Hati Yang Bahagia

By: agussyafii

Hati yang bahagia selalu hadir ketika hati penuh syukur ketika mendapatkan 
nikmat dan bersabar ketika mendapatkan ujian. Begitulah yang dirasakan seorang 
Ibu dengan tiga putrinya. Malam itu mereka berkunjung ke Rumah Amalia dengan 
hati yang penuh kebahagiaan dan wajah dengan senyuman. Sang Ibu bertutur bahwa 
dalam hidupnya harus melewati ujian kehidupan yang sebelumnya tidak pernah 
disadarinya.

Setelah pernikahannya dua puluh tahun dikaruniai dengan tiga putri yang sudah 
beranjak dewasa dikejutkan oleh kenyataan pahit, tiba-tiba suami menggugat 
cerai. Sampai beliau berpikir, apa yang salah dari dirinya sampai suaminya tega 
melakukan itu. Beliau sempat depresi, bingung tak tahu apa yang harus 
dilakukan. Apa lagi sang buah hati mereka sangat mengidolakan ayah dan 
bundanya. Mesti begitu Sang Ibu tidak membiarkan ketiga putrinya terlihat dalam 
masalah orang tuanya.

Ketidak mengertian atas sikap suaminya karena selama ini kehidupan rumah tangga 
sangatlah tenteram dan bahagia, tidak pernah bertengkar dan keributan dan tidak 
ada alasan yang utama yang bisa dijadikan gugatan cerai oleh suaminya karena 
selain istri sangat menghormatinya dan tidak ada gelagat atau perilaku yang 
aneh. Suaminya yang sangat santun dan penuh perhatian pada anak istrinya.

Sampai pernah malam hari beliau datang ke Rumah Amalia untuk membaca Yasin 
bersama dan berdoa agar suaminya kembali. Keberadaannya dengan berdoa di Rumah 
Amalia memberikan kesejukan hatinya ditengah kegalauan. 'Syukurlah Allah 
menjawab doa-doa saya, paling tidak telah membuat saya menerima semuanya dengan 
lapang dada, hati yang bersih dan ikhlas membuat saya survive menghadapi hidup 
ini,' tutur beliau.

Ditengah dirinya sudah berserah diri kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Mencoba 
untuk instropeksi diri atas semua kekurangannya dan menyibukkan dirinya dengan 
memulai usaha kecil-kecilan yang dicoba untuk merintisnya. Disaat itulah 
keajaiban datang dan meluluhkan hati suami tercintanya kembali pulang ke rumah 
dan telah mencabut gugatan cerainya. 'Sungguh Mas Agus Syafii, hati saya sangat 
bahagia karena Allah begitu Maha Pengasih dan Maha Penyayang mengijabah doa 
saya dan doa anak-anak Amalia sehingga keluarga kami bisa berkumpul kembali.' 
tutur Sang Ibu. Malam itu hatinya penuh kebahagiaan tak henti mengucapkan puji 
syukur kehadirat Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Subhanallah..

--
'Segala puji bagi Allah yang telah menghilangkan duka cita dari kami. 
Sesungguhnya Tuhan kami benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Mensyukuri.' (QS. 
Faathir : 34).

Wassalam,
agussyafii
---- 
Yuk, hadir di Kegiatan 'Amalia Cinta al-Quran (ACQ).' Hari Ahad, Tanggal 20 
Juni 2010 Di Rumah Amalia, Jl. Subagyo IV blok ii, No.23 Komplek Peruri, 
Ciledug. Silahkan kirimkan dukungan dan partisipasi anda di 
http://www.facebook.com/agussyafii3, atau http://agussyafii.blogspot.com/, 
http://www.twitter.com/agussyafii atau sms di 087 8777 12 431.




      

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke