhir perjalanan, tapi awal mula dari perjalanan memasuki 
hutan nan lebat,
gelap dan menyesatkan, sebuah perjalanan mencari cahaya Illahi.
menjadi islam adalah tidak otomatis mukmin dan belum dianggap bertakwa.
masuk islam hanyalah perubahan dari yang semula adalah sekedar bersenda gurau 
menjadi 
sebuah pencarian hingga akhir hayat.
hanya 1 petunjuk yg jelas dari Quran adalah: 
"Ihdinasshirathal mustaqim.."

seorang pejalan, pencari kebenaran, tak lagi sempat saling memaki, saling 
mencerca atau menghina orang lain.
sisa waktu yg digunakan tidaklah sempat untuk melakukan hal2 yang hanya akan 
menyesatkannya.
ia harus fokus pada tiap2 'pohon' untuk melihat mana yg memberi petunjuk ke 
arah cahaya.
mana yg kurang berlumut dan mana yg lebih hangat.

silahkan fokus pada apa2 yg dianggap benar, dan tidak perlu pusing dengan yg 
mungkin dianggap tidak berguna.
petunjuk yang paling benar pun hanyalah teka teki yang belum membuat kita 
menjadi lebih benar, karena masih harus
dicari. Allah tidak pernah memberikan sesuatu 'take it for granted'.
Quran satu2 nya yg benar? Boleh saja.
Taurat dan Injil juga benar? silahkan saja kalau itu dianggap berguna untuk 
mencari kebenaran.
Lakum dinukum waliyadin.
Allah bisa saja memberi petunjuk melalui orang kafir sekalipun.
Tuhan Maha Berkehendak, suka-suka Dia mau beri petunjuk manusia lewat manapun.
Karenanya ada akal dan hati untuk mencari petunjuk, bukan untuk memaksakan 
kehendak.
Toh Al Quran atau Al kitab yg dianggap paling benar pun, adalah petunjuk berupa 
mantera 
yang masih harus dimintakan pada si pemilik mantera supaya manjur.

20:114. Maka Maha Tinggi Allah Raja Yang sebenar-benarnya, dan janganlah kamu 
tergesa-gesa membaca Al Qur'an 
sebelum disempurnakan mewahyukannya kepadamu, dan katakanlah: "Ya Tuhanku, 
tambahkanlah kepadaku ilmu pengetahuan."
 
Wassalam,








 



________________________________
From: Wikan Danar Sunindyo <wikan.da...@gmail.com>
To: wanita-muslimah@yahoogroups.com
Sent: Tue, April 27, 2010 3:55:33 PM
Subject: Re: Bls: Bls: Bls: [wanita-muslimah] Re: WAJIB BERIMAN KEPADA WAHYU2 
ALLAH DI BIBLE. (Bibee, qur'an & sains modern, maurice bucaille)

  
itu karena Anda berpikir bahwa Tuhan itu seperti manusia
Tuhan Maha Berkehendak, suka-suka Dia mau bikin manusia seperti apa,
menurunkan kitab suci seperti apa
kalau Tuhan mau, Dia bisa menciptakan manusia satu kaum saja atau satu
agama semua sama
tapi kan kayaknya jadi gak seru
makanya Tuhan menciptakan manusia bersuku-suku, berbangsa-bangsa untuk
saling mengenal

di luar itu, ya percaya saja dengan takdir-Nya yang memang non-deterministik
(sampai sekarang ilmu komputer pun masih belum bisa memecahkan
persoalan yang non-deterministik, mungkin ini yang disebut dengan
takdir :)
dan kita memang sengaja dibuat gak tahu ending takdir kita, seperti
halnya nonton film, kalau udah ketahuan endingnya gak seru lagi buat
ditonton)

salam,
--
wikan

2010/4/25 alfri <oracle_9000@ yahoo.co. uk>
>
>
>
> sebetulnya aneh juga kalimat jawaban alatif, bahwa Allah 'menjaga' keaslian 
> taurat dan injil..
> karena saya tidak menemukan adanya ayat yg menyatakan bahwa Allah menjamin 
> keaslian taurat, injil atau bible kecuali di Al Qur'an.
> Jadi secara textual, hanya Al Quran lah yg keasliannya dijamin Allah, sedang 
> kitab2 sebelumnya tidak dijamin.
>
> tetapi di lain pihak, adalah aneh juga bila Allah 'setelah' mengetahui bahwa 
> taurat, injil itu di oprek2, lalu menurunkan Quran yang
> mulai diberi ayat bahwa kalo 'kitab' yg ini dijamin, kalo yg dulu belum..
> alias Allah mengeluarkan versi terbaru yg komplit, setelah 'melihat' 
> kegagalan kitab2 sebelumnya.. ?
> Memangnya Allah ini berpikir seperti mahluk yg baru sadar bahwa kalo kitabnya 
> ngga dijaga, maka akan dioprek2 ?
> Kalo ini yg dianggap benar, implikasinya adalah menganggap Allah ini berpikir 
> seperti programmer yang baru tau belakangan kalo ada error
> di programnya, lalu mengeluarkan versi baru yg sudah dikasih anti virus dan 
> firewall supaya tetap original dan ngga bisa di hack..
> Lucu juga yaa..




      

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke