BERSERAH DIRI. "SUBMISSION"
Makan islam adalah penyerahan diri kpd ALLAH Yg mengatur semua yg ada di bumi 
ini,karena ciptaannya dan milikNya

Namun bukan lah berarti seperti "Robat" yg bergerak karena digerakan 
oleh tuannya,pemiliknya,

Yang dimaksud submission atau penyerahan diri dlm Islam itu sendiri 
adalah ; menjatuhkan diri kpd peraturan2 ALLAH.peraturan2 ALLAH itu ada 
di Kitab2Nya..taurat, zabur Injil dan al quran.

+++++++++++++++++++++++++++++++++
Salam

Mas Abdul, Sampai dengan berserah diri kepada Allah dan hanya bergantung kepada 
Aturuan/Hukum Allah, sepertinya kita tidak ada masalah, karena merujuk pada 
pada kitabullah AlQuran, bahkan dalam penjelasan beberapa hal saya menangkapnya 
seperti saling melengkapi, 

tapi ketika Mas Abdul menambahkan kepercayaan kepada kitab taurat, zabur Injil 
yang harus dijadikan Pedoman hidup, tentu akan banyak sekali pertanyaan yang 
harus di jawab dahulu.

pertama-tama saya meyakini bahwa Allah Sudah menghapus atau membuat manusia 
lupa pada ayat yang pernah diturunkan dahulu ( Taurat & Injil) di mana Al Quran 
menjelasakan..

Apa saja ayat
yang kami nasakhkan, atau Kami jadikan (manusia) lupa kepadanya, Kami datangkan
yang lebih baik daripadanya atau sebanding dengannya. Tiadakah kamu mengetahui
bahwa Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu. (QS. 2:106) 

jadi cukup jelas buat saya bahwa, ayat2 dalam Taurat dan Injil, sengaja memang 
sudah di kedaluwarsakan oleh Allah (tentu akibat perbuatan manusia itu sendiri) 
dengan Ayat ini dan Di gantilah Dengan Perjanjian Terakhir ini (Al Quran), 
Sehingga sejak turunya ayat diatas (QS. 2:106) maka,  Perjanjian-perjanjian 
sebelumnya BATAL dengan sendirinya, dan semua klausul2 yang di pandang penting 
untuk Manusia telah di ganti atau di sempurnakan dalam Perjanjian Terakhir ini.

dan mengenai Pembatalan ini bukan saja dinyatakan oleh Al Quran, akan tetapi Al 
Kitab sendiri sudah menyatakannya :

"Bagaimanakah kamu berani berkata: Kami 
bijaksana dan kami mempunyai Taurat Tuhan ? Sesungguhnya, Pena palsu 
penyurat sudah membuatnya menjadi bohong." (Yeremia 8: 8) 


dan tentu saja kita tidaklah mungkin mengimani kitab yang didasari dari 
Kebohongan seperti yang ada sekarang ini.
dan menurut dua saja dalil diatas,  sempurna sudah Batalnya AlKitab/Bibel yang 
kita kenal saat ini.

berkenaan dengan itu, Allah juga sudah menyatakan AL Quran adalah Sempurna, dan 
bahkan di Awal surah Al baqaraah Allah sudah menyatakan

satu Kitab (al-Qur’an) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi
mereka yang bertaqwa (sadar diri / menyadari), (QS. 2:2) 

kemudian ketika Allah menyatakan, "telah sempurna kalimat Tuhanmu", ... tentu 
Kesempurnaan Al Quran tidak perlu diragukan lagi, Al Quran sudah cukup atau 
lebih dari cukup sebagai petunjuk bagi orang yang Taqwa/sadar, dengan kata 
lain, kalau kita masih ragu atau tidak Taqwa/sadar, maka petunjuknya boleh saja 
tambah pake kitab2 lain. 

dan seperti teman2 muslim juga pernah menanyakan kepada saya, bagaimanakah 
tentang hal2 yang menurut kita penting tapi tidak tercantum di Al Quran,
saya selalu menjawabnya dengan 2 opsi ;

1. boleh jadi kita belum mengetahui Hikmah ( muhtasyabihat) dari tiap2 ayat 
dalam al Quran sehingga kita menganggapnya demikian ( tidak lengkap). atau 
2. bisa jadi kita menganggap sesuatu hal itu penting bagi kita, tapi dimata 
Allah hal tersebut tidaklah penting, sehingga mungkin saja Allah hanya 
menjelaskannya secara Mujmal (garis besar saja) saja.


Jika kita tetap ingin menggunakan/menambahkan Bibel yang ada sekarang sebagai 
acuan beribadah kita kepada Allah, tentu kita akan menghadapi persoalan yang 
juga termasuk pertanyaan rekan2 dimilis ini terhadap Mas Abdul...

Bagaimana cara kita bisa memilih ayat
Asli diantara ayat2 yang palsu yang ada di Alkitab, mana yang Asli, mana yang 
sudah disempurnakan dan mana yang Palsu atau sudah digantikan dan termuat 
didalam Al Quran... ini tidaklah mudah, dan akan sama sulitnya ketika kita 
harus menentulkan Kesahihan suatu Hadis yang bukan saja Sanad nya yang lemah, 
tapi "matan"nya seperti bertentangan dengan Al Quran bahkan kadang tidak masuk 
akal.

Bagi saya mempercayai Kitab Taurat dan Injil bukanlah masalah  karena memang di 
perintahkan Allah untuk kita yakini.
akan tapi ketika Allah sudah menyatakan menghapus ayat2 sebelum AL Quran dan 
menggantinya dengan ayat yg sama atau yang lebih Baik, semua sudah termuat 
didalam Al Quran, maka dapat disimpulkan bahwa,  menurut Al Quran, Meyakini Al 
Quran sama saja telah Menyakini Kitab2 Sebelumnya. 

jadi jika ada pertanyaan, mana kitab Taurat dan Injil yang masih Asli, jawabnya 
adalah Al Quran, karena didalamnya sudah terdapat "sebagian" dari Hukum Taurat 
dan Injil secara lengkap dan sempurna.
=====================================================

Itulah yang saya pahami ==makna menyerakan diri kpd Nya==dgn ikhlas
+++++++++++++++++++++++++++++++++
Mas Abdul, saya kadang2 terlibat obrolan kecil dengan teman2, sampai pada 
pertanyaan yang paling umum, bagaimakah cara kita berserah diri "secara total" 
kepada Allah..?
saya beperdapat, yaitu, dengan menerima dan mengistalkan seluruh isi Al Quran 
dalam diri kita atau dengan kata lain, hanya mengikuti Al Quran saja secara 
patuh dan total, demikianlah cara menyerahlkan diri kepada Allah secara Ikhlas. 
(dan tidak memyerahkan diri kita diatur oleh aturan2 lain)

dulu sejak masa kuliah sampai selesai saya suka baca bermacam2 buku dan kitab, 
setelah kuliah selesai sampai suatu hari saya mencoba meninggalkan seluruh 
macam bacaan2 lain, Kecuali Al Quran dan terjemahannya saja, saya perhatikan 
kata - pekata di tiap ayat Al quran, tentu dibantu dengan kamus2 bhs Arab dan 
kamus Al Quran, hingga saat ini sudah sekian tahun saya hanya Fokus ke Al Quran 
saja, kalaupun saya baca buku/Kitab/Artikel2 lain, sekedar hanya untuk menambah 
luasnya perbendahraan wawasan saya terhadap Al Quran, itulah cara saya 
menginstal diri saya dan menyerahkan diri pada Aturan Allah secara total.
hingga saya mengerti bahwa dalam diri manusia sebaiknya tidak di instal 
Program2 (kitab) lain kecuali Al Quran itu saja. karena sebagai produk Mahluk 
ciptaan Allah, Hanya Buku Allah yang paling patut dan cocok menjadi buku 
manualnya.

tidak saya pungkiri kadang juga kita harus mencari buku lain untuk menambah 
wawasan/referensi kita, tapi apapun buku / Kitab/ artikel yang kita baca, 
selalu saya kembalikan kepada rujukan terbaik, yaitu Al Quran, demikianlah. 
+++++++++++++++++++++++++++++++
Didunia ini kita hanya berusaha sedapat mungkin, kita tidak dapat 
bertanya kpd ALLAH apakah yang kita lakukan ini adalah benar atau salah, kita 
menunggu sampai hari kimat dan berdoa setelah meneyrahkan diri 
mentatai peraturan2Nya. Demikian saya memahaminya. Hanya ALLAH ALLAH 
yang maha Benar.
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Mas Abduh, 
menurut pendapat saya sudah tidak ada yang perlu di pertanyakan lagi kepada 
Allah, karena Allah sudah mengeluarkan, Barometer, Mizan, Alat Hisab, dan 
Manual Booknya yang sangat lengkap komprehensif, tinggal bagaimana cara kita 
memahaminya saja..... tentu secara bertahap jawaban2 atas setiap pertanyaan 
kita Insya Allah akan terjawab dengan AlQuran secara memuaskan, demikian yang 
dicontohkan Rasulullah yang nyatanya Beliau tidak pernah mengistal produk lain 
ke dalam dirinya hingga Rasulullah di Juluki Al Quran yang berjalan. 
dan Rasulullah adalah contoh yg terbaik bukan..?(QS.33:21) 


Mas Abduh, ada pemahaman saya yang sedikit "agak" berbeda dengan kata "Qiamat" 
yang selama ini umum diyakini dan di fahani orang.
pada umumnya kita meyakini qiamat itu adalah peristiwa yang Nanti akan terjadi 
dimana seluruh semesta akan Hancur....

akan tetapi jika saya perhatikan, Qiamat dalam Al Quran itu hanyalah bercerita 
tentang Qiamat Kecil yang pasti terjadi pada diri setiap manusia. dimana sejak 
jaman Rasulullah pun dikatakan qiamat sebentar lagi, karena Al Quran memang 
bebicara Qiamat itu dalam Arti Tegak atau Penegakkan Hukumnya...

lalu, apakah yang ditegakkan..? tentu satu2 nya aturan Allah yang pasti 
terjadinya, yaitu, KEMATIAN (QS.
3:185) itulah Qiamat (Penegakkan Peraturan Allah).

untuk masalah Do'a "menurut Al Quran" (dan kekeliruan umat memahaminya), kita 
bahas nanti....

Salamun alaikum Bhima shabartum



________________________________
Dari: abdul <latifabdul...@yahoo.com>
Kepada: wanita-muslimah@yahoogroups.com
Terkirim: Rab, 28 April, 2010 09:15:44
Judul: Bls: Bls: Bls: Bls: Bls: [wanita-muslimah] Re: WAJIB BERIMAN KEPADA 
WAHYU2 ALLAH DI BIBLE. (Bibee, qur'an & sains modern, maurice bucaille)

  
Bang Mossad wrote;
menurut Pendapat saya "saat ini", sekali lagi hanya pendapat saya pada saat 
ini,dalam tingkatan ini bagi orang yang sudah sadar dan menyadari akan Hukum 
Allah(taqwa) dan ikhlas berserah diri secara Kaffah, tidak membutuhkan 
rangsanganapapun sabagaimana SOP para malaikat melaksanakan tugasnya yang tanpa 
merasaberat atau mengharap imbalan apapun, apalagi cuma Pahala yang kadang 
seringdihitung2 orang.

============ ========= ========= =

Alhamdulillah, kita sudah sharing pendapat tentang makna Taqwa.Mana yg benar 
tentuhanya ALLAH yg bisa menghakami.. ..

IKHLAR BERSERAH DIRI. "SUBMISSION"
Makan islam adalah penyerahan diri kpd ALLAH Yg mengatur semua yg ada di bumi 
ini,karena ciptaannya dan milikNya

Namun bukan lah berarti seperti "Robat" yg bergerak karena digerakan oleh 
tuannya,pemiliknya,

Yang dimaksud submission atau penyerahan diri dlm Islam itu sendiri adalah ; 
menjatuhkan diri kpd peraturan2 ALLAH.peraturan2 ALLAH itu ada di 
Kitab2Nya..taurat, zabur Injil dan al quran.

Setelah kita mencoba memahami peraturan2 ALLAH itu dan kita amalkan,kemudian 
kita serahkan kembali kpd ALLAH yg akan menghakimi di akirat setelah semua 
kembali pada Nya.Biarlah ALLAH yang akan menghakimi, bukan ulama2 dan 
pemerintah dlm menimbang amal2 baik dan buruk serta mengahmiki  siapa yang 
benar dan siapa yang sesat.
Itulah yang saya pahami ==makna menyerakan diri kpd Nya==dgn ikhlas
Didunia ini kita hanya berusaha sedapat mungkin, kita tidak dapat bertanya kpd 
ALLAH apakah yang kita lakukan ini adalah benar atau salah, kita menunggu 
sampai hari kimat dan berdoa setelah meneyrahkan diri mentatai peraturan2Nya. 
Demikian saya memahaminya. Hanya ALLAH ALLAH yang maha Benar.

MENGHUJAT.
Saya berpendapat sebatas menyalahkan , artikel, pendapat  atau keyakinan atau 
pengmalan seseorang2 adalah sunatullah,saling mengingatkan. .dgn niat untuk 
kebaikan...dan kasih sayang...

Yang diharamkan oleh ALLAH dlm al Quran adalah;

--haram memberikan nama2 yg buruk kpd pribadi2 seseorang
--haram melarang seserang berbicara, beribadah, beragama, berdiskusi.
--haram menzolmi melukai secara fisik...dll

Mengeritik president, ulama2, pemimpin2 masarakat adalah sssuatu hal yang 
penting, sebagai kontrol dan koreksi.

Hanya ulama2 kita yg belajar dari Saudi--wahabi -salafy yg berbudaya Diktator, 
ulama2 dianggap tuhan, artinya tidak boleh dibantah apalagi di 
salahkan...akibatny a tanpa ada yg mengoreksi ulama2, akirnya pemahaman2 islam 
yg dibawanya mengasilakn umat yg ==terbelakang= =
bukan umat ==rahmatan lil'alamin.

Saya mendorong pemuda2 untuk mengoreksi president kita, ulama2 kita dan 
pemimpin2 masarakat, agar mereka bisa hati hati..tanpa koreksi dari umat, 
mereka merasa ==benar selalu== benar bukan?

Silakan pilih topik2 lain untuk di diskusikan.

salam hangat dari usa.

--- In wanita-muslimah@ yahoogroups. com,  <bangmossad@ ...> wrote:
>
> 
> Salamun alaikum bima shabartum
> 
>


 



[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke