Ketenangan Hati

By: agussyafii

Hidup ini bagaikan sebuah roda yang berputar adakalanya saat untuk naik dan 
saatnya berhenti ataupun turun. Selalu ada perubahan, turun atau naik. Dalam 
usianya separoh abad ketika sedang menikmati kesuksesan dan kejayaan justru 
diterpa oleh penyakit kronis. Begitu tuturnya di Rumah Amalia. Kehadiran beliau 
membawa kebahagiaan tersendiri bagi anak-anak Amalia.  Sebagai bentuk rasa 
syukurnya atas kesembuhan dari sakitnya beliau berkenan berbagi rizki. 

Beliau menceritakan tentang sakitnya. Beliau mengidap sakit liver. Penyakit 
yang dideritanya adalah penyakit pengantar maut. Kenyataan itu tentunya 
merupakan pukulan berat baginya. Namun dikala penuh kecemasan, suara adzan 
terdengar syahdu justru membukakan kesadarannya. Meluluhakn nuraninya, 
mengantarkan hidayah Allah kepada dirinya. Akhirnya dengan perasan yang tulus 
berjanji dalam hati, jika sembuh dari sakitnya maka akan menjalankan ibadah 
lebih baik lagi.

Sewaktu dalam keadaan sakit, berkat ketekunan seorang dokter dan atas 
pertolongan Allah Subhanahu Wa Ta'ala penyakit yang saya derita perlahan mulai 
membaik dan akhirnya sembuh. Padahal menurut dokter sangat kecil kemungkinannya 
untuk disembuhkan. Maka sejak itulah berkat dukungan istri dan anak-anaknya, 
beliau mendalami sholat dan ibadah lainnya.

'Saya merasakan perbedaan sebelum dan sesudah saya menjalani Islam dengan 
baik.' tutur beliau. 'Agama telah memberikan ketenangan dalam hati saya bahkan 
dalam keluarga. Bila agama dijalankan dengan baik maka persoalan hidup sesulit 
apapun akan mudah diatasinya.' lanjut beliau dengan mata berkaca-kaca.  Air 
Matanya berlinang, sesekali beliau mengusap air matanya. Wajahnya terlihat 
teduh. 

Islam telah memberikannya jalan hidup, membukakan tabir kehidupan bagi dirinya. 
Kalau hanya mementingkan materi mengabaikan agama sesungguhnya materi seberapa 
banyaknya tidak akan pernah cukup. tetapi bila keimanan kepada Allah cukup 
kuat, maka seberapapun rizki yang diprolehnya maka terasa cukup.  'Inilah 
prinsip hidup saya sebagai seorang muslim yang membawa ketenangan hati.' tutur 
beliau. Subhanallah.

'Dia-lah yang telah menurunkan ketenangan ke dalam hati orang-orang mukmin 
supaya keimanan mereka bertambah disamping keimanan mereka yang telah ada. Dan 
kepunyaan Allah-lah tentara langit dan bumi, Dan Allah Maha Mengetahui lagi 
Maha Bijaksana (QS. al-Fath : 4).

Wassalam,
agussyafii
----
Tulisan ini dalam rangka kampanye program Kegiatan 'Salam Amalia' (SALMA) Hari 
Ahad, Tanggal 9 Mei 2010 Di Rumah Amalia. Silahkan kirimkan dukungan dan 
partisipasi anda di http://www.facebook.com/agussyafii2, atau 
http://agussyafii.blogspot.com/, http://www.twitter.com/agussyafii atau sms di 
087 8777 12 431




      

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke