Nimbrung lagi setahu saya lagi :-)
Apapun asal muasalnya, tapi BPOM jangkauan pengamatannya lebih luas bagi
masyarakat yg non muslim sekalipun. Sedangkan LPPOM MUI lebih khusus bagi
umat Islam. Jadi kalo untuk obat batuk misalnya.
BPOM menyatakan obat batuk X di rekomendasi, bagus.
Tapi bagi umat Islam yg ikuti ketentuan LPPOM MUI belum tentu.
Karena batasan obat batuk yg yg sesuai[ baca: halal] adalah <1%.
Jadi sekarang ini masih jarang obat batuk yg bertanda halal.

Sertifikasi halal setahu saya tidak diwajibkan, tergantung produsennya.
Kalo mau produknya dipakai umat islam yg sadar halal ya produsen itu harus
urus ke LPPOM MUI.

Salam,
lm


Pak Dwi, Kalau benar, ini terobosan yang hebat. Tuhan
memang berjanji akan mengajarkan ilmunya sedikit demi
sedikit.
Sekarang pun sebenarnya MUI tidak perlu mendirikan LPPOM
karena secara hukum tidak kuat.Pertama status hukum MUI itu
sendiri tidak kuat. Jawatan negara bukan, swasta bukan, LSM
juga bukan. Kedua, pengadaan lembaga penguji makanan dan
obat di luar BPOM menjadi duplikasi dan membuat biaya
ekonomi baru bagi produsen. Kalau memang diperlukan, adakan
saja unit khusus penguji hala/tidaknya produk di dalam
BPOM. MUI dapat mengusulkan kriteria pejabatnya, dan dia di
BPOM sebagai PNS di bawah Kepala BPOM.
KM

----Original Message----
From: soega...@gmail.com
Date: 22/05/2010 11:16
To: <wanita-muslimah@yahoogroups.com>
Subj: Re: [wanita-muslimah] MUI ---dan---- Issue2 Utama
Umat Islam      Indonesia.(kimiskinan )

Pak KM,
kalo sekedar ngetes kandungan babi
bakal ada "terobosan" dari Kazakshtan.
Kalo bener, di masa depan ngga perlu lagi LPPOM-MUI,
tetapi tiap orang bawa tabung reaksi sendiri-sendiri :-)

http://uk.reuters.com/article/idUSTRE6424YN20100503

Pork test to bust cheats

(Reuters) - Scientists in mainly Muslim Kazakhstan have
come up with
an instant test for the presence of pork in food, a
popular newspaper
reported on Monday.

The plastic-stick test detects food molecules that are
found only in
pork, which is forbidden by Islam but is easily found in
the Central
Asian state, Megapolis weekly said.

"It's no secret that some chefs cheat and add pork to beef
to make the
dish cheaper," the newspaper wrote on Monday, saying the
practice was
widespread in Kazakhstan.

"When you get your beef patty, cut off a couple of small
pieces and
drop them in a glass of water. Stir, shake, put the test
stick in ...
In a minute or two you will see the result."

Megapolis said it was unclear when the test, in which the
stick
changes color as in a pregnancy test, would become widely
available.

(Writing by Olzhas Auyezov, editing by Tim Pearce)


2010/5/21 kmj...@indosat.net.id <kmj...@indosat.net.id>
>
>
>
> MUI harus membuktikan integritas dirinya dalam soal
fatwa.
> Tuduhan bahwa ada kepentingan lain dalam mengeluarkan
fatwa
> harus dibantah.
> Yang kedua, MUI dibiayai oleh negara, jadi oleh pembayar
> pajak, baik Islam maupun bukan. MUI harus menyatakan
> pendiriannya dalam soal itu dan mempertanggung
jawabkannya
> secara transparan kepada rakyat.
> KM
> PS: berita bahwa filter rokok mengandung darah babi
sudah
> ramai, mengapa kali ini MUI diam saja? Sementara
mengenai
> vaksin yang diduga mengandung babi, meskipun sudah
> dijelaskan dan diterima oleh negara-negara yang
mayoritas
> Islam lainnya, termasuk Arab Saudi, masih saja
diributkan.
> Bahkan terdengar permintaan agar MUI diundang ke pabrik
> vaksin untuk melihat sendiri. Apa kalau melihat ke
pabrik
> vaksin bisa tahu yang mana yang mengandung babi dan yang
> mana yang tidak? Di sana pasti tidak akan ada
berkeliaran
> babi atau daging babi.
> KM
>
> ----Original Message----
> From: an...@yahoo.com
> Date: 21/05/2010 10:35
> To: <wanita-muslimah@yahoogroups.com>
> Subj: Re: [wanita-muslimah] MUI ---dan---- Issue2 Utama
> Umat Islam Indonesia.(kimiskinan )
>
> sebagian isi posting uncle abdul yang menyangkut peran
> mui, saya setuju.
>
> sebagian isi lainnya menyangkut penceramah yg menerima
> amplop sesudah memberi ceramah, apa dasarnya disebutkan
> haram?
>
> (sama saja dengan seseorang yg diminta jadi dosen tamu,
> lalu setelah mengajar dibayar, bukan?)
>
> malah seyogyanya umat yang harus sering diingatkan untuk
> lebih banyak menyumbang/sedekah, infak, salah satunya
> supaya bayaran untuk penceramah lebih baik, sebab meski
> sang penceramah sudah ikhlas memberikan ilmunya, masak
umat
> maunya gratisan terus buat ilmu berguna yang mereka
> dapatkan?
>
> kalau sumbangan lebih banyak dianggap memberatkan umat?
> solusinya ya kembali kita, sebagai umat, harus bekerja
> lebih keras.
>
> martabat para penceramah, guru, harus dimuliakan selalu
> uncle abdul.
>
> salam,
>
> ~a~
>
> Sent from ANB's BlackBerry®
>
> -----Original Message-----
>
> From: "abdul" <latifabdul...@yahoo.com>
>
> Sender: wanita-muslimah@yahoogroups.com
>
> Date: Fri, 21 May 2010 02:34:18
>
> To: <wanita-muslimah@yahoogroups.com>
>
> Reply-To: wanita-muslimah@yahoogroups.com
>
> Subject: [wanita-muslimah] MUI ---dan---- Issue2 Utama
> Umat Islam Indonesia.(kimiskinan )
>
> Bismilahirrahmanirrahiim.
>
> Saya sangat prihatin melihat masarakat kita Indonsia
>
> terutama umat Islam yg jumlahnya 90% dari penduduk
> Indonesia
>
> yang lemah ekonomi, gaji yang rendah,lapangan kerja yg
> terbatas
>
> Dan masih banyak anak2 yg berliaran di jalan2 tanpa
> mendapat
>
> pendidkan yang dasar..
>
> MUI adalah orang yang tahu akan agama, dekat dgn umat
> Islam
>
> sudah seharusnya MUI merobah cara dakwah dari fokus
dakwah
>
> ==haram dan halal== serta dakwah ==tauhid== kepada
> Dakwah
>
> motivasi ekonomi dan technology.
>
> Kalau sekiranya MUI menyampaikan peringatan2 ALLAH
bahwa;
>
> 1..umat Islam wajib berkerja keras sampai dia dipanggil
> kembali
>
> oleh ALLAHdan di dijadikan ketanah kembali.
>
> 2. Umat Islam terutama orang2 tua baik ibu maupun ayah
>
> Wajib bekerja keras dan meninggalkan warisan sebanyak
>
> mungkin utk anak2 dan cucu2 serta masarakat..
>
> Power of ALLAH words sangat memegang perana penting dan
>
> umat Islam kalau di sampaikan ayat2 ALLAH kpd mereka
>
> ,mereka merasa takut untuk bermalas malas dan hidup
>
> sederhana,apa adanya saja..
>
> MUI juga haruslah memberian cotoh dalammencari nafkah
>
> sebagaiman rasul dan Istrinya berniaga.
>
> Jauhi mencari nafkah dengan menyampaikan dakawah
kemudian
>
> mendapat uang enflop....uang itu adalah haram.
>
> Ayat2 ALLAH dilarang dijual kpd masarakat,harus dgn
ikhlas
>
> menyampaikan ayat2 ALLAH kpd jemaah atau umat islam.
>
> Kita banyak melihat khotip2 dan usztad2 yang mendapatkan
>
> enflop dari pimpinan mesdjid2 setelah memberikan
ceramah2
>
> Oleh karena itulah umat islam kita miskin karena
ulama2nya
>
> mencari nafkah dgn jalan haram.
>
> ===============================================
>
> Bismilahirrahmanirrahiim,
>
> Mereka itulah orang-orang yang telah diberi petunjuk
oleh
> Allah, maka ikutilah
>
> petunjuk mereka. Katakanlah: "Aku tidak meminta upah
> kepadamu dalam menyampaikan
>
> [Al Qur'an]". Al Qur'an itu tidak lain hanyalah
peringatan
> untuk segala umat.
>
> QS6:(90)
>
> Ikutilah orang yang tiada minta balasan kepadamu; dan
> mereka adalah orang-orang
>
> yang mendapat petunjuk.QS 36: (21)
>
> Dan aku sekali-kali tidak minta upah kepadamu atas
ajakan-
> ajakan itu; upahku
>
> tidak lain hanyalah dari Tuhan semesta alam. QS. 26:109)
>
> Kalau kita perhatikan perintah2 atau peraturan2 ALLAH
> diatas itu jelaslah bagi
>
> kita bahwa ustad2 atau khotip2 yang memberikan dakwah di
> mesdjid2,seminra2 dan
>
> dlm pengajian2 Islam dalam menyampaikan wahyu2 ALLAH
tidak
> dibenarkan oleh ALLAH
>
> swt untuk menerima uang dari jemaahnya.TITIK.
>
> ============================================
>
> Semoga ayat2 peringatan ALLAH diatas itu dapat menggah
> aqidah kita
>
> kejalan yang benar..
>
> Mari kita sampaikan beramai2 kpd usztad2 dan ulama2
kita,
>
> salam
>
> [Non-text portions of this message have been removed]
>
> ------------------------------------
>
> =======================
> Milis Wanita Muslimah
> Membangun citra wanita muslimah dalam diri, keluarga,
> maupun masyarakat.
> Twitter: http://twitter.com/wanita_muslimah
> Situs Web: http://www.wanita-muslimah.com
> ARSIP DISKUSI : http://groups.yahoo.com/group/wanita-
> muslimah/messages
> Kirim Posting mailto:wanita-muslimah@yahoogroups.com
> Berhenti mailto:wanita-muslimah-unsubscr...@yahoogroups.
> com
> Milis Keluarga Sejahtera mailto:keluarga-
> sejaht...@yahoogroups.com
> Milis Anak Muda Islam mailto:majelism...@yahoogroups.com
>
> Milis ini tidak menerima attachment.Yahoo! Groups Links
>
>


------------------------------------

=======================
Milis Wanita Muslimah
Membangun citra wanita muslimah dalam diri, keluarga,
maupun masyarakat.
Twitter: http://twitter.com/wanita_muslimah
Situs Web: http://www.wanita-muslimah.com
ARSIP DISKUSI : http://groups.yahoo.com/group/wanita-
muslimah/messages
Kirim Posting mailto:wanita-muslimah@yahoogroups.com
Berhenti mailto:wanita-muslimah-unsubscr...@yahoogroups.
com
Milis Keluarga Sejahtera mailto:keluarga-
sejaht...@yahoogroups.com
Milis Anak Muda Islam mailto:majelism...@yahoogroups.com

Milis ini tidak menerima attachment.Yahoo! Groups Links








Kirim email ke