BISMILLA-HIRRAHMA-NIRRAHIYM

WAHYU DAN AKAL - IMAN DAN ILMU
[Kolom Tetap Harian Fajar]
825 Racun Berbisa dari Ruzbihan Hamazani

Ini ada saya kutip dari => 
http://ruzbihanhamazani.wordpress.com/2008/04/19/betulkah-doktrin-ahmadiyah-bisa-dianggap-blasphemy/,
 Ruzbihan Hamazani menulis seperti berikut: 
Jika menafsir dan berbeda pendapat dengan sekte dominan dianggap sebagai 
penodaan agama, maka banyak kelompok Islam di Indonesia yang harus dilarang. 
Pertama-tama yang harus dilarang adalah kalangan Syi'ah karena sekte ini 
membawa pandangan tentang "kepemimpinan" (imamah) yang berbeda dengan pandangan 
dominan di kalangan Sunni.

Tulisan Ruzbihan Hamazani yang saya kutip di atas itu mengandung racun yang 
berbisa. Ruzbihan Hamazani mengadu domba antara Sunni vs Syi'ah. Oleh sebab itu 
perlu kita tabayyun (klarifikasi) tentang Syi'ah. Firman Allah:
-- YAYHA ALDZYN AMNWA AN JA^KM FASQ BNBA FTBYNWA AN TSHYBWA QWMA BJHALT  
FTSHBHWA 'ALY MA F'ALTM NADMYN (S. ALHJRAT,  49:6),  dibaca: 
-- ya-ayyuhal ladzi-na a-manu- in ja-kum fa-siqum binabain fatabayyanu- an 
tushi-bu qawman bijaha-latin fatushbihu- 'ala- ma- fa'altum na-dimi-n), 
artinya: 
-- Hai orang-orang beriman, jika datang kepadamu orang-orang fasiq dengan 
annaba' (informasdi bernuansa provokasi), maka lakukanlah tabayyun, jangan 
sampai kamu tanpa pengetahuan menimpakan musibah kepada suatu kaum, lalu kamu 
menyesal atas perbuatanmu..

Marilah kita mengadakan tabayyun terhadap Syi'ah, berhubung karena Ruzbihan 
Hamazani datang membawa annaba' seperti yang dikutip di atas itu. Sebenarnya di 
dalam tubuh Syi'ah sendiri memang terdapat beragam jenis aliran, dimana satu 
dengan yang lainnya terkadang memang tidak sama. Sehingga kita pun tidak bisa 
mengatakan bahwa semua Syi'ah itu pasti sesat dan menyimpang. Semua harus 
dirinci satu per satu, agar kita pun tidak terjebak dengan pendiskreditan 
sebuah kelompok. Jadi berbeda dengan Ahmadiyah yang hanya terdiri dari dua 
aliran: Qadiyan dan Lahore (Anjuman), dimana aliran Qadiyan telah merusak 
aqidah Islam dengan berpendapat bahwa masih ada nabi yang mendapat wahyu 
setelah Nabi Muhammad SAW, sedangkan aliran Lahore tidak mangakui kenabian 
Mirza Ghulam Ahmad, melainkan hanya sebagai mujaddid saja seperti para mujaddid 
yang yang antara lain seperti Imam Ghazali dan Imam Syafi'i. Jadi Masalah 
Ahmadiyah Qadiyan bukan masalah kebebasan beragama, tetapi masalah penodaan 
(blasphemy) terhadap agama Islam. Pemecahannya gampang sekali. Pakailah 
identitas dengan nama agama Qadiyaniyah. Ummat Islam tidak akan menggugat lagi, 
seperti penganut agama Bahai di Indonesia tidak digugat apa-apa. Itu agama 
Bahai tidak pakai nama Islam, walaupun mereka juga percaya kepada Al-Quran dan 
Nabi Muhammad SAW, namun mereka bernabikan kepada Bahaullah, dengan Kitabnya 
Al-Aqdas (bandingkan dengan Kitab Tadzkirah dalam kalangan Qadiyaniyah). 
Bahaullah lahir tahun 1817 dan meninggal 1892. 
 
Kita teruskan fokus mengenai Syi'ah. Sebagian kalangan Syi'ah memang ada yang 
sampai mengingkari kekhalifahan Abu Bakar, Umar bin Al-Khattab dan Utsman 
R.Anhum. Bahkan ada juga yang lebih parah dari itu, karena telah menyangkut 
aqidah, yaitu mereka sampai hati mengatakan bahwa malaikat Jibril AS telah 
salah menurunkan wahyu, seharusnya kepada Ali bin Abi Thalib, bukan kepada 
Muhammad SAW. Sebagian dari pemeluk Syi'ah yakni sekte Sabaisme berkeyakinan 
bahwa Jibril salah menurunkan wahyu kepada Muhammad, seharusnya kepada Ali bin 
Abi Thalib. Ini boleh jadi pengaruh Cerita Pendawa Lima dari Hindustan bahwa 
utusan dari dewa Wisynu yang membawa senjata pamungkas salah memberikan senjata 
itu yakni kepada Dipati Karna, yang sesungguhnya itu mesti diberikannya kepada 
Harjuna.
 
Sebagian dari kelompok Syi'ah yang menyimpang dari segi aqidah adalah mereka 
yang mengaku-ngaku memiliki mushaf Al-Qur'an versi mereka sendiri. Dan isinya 
tidak sama dengan mushaf yang dikenal sekarang ini. Saya punya Al Quran dari 
Qum (Iran), tidak ada bedanya dengan Al Quran yang kita miliki.
 
Kalau kita telusuri ke belakang, aktor intelektual di belakang penyimpangan 
aqidah tsb adalah Abdullah bin Saba', yang dalam sejarah otentik terbukti 
menjadi provokator di wilayah-wilayah Islam. Tokoh ini telah menyebarkan 
fitnah, berita bohong, kebencian kepada para shahabat serta menanamkan 
paham-paham yang merusak aqidah. Dia tidak lain adalah yahudi Yaman yang 
berpura-pura masuk Islam. 
 
Dalam lapangan fiqh, mazhab fiqh Imam Zaid bin Ali Zainal Abidin (w. 122 H) 
yang menjadi tokoh Syi'ah Zaidiyah, termasuk salah satu rujukan fiqh yang bisa 
diterima, yaitu termasuk mazhab ke lima setelah keempat mazhab lainnya dalam 
kalangan Sunni (AhlusSunnah). Fiqih Zaidiyah ini secara umum nyaris tidak 
berbeda dengan fiqh AhlusSunnah. Mereka mengharamkan mut'ah (kawin kontrak) 
sebagaimana AhlusSunnah mengharamkannya. 
 
Syi'ah Imamiyah yang memegang tampuk kekuasaan di Republok Islam Iran sekarang 
dimotori oleh Abu Abdullah Ja'far Ash-Shadiq (80-148 H), dalam banyak hal juga 
punya persamaan dengan fiqh AhlusSunnah. Secara umum, pendapat mereka banyak 
sekali persamaan dengan fiqh mazhab As-Syafi'iyah, kecuali pada 17 perkara. 
Misalnya tentang bolehnya nikah mut'ah. Karena itu, dalam masalah pandangan 
kita kepada kelompok Syi'ah, kita perlu merinci dengan detail, tidak asal 
menilai, agar terhindar dari tuduhan yang bukan pada tempatnya. WaLlahu a'lamu 
bisshawab.

*** Makassar, 27 April 2008
    [H.Muh.Nur Abdurrahman]
http://waii-hmna.blogspot.com/2008/04/825-racun-berbisa-dari-ruzbihan.html

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke