BISMILLA-HIRRAHMA-NIRRAHIYM

WAHYU DAN AKAL - IMAN DAN ILMU
[Kolom Tetap Harian Fajar]
386. Injil Barnabas dan The Dead Sea Scrolls

 Dalam Seri 384, edisi 15 Agustus 1999 saya membahas apa sesungguhnya makna 
Adam dan Hawa makan buah larangan (bukan buah khuldi, buah kekekalan, karena 
itu istilah Iblis untuk menipu) dengan merujuk pada Injil Barnabas. Sehubungan 
dengan itu maka pada hari Ahad itu juga sepenggal matahari naik, saya mendapat 
telepon dari seseorang yang tidak mau diketahui identitasnya. Dengan singkat ia 
berkata: "You jangan pakai reference Injil Barnabas, itu termasuk apocryph." 
"Ini dari siapa?", tanya saya lalu dijawab dengan gagang telepon yang ditutup. 
Sikap pengecut yang dimuntahkan secara vulgar ini, tentu saja saya tidak 
terima, lagi pula saya tidak mau dilarang-larang menuliskan apa yang saya 
yakini kebenarannya. Untuk itulah Seri 386 ini ditulis sebagai respons.
 Adapun yang dimaksud dengan apocryph secara umum berarti beragam kitab-kitab 
keagamaan yang sumbernya tidak jelas, dan secara khusus sekelompok dari 14 
kitab yang ditolak (not considered canonical). Dalam pandangan Nasrani Injil 
Barnabas dianggap apocryph oleh karena isinya bertentangan dengan keempat Injil 
dalam Perjanjian Baru. Barnabas adalah salah seorang di antara ke-12 hawariyyun 
yang mendapat tugas khusus dari Nabi 'Isa AS untuk menulis Injil. "And Jesus 
turned himself to him who writeth, and said: 'See Barnabas, that by all means 
thou write my gospel concerning all that happened through my dwelling in the 
world'. " (B-221). "Dan 'Isa berpaling kepada dia yang menulis (maksudnya diri 
Barnabas) sambil berkata: 'Hai Barnabas betapapun juga kamu tuliskan Injil saya 
mengenai semua kejadian yang telah berlangasung dalam perteduhan saya di dunia 
ini'."
 Dalam Injil Barnabas disebutkan bahwa yang ditangkap oleh tentara Romawi, 
kemudian disalib bukanlah Nabi 'Isa AS, melainkan Yudas Iscariot. Mari kita 
baca: "When the soldiers with Yudas drew near to the place where Jesus was, 
Jesus heared the approach of many people. He withdrew into the house. And the 
eleven were sleeping. The holy angels came and take Jesus out by the window 
that looketh toward the South (B-215)." "Tatkala serdadu-serdadu itu bersama 
dengan Yudas mendekati tempat 'Isa berada, 'Isa mendengar banyak orang datang 
mendekat, ia menarik diri ke dalam rumah. Dan kesebelas orang (hawariyyun) 
sedang tidur. Malaikat-malaikat suci datang dan membawa 'Isa keluar melalui 
jendela yang menghadap ke Selatan."
 Untuk menghemat ruangan selanjutnya hanya terjemahannya saja. "Di depan semua 
(serdadu-serdadu) Yudas melesat masuk ke dalam ruang tempat 'Isa baru saja 
dibawa (malaikat-malaikat). Dan para hawariyyun sedang tidur.  Dalam pada itu 
Tuhan bertindak secara mentakjubkan sedemikian rupa sehingga Yudas diserupakan 
seperti 'Isa dalam berbicara dan wajah. Serdadu-serdadu itu masuk lalu 
menangkap Yudas, sebab dalam segalanya ia serupa dengan 'Isa (B-216)."
 "Demikianlah mereka membawanya ke bukit Calvary, dan di situ mereka 
menyalibnya dalam keadaan telanjang. Yudas sama sekali tidak dapat berbuat 
apa-apa kecuali berteriak: 'Tuhan, mengapa Dikau menelantarkan saya' (B-217)."
 'Isa menyahut sambil memeluk ibunya: 'Percayalah kepadaku ibu, sesungguhnya 
saya katakan kepadamu saya sama sekali tidak mati (B-218).
 "Sesungguhnya saya katakan kepadamu, saya tidak mati melainkan Yudas si 
pengkhianat (B-221)."

***
 Pada tepi barat Laut Mati, sekitar 12 km sebelah selatan Jericho terletak 
lembah Qamran. Dewasa ini tempat itu sunyi, hampa, hanya geletakan reruntuhan 
biara kaum Essene yang membisu. Namun dalam sejumlah gua yang tidak jauh dari 
rerunthan itu didapatkan naskah-naskah kuno, yang disembunyikan secara cermat 
oleh kaum Essene. Di situlah naskah-naskah kuno itu tak tersentuh tangan-tangan 
manusia selama 2000 tahun. Karena terdiri atas gulungan-gulungan perkamen dan 
tembaga, naskah-naskah itu diberi bernama Dead Sea Scrolls (gulungan-gulungan 
Laut Mati, selanjutnya disingkat DSS). DSS di dapatkan dalam 11 buah gua, 
berturut-turut dalam tahun 1947, 1949, 1951, 1956.
 Banyak yang menarik dari DSS tersebut, di antaranya kita kutip tulisan DR 
Charles Francis Potter dalam "The Lost Years of Jesus Revealed", dituliskan 
artinya saja: "Selama berabad-abad para terpelajar Kristen yang mengkaji Bijbel 
merasa heran di mana dan apa yang diperbuat 'Isa selama 18 tahun yang sunyi (18 
silent years), di antara umur 12 dengan 30 tahun. Gulungan-gulungan yang 
mentakjubkan dan dramatis dari perpustakaan besar kaum Essene yang didapatkan 
dalam gua dekat Laut Mati pada akhirnya memberikan kepada kita jawabannya. 
Bahwa selama tahun-tahun yang hilang tersebut 'Isa adalah murid dari pendidikan 
kaum Essene ini."
 Hal yang menarik adanya seorang tokoh dalam DSS yang bernama Teacher of 
Rightousness (Guru Kebenaran). Para sarjana (di antaranya Potter) mengaku 
adanya persamaan yang menyolok antara ajaran-ajaran Yesus dengan Guru 
Kebenaran. Namun para sarjana itu kebingungan, tidak mau mengatakan bahwa Guru 
Kebenaran itu adalah Yesus, karena Yesus mati disalib, sedangkan menururt Hymn 
dari DSS, Guru Kebenaran ini luput dari bahaya maut. Dituliskan terjemahannya 
saja: "Wahai Tuhanku, aku bersyukur kepada Engkau karena kasih Engkau selalu 
tertuju kepadaku. Engkau selamatkan jiwa si miskin ini dari bahaya maut. Mereka 
menghendaki supaya kumati terkutuk, untuk memenuhi permintaan orang-orang yang 
suka kepada kejahatan (DSS: Hymn 4). Penjelasan: yang dimaksud dengan mati 
terkutuk adalah mati di palang salib, karena bagi orang Yahudi, mati di palang 
salib itu adalah mati terkutuk.
 Maka terjadi dilemma, mengatakan Yesus adalah Guru Kebenaran, berarti DSS 
termasuk dalam golongan apocryph, karena DSS tidak sesuai dengan keempat Injil 
dari Perjanjian Baru tentang kematian Yesus. Padahal DSS tak pernah dijamah 
manusia selama 2000 tahun, yang sumbernya lebih tua dari keempat penulis Injil 
dalam Perjanjian Baru. Jadi dalam hal ini keempat Injil dalam Perjanjian Baru 
itulah yang apocryph. Akan tetapi jika  dikatakan DSS tidak apocryph, melainkan 
keempat Injil dalam Perjanjian Baru yang apocryph, berarti Yesus tidak mati 
disalib. Padahal peristiwa salib merupakan dasar theologi Nasrani: Yesus 
disalib untuk menebus dosa manusia, dosa warisan dari Adam dan tentang 
kebangkitan.
 Apa kata Al Quran dalam hal ini? 
-- WQWLHM ANA QTLNA ALMSHh 'ASY ABN MRYM RSWL ALLH WMA QTLWH WMA SHLBWH WLKN 
SYBH LHM (S. ALNSAa, 157), dibaca:  Wa qawlihim inna- qatalnal masi-ha 'i-sabna 
maryama wa ma- qatalu-hu wa ma- shalabu-hu wala-kin syubbiha lahum (s. 
annisa-), artinya: 
-- Dan dikatakan mereka sesungguhnya kami telah membunuh al Masih 'Isa anak 
Maryam rasul Allah, mereka tidak membuhnya, tidak menyalibnya, melainkan 
disamarkan bagi mereka (4:157).(*) WaLlahu a'lamu bishshsawa-b.

*** Makassar, 27 Agustus 1999
    [H.Muh.Nur Abdurrahman] 

http://waii-hmna.blogspot.com/1999/08/386-injil-barnabas-dan-dead-sea-scrolls.html
--------------------------------
(*)
Desember 1945, seorang Mesir bernama Muhammad Ali pergi ke sebuah karang di 
tepian sungai Nile, di pedalaman Mesir dekat wilayah Nag Hamadi. Menemukan 
Gentong (bejana dari tanah liat) yang nyata terlihat sangat kuno dan asli. 
Dalam gentong tersebut terdapat 13 lembar kulit, berisi 50 risalah. Pada bagian 
akhir dari risalah di codex II koleksi risalah, terdapat sebuah judul teks yang 
telah hilang selama ribuan tahun: "Peuaggelion Pkata Thomas", Injil menurut 
Thomas, atau Injil Thomas. Manuskrip Koptik berisikan Injil Thomas berasal dari 
tahun 350M, sementara fragmen Yunani berasal dari tahun 200 M. Injil Thomas 
diperkirakan dari tahun 100 M, edisi paling awal diperkirakan dari tahun 50-60 
M.
Perlu diketahui bahwa Injil Thomas tidak berbentuk cerita naratif seperti 4 
Injil lainnya, namun berisi perkataan-perkataan Yesus, kalau dibaca oleh 
seorang Muslim tampak seperti penulisan Hadits -tapi tanpa sanad-. Melihat 
tingkat keaslian dari Injil Thomas -walaupun dianggap gnostik-, serta cara 
penyajiannya, para sarjana Bible mulai mengkaji dengan cara membandingkan 
isinya dengan 4 Injil sinoptik yang diakui Gereja (Matius, Markus, Lukas, 
Yohanes).
Semangat yang mereka bawa adalah, menjawab pertanyaan umum : "Apa sebenarnya 
yang disabdakan oleh Yesus?"
Dari kajian 75 sarjana Bible terkemuka yang bersidang selama 6 tahun, keluarlah 
hasil kajian mereka yang dikenal melalui laporan berjudul "The Five Gospel" 
pada tahun 1993.
Pertanyaan itu akhirnya terjawab dalam sebuah kesimpulan dalam laporan mereka 
bahwa, dari Injil-Injil yang ada, hanya terdapat 18% saja yang diperkirakan 
asli perkataan Yesus, sementara sisanya......???.
Hasil kajian ini tentu saja membuat geger dunia Kristen. Lain daripada itu, 
satu hal yang patut dicatat bahwa, dari 114 sabda Yesus dalam Injil Thomas, 
tidak satupun ada pernyataan ataupun isyarat terhadap doktrin "Penyaliban" atau 
penebusan dosa melalui kematian Yesus di tiang kayu salib.

Wahyu Petrus ditemukan pada tahun 1945 melalui penggalian-penggalian arkeologis 
yang sangat penting di Naga Hammadi Mesir. Ekspedisi-ekspedisi ini menggali 
sebuah perpustakaan dari abad ke-4 Masehi berupa manuskrip-manuskrip papirus 
banyak di antaranya ditulis dalam bahasa Koptik. [Brasher I (1990)]. Korban 
yang disalib adalah simulacrum Jesus, yang sungguh-sungguh sangat mirip dengan 
Jesus [Wahyu Petrus, Robinson JM, 1990].
 
Risalah Kedua Set Agung, seperti Wahyu Petrus, ditemukan pada tahun 1945 di 
Naga Hammadi Mesir. Catatan mengenai penyaliban seorang Kristen Mesir Basilides 
pada abad kedua Masehi [Gibbons JA, (1998)]. Penjelasan mengenai penyaliban 
dalam Set dilaporkan dalam sabda-sabda Jesus. Seseorang yang bukan Jesus telah 
dipaku membentuk salib, yang meminum empedu dan cuka serta mengenakan mahkota 
duri [Risalah Kedua Set Agung, Robinson JM, (1990)].
 
Perbuatan-Perbuatan Yohannes, ditemukan dalam manuskrip berbahasa Yunani yang 
digali dalam tahun 1897. Waktu penyusunannya pada paruh pertama abad kedua 
Masehi [Cameron R, (1982)]. Penulis manuskrip tsb adalah salah seorang murid 
Jesus, yaitu Yohannes, putera Zabedee. Aku bukan (orang) di atas salib itu 
[Perbuatan Yohannes, Cameron R, (1982)].


----- Original Message ----- 
From: "mediacare" <mediac...@cbn.net.id>
To: <zama...@yahoogroups.com>; "wanita muslimah" 
<wanita-muslimah@yahoogroups.com>; <ppiin...@yahoogroups.com>
Sent: Friday, May 28, 2010 07:29
Subject: [wanita-muslimah] Mempertanyakan Keaslian Kitab Suci Kaum Yahudi


Kalau kitab suci kaum Yahudi tidak asli, kitab umat Kristen dan Islam tak asli 
juga dong?


Republika OnLine » Ensiklopedia Islam » Khazanah 
Mempertanyakan Keaslian Kitab Suci Kaum Yahudi
Kamis, 27 Mei 2010, 15:46 WIB


Gulungan taurat
Sebagaimana banyak dijelaskan dalam buku-buku sejarah, termasuk keterangan 
Alquran, Nabi Musa AS diutus kepada kaumnya, Bani Israil. Untuk itu, Nabi Musa 
AS diberikan sebuah kitab suci, Taurat, sebagai tuntunan bagi mereka dalam 
menjalankan perintah Allah. Kitab Taurat itu diturunkan kepada Nabi Musa di 
Bukit Thursina.

Dalam sejumlah riwayat, disebutkan, kitab Taurat itu berisi 10 perintah Allah. 
Dalam bahasa Inggris, disebut dengan Ten Commandments. Menurut Louis 
Finkestein, editor buku The Jews, Their Religion and Culture, sebagaimana 
dikutip Burhan Daya dalam bukunya Agama Yahudi: Seputar Sejarah Bani Israel, 
firman Tuhan yang disampaikan kepada Nabi Musa itu ditulis Nabi Musa di atas 
sobekan kulit-kulit binatang atau batu.

Isi ke-10 perintah itu adalah larangan menyembah tuhan selain Allah; larangan 
menyembah berhala; larangan menyebut nama Allah dengan main-main; wajib 
memuliakan hari Sabtu; wajib memuliakan kedua orang tua; larangan membunuh 
sesama manusia; larangan berzina; larangan mencuri; larangan bersaksi palsu; 
dan dilarang mengambil istri orang lain dan hak orang lain.

"Sepuluh perintah tersebut ternyata mengandung aspek akidah, ibadah, syariah, 
hukum, dan etika," tulis Mudjahid Abdu Manaf dalam bukunya Sejarah Agama-Agama. 
Namun, dalam perkembangannya, kitab Taurat yang berisi 10 perintah itu diubah 
dan ditambahi sesuai dengan keinginan mereka sendiri.

Tak heran, bila kemudian, jumlah kitab mereka sangat banyak. Di antaranya, 
Perjanjian Lama (Taurat) dan Talmud. Adapun kitab Perjanjian Lama ini kemudian 
juga menjadi kitab suci agama Nasrani (Katolik dan Kristen). Kitab ini berisi 
syair, prosa, hikmah, perumpamaan, cerita-cerita, dongeng, hukum, dan syair 
ratapan.

Menurut kaum Yahudi, kitab ini dibagi lagi menjadi dua, yakni kitab Taurat dan 
Nevi'im (nabi-nabi). Kitab Taurat terdiri atas lima bagian, seperti Kitab 
Kejadian (Genesis), Ulangan, Keluaran, Imamat, dan Bilangan. Kelima bagian itu 
disebut bagian dari kitab Musa.

Sementara itu, kitab Nevi'im (nabi-nabi) terdiri atas dua bagian, yakni Nevi'im 
Rishonim (nabi-nabi awal), seperti Yosua, Samuel I, Samuel II, Raja-raja I, dan 
Rajaraja II. Bagian kedua adalah Nevi'im Aharonim (nabi-nabi akhir), seperti 
Yesaya, Yeremia, Yehezkiel, Hosea, Yoel, Amos, Obaja, Yunus, Mikha, Nahun, 
Habakuk, Zefanya, Hagai, Zakharia, dan Maleakh. Kitab ini berisi tentang 
tulisan-tulisan agung, tulisan Zabur, Amtsal (amtsal Sulaiman), dan Ayub; lima 
pujian berupa kidung agung, pengkhotbahan, ratapan, dan Ester; serta 
kitab-kitab dari Daniel, Ezra, Nehemia Tawarikh I, dan Tawarikh II.

Adapun kitab Talmud adalah sebuah kitab yang berisi riwayat-riwayat lisan yang 
diterima para rabi Yahudi. Riwayat tersebut dikumpulkan oleh rabi Yahudi dalam 
kitabnya bernama Mishnah, yaitu undang-undang yang terdapat dalam kitab Taurat 
Musa yang berupa penjelasan dan tafsir. Kendati hanya berupa tafsir atas 
Taurat, kaum Yahudi menganggap kitab Talmud lebih penting dari kitab Taurat. 
Demikian tulis Sami bin Abdullah alMaghluts dalam bukunya Atlas Sejarah Nabi 
dan Rasul.

Kitab Talmud ini terbagi dua, yakni Talmud Yerusalem dan Talmud Babilonia. Hal 
ini disesuaikan dengan penafsiran dari rabi-rabi atau pendeta-pendeta Yahudi. 
Gulungan Taurat Sementara itu, saat kaum Yahudi meyakini dan memercayai 
kitab-kitab dari para rahibnya itu, pada tahun 1945 M, seorang penggembala 
bernama Muhamamd Addib, yang sedang mencari anak kambingnya yang tersesat di 
sekitar gua-gua dekat lembah Qamran, Palestina, menemukan peninggalan sejarah 
yang sangat berharga.

Ia menemukan sejumlah gulungan kitab kuno yang selanjutnya dinamakan 
"Gulungan-gulungan Laut Mati" atau "Gua-gua Lembah Qamran". Setelah peristiwa 
itu, sejumlah pihak melakukan penggalian di sekitar tempat tersebut. Mereka 
kemudian menemukan 11 gua yang ada di Lembah Qamran tersebut.

Menurut para ahli arkeolog, gulungan itu kemudian diketahui sebagai 
gulungan-gulungan Taurat dalam bahasa Ibrani kuno, Ibrani Modern, Yunani, 
Aramia, dan Nabthi. Penemuan ini menjadi sangat penting karena merupakan 
manuskrip tertua dari Perjanjian Lama (Taurat) yang berhasil ditemukan dalam 
bahasa Ibrani. Sayangnya, manuskrip tersebut tak banyak dipublikasikan.

Red: irf
Rep: syahruddin el fikri

http://www.republika.co.id/berita/ensiklopedia-islam/khazanah/10/05/27/117432-mempertanyakan-keaslian-kitab-suci-kaum-yahudi


Facebook: Radityo Djadjoeri
YM: radityo_dj
Twitter: @mediacare


[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

=======================
Milis Wanita Muslimah
Membangun citra wanita muslimah dalam diri, keluarga, maupun masyarakat.
Twitter: http://twitter.com/wanita_muslimah
Situs Web: http://www.wanita-muslimah.com
ARSIP DISKUSI : http://groups.yahoo.com/group/wanita-muslimah/messages
Kirim Posting mailto:wanita-muslimah@yahoogroups.com
Berhenti mailto:wanita-muslimah-unsubscr...@yahoogroups.com
Milis Keluarga Sejahtera mailto:keluarga-sejaht...@yahoogroups.com
Milis Anak Muda Islam mailto:majelism...@yahoogroups.com

Milis ini tidak menerima attachment.Yahoo! Groups Links




[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke