Republika OnLine <http://www.republika.co.id/> » Gaya
Hidup<http://www.republika.co.id/kanal/gaya-hidup>»
Parenting <http://www.republika.co.id/kanal/gaya-hidup/parenting>
 Sulit Bedakan Benar atau Salah? Bayi Enam Bulan Saja
Tahu<http://www.republika.co.id/gaya-hidup/parenting/10/05/11/115158-sulit-bedakan-benar-atau-salah-bayi-enam-bulan-saja-tahu>
Selasa,
11 Mei 2010, 13:00 WIB
  [image: 
Smaller]<http://www.republika.co.id/berita/gaya-hidup/parenting/10/05/11/115158-sulit-bedakan-benar-atau-salah-bayi-enam-bulan-saja-tahu#>
[image: 
Reset]<http://www.republika.co.id/berita/gaya-hidup/parenting/10/05/11/115158-sulit-bedakan-benar-atau-salah-bayi-enam-bulan-saja-tahu#>
[image: 
Larger]<http://www.republika.co.id/berita/gaya-hidup/parenting/10/05/11/115158-sulit-bedakan-benar-atau-salah-bayi-enam-bulan-saja-tahu#>
 corbis
[image: Sulit Bedakan Benar atau Salah? Bayi Enam Bulan Saja Tahu]
ilustrasi bayi berusia enam bulan

REPUBLIKA.CO.ID -Jika Anda adalah orangtua, sebaiknya jaga sikap Anda sedini
mungkin. Jangan anggap remeh kemampuan si kecil. Sebuah studi mengungkap,
bayi berusia enam bulan sudah mampu membedakan hal yang benar atau salah.

Para peneliti meminta bayi dari berbagai usia untuk memilih diantara
karakter yang mereka lihat bersikap baik atau buruk dan sebagian besar
memilih karakter "baik". Bayi berusia satu tahun tampak menjauh dari
karakter boneka yang dinilai "nakal", bahkan tampak pergi sejauh mungkin
atau memukul kepalanya.

Penelitian yang dimotori oleh tim psikologi dari  Infant Cognition Centre di
Yale University mengungkap, hal itu sangat bertolakbelakang dengan keyakinan
yang pernah diutarakan oleh psikologi ternama, Sigmund Freud yaitu bayi
terlahir sebagai "hewan amoral" dan perlu diajarkan kepekaan terhadap hal
benar dan salah dengan kondisi tertentu.

Percobaan lain, bayi berusia antara enam bulan dan satu tahun diminta untuk
menonton film yang menggambarkan sebuah bola merah lengkap dengan mata
mencoba mendaki bukit, sementara segitiga berwarna kuning berusaha
mendorongnya dari belakang, dan segitiga hijau berusaha mencegah usaha
tersebut.

Pada akhir film, peneliti meminta bayi itu memilih bentuk mana yang mereka
sukai dengan mengukur berapa lama mereka melihat gambar karakter itu satu
per satu. Sekitar 80 persen dari bayi itu memilih karakter yang membantu
dibandingkan sebaliknya.

Seorang Profesor di bidang Psikologi sekaligus pemimpin penelitian, Paul
Bloom mengatakan, hal itu merupakan bukti yang terus berkembang. Menunjukkan
manusia memiliki nilai moral dasar sejak dini.

"Dengan bantuan dari percobaan yang cermat, Anda dapat melihat kilasan dari
pemikiran moral, penilaian moral dan perasaan moral bahkan pada satu tahun
pertama kehidupan. Sebagian dari nilai baik dan buruk tampaknya memang sudah
ada sejak manusia dilahirkan," terangnya.

Ada juga percobaan lain. Bayi berusia satu tahun diminta menonton
pertunjukkan boneka kelinci yang mencoba untuk mengambil bola dari boneka
kucing, sementara kelinci kedua berusaha mengembalikannya.

Mereka kemudian menghukum boneka nakal itu dengan mengambi kembali permen
yang telah diberikan sebelumnya. Bahkan, sebagian lagi memukul kelinci nakal
itu dibagian kepala secara spontan.

Salah seorang pengajar senior bidang Psikologi dari Dundee University, Peter
Willatts mengatakan, tak ada yang bisa benar-benar memahami pemikiran bayi
karena mereka juga tidak bisa ditanya. "Anda harus melakukan apa yang paling
menarik perhatian mereka," ujarnya.

"Kita tahu pada usia enam bulan pertama, bayi belajar sangat cepat dibanding
yang kita sangka. Apa yang dibawa sejak lahir dan mereka pelajari, sangat
sulit untuk dipisahkan," tuturnya.


-- 
Aldo Desatura ® & ©
================
Kesadaran adalah matahari, Kesabaran adalah bumi
Keberanian menjadi cakrawala dan Perjuangan Adalah pelaksanaan kata kata


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke