Pengabdian Seorang Suami

By: agussyafii

Ditengah ramai anak-anak Amalia sedang bertadarus. Suara indah melantunkan ayat 
suci al-Quran membawa kesejukan dihati. Kesejukan dihati itu hingga meresap di 
dalam jiwa. Sementara ada seorang bapak yang hadir di Rumah Amalia air matanya 
mengalir bertanda hatinya yang penuh kebahagiaan. Semua penderitaannya telah 
dilalui dengan tegarnya. Hatinya perih namun sudah terobati.

Dalam penuturan beliau, pernikahannya pernah menggores luka dihatinya. Disaat 
dirinya dan keluarga penuh kebahagiaan dengan lahirnya sang buah hati tiba-tiba 
dikejutkan oleh mertuanya agar menceraikan istrinya dengan alasan yang tidak 
pernah dimengertinya, dengan berat hati dirinya menceraikan istrinya. Tak kuasa 
pedih dan perih luka dihati dia rasakan dalam kesendirian dengan mengasuh sang 
buah hati.

Seiring dengan waktu beliau mengetahui bahwa istrinya masih mencintai dirinya 
dan sang buah hati. Sampai ayah mertuanya meninggal dunia. Atas restu dari ibu 
mertua mereka rujuk kembali. Kebahagiaan itu hadir tidaklah lama. Disaat 
kerinduan yang lama terpendam beliau harus menerima kenyataan yang pahit bahwa 
istrinya memiliki penyakit jantung keturunan dan harus mendorong dengan kursi 
roda. 

Beliau mengatakan merasa bersyukur dengan apapun yang terjadi pada dirinya dan 
keluarganya. Ditengah semua kesulitan yang dihadapi sekalipun terasa perih dan 
pedih dihati ternyata membawa kebahagiaan bahwa hidup pada hakekatnya adalah 
sebuah pengabdian kepada Allah. Rasa cinta kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala 
diwujud dengan pengabdian kepada istri dan sang buah hatinya.

'Istri saya terlihat menyerah Mas dan penuh keputusasaan bahkan telah 
kehilangan semangat hidup. Saya tak membiarkan hal itu terjadi. Saya selalu 
memberikan semangat hidup dan untuk mendekatkan diri kepada Allah. Bahkan di 
setiap sholat saya selalu memohon kesembuhan untuk istri saya.' tuturnya.

Dalam kondisi ditengah himpitan persoalan. Justru karier menanjak dengan pesat. 
Beliau mendapatkan promosi jabatan yang lebih tinggi yang memaksanya harus 
tinggal diluar kota, berarti itu meninggal istri dan buah hatinya. Keadaan 
seperti itu beliau dihadapkan kepada pilihan yang teramat berat, promosi 
jabatan yang lebih tinggi atau mengabdi dalam keluarga. Ditengah pilihan hidup 
yang sulit akhirnya dengan penuh kesadaran beliau memilih pengabdian kepada 
keluarga. Menjaga dan merawat istri dan anaknya.

Berbagai ujian telah dilewati, semakin meneguhkan kesadarannya bahwa tidak ada 
kekuatan selain Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Selain berbagai peristiwa itu memang 
untuk menguji kesabarannya namun juga telah mengantarkan dirinya untuk mengabdi 
kepada istri dan sang buah hati dengan dilandasi cintanya kepada Allah semata. 
Subhanallah.

--
Dan orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal kebaikan. Sesungguhnya akan 
Kami tempatkan mereka pada tempat-tempat yang tinggi di dalam surga yang 
mengalir sungai-sungai dibawahnya mereka kekal di dalamnya. Itulah 
sebaik-baiknya pembalasan bagi orang-orang yang beramal, yaitu yang bersabar 
dan bertawakkal kepada Tuhannya.' (QS. al-Ankabuut : 58-59).

Wassalam,
agussyafii
---- 
Yuk, hadir di Kegiatan 'Amalia Cinta al-Quran (ACQ).' Hari Ahad, Tanggal 20 
Juni 2010 Di Rumah Amalia, Jl. Subagyo IV blok ii, No.23 Komplek Peruri, 
Ciledug. Silahkan kirimkan dukungan dan partisipasi anda di 
http://www.facebook.com/agussyafii3, atau http://agussyafii.blogspot.com/, 
http://www.twitter.com/agussyafii atau sms di 087 8777 12 431.  



      

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke