Sdr Kartono Mohamad-----------------Bismilahirrahm,anirrahiim.

Saya ralat,tulisan terdahulu messy..

1.A qualified ulаma іs onе wіth comprehensive knowledge 
on аll aspects. Αn expert іn Islamic lаws would not 
qualify аs аn ulаma without understanding othеr aspects 
of knowledge.

Seorang ulama yang benar, qualified,adalah orang yang mengerti secaramenyeluruh 
tentang ilmu, bukan saja ilmu agama, tetapi ilmu2 lain2nya.

2.Ulаma іs thе іmage/photocopy of thе Rаsul 
іn hіs еra
Whаt іs known to thе Rаsul muѕt bе known 
bу аll thе current ulаma Ulаma, аn advisor 
for аll members of thе society

Seorang ulama yang qualified itu adalah photokopy /image Rasulullah saw, contoh 
bagi masarakat dlm menjalankan kehidupan sehari hari.

3. Ulаma thе mаin pillar іn thе society Ιf 
thе mаin pillar іs not fіrm аnd strong, thе 
society wіll collapse.

Seorang ulama itu adalah tiang dari sebuah masarakat,kalau ulama tidak 
benar,maka masarakat menjadi kacau dan tidak sejahtera.

Ulama seperti ini disebut Rasul adalah;  seburuk buruk manusia 
dikolong bumi..

4.Whіch includes knowledge on tаqwa, akhlak, psychology, society, 
economics, history, mankind, thеir mіnds аnd science

Seorang ulama itu haruslah seorang yang bertaqwa,artinya berahlaq mulia, kuat 
ekonomi, membuka lapangan kerja atu membangun masarakat madani, rahmatan 
lil'alamin.

Seorang ulama yang bertaqwa itu mencari nafkah, bukan dengan menerima gaji, 
pengasilan yang tetap, tetapi berwiraswasta, seperti di contohkan oleh Rasul 
dan sahabat2.

Ulama ini di dalam Hadist; Ulama pawaris Nabi, atau Khalifah 
Fil Ardh.

Definisi boleh ditambahkan kalau kurang..

salam

--- In wanita-muslimah@yahoogroups.com, "Kartono Mohamad" <kmj...@...> wrote:
>
> Betul bung Abdul, arti ulama sebenarnya adalah orang ber-ilmu, dan itu tidak
> berarti hanya ilmu agama. Raja Jordania mempunyai Dewan Penasihat yang
> disebutnya juga semacam majlis ulama begitu tetapi anggotanya ada yang pakar
> hukum modern, pakar kedokteran, pakar ekonomi, dan juga pakar  (hukum) agama
>  
> Silakan berpendapat dan memberi klarifikasi. Saya hanya mengusulkan agar
> kedudukan MUI di NKRI ini menjadi jelas.
> KM
>  
>  
>  
>  
> -------Original Message-------
>  
> From: abdul
> Date: 24/05/2010 0:03:15
> To: wanita-muslimah@yahoogroups.com
> Subject: @ pak kartono ... Re: [wanita-muslimah] MUI----->>-Kualifikasi
> ulama.
>  
>   
> "Kartono Mohamad" ---------------Bismilahirahmanirrahiim
> 
> Kalau saya berpendapat dan klarifikasi ulama sebagai 
> berikut dibawah ini;
> ======================================
> 1.A qualified ul&#1072;ma &#1110;s on&#1077; w&#1110;th comprehensive
> knowledge on &#1072;ll aspects. &#913;n expert &#1110;n Islamic l&#1072;ws
> would not qualify &#1072;s &#1072;n ul&#1072;ma without understanding
> oth&#1077;r aspects of knowledge.
> 
> Seorang ulama yang benar, qualified,adalah orang yang mengerti secara
> menyeluruh tentang ilmu, bukan saja ilmu agama, tetapi ilmu2 lain2nya.
> 
> 2.Ul&#1072;ma &#1110;s th&#1077; &#1110;mage/photocopy of th&#1077; R&#1072
> sul &#1110;n h&#1110;s &#1077;ra
> Wh&#1072;t &#1110;s known to th&#1077; R&#1072;sul mu&#1109;t b&#1077; known
> b&#1091; &#1072;ll th&#1077; current ul&#1072;ma Ul&#1072;ma, &#1072;n
> advisor for &#1072;ll members of th&#1077; society.
> 
> Seorang ulama yang qualified itu adalah photokopy /image Rasulullah saw,
> contoh bagi masarakat dlm menjalankan kehidupan sehari hari.
> (Ulama2 itu adalah pewaris Nabi.)
> 
> 3. Ul&#1072;ma th&#1077; m&#1072;in pillar &#1110;n th&#1077; society &#921
> f th&#1077; m&#1072;in pillar &#1110;s not f&#1110;rm &#1072;nd strong,
> th&#1077; society w&#1110;ll collapse.
> 
> Seorang ulama itu adalah tiang dari sebuah masarakat,kalau ulama tidak benar
> maka masarakat menjadi kacau dan tidak sejahtera.
> 
> (ulama2 seburuk buruk manusia di kolong bumi.)
> 
> 4.Wh&#1110;ch includes knowledge on t&#1072;qwa, akhlak, psychology, society
>  economics, history, mankind, th&#1077;ir m&#1110;nds &#1072;nd science
> 
> Seorang ulama itu haruslah seorang yang bertaqwa,artinya berahlaq mulia,
> kuat ekonomi, membuka lapangan kerja atu membangun masarakat madani,
> rahmatan lil'alamin.
> 
> (Khalifah Fil Ardh)
> 
> Seorang ulama yang bertaqwa itu mencari nafkah, bukan dengan menerima gaji,
> pengasilan yang tetap, tetapi berwiraswasta, seperti di contohkan oleh Rasul
> dan sahabat2.
> 
> =========================================
> 
> Bisa ditambahkan kalau belum sempurna.
> 
> salam
> 
> --- In wanita-muslimah@yahoogroups.com, "Kartono Mohamad" <kmjp47@>
> wrote:
> >
> > Pak Akmal, pertama harus dibuat dulu dasar hukum MUI supaya jelas apakah
> itu
> > lembaga negara, organisasi non pemerintah/lsm, ataukah apa. Lembaga
> tersebut
> > kemudian harus mempunyai AD/ART ataupun aturan dasar termasuk apa saja
> > wewenang MUI, siapa saja yang disebut ulama, siapa yang berhak menjadi
> > anggota MUI, kredensial dari siapa seseorang dapat duduk menjadi anggota
> MUI
> > bagaimana cara pemilihannya apakah perlu ada fit and proper test, kalau
> > perlu siapa yang melakukannya, dsb.
> > Kalau anggarannya dibebankan kepada APBN/anggaran depag, bagaimana
> > akuntabilitasnya. 
> > 
> > KM
> > 
> > 
> > 
> > -------Original Message-------
> > 
> > From: akmal n. basral
> > Date: 23/05/2010 16:12:51
> > To: wanita-muslimah@yahoogroups.com
> > Subject: @ pak kartono ... Re: [wanita-muslimah] MUI
> > 
> > 
> > pak kartono mohamad yang baik,
> > kadang-kadang saya juga berpikir, mungkinkah untuk anggota MUI periode
> > selanjutnya, bisa dibuat proses seleksinya seperti penyaringan anggota KPI
> 
> > KPK, atau komisi-komisi nasional lain yang mewartakan calon-calon anggota
> ke
> > publik sehingga publik bisa tahu siapa saja yang menjadi calon anggota MUI
> 
> > dan memberikan masukan mereka tentang calon itu?
> > 
> > jika untuk urusan penyiaran saja, penyaringan anggota KPI bisa dilakukan
> > begitu rupa sehingga publik sangat terlibat, selayaknya untuk MUI yang
> > lingkup kerjanya lebih luas, partisipasi masyarakat juga bisa dilibatkan
> > dengan lebih masif, bukan?
> > 
> > mungkin ada saran dari bapak, atau kawan-kawan lain yang lebih
> berpengalaman
> > dan mengerti tentang pola seleksi/rekruitmen anggota MUI?
> > 
> > salam,
> > 
> > akmal n. basral
> > minds are like parachutes. they work best when open. 
> > 
> > ________________________________
> > From: "kmjp47@" <kmjp47@>
> > To: wanita-muslimah@yahoogroups.com
> > Sent: Fri, May 21, 2010 11:20:01 AM
> > Subject: Re: [wanita-muslimah] MUI ---dan---- Issue2 Utama Umat Islam
> > Indonesia.(kimiskinan )
> > 
> > 
> > MUI harus membuktikan integritas dirinya dalam soal fatwa. 
> > Tuduhan bahwa ada kepentingan lain dalam mengeluarkan fatwa 
> > harus dibantah. 
> > Yang kedua, MUI dibiayai oleh negara, jadi oleh pembayar 
> > pajak, baik Islam maupun bukan. MUI harus menyatakan 
> > pendiriannya dalam soal itu dan mempertanggung jawabkannya 
> > secara transparan kepada rakyat.
> > KM
> > PS: berita bahwa filter rokok mengandung darah babi sudah 
> > ramai, mengapa kali ini MUI diam saja? Sementara mengenai 
> > vaksin yang diduga mengandung babi, meskipun sudah 
> > dijelaskan dan diterima oleh negara-negara yang mayoritas 
> > Islam lainnya, termasuk Arab Saudi, masih saja diributkan. 
> > Bahkan terdengar permintaan agar MUI diundang ke pabrik 
> > vaksin untuk melihat sendiri. Apa kalau melihat ke pabrik 
> > vaksin bisa tahu yang mana yang mengandung babi dan yang 
> > mana yang tidak? Di sana pasti tidak akan ada berkeliaran 
> > babi atau daging babi.
> > KM
> > 
> > ----Original Message----
> > From: anb99@
> > Date: 21/05/2010 10:35 
> > To: <wanita-muslimah@yahoogroups.com>
> > Subj: Re: [wanita-muslimah] MUI ---dan---- Issue2 Utama 
> > Umat Islam Indonesia.(kimiskinan )
> > 
> > sebagian isi posting uncle abdul yang menyangkut peran 
> > mui, saya setuju. 
> > 
> > sebagian isi lainnya menyangkut penceramah yg menerima 
> > amplop sesudah memberi ceramah, apa dasarnya disebutkan 
> > haram?
> > 
> > (sama saja dengan seseorang yg diminta jadi dosen tamu, 
> > lalu setelah mengajar dibayar, bukan?)
> > 
> > malah seyogyanya umat yang harus sering diingatkan untuk 
> > lebih banyak menyumbang/sedekah, infak, salah satunya 
> > supaya bayaran untuk penceramah lebih baik, sebab meski 
> > sang penceramah sudah ikhlas memberikan ilmunya, masak umat 
> > maunya gratisan terus buat ilmu berguna yang mereka 
> > dapatkan?
> > 
> > kalau sumbangan lebih banyak dianggap memberatkan umat? 
> > solusinya ya kembali kita, sebagai umat, harus bekerja 
> > lebih keras.
> > 
> > martabat para penceramah, guru, harus dimuliakan selalu 
> > uncle abdul.
> > 
> > salam,
> > 
> > ~a~
> > 
> > Sent from ANB's BlackBerry®
> > 
> > -----Original Message-----
> > 
> > From: "abdul" <latifabdul777@>
> > 
> > Sender: wanita-muslimah@yahoogroups.com
> > 
> > Date: Fri, 21 May 2010 02:34:18 
> > 
> > To: <wanita-muslimah@yahoogroups.com>
> > 
> > Reply-To: wanita-muslimah@yahoogroups.com
> > 
> > Subject: [wanita-muslimah] MUI ---dan---- Issue2 Utama 
> > Umat Islam Indonesia.(kimiskinan )
> > 
> > Bismilahirrahmanirrahiim.
> > 
> > Saya sangat prihatin melihat masarakat kita Indonsia
> > 
> > terutama umat Islam yg jumlahnya 90% dari penduduk 
> > Indonesia
> > 
> > yang lemah ekonomi, gaji yang rendah,lapangan kerja yg 
> > terbatas
> > 
> > Dan masih banyak anak2 yg berliaran di jalan2 tanpa 
> > mendapat
> > 
> > pendidkan yang dasar..
> > 
> > MUI adalah orang yang tahu akan agama, dekat dgn umat 
> > Islam
> > 
> > sudah seharusnya MUI merobah cara dakwah dari fokus dakwah
> > 
> > ==haram dan halal== serta dakwah ==tauhid== kepada 
> > Dakwah 
> > 
> > motivasi ekonomi dan technology.
> > 
> > Kalau sekiranya MUI menyampaikan peringatan2 ALLAH bahwa;
> > 
> > 1..umat Islam wajib berkerja keras sampai dia dipanggil 
> > kembali
> > 
> > oleh ALLAHdan di dijadikan ketanah kembali.
> > 
> > 2. Umat Islam terutama orang2 tua baik ibu maupun ayah
> > 
> > Wajib bekerja keras dan meninggalkan warisan sebanyak
> > 
> > mungkin utk anak2 dan cucu2 serta masarakat..
> > 
> > Power of ALLAH words sangat memegang perana penting dan
> > 
> > umat Islam kalau di sampaikan ayat2 ALLAH kpd mereka
> > 
> > ,mereka merasa takut untuk bermalas malas dan hidup
> > 
> > sederhana,apa adanya saja..
> > 
> > MUI juga haruslah memberian cotoh dalammencari nafkah
> > 
> > sebagaiman rasul dan Istrinya berniaga.
> > 
> > Jauhi mencari nafkah dengan menyampaikan dakawah kemudian
> > 
> > mendapat uang enflop....uang itu adalah haram.
> > 
> > Ayat2 ALLAH dilarang dijual kpd masarakat,harus dgn ikhlas
> > 
> > menyampaikan ayat2 ALLAH kpd jemaah atau umat islam.
> > 
> > Kita banyak melihat khotip2 dan usztad2 yang mendapatkan
> > 
> > enflop dari pimpinan mesdjid2 setelah memberikan ceramah2
> > 
> > Oleh karena itulah umat islam kita miskin karena ulama2nya
> > 
> > mencari nafkah dgn jalan haram.
> > 
> > ===============================================
> > 
> > Bismilahirrahmanirrahiim,
> > 
> > Mereka itulah orang-orang yang telah diberi petunjuk oleh 
> > Allah, maka ikutilah
> > 
> > petunjuk mereka. Katakanlah: "Aku tidak meminta upah 
> > kepadamu dalam menyampaikan
> > 
> > [Al Qur'an]". Al Qur'an itu tidak lain hanyalah peringatan 
> > untuk segala umat.
> > 
> > QS6:(90)
> > 
> > Ikutilah orang yang tiada minta balasan kepadamu; dan 
> > mereka adalah orang-orang
> > 
> > yang mendapat petunjuk.QS 36: (21)
> > 
> > Dan aku sekali-kali tidak minta upah kepadamu atas ajakan-
> > ajakan itu; upahku
> > 
> > tidak lain hanyalah dari Tuhan semesta alam. QS. 26:109)
> > 
> > Kalau kita perhatikan perintah2 atau peraturan2 ALLAH 
> > diatas itu jelaslah bagi
> > 
> > kita bahwa ustad2 atau khotip2 yang memberikan dakwah di 
> > mesdjid2,seminra2 dan
> > 
> > dlm pengajian2 Islam dalam menyampaikan wahyu2 ALLAH tidak 
> > dibenarkan oleh ALLAH
> > 
> > swt untuk menerima uang dari jemaahnya.TITIK.
> > 
> > ============================================
> > 
> > Semoga ayat2 peringatan ALLAH diatas itu dapat menggah 
> > aqidah kita
> > 
> > kejalan yang benar..
> > 
> > Mari kita sampaikan beramai2 kpd usztad2 dan ulama2 kita,
> > 
> > salam
> > 
> > [Non-text portions of this message have been removed]
> > 
> > ------------------------------------
> > 
> > =======================
> > Milis Wanita Muslimah
> > Membangun citra wanita muslimah dalam diri, keluarga, 
> > maupun masyarakat.
> > Twitter: http://twitter.com/wanita_muslimah
> > Situs Web: http://www.wanita-muslimah.com
> > ARSIP DISKUSI : http://groups.yahoo.com/group/wanita-
> > muslimah/messages
> > Kirim Posting mailto:wanita-muslimah@yahoogroups.com
> > Berhenti mailto:wanita-muslimah-unsubscr...@yahoogroups.
> > com
> > Milis Keluarga Sejahtera mailto:keluarga-
> > sejaht...@yahoogroups.com
> > Milis Anak Muda Islam mailto:majelism...@yahoogroups.com
> > 
> > Milis ini tidak menerima attachment.Yahoo! Groups Links
> > 
> > [Non-text portions of this message have been removed]
> > 
> > 
> > 
> > 
> > 
> > [Non-text portions of this message have been removed]
> >
> 
> 
> 
>  
> 
> [Non-text portions of this message have been removed]
>


Kirim email ke