Bismilahirrahmanirrahim.

Waktu Pak Suharto memerintah pada pelita 3 , pemerintah
mengawasi khotip2 yang menyebarkan kebencian kpd
pemerintahdan ingin mendirikan negara agama Islam.

Khotip2 dan ulama2 yg ternyata menyebarkan kebencian
dan teror kepada pemerintah di Black List dan di
larang berdakwah dan khotip.

Apakah dalam era demokrasi ini, orang2 yg menetang
pemerintah harus dilarang2?

Saya tidak setuju karena bertentangan dgn spirit
agama dan demokrasi semua orang2 mempunyai hak bersuara
dan beraktifitas dlm negarinya.. seperti di amerika.
semua sekte2 agama dan organisasi2 yang menetang
pemerintah mendapat perlakuan yg sama,justice for all.

Anjuran saya dan Amerika sebagai contoh,
yaitu orang2 yg Islam radikal atau extrims itu perlu
di awasi dgn ketat jangan sampai mereka sempat melakukan
bom2 bunuh diri.

Gerak geriknya atau aktifitas sehari hari harus diawasi
dan begitu pula darimana uang di dapatnya, dan bank2
yang di gunakannya harus diawasi...siapa tahu ada yang
menyaport mereka dari luar negeri atau dalam negeri.

Saya menganjurkan bukan tugas polisi atau pemerintah
saja untuk mencegah perbuatan teror itu, 
tapi tugas kita semua setiap warga negara wajib ikut  
menjaga ketertipan dan kemanan daerahnya masing2

salam


Kirim email ke