DARI HMNA :
Kebrutalan pasukan Salib menurut Gustave Le Bon, dilukiskan olehnya: 
Saat pasukan Salib memasuki kota Jerusalem (7 Juni 1099 M/493 H), mereka 
merusak semua bangunan Islam dan merampas harta benda kaum Muslim. 
Dalam setiap penyerbuannya, mereka bersikap ganas. Tidak membedakan 
antara pasukan lawan dan rakyat sipil. Akibat-nya seluruh lapisan 
masyarakat mereka bantai. Inilah tindakan penyembelihan dan pembantaian 
terbesar yang kebiadabannya tiada tara dalam sejarah. Di setiap pelosok 
Kota Suci itu banyak kepala, tangan, dan kaki manusia yang berserakan 
serta jasad kaum Muslim yang bergelimpangan di sepan-jang jalan hasil 
'pesta-darah' mereka selama sepekan, lebih dari 70.000 orang yang 
dibantai. Bahkan Godfrey (pimpinan pasukan Salib saat itu) mengirimkan 
kabar kemenangannya dengan menyatakan bahwa kuda-kudanya harus 
mengarungi lautan darah orang-orang Timur.


Sedangkannkita umat islam masih suka melakukan perbuatan Penindasan atau 
perbuatan ==SETAN= yang mau menindas dan membunuh sesama muslim seperti 
masarakat manusia hutan...satu tribe membunuh tribe lain.
Kalau ada orang asing yang datang akan dibunuhnya juga, ==takut kalau anak2 dan 
kelaurganya ==terpengaruh oleh budaya LUAR==



[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke