----- Original Message ----- 
From: "Ari Condro" <masar...@gmail.com>
To: <wanita-muslimah@yahoogroups.com>
Sent: Sunday, May 16, 2010 12:20
Subject: Re: [wanita-muslimah] Seri 923 Yang Kebetulan dan yang Aneh

udah lima tahun, KPK gak punya detektif dari kalangan sipil, toh ?  abah
ndak heran ?
###################################################################################
HMNA:
Sejak kapan KPK punya detektif ?
Andaikata pembuktian terbalik sudah diterapkan, KPK tidak butuh lagi penyidik 
dari polisi. 
#################################################################################

salam,
Ari


2010/5/16 H. M. Nur Abdurahman <mnur.abdurrah...@yahoo.co.id>

>
>
> BISMILLA-HIRRAHMA-NIRRAHIYM
>
> WAHYU DAN AKAL - IMAN DAN ILMU
> [Kolom Tetap Harian Fajar]
> 923 Yang Kebetulan dan yang Aneh
>
> Polri meminta empat anggotanya yang bertugas di KPK ditarik, melalui surat
> bernomor R/703/V/2010/Sde SDM tertanggal 3 Mei 2010. Surat itu
> berklasifikasi rahasia dan ditujukan kepada Ketua KPK. Kejadian ini
> KEBETULAN susul-menyusul dengan santernya nyanyian mantan Kepala Bareskrim,
> Komisaris Jenderal Susno Duadji yang ujung-ujungnya telah ditahan oleh
> Markas Besar Kepolisian RI.
>
> Kini mulai santer orang bicarakan tentang pembuktian terbalik. Padahal ini
> telah dikemukakan oleh Jaksa Agung almarhum Baharuddin Lopa pada
> pemerintahan Presiden RI almrhum Abdurrahman Wahid di depan sidang pleno DPR
> RI. Namun tidak mendapat respons sama sekali.
>
> Asal-usul metode pembuktian terbalik ini, yaitu dari Khalifah 'Umar ibn
> Khattab RA (581-644). Khalifah yang kedua ini (634-644) mendapat inspirasi
> dari pertanyaan Nabi Zakaria AS kepada Maryam binti 'Imran:
> -- QAL YMRYM ANY LK HDzA (S. AL'AMRAN, 3:37) dibaca: qa-la ya- maryamu
> anna- laki ha-dza-, artinya:
> -- Hai Maryam, dari manakah engkau mendapatkan ini? Pertanyaan anna laki
> hadza, dari manakah engkau mendapatkan ini dalam ayat (3:37) tersebut
> diaplikasikan oleh Khalifah 'Umar ibn Khattab RA kepada aparat kekhalifahan,
> anna laka hadza. Sejak itu anna laka hadza menjadi jurisprudensi dalam Hukum
> Islam
>
> Dalam hal korupsi terlalu banyak menguras tenaga penyidik untuk membuktikan
> tersangka melakukan tindak pidana. Apabila dipakai metode pembuktian
> terbalik, maka tidak perlu langkah penyidikan. cukup penyelidikan saja,
> hanya memeriksa saksi-saksi, menerima laporan masyarakat sekitar kekayaan
> terperiksa, baik yang bergerak dan tidak bergerak, mendata kekayaan
> terperiksa, lalu "mengamankan" harta-harta kekayaan itu. Maka tinggallah
> pejabat yang terperiksa itu saja yang harus membuktikan bahwa hartanya itu
> bersih dari korupsi. Kalau ada sisanya yang kotor, maka yang sisa tersebut
> dirampas oleh negara, dan pejabat/koruptor itu dijatuhi hukuman dengan
> sanksi maksimum potong tangan.
>
> Alhasil bukan lagi jaksa penuntut umum yang harus membuktikan tindak pidana
> korupsi, melaikan pembuktian itu harus dilakukan oleh terdakwa dalam sidang
> pengadilan. Jaksa cukup hanya menyodorkan data kekayaan terdakwa dan
> menuntut hukuman maksimum potong tangan dalam sidang pengadilan. Demikianlah
> proses itu menjadi efisien dan efektif. Dan dengan sanksi potong tangan,
> menjadi penggentar bagi yang lain untuk pikir punya pikir untuk korupsi.
> Lagi pula dengan sanksi potong tangan itu negara tidak usah mengeluarkan
> ongkos lagi untuk kehidupan terpidana dalam penjara, sebab terpidana tidak
> dipenjarakan lagi.
>
> Maka tindakan Polri meminta empat anggotanya yang bertugas sebagai penyidik
> di KPK ditarik, itu bukan masalah lagi.
>
> ***
>
> Pengadilan Negeri Jakarta Selatan mengabulkan permohonan praperadilan
> penghentian penuntutan Bibit S Rianto dengan Chandra M Hamzah, yang diajukan
> Anggodo Widjojo. Putusan itu menyebutkan bahwa perkara kedua pemimpin Komisi
> Pemberantasan Korupsi tersebut tetap dilanjutkan ke pengadilan, sementara
> tergugat dalam permohonan praperadilan itu ialah Kejaksaan Agung. Kemenangan
> Anggodo ini KEBETULAN sekali kejadiannya beruntun setelah KPK mulai
> merespons rekomendasi DPR RI perihal kasus skandal Bank Century, dengan
> aktif menyelidiki Boediono dan Sri Mulyani yang keduanya "Pahlawan" Ekonomi
> dari aliran neo-lib.
>
> Menurut UU 30 Tahun 2002 tentang KPK, apabila ada piminan KPK sudah menjadi
> terdakwa, maka ybs dipecat. Jadi tidak perduli apakah Bibit dan Chandra
> kelak nanti divonis bebas karena lemahnya bukti-bukti materiil maupun
> formil, itu samuanya tidaklah penting, karena yang penting keduanya cukuplah
> dijadikan terdakwa seperti Antasari yang diumpan dengan perempuan pada waktu
> masih terdakwa sudah dipecat dalam rangka grand design penggembosan KPK.
> Dalam hal ini kita dapat memahami kebijakan Presiden SBY agar kasus
> Bibit-Chandra diselesaikan di luar pengadilan, sebab nanti akan hanya
> tinggal dua orang saja pimpinan KPK nanti.
>
> Kejaksaan Agung telah mengajukan memori banding atas putusan Pengadilan
> Negeri Jakarta Selatan dan sekarang orang menunggu-nunggu hasilnya. Kalupun
> misalnya Pengadilan nanti tetap memenangkan Anggodo sehingga kasus
> Bibit-Candra diteruskan ke Pengadilan sebagai terdakwa, itu bukan masalah
> lagi, keduanya tidak akan dipecat. Mengapa? Karena Mahkamah Konstitusi telah
> memutuskan: Pimpinan KPK Tidak Dapat Diberhentikan Tanpa Putusan Pengadilan.
> Mahkamah membatalkan Pasal 32 Ayat 1 huruf c UU KPK yang berbunyi,"Pimpinan
> Komisi Pemberantasan Korupsi berhenti atau diberhentikan karena menjadi
> terdakwa dalam tindak pidana kejahatan."
>
> ***
>
> Susno Duadji bernyanyi di depan forum DPR RI bahwa ada kasus yang lebih
> besar dari Gayus Tambunan, yang disebutnya dengan Mr X. Susno Duadji yang
> menggali lubang untuk markus Mr X, akhhirnya terperosok sendiri ke dalam
> lubang yang digalinya itu. Rupanya ia berdiri berpijak di atas tanah
> timbunan yang menjadi longsor sehingga Susno Duadji sendiri terperosoka ke
> dalamnya. Ada yang ANEH di sini. Kalau memang Susno Duadji terlibat
> gratifikasi / penyuapan kasus Arowana, maka alangkah bodohnya dia. Kebodohan
> inilah yang ANEH. WaLlahu a'lamu bisshawab.
>
> *** Makassar, 16 Mei 2010
> [H. Muh.Nur Abdurrahman
> http://waii-hmna.blogspot.com/2010/05/923-yang-kebetulan-dan-yang-aneh.html

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke