Situs Anti-Islam Ditolak, Situs Pro-Islam Diabaikan
Senin, 26 April 2010 09:19


Kebiasaan buruk kita, kita sangat keras menolak situs anti-Islam, tapi di
sisi lain kita sering mengabaikan situs Islam; kita menentang pemurtadan,
tapi kita juga sering mengabaikan para mualaf; kita menolak media sekuler
dan anti-Islam, tapi kita juga sering membiarkan media-media Islam "hidup
segan mati tak mau".

 

Sejumlah ulama dan tokoh masyarakat di Jember, Jawa Timur, melaporkan
keberadaan sebuah situs internet yang menyudutkan agama Islam. Seperti
dilansir Liputan6.com, mereka mendesak pihak kepolisian segera mengusut
pelecehan serta penistaan agama Islam di blog internet itu.

Para ulama mengatakan, situs internet itu jelas-jelas melecehkan Islam,
melanggar hak asasi manusia, dan meresahkan umat. Karena itu, sudah pantas
bila pembuat situs ditangkap. Kementerian Komunikasi dan Informasi juga agar
segera memblokir situs tersebut.

Situs www.berita8.com bahkan sudah menyusun daftar sejumlah situs anti-Islam
tersebut, seperti thereligionofpeace.com, mengenal-islam.t35.com,
islam-watch.org,# Amil Imani, Anti IslamFaith Freedom International ­ Forum
Indonesia, Jihad Watch, dan masi banyak lagi.

Kita mendukung seruan para ulama Jember tersebut. Masalahnya, apakah
pemblokiran itu bisa dilakukan? Tampaknya, pemblokiran situs (blog) tidak
semudah membreidel media cetak atau menutup radio/tv. Dunia internet/blog
sangat terbuka dan tanpa batas.
 

Dalam kaitan itu, saya hanya ingin menyatakan tentang "kebiasaan buruk
kita", umat Islam. Kita sangat keras menolak situs anti-Islam, tapi di sisi
lain kita sering mengabaikan situs Islam --seperti WI ini. Kita menentang
pemurtadan, tapi kita juga mengabaikan para mualaf. Kita menolak media
sekuler dan anti-Islam, tapi kita juga membiarkan media-media Islam "hidup
segan mati tak mau".

Pada era gelobalisasi informasi dan kecanggihan teknologi informasi kini,
perang informasi dan perang pemikiran-budaya (ghozwul fikr wa tsaqofi)
memang terus bergulir dan terus membara. Yang dapat kita lakukan antara lain
membentuk barisan jundullah (tentara Allah), prajurit-prajurit pembela Islam
di medan perang informasi ini.

Para ulama, ustadz, santri, dan kaum Muslim umumnya, perlu "diprovokasi"
untuk menguasai IT, nge-blog, bikin situs, dan syiarkan Islam di dunia maya
ini. Kita tandingi situs-situs anti-Islam itu dengan situs-situs cinta
Islam. Kita tidak bisa hanya mengeluh, tapi melawan, menjawab tantangan kaum
kuffar, para musuh Allah dan Rasul-Nya itu...

Ayo nulis, nge-blog, sinari dunia maya dengan "nur Islam"!!! Ormas-ormas dan
lembaga dakwah Islam, ayo bikin situs dan syi'arkan Islam. Wallahu a'lam.*

http://www.warnaislam.com/blog/jurnalistik/2010/4/26/33540/Situs_Anti-Islam_
Ditolak_Situs_Pro-Islam_Diabaikan.htm



[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke