Bang Mossad wrote;
menurut Pendapat saya "saat ini", sekali lagi hanya pendapat saya pada saat 
ini,dalam tingkatan ini bagi orang yang sudah sadar dan menyadari akan Hukum 
Allah(taqwa) dan ikhlas berserah diri secara Kaffah, tidak membutuhkan 
rangsanganapapun sabagaimana SOP para malaikat melaksanakan tugasnya yang tanpa 
merasaberat atau mengharap imbalan apapun, apalagi cuma Pahala yang kadang 
seringdihitung2 orang.

===============================

Alhamdulillah, kita sudah sharing pendapat tentang makna Taqwa.Mana yg benar 
tentuhanya ALLAH yg bisa menghakami....

IKHLAR BERSERAH DIRI. "SUBMISSION"
Makan islam adalah penyerahan diri kpd ALLAH Yg mengatur semua yg ada di bumi 
ini,karena ciptaannya dan milikNya

Namun bukan lah berarti seperti "Robat" yg bergerak karena digerakan oleh 
tuannya,pemiliknya,

Yang dimaksud submission atau penyerahan diri dlm Islam itu sendiri adalah ; 
menjatuhkan diri kpd peraturan2 ALLAH.peraturan2 ALLAH itu ada di 
Kitab2Nya..taurat,zabur Injil dan al quran.

Setelah kita mencoba memahami peraturan2 ALLAH itu dan kita amalkan,kemudian 
kita serahkan kembali kpd ALLAH yg akan menghakimi di akirat setelah semua 
kembali pada Nya.Biarlah ALLAH yang akan menghakimi, bukan ulama2 dan 
pemerintah dlm menimbang amal2 baik dan buruk serta mengahmiki  siapa yang 
benar dan siapa yang sesat.
Itulah yang saya pahami ==makna menyerakan diri kpd Nya==dgn ikhlas
Didunia ini kita hanya berusaha sedapat mungkin, kita tidak dapat bertanya kpd 
ALLAH apakah yang kita lakukan ini adalah benar atau salah, kita menunggu 
sampai hari kimat dan berdoa setelah meneyrahkan diri mentatai 
peraturan2Nya.Demikian saya memahaminya. Hanya ALLAH ALLAH yang maha Benar.

MENGHUJAT.
Saya berpendapat sebatas menyalahkan , artikel, pendapat  atau keyakinan atau 
pengmalan seseorang2 adalah sunatullah,saling mengingatkan..dgn niat untuk 
kebaikan...dan kasih sayang...

Yang diharamkan oleh ALLAH dlm al Quran adalah;

--haram memberikan nama2 yg buruk kpd pribadi2 seseorang
--haram melarang seserang berbicara, beribadah, beragama, berdiskusi.
--haram menzolmi melukai secara fisik...dll

Mengeritik president, ulama2, pemimpin2 masarakat adalah sssuatu hal yang 
penting, sebagai kontrol dan koreksi.

Hanya ulama2 kita yg belajar dari Saudi--wahabi -salafy yg berbudaya Diktator, 
ulama2 dianggap tuhan, artinya tidak boleh dibantah apalagi di 
salahkan...akibatnya tanpa ada yg mengoreksi ulama2, akirnya pemahaman2 islam 
yg dibawanya mengasilakn umat yg ==terbelakang==
bukan umat ==rahmatan lil'alamin.

Saya mendorong pemuda2 untuk mengoreksi president kita, ulama2 kita dan 
pemimpin2 masarakat, agar mereka bisa hati hati..tanpa koreksi dari umat, 
mereka merasa ==benar selalu== benar bukan?

Silakan pilih topik2 lain untuk di diskusikan.

salam hangat dari usa.


--- In wanita-muslimah@yahoogroups.com,  <bangmos...@...> wrote:
>
> 
> Salamun alaikum bima shabartum
> 
>

Kirim email ke