http://www.sinarharapan.co.id/cetak/berita/read/angka-ketidaklulusan-diy-tertinggi-di-jawa/

Senin, 26 April 2010 12:53 
Pengumuman UN SMA

Angka Ketidaklulusan DIY Tertinggi di Jawa
OLEH: YUYUK SUGARMAN



Yogyakarta - Angka ketidaklulusan siswa di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) 
tahun ini merupakan tertinggi di Jawa dan mencatat sejarah dalam ketidaklulusan 
di DIY.


     
Jumlah siswa tingkat SMA di DIY yang tidak lulus mencapai 23,70 persen atau 
4.623 siswa dari total 19.505 siswa. Jumlah ini meningkat tajam jika 
dibandingkan tahun lalu yang hanya mencapai 6,06 persen atau 1.241siswa dari 
total 20.385 siswa.    Dari seluruh sekolah SMA yang ada di DIY, hanya empat 
SMA yang siswanya lulus 100 persen, yakni, SMAN I Bantul (215 siswa), SMAN I 
Sleman (215 siswa), SMA Mandala Bhakti Sleman (8 siswa), dan SMA Sulaiman 
Sleman (20 siswa). 
Sementara itu di tingkat SMK, angka ketidaklulusan siswa juga melonjak tinggi. 
Bila di tahun 2009 hanya 2,94 persen atau 584 siswa dari total 19.828 siswa, 
tahun ini naik menjadi 20,83 persen atau 4.614 siswa dari total 22.152 siswa.   
 "Saya rasa mereka yang tidak lulus ini kurang percaya diri dalam mengerjakan 
soal. Meskipun siswa pintar, jika saat mengerjakan UN kurang percaya diri, bisa 
buyar," tegas Kepala Disdikpora DIY Prof Suwarsih Madya, di DIY, Minggu (25/4). 


Untuk itu, pihaknya akan melakukan evaluasi. "Nanti akan kami bentuk tim yang 
terdiri dari banyak pihak, baik guru, kepala sekolah, maupun kepolisian. Tetapi 
masih nanti. Kita lihat dahulu hingga hasil dari ujian susulan," jelas 
Suwarsih. Ujian susulan akan digelar tanggal 10-14 Mei mendatang.
    
Menurun
Di Jawa Tengah (Jateng) dilaporkan, tingkat kelulusan UN tingkat SMA tahun ini 
menurun dibandingkan tahun 2009. Dari 307.918 siswa, yang lulus hanya 91,8 
persen atau 282.803 siswa. Padahal, tahun lalu tingkat kelulusan mencapai 94,3 
persen.Nilai tertinggi peserta SMA jurusan IPA dicapai oleh siswa SMA Negeri 1 
Kudus dengan nilai 54,3, jurusan IPS dari SMA Negeri 1 Klaten dengan nilai 
50,60, sedangkan untuk jurusan Bahasa adalah SMA Negeri 1 Jepara dengan nilai 
49,49.
Nilai tertinggi dari Madrasah Aliyah jurusan IPA diraih oleh siswa MA Negeri 1 
Kudus dengan nilai 51,6, jurusan IPS MA Al Irsyad Gajah, Demak, dengan nilai 
49,38, dan jurusan Bahasa dengan nilai 47,83 juga dari MA Al Irsyad Gajah 
Demak. Nilai tertingi untuk siswa SMK adalah 41,66 dari SMK Negeri 1 Gombong, 
Kebumen."Yang kami syukuri adalah perolehan nilai tinggi ternyata menyebar di 
kota-kota kecil. Itu artinya terjadi pemerataan mutu pendidikan hingga 
daerah-­dae­rah, bukan hanya di kota-kota besar," kata Kepala Dinas Pendidikan 
Jateng Kunto Nugroho, Minggu.


Tingkat ketidaklulusan ­tertinggi umumnya terjadi di Indonesia Timur. Misalnya 
di Nusa Tenggara Timur (NTT) tahun ini juga sangat menurun dibandingkan tahun 
2009, yang angka kelulusan hampir mencapai 75 persen. Kepala Disdikpora NTT 
Thobias Uly mengungkapkan, tahun ini dari total 48.552 siswa tingkat SMA yang 
mengikuti UN, 52,4 persen siswa tidak lulus dan harus mengikuti UN ulang awal 
Mei ini. 


Sementara itu, Kepala Disdik­pora Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) David 
Juandi mengatakan, dari 1.921 siswa SMA perserta UN, yang lulus 1.381 orang 
atau 72 persen, sedangkan yang tidak lulus sebanyak 546 orang. Untuk  SMK, dari 
536 peserta UN yang tidak lulus sebanyak 177 orang siswa dari 359 orang atau 
71,16 persen. "Faktor ketidaklulusan siswa pada UN tahun ini penyebabnya adalah 
tidak meratanya penyebaran guru bidang IPA, Bahasa Inggris, Bahasa Indonesia, 
dan IPS di semua sekolah SMA/SMK di TTU, sedangkan tingkat error dalam 
pengisian LJK sedikit sekali," kata Juandi.


Di lain pihak, kelulusan siswa tingkat SMA di Bali masih cukup tinggi, di atas 
95 persen. Terdapat 1.093 siswa dari total 40.987 siswa tingkat SMA di seluruh 
Bali yang tidak lulus UN. 
(philip matias giri/cinta malem ginting/su herdjoko)


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke