Ilmu nahwu hanya salah satu alat bantu untuk mencari jawaban dari ayat qur'an, 
karena tidak ada kebenaran tunggal dalam membuat opini made in manusia, maka 
tidak ada salahnya kita mengexplore semampu kita. Toh kalau salam dalam 
menyampaikan pendapat, akan ada yang mengoreksi.

Wassalam
Abdul Mu'iz

--- Pada Kam, 6/5/10, Yudi Yuliyadi <y...@geoindo.com> menulis:

Dari: Yudi Yuliyadi <y...@geoindo.com>
Judul: RE: [wanita-muslimah] Re: Kenapa ALLAH menyebutkan dirinya kata, "KAMI" 
dlm al quran?
Kepada: wanita-muslimah@yahoogroups.com
Tanggal: Kamis, 6 Mei, 2010, 8:48 AM







 



  


    
      
      
      Sebaiknya dikembalikan kepada text aslinya yaitu bahasa arab



Ilmu nahwu maupun ilmu yang berkaitan dengan kaidah bahasa arab



Akan lebih sesuai dengan kontek maksud "kami" di dalm al-qur`an



_____  



From: wanita-muslimah@ yahoogroups. com

[mailto:wanita-muslimah@ yahoogroups. com] On Behalf Of Abdul Muiz

Sent: Thursday, May 06, 2010 8:38 AM

To: wanita-muslimah@ yahoogroups. com

Subject: Bls: [wanita-muslimah] Re: Kenapa ALLAH menyebutkan dirinya kata,

"KAMI" dlm al quran?



Yang pasti disepakati adalah bahwa penggunaan kata kami (kata ganti orang

pertama jama) tidaklah berarti Allah itu jamak atau polytheism.



(1) Kayaknya uraian pak Abdul latif yang mengartikan "Kami" dalam qur'an

sebagai kata ganti Allah memang banyak dikaitkan dengan keterlibatan

malaikat jibril.



Kata jamak atau tepatnya kata ganti orang pertama jamak, yakni "Kami", 

digunakan secara konsisten bila dalam suatu aksi perbuatan malaikat ikut

terlibat, bukan hanya Allah SWT sendiri. Sebagai contoh, turunnya 

Al-Qur'an terjadi dengan partisipasi malaikat Jibril (lihat QS. 2:97 di 

bawah). Oleh karena itu, jika membicarakan wahyu-wahyu Allah SWT, kata 

majemuk "Kami" digunakan untuk mengakui peranan malaikat Jibril (lihat 

QS. 5:44 dan QS. 15:9 di bawah). Begitu pula bilamana kata majemuk 

"Kami" digunakan Allah SWT untuk 

menghargai partisipasi para malaikat (lihat juga QS. 70:40). 



Dengan kata lain, dalam situasi di mana Allah SWT 

sendiri sebagai pelaku, kita mendapatkan bahwa Allah SWT mempergunakan 

bentuk kata tunggal atau kata ganti orang pertama, kedua, dan ketiga 

tunggal. Sebagai contoh, ketika Allah SWT berfirman kepada Nabi Musa 

a.s. di mana tidak ada malaikat sebagai perantara, kita mendapatkan 

bahwa Allah SWT berfirman dalam bentuk kata ganti orang pertama tunggal 

(lihat QS. 20:11-15 di bawah). Demikian juga dengan sikap ibadah makhluk

yang harus ditujukan kepada Allah SWT, Dia mengekspresikan firman-Nya 

dengan menggunakan kata ganti orang pertama tunggal (lihat QS. 51:56 di 

bawah). 



"Katakanlah: 'Barang 

siapa yang menjadi musuh JIBRIL,

maka JIBRIL itu telah 

menurunkannya (Al Qur'an) ke dalam hatimu dengan seizin Allah; 

membenarkan apa (kitab-kitab) yang sebelumnya dan menjadi petunjuk serta

berita gembira bagi orang-orang yang beriman'." (QS. 2:97) 



"Sesungguhnya

KAMI telah menurunkan Kitab 

Taurat di dalamnya (ada) petunjuk dan cahaya (yang menerangi), yang 

dengan Kitab itu diputuskan perkara orang-orang Yahudi oleh nabi-nabi 

yang menyerah diri kepada Allah, oleh orang-orang alim mereka dan 

pendeta-pendeta mereka, disebabkan mereka diperintahkan memelihara 

kitab-kitab Allah dan mereka menjadi saksi terhadapnya. Karena itu 

janganlah kamu takut kepada manusia, (tetapi) takutlah kepada AKU. Dan

janganlah kamu menukar 

ayat-ayat AKU dengan harga yang 

sedikit. Barangsiapa yang tidak memutuskan menurut apa yang diturunkan 

Allah, maka mereka itu adalah orang-orang yang kafir." (QS. 5:44) 



"Sesungguhnya

KAMI-lah yang menurunkan 

Al-Qur'an, dan sesungguhnya KAMI

benar-benar memeliharanya. " (QS. 15:9) 



"Maka ketika ia datang 

ke tempat api itu ia dipanggil: "Hai Musa. Sesungguhnya AKU inilah Tuhanmu,

maka tanggalkanlah

kedua terompahmu; sesungguhnya kamu berada dilembah yang suci, Thuwa. 

Dan AKU telah memilih kamu, maka

dengarkanlah apa yang akan diwahyukan (kepadamu). Sesungguhnya AKU ini

adalah Allah, tidak ada Tuhan 

(yang hak) selain AKU, maka 

sembahlah AKU dan dirikanlah 

shalat untuk mengingat AKU. 

Segungguhnya hari kiamat itu akan datang AKU merahasiakan (waktunya) agar

supaya tiap-tiap diri itu

dibalas dengan apa yang ia usahakan." (QS. 20:11-15) 



"Dan 

tidak AKU ciptakan jin dan 

manusia melainkan supaya mereka menyembah AKU." (QS. 51:56) 



"Maka AKU bersumpah dengan Tuhan Yang menguasai timur dan barat,

sesungguhnya KAMI benar-benar Mahakuasa." (QS. 

70:40) Frasa Tuhan Yang 

menguasai timur dan barat dalam QS. 70:40 di atas merupakan 

kiasan yang maksudnya adalah malaikat-malaikat pemelihara benda-benda 

angkasa. Kita tahu bahwa Allah SWT adalah Tuhan Yang Menguasai Alam 

Semesta beserta segala isinya (lihat QS. 1:2).



(2) "Dalam bahasa Arab, dhamir 'nahnu' adalah 

bentuk kata ganti orang pertama dalam bentuk jamak yang berarti kita 

atau kami. Tapi dalam ilmu nahwu, ada dhamir muttakallim binafsi ada 

mutakallim ma'al ghoir maka dari itu maknanya bisa saja bukan kami 

tetapi aku, saya dan lain-lainnya tetapi juga menunjukkan kebesaran 

orang yang menggunakannya. 



Misalnya, seorang presiden SBY mengatakan 

begini, "Kami menyampaikan salam kepada kalian", apakah berarti jumlah 

presiden negara kita ada lima orang? Tentu saja tidak. Sebab kata "kami"

yang digunakannya menggambarkan kebesaran negara dan bangsanya, bukan 

menunjukkan jumlah presidennya.



(3) Pak Quraisy Shihab seringkali memaknai penggunaan kata kami adalah

bermakna Allah amat menghargai keterlibatan pihak lain (tidak hanya

malaikat) yang turut serta berpartisipasi di dalamnya seperti menjaga al

qur'an (tidak hanya malaikat, tetapi juga keterlibatan kaum muslimin

menghafal dan mengamalkannya)  atau menurunkan hujan (tidak hanya malaikat

tetapi juga awan, angin, sinar matahari dan sebagainya).



(4) Namun  tidak jarang kita jumpai firman Allah yang menggunakan kata ganti

pertama bentuk tunggal dan bentuk jamak secara bergantian mengenai

permasalahan yang sama, perhatikan ayat-ayat berikut :



a) Dan berimanlah kamu kepada apa yang telah Aku turunkan... (2:41)

Ini 

adalah sebuah kitab yang Kami turunkan kepadamu... (38:29)



b) ....Aku

telah melebihkan kamu atas segala umat (2:122)

... dan Kami lebihkan

mereka atas bangsa-bangsa (45:16)



c) ...pastilah Aku masukkan 

mereka ke dalam surga... (3:195)

kelak akan Kami masukkan mereka ke 

dalam surga.. (4:57)



d) ...Kelak akan Aku jatuhkan rasa ketakutan ke

dalam hati orang-orang kafir... (8:12)

Akan Kami masukkan ke dalam 

hati orang-orang kafir rasa takut.. (3:151)



Wassalam

Abdul Mu'iz



--- Pada Kam, 6/5/10, abdul <latifabdul777@

<mailto:latifabdul7 77%40yahoo. com> yahoo.com> menulis:



Dari: abdul <latifabdul777@ <mailto:latifabdul7 77%40yahoo. com> yahoo.com>

Judul: [wanita-muslimah] Re: Kenapa ALLAH menyebutkan dirinya kata, "KAMI"

dlm al quran?

Kepada: wanita-muslimah@ <mailto:wanita- muslimah% 40yahoogroups. com>

yahoogroups. com

Tanggal: Kamis, 6 Mei, 2010, 5:31 AM



Wikan Danar,Bimilhairrahm anirrahiim



Wahyu2 ALLAH itu disampaikan oleh Malaikat Jiblri..kpd Muhammdas saw



Jiblril berkta;Kami, artinya Jibril bisa bersama ALLAH dan bisa bersama

masarakat malaikat.Sama sama gaib.



Kalau ALLAH berfirman dgn menggunakan 'Kami" artinya ALLAH bersama

malaikat2Nya.



Saya berkeyakinan demikian. Sebab ALLAH itu dimana saja adalah ESA..



peraturan2 yg dibuat itu harus jelas jangan sampai orang menjadi bingung dgn

mempunyai 2 makna.



salam=peace



--- In wanita-muslimah@ yahoogroups. com, Wikan Danar Sunindyo <wikan.danar@

...> wrote:



>



> itu namanya gaya bahasa pak abdul



> kami tidak selalu menunjuk tunggal



> dalam bahasa indonesia saja, kita sering menggunakan kami sebagai



> pengganti saya atau aku supaya lebih formal



> ada ulama yang menyatakan bahwa jika Tuhan menggunakan kata kami



> sebagai pengganti dirinya, itu dimaksudkan bahwa Tuhan menggunakan



> perantara pihak lain untuk mewujudkan kuasa-Nya. Bukan berarti jibril



> yang berkata.



> 



> demikian



> 



> salam,



> --



> wikan



> 



> 2010/5/1 abdul <latifabdul777@ ...>



> >



> >



> >



> > Bismilahirrahmanirr ahiim.



> >



> > Seorang wanita Muslim bertanya kepada saya,"Kenapa dalam al Quran ada

kata ,"KAMI" ,sedangkan ALLAH itu bukanlah banyak tapi single atu ESA.



> >



> > Jawabannya;



> >



> > Kata "Kami" dlm ayat2 ALLAH itu adalah dimana Malaikat Jibril yang

berkata atas nama ALLAH ; Misalnya ayat ini;



> >



> > Jibril berkata: "Demikianlah. Tuhanmu berfirman: "Hal itu adalah mudah

bagi-Ku; dan agar dapat Kami menjadikannya suatu tanda bagi manusia dan

sebagai rahmat dari Kami; dan hal itu adalah suatu perkara yang sudah

diputuskan." QS 19:19.



> >



> > Semoga ayat diatas itu dapat memperbaiki aqidah kita,amien



>



[Non-text portions of this message have been removed]



[Non-text portions of this message have been removed]





    
     

    
    


 



  







[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke