Kalo dalam 2:120 gimana? Gebyah uyah?
:-)

  ----- Original Message ----- 
  From: H. M. Nur Abdurahman 
  To: wanita-muslimah@yahoogroups.com 
  Sent: Monday, May 17, 2010 11:38 AM
  Subject: Re: [wanita-muslimah] Gol.Syurga itu Termasuk; umat2 Yahudi, Nasrani 
dan Mukmin.....


    
  Sebetulnya, bisa lebih diringkas lagi perbedaan yang kafir dan yang tidak.
  Semua manusia, pada awalnya amalnya adalah kosong. Pada masa hidupnya dia 
bisa kafir masuk neraka, bisa beriman masuk surga.

  Yang masuk neraka:
  Yang tidak ada usaha untuk mengenal akhirat tentu tidak perduli ada Sang 
pencipta atau tidak.
  dengan kata lain, mereka tidak ada usaha sholat (dalam bentuk dan cara apapun 
juga).
  kalau tidak perduli akhirat, tentu tidak pernah sholat, sembahyang, meditasi, 
samadhi atau apalah.
  maka dia raport akhiratnya tetap kosong atau bahkan minus kalau jahat.
  orang2 ini yang disebut kafir.
  Karena itu dikatakan, pertama kali yg ditanya di alam kubur adalah sholat.
  yang tetap kosong masuk neraka.
  yang minus masuk dasar neraka.

  Yang masuk surga:
  siapapun juga yang perduli untuk mengumpulkan amal akhirat.
  yang jelas raport akhiratnya positif.
  kalau ada perbuatan karma jahat, entah lunas saat di dunia, atau nanti di 
akhirat.
  yang jelas dia punya kesempatan buat masuk surga.

  rewrite:
  1..Sesungguhnya orang-orang Mukmin, orang-orang Yahudi, Shabiin dan 
orang-orang Nasrani, siapa saja (di antara mereka) (1)yang benar-benar beriman 
kepada Allah, (2)hari kemudian dan (3) beramal saleh, maka tidak ada 
kekhawatiran terhadap mereka(masyuk syurga) dan tidak (pula) mereka bersedih 
hati.QS.5:69.
  
#############################################################################################
  HMNA:
  Siapakah itu Mukmin, orang-orang Yahudi, Shabiin dan orang-orang Nasrani 
dalam QS 5:69, silakan simak Seri 570 di bawah
  *****************************************************

  BISMILLA-HIRRAHMA-NIRRAHIYM

  WAHYU DAN AKAL - IMAN DAN ILMU
  [Kolom Tetap Harian Fajar]
  570. Surah Al Baqarah, Ayat 62(#) 

  -- AN ALDZYN AMNWA WLDZYN HADWA WALNSHRY WALSHABaYN MN AMN BALLH WALYWM 
ALAKHR W'AML SHALhA FLHM AJRAN 'AND RBHM WLA KHWF 'LYHM WLAHM YhZNWN (S. 
ALBQRt, 62), dibaca: Innal ladzi-na a-manuw wal ladzi-na ha-du- wan nasha-ra- 
wash sha-bii-na man a-mana biLla-hi wal yawmil a-khiri wa 'amila sha-lihan 
falahum ajruhum 'inda Rabbihim wa la- khawfun 'alayhim wa la-hum yahzanu-n (s. 
al baqarah), artinya: 
  -- Sesungguhnya orang-orang beriman, orang-orang Yahudi (ha-du-), orang-orang 
Nashrani (nasha-ra-), dan orang-orang Sha-bii-n, barang siapa beriman kepada 
Allah dan Hari Akhirat serta beramal shalih, maka untuk mereka pahala di sisi 
Rabbnya, tidak ada kekhawatiran atas mereka dan tiada mereka berduka cita 
(2:62).

  Siapa-siapa itu:
  1. a-manu-
  2. ha-du-
  3. nasha-ra-
  4. sha-bii-n.

  1. A-manu-, orang-orang beriman, ini menunjuk kepada ummat Nabi Muhammad SAW, 
yaitu iman yang dita'rifkan (didefinisikan) menurut Hadits (Shahih Bukhari), 
Rukun Iman: 1. Allah; 2. Malaikat- malaikatNya; 3. Kitab-KitabNya; 4. 
Rasul-RasulNya, 5. Hari Kemudian; 6. Qadha dan Qadar. 

  2. Ha-du- dibentuk oleh akar kata fi'il madhi [Ha, Alif, Dal] atau mashdar 
[Ha, Waw, Dal] artinya berpaling menuju kepada kebenaran, menuju kepada Allah, 
dapat pula berarti kembali perlahan-lahan kepada sesuatu. Kata Ha-du- menunjuk 
kepada ummat Nabi Musa AS.

  3. Nasha-ra- dibentuk oleh akar kata [Nun, Shad, Ra] artinya menolong. 
Nasha-ra- berarti penolong-penolong agama Allah. 
  -- QAL MN ANSHARY ALA ALLH QAL ALhWARYWN NhN ANSHAR ALLH (S.AL 'AMRAN, 52), 
dibaca: qa-la man ansha-ri- ilaLla-hi qa-lal hawa-riyyu-na nahnu ansha-ruLla-hi 
(s. ali 'imra-n), artinya: 
  -- Berkata ('Isa) siapa yang menolongku kepada Allah?, (sahabat-sahabat) 
hawariyyun berkata kami penolong (-mu kepada) Allah (3:52). 
  Dapat pula kata itu terkait dengan kata Na-sharah (Nazaret), suatu 
perkampungan tempat 'Isa bnu Maryam menempuh masa kecil beliau. Nasha-ra- 
menunjuk kepada ummat Nabi 'Isa AS.

  4. Sha-bii-n, Shabiah (Sabean) berasal dari bahasa Aramik (Al-'Ibriyyah 
Al-Jadiydah), shaba'a. Padanan katanya dalam bahasa Arab adalah ta`ammada yang 
berarti pembabtisan dan penyucian diri dengan air. Sha-bii-n adalah agama yang 
dianut oleh Salman al Farisi RA sebelum masuk Islam. Salman al Farisi RA 
bertanya kepada Nabi Muhammad SAW tentang nasib teman-temannya penganut 
Sha-bii-n.(##) Maka turunlah ayat (2:62). Sha-bii-n, dibentuk oleh akar kata 
[Shad, Ba, Alif], artinya meninggalkan. Sha-bii-n berarti orang-orang yang 
meninggalkan agama mereka untuk memeluk agama lain. Sha-bii-n menunjuk kepada 
sejenis sekte yang bermukim di semenanjung Arabia dan di negeri-negeri yang 
berbatasan dengannya. Maka Sha-bii-n adalah (1) kaum monotheist di Mesopotamia 
dengan menjadikan bintang-bintang sebagai perantara, (2) sebuah keyakinan yang 
berupa potongan-potongan dari agama Yahudi, Nashrani dan Zarathustra, (3) 
orang-orang yang bermukim dekat Mosul di Iraq yang monotheist, namun tidak me 
mpunyai kitab dan syari'at, mereka berkeyakinan mengikuti agama yang dibawakan 
Nabi Nuh AS, (4) orang-orang yang sekarang bermukin sekitar Iraq Selatan yang 
beriman kepada semua Nabi-Nabi dan mempunyai cara bersembahyang dan puasa 
tersendiri,(###) (5) ada yang berpendapat mereka tergolong dalam Ahli Kitab. 

  Kalau kita perhatikan sejarah, bahwa Raja Parsi Cyrus yang taat beragama 
Zarathustra, yang mengembalikan ke Palestina komunitas Bani Israil yang ditawan 
di Babilonia, maka saya lebih cenderung berpendapat bahwa Sha-bii-n adalah para 
penganut agama Zarathustra. Boleh jadi (mungkin ya atau tidak) Zarathustra ini 
seorang Nabi, hanya saja sulit untuk melacaknya, oleh karena Kitab Suci mereka, 
yaitu Gatha telah ikut terbakar semua tatkala Iskandar Raja Macedonia membakar 
habis ibu kota Kerajaan Parsi, yaitu Percepolis, sehingga Kitab Suci agama 
Zarathustra hanya berupa rekaman ingatan dari para pendetanya. Ada aliran agama 
Zarathustra di Amerika yang bersemboyan: "Kembali ke Gatha", mereka ini 
berkeyakinan Zatahustra tidak mengajarkan dua tuhan: Tuhan Terang Ahura Mazda 
(ormuzd) dan Tuhan Gelap, Angra Manyu (Ahriman). Zarathustra mengajarkan Satu 
Tuhan, yaitu Ahura Mazda menciptakan Angra Manyu, seperti Allah menciptakan 
iblis dalam agama Yahudi, Nashrani dan Islam. 

  Maka makna potongan ayat: "barang siapa beriman kepada Allah dan Hari Akhirat 
serta beramal shalih, untuk mereka pahala di sisi Rabbnya, tidak ada 
kekhawatiran atas mereka dan tiada mereka berduka cita", adalah dalam konteks 
para penganut agama-agama Yahudi, Nashrani dan Sha-bii-n pada zamannya Nabi 
mereka itu masing-masing, yaitu penganut agama Yahudi pada zaman rentang waktu 
dari Nabi Musa AS hingga Nabi 'Isa AS, penganut Nashrani pada rentang waktu 
dari Nabi 'Isa AS hingga Nabi Muhammad SAW dan penganut Sha-bii-n pada rentang 
waktu dari Nabi(?) Zarathustra hingga Nabi Muhammad SAW. Tegasnya ayat (2:63) 
tidak kena mengena dengan para penganut agama Yahudi, Kristen dan penganut 
Zaratshustra yang hidup setelah Nabi Muhammad SAW membawa Risalah.

  Ayat (2:62) menekankan beriman kepada Allah dan Hari Akhirat, oleh karena 
kenyataan sejarah mencatat bahwa ada sekelompok penganut agama Yahudi yang 
tidak percaya kepada hari akhirat, penganut agama Trinitarian Christian yang 
menyembah Jesus Kristus, dan umumnya penganut Zarathustra yang menyembah dua 
tuhan. WaLlahu a'lamu bishshawab.

  *** Makassar, 13 April 2003
  [H.Muh.Nur Abdurrahman]
  http://waii-hmna.blogspot.com/2003/04/570-surah-al-baqarah-ayat-62.html
  -------------------------------------
  (#)
  Ayat yang sama dengan ini S. Al-Maaidah, 5:69)

  (##)
  Hadits ttg Salman al Farisi, asbabun nuzul S Albaqarah-62

  Diriwayatkan Ibnu Jarir dari Mujahid bahwa Salman al-Farisi bertanya kepada 
Nabi saw tentang orang-orang Nasrani dan pandapat beliau tentang amal mereka. 
Beliau menjawab, "Mereka tidak mati dalam keadaan Islam." Salman berkata, "Bumi 
terasa gelap bagiku dan aku pun mengingat kesungguhan mereka." Lalu turunlah 
ayat ini. Setelah itu Rasulullah saw memanggil Salman seraya bersabda, "Ayat 
ini turun utuk para sahabatmu." Beliau kemudian bersabda, "Barangsiapa yang 
mati dalam agama Isa sebelum mendengar aku, maka dia mati dalam kebaikan. 
Barangsiapa telah mendengar aku dan mengimaniku maka dia celaka.
  -------------
  update:
  Imam Assyuyuthi dalam tafsirnya Addar Al Mansur. Maka bunyi yang tepat adalah 
begini :
  "Barang siapa yang mati dalam (agama) Isa, sebelum ia mendengar aku, kemudian 
dia mati, maka dia berada dalam khairi (kebaikan), dan barang siapa yang 
mendengar aku, kemudian LAM YUKMIN BIYYA=TIDAK BERIMAN KEPADAKU, maka ia celaka.

  ***
  Diriwayatkan oleh al Wahidi dan al Tsa'labi dari al Kalbi dari Abi Shalih 
yang bersumber dsri Ibnu Abbas, dikemukakan bahwa Salman al Farisi bertanya 
kepada Nabi Muhammad SAW tentang penganut agama yang pernah ia anut bersama 
mereka. Maka turunlah ayat (2:62). 

  ***
  Masih bersumber dari al Wahidi menurut jalur lain, dari Abdullah bin Katsir 
yang bersumber dari Mujahid dikemukakan bahwa ayat (2:62) turun berhubungan 
dengan teman-teman Salman al Farisi. Ini memberikan isyarat bahwa Sha-bi.iyn 
adalah agama yang dianut oleh orang Parsi. 

  ***
  Mengenai HaaduW dan Nasha-ra- dalam ayat (2:62) belum saya dapatkan 
sebab-sebab turunnya, namun menurut hemat saya itu terkait pada ayat: Wa 
qaalati lyahuwdu laysa nNasha-ra- 'ala- syay.in wa qaalati nNasha-ra- laysati 
lyahuwdu 'ala- syay.in wahum yatluwna lkita-ba ....(S. al Baqarah, 113), dan 
berkata orang Yahudi tidaklah orang Nashara mempunyai pegangan suatu juapun dan 
berkata orang Nashara tidaklah orang Yahudi mempunyai pegangan suatu juapun, 
padahal mereka (sama-sama) membaca Kitab (2:113). 

  ***
  Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Hatim dan Ikrimah yang bersumber dari Ibnu Abbas, 
bahwa suatu waktu pendeta-pendeta Nashara dari Bani Najran bertengkar dengan 
pendeta-pendeta Yahudi di depan Nabi Muhammad SAW. Berkata Rafi' bin Khusaimah 
(Yahudi): Kamu tidak berada pada jalan yang benar, karena menyatakan kekufuran 
kepada Nabi 'Isa (tuhan-anak?) dan Kitab Injilnya." Nashara dari Bani Najran 
membantahnya: Kamupun tidak berada di atas jalan yang benar, karena menentang 
Nabi Musa (bosan makan manna dan salwa?) dan (di gunung Sinai?) kufur kepada 
Tawrat (tidak percaya adanya hari akhirat?)." Maka turunlah ayat (2:113) 
tersebut.

  (###)
  Golongan no.4 ini punya Kitab Suci yang dalam bahasa Mandaiyah, disebut Kanza 
Raba (Harta Karun yang Agung),

  2. Dan bagi tiap-tiap umat ( Yahudi, Nasrani, dan mukmin) ada kiblatnya 
(sendiri) yang ia menghadap kepadanya. Maka berlomba-lombalah kamu (dalam 
berbuat) kebaikan. Di mana saja kamu berada pasti Allah akan mengumpulkan kamu 
sekalian (pada hari kiamat). Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala 
sesuatu..(QS.2:148)

  3..Barang siapa yang mengerjakan amal-amal saleh, baik laki-laki maupun 
wanita sedang ia orang yang beriman, maka mereka itu masuk ke dalam surga dan 
mereka tidak dianiaya walau sedikit pun. Dan siapakah yang lebih baik agamanya 
daripada orang yang ikhlas menyerahkan dirinya kepada Allah, sedang dia pun 
mengerjakan kebaikan, dan ia mengikuti agama Ibrahim yang lurus? Dan Allah 
mengambil Ibrahim menjadi kesayangan-Nya.QS.4:124-125.

  ________________________________
  From: abdul <latifabdul...@yahoo.com>
  To: wanita-muslimah@yahoogroups.com
  Sent: Sun, May 16, 2010 11:03:33 PM
  Subject: [wanita-muslimah] Gol.Syurga itu Termasuk; umat2 Yahudi, Nasrani dan 
Mukmin.....

  Bismilahirrahmanirrahiim;

  1....Perlu kita koreksi pemahaman Islam yang salah selama ini yaitu;
  Umumnya kita berpaham selama ini yang disebut umat Islam adalah umat Nabi 
Muhammad saja, benar bukan?
  Sesungguhnya tidak demikian menurut Al Quran.

  2....Kedua perlu kita koreksi pemahaman islam yang salah selama in yaitu; 
Umunya kita beranggap bahwa orang2 yahudi, Nasrani tidak termasuk golongan 
Syurga karena =kafir=

  1,KOREKSI PERTAMA; tentang sebutan umat Islam;
  Dalil dlm al Quran tertulis bahwa semua orang2 yahud,nasrani dan mukmin itu 
adalah Islam, agama ALLAH(lain dgn budha,hindu dan sinto )

  ============================================
  Sesungguhnya (agama tauhid=islam) ini adalah agama kamu semua(Yahudi, Nasrani 
dan muslim); agama yang satu dan Aku adalah Tuhanmu, maka sembahlah Aku.QS 
21:92.QS.23:52.

  Dan Ibrahim telah mewasiatkan ucapan itu kepada anak-anaknya, demikian pula 
Yakub. (Ibrahim berkata): "Hai anak-anakku! Sesungguhnya Allah telah memilih 
agama ini bagimu, maka janganlah kamu mati kecuali dalam memeluk agama Islam". 
QS.2:132
  ==================================================
  Dari ayat diatas itu yang disebut umat Islam adalah;
  umat yahudi--umat nasrani--dan umat muhammad...semua adalah agama tauhid 
yaitu Islam.
  
#####################################################################################
  HMNA:
  Simak Seri 071 di bawah:
  **************************************************************************

  BISMILLA-HIRRAHMA-NIRRAHIYM

  WAHYU DAN AKAL - IMAN DAN ILMU
  [Kolom Tetap Harian Fajar]
  071. Pengertian yang Umum dan Khusus

  Beberapa orang bertanya kepada saya tentang kisah Nabi Ibrahim AS yang 
ditayangkan RCTI , bahwa agama yang dibawakan Nabi Ibrahim AS adalah Islam. 
Apakah itu tidak salah? Bukankah agama Islam dibawakan oleh Nabi Muhammad SAW? 
Boleh jadi pertanyaan yang dikemukakan kepada Pak Kiyai dan Daeng Naba mengenai 
Islam ini oleh seorang penanya, dilatar belakangi juga oleh tayangan RCTI 
tersebut. Lalu saya berpikir lebih baik saya tuliskan jawabannya dalam kolom 
Wahyu dan akal - Iman dan Ilmu. 

  Islam adalah bahasa Al Quran yang dibentuk oleh akar kata yang terdiri dari 3 
huruf: sin, lam dan mim, yang berarti patuh, selamat dan murni. Dari segi ruang 
lingkup, Islam mempunyai pengertian yang teramat umum, umum, khusus dan sangat 
khusus.

  Marilah kita mulai dahulu dengan memabahas pengertian Islam dalam ruang 
lingkup yang teramat umum. Allah SWT sebagai Al Khaliq, Maha Pencipta juga 
adalah Ar Rabb, Maha Pengatur. Allah mengatur hasil ciptaanNya itu dengan 
sunnatuLlah, aturan Allah. DiaturNya makrokosmos dengan sunnatulLah yang 
dikenal dalam ilmu fisika dan astronomi dengan medan gravitasi. Allah 
mengontrol gerak matahari misalnya dengan gravitasi ini. Yang menurut 
penafsiran Newton medan gravitasi ini menyebabkan timbulnya gaya centripetal, 
yaitu gaya yang menuju ke titik pusat galaxy Milky Way. Atau menurut penafsiran 
Einstein gravitasi itu adalah garis geodesik berupa alur yang dilalui oleh 
matahari dan semua benda langit yang lain. Di samping gravitasi ini Allah 
mengontrol hasil ciptaanNya dengan sunnatuLlah berupa gaya elektromagnet, 
seperti misalnya gaya tarik menarik antara proton dengan elektron dalam atom. 
Juga sunnatulLah berupa gaya kuat yang menahan proton dalam inti atom supaya 
tidak pecah berhamb uran akibat gaya elektromagnet yang saling menolak di 
antara proton yang bermuatan sama itu, yakni bermuatan positif. Juga 
sunnatuLlah yang disebut gaya lemah yang menyebabkan inti atom menjadi tidak 
stabil, menjadi lapuk dengan mengeluarkan sinar radio aktif. Sampai sekarang 
ilmu fisika baru mengenal keempat jenis sunnatuLllah ini, yang tentu saja masih 
banyak jenis sunnatuLlah yang lain yang belum diketahui oleh manusia, karena 
Allah hanya memberikan ilmu yang sedikit kepada manusia. Wa ma uwtietum 
mina-l'ilmi illa qalielan. Semua makhluq ciptaan Allah tunduk pada keempat 
jenis sunnatuLlah tersebut: medan gravitasi, medan elektromagnet, gaya kuat dan 
gaya lemah. Artinya semua makhluq di langit, makrokosmos dan di bumi 
(mikrokosmos) adalah Islam, tunduk dan patuh pada sunnatuLlah. Dengan gaya 
personifikasi Allah berfirman dalam S. Ali 'Imran 83:

  ...wa lahu aslama man fie ssamawati wa l-ardhi ..., dan Islamlah barang siapa 
yang ada di langit (makrokosmos) dan di bumi (mikrokosmos). Dikatakan gaya 
personifikasi, oleh karena benda-benda ciptaan Allah dinyatakan dalam ungkapan 
man, barang siapa. 

  Selanjutnya kita akan membicarakan pengertian Islam dalam ruang lingkup 
setingkat di bawah yang teramat umum, yaitu yang umum. Dalam ruang lingkup ini, 
Islam berarti semua risalah (message) dalam bentuknya yang otentik, asli yang 
dibawakan oleh para nabi dan rasul.(*) Ada yang membedakan antara nabi dengan 
rasul. Nabi mendapat wahyu dari Allah SWT hanya untuk diri nabi itu sendiri, 
sedangkan rasul mendapatkan wahyu dari Allah untuk diteruskan kepada ummatnya. 
Jadi seorang rasul sudah dengan sendirinya nabi, akan tetapi seorang nabi belum 
tentu rasul. Maka dalam ruang lingkup inilah risalah yang dibawakan oleh Nabi 
Ibrahim AS adalah Islam. Allah berfirman dallam S. Ali 'Imran 19: Inna ddiena 
'inda Llahi l-islam .... sesungguhnya addien menurut Allah adalah Islam. 
Ungkapan ad dien lebih luas dari pengertian agama, artinya bukan hanya sekadar 
yang ibadah ritual saja. Maka lebih elok jika ad dien diterjemahkan dalam 
ungkapan agama dalam pengertian yang lebih luas. 

  Ayat yang dikutip di atas lebih diperinci dalam S. Al Baqarah, 136: Quwluw 
amanna biLlahi wa ma unzila ilayna wa ma unzila ila ibrahima wa 'ismaila wa 
is-haqa wa ya'quwba wa l-asbathi wa ma uwtiya muwsa wa 'iesa wa ma utiya min 
rabbihim la nufarriqu bayna ahadin minhum wa nahnu lahu muslimuwn. Katakanlah 
(hai Muhammad) kami beriman kepada Allah dan apa yang diturunkan kepada 
Ibrahim, dan Ismail, dan Ishak dan Ya'qub dan anak-cucunya, dan apa yang 
diberikan kepada Musa dan Isa dan apa yang diberikan (kepada para nabi dan 
rasul) dari Maha Pengatur mereka, tidak kami bedakan seorangpun di antara 
mereka (para nabi dan rasul itu) dan kami kepada Allah adalah para Muslim. Para 
Muslim, muslimuwn mempunyai sekali gus dua arti yaitu penganut dan bersikap, 
para penganut Islam dan mempunyai sikap patuh kepada Allah. 

  Kita sekarang turun tangga di bawah ruang lingkup yang umum, yaitu ruang 
lingkup yang khusus. Dalam ruang lingkup ini Islam berarti risalah yang 
dibawakan oleh Nabi Muhammad SAW. Berfirman Allah dalam S. Al Maidah, 3, yaitu 
ayat yang terakhir yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW:
  ... al yawma akmaltu lakum dienakum wa atmamtu 'alaykum ni'matie wa radhietu 
lakumu l-islama dienan. Pada hari ini Kusempurnakan bagimu agamamu (dalam 
pengertian yang luas) dan Kucukupkan ni'matKu atasmu dan Aku berkenan Islam 
menjadi agamamu (dalam arti yang luas).

  Dan tingkat ruang lingkup yang terakhir, yang terendah, yaitu dalam ruang 
lingkup yang sangat khusus yaitu berarti Rukun Islam yang lima. Pada suatu 
waktu ketika Nabi Muhammad SAW dan para sahabat beliau sedang duduk melingkar, 
maka datanglah ke dalam majelis itu seorang yang kelihatannya dari jauh, namun 
pada pakaiannya tidak tanda-tanda bahwa ia dari jauh, pakaiannya itu tidak 
kusut, kemudian duduk dan bertanya kepada RasululLah: Ma l-iman, ma l-islam wa 
ma l-ihsan, artinya apakah itu iman, apakah itu islam dan apakah itu ihsan. 
Maka RasululLah menjawab bahwa yang bertanya pengetahuannya tidak kurang dari 
yang ditanyai. Kemudian RasuluLlah dalam jawabannya mengenai Islam seperti 
berikut: Islam adalah persaksian tidak ada ilah selain Allah dan Muhammad 
adalah pesuruh Allah dan hambaNaya, mendirikan shalat, mengeluarkan zakat, 
berpuasa dalam bulan Ramadhan dan naik haji bagi yang mampu. Dan jawaban 
penjelasan RasuluLlah itulah disebut Rukun Islam yang lima, suatu pengertian I 
slam dalam ruang lingkup yang sangat khusus. Setelah orang itu pergi, Nabi SAW 
menjelaskan bahwa orang itu adalah Jibril yang mewujudkan dirinya sebagai 
manusia. Walahu a'almu bishshawab.
  ------------------------
  (*)
  Abu Zar bertanya kepada Rasulullah SAW: Berapakah jumlah para nabi ?". Beliau 
SAW enjawab, "Mereka berjumlah 124.000 orang, sebanyak 315 dari mereka adalah 
Rasul". (HR. Ahmad). 

  *** Makassar, 14 Maret 1993
  [H.Muh.Nur Abdurrahman]
  http://waii-hmna.blogspot.com/2007/06/071-pengertian-yang-umum-dan-khusus.html

  
############################################################################################

  [Non-text portions of this message have been removed]



  

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke