100527


Kebenaran kandungan al-Qur'an



Bismi l-lahi r-rahmani r-rahiem.

"...SESUNGGUHNYA TELAH DATANG KEPADAMU CAHAYA DARI ALLAH, DAN KITAB (AL-QUR'AN) 
YANG MENERANGKAN." (QS al-Maidah [5]:15)

Buku yang kita baca biasanya menyajikan isinya dalam uraian dengan pola 
sistematis, sesuai dengan pokok bahasannya yang tertentu, yang tidak jarang 
disertai dengan sejumlah argumentasi yang dianggap sesuai. Oleh karena itu jika 
orang yang terbiasa dengan berbagai macam buku seperti itu lalu mengkaji 
al-Qur'an, maka dia akan menjumpai kenyataan bahwa al-Qur'an tertulis tidaklah 
dengan pola seperti itu. Di sinilah seseorang diuji derajat imannya; mungkin 
saja dia lalu mengatakan "dengan bangga" bahwa al-Qur'an tersusun "tidak 
sistematis", ataupun dia dengan rendah hati menyatakan bahwa al-Qur'an tersusun 
"secara sistematis yang belum pernah dijumpainya". Al-Qur'an menjelaskan 
berbagai soal 'aqidah, akhlaq, hukum-hukum agama, da'wah dan nasihat, tuntutan 
dan kritik, ancaman dan dorongan, sejarah dan geografi, tanda-tanda kekuasaan 
Allah, dan sebagainya. Kesemuanya itu dijelaskan hanya sekali ataupun terkadang 
dengan berulang-ulang; uraiannya ada kalanya meloncat dari satu pembahasan ke 
pembahasan yang lain, dengan bentuk dan cara penyajian yang bermacam-macam. 
Bisa saja dari suatu tema pembahasan tiba-tiba saja pindah ke pembahasan yang 
lain.

Orang yang mulai mempelajari al-Qur'an mungkinjuga sampai ke prasangka salah; 
dia menduga bahwa al-Qur'an mempunyai kekurangan dari segi sistematika 
penyajiaannya. Sebaliknyalah mereka yang penuh keimanannya akan justru tertarik 
untuk menelusuri lebih jauh apa-apa yang dia belum dapat memahami rahasia 
tersajinya rangkaian ayat-ayat yang berbeda dari susunan yang biasanya dia 
pelajari. Kita perlu mampu bersikap sebagaimana sikap Abu Bakar r.a. ketika 
orang bertanya bagaimana pendapatnya tentang apa yang disampaikan Rasulullah 
SAW yang mengaku telah diperjalankan dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha 
pergi-pulang dalam waktu semalam. Abu Bakar menjawab bahwa kalaupun ada yang 
lebih "aneh" yang dsaaaampaikan oleh Rasulullah diapun percaya. Artinya, dalam 
mengkaji al-Qur'an kita perlu siap untuk menerima informasi apapun dalam 
al-Qur'an bahwa semuanya itu adalah benar adanya. Kalaupun ada yang sepertinya 
"tidak masuk akal" kita harus dengan rendah hati mengakui bahwa kemampuan ilmu 
terbatas, daya nalar akal kita mungkin belum mampu menjangkaunya, belum mampu 
mengungkap kebenarannya itu. 

Wa l-Lahu a'lamu bi sh-shawwab





SAW. = shalla 'l-Lahu 'alaihi wa sallam (Semoga shalawat Allah dan salamNya 
terlimpahkan pada Rasulullah Muhammad).

SWT. = subhanahu wa ta-'ala (Yang Maha Suci lagi Maha Tinggi kedudukanNya).




*** Kutipan ayat-ayat dapat diperoleh dari penelusuran menggunakan software 
sederhana: "Indeks Terjemah Qur'an".

========================================





Assalamu 'alaikum wr. wb.



Semoga sedikit uraian di atas bermanfaat.

Sebarkanlah pelita hikmah ini dengan forward langsung ataupun dengan mengajak 
bergabung <JOIN>  di URL http://groups.yahoo.com/group/pelita-hikmah ataupun 
dengan cara mengirim e-mail ke pelita-hikmah-subscr...@yahoogroups.com 
Jika Anda punya ataupun ingin kajian masalah tertentu untuk pegangan hidup 
silakan hubungi saya. 

Wassalam,
dr. H.R.M. Tauhid-al-Amien, MSc., DipHPEd., AIF.
                                    e-mail: tauhi...@gmail.com

Jalan Kendangsari Lebar 48 Surabaya    INDONESIA    60292 
Telp. (031)-841-7486, 081-652-7486 





=====================
Dana aktivita/dakwah? Bergabunglah dalam http://www.asiakita.com/Pandu-HW
Untuk yang serius berbisnis, kunjungi http://www.esyariah.com/?id=tauhidhw. 




Kirim email ke