Republika OnLine <http://www.republika.co.id/> » Gaya
Hidup<http://www.republika.co.id/kanal/gaya-hidup>»
Parenting <http://www.republika.co.id/kanal/gaya-hidup/parenting>
 Sidik Jari Bisa Kenali Bakat dan Kemampuan
Anak?<http://www.republika.co.id/gaya-hidup/parenting/10/05/28/117533-sidik-jari-bisa-kenali-bakat-dan-kemampuan-anak>
Jumat,
28 Mei 2010, 12:03 WIB
  [image: 
Smaller]<http://www.republika.co.id/berita/gaya-hidup/parenting/10/05/28/117533-sidik-jari-bisa-kenali-bakat-dan-kemampuan-anak#>
[image: 
Reset]<http://www.republika.co.id/berita/gaya-hidup/parenting/10/05/28/117533-sidik-jari-bisa-kenali-bakat-dan-kemampuan-anak#>
[image: 
Larger]<http://www.republika.co.id/berita/gaya-hidup/parenting/10/05/28/117533-sidik-jari-bisa-kenali-bakat-dan-kemampuan-anak#>
  corbis
[image: Sidik Jari Bisa Kenali Bakat dan Kemampuan Anak?]
Sidik jari

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA--Kecerdasan anak bisa dibentuk dengan memberikan
stimulus yang tepat sasaran bersumber pada pengenalan bakat dan gaya
belajar. Pertanyaannya, sejauh mana orang tua mengenal bakat dan gaya
belajar si kecil?

Pengajar Departemen Ilmu Kesehatan Anak, Fakultas Kedokteran Universitas
Indonesia, Dwi Putro Widodo mengatakan stimulus diperlukan si kecil guna
menghadirkan pertumbuhan dan perkembangan jaringan otaknya.

“Pada usia dua tahun, anak memiliki dua proses penting. Pertama, pertumbuhan
sel otak dan kedua, pendewasaan sel otak,” tukasnya saat berbicara dalam
acara Analis Sidik Jari Cerdas Frisian Flag di Jakarta, Kamis (26/5).

Dwi menyebut dalam dua tahun itum komposisi otak anak meningkat secara
drastis. Paska kelahiran, volume otak si kecil mencapai 200 gram dan naik
pesat menjadi 1000 gram pada usia dua tahun. Sementara, volume otak pada
usia remaja hingga dewasa mencapai 1200 gram.

Peningkatan volume otak ini merupakan fase dimana otak butuh stimulus untuk
mendapatkan optimalisasi kemampuan kinerja otak si kecil. Dwi menuturkan,
apabila momen pertambahan volume otak tidak diberikan stimulus memadai maka
perkembangan kinerja sel saraf dan sinanpsi (jaringan penghubung saraf)
tidaklah berfungsi maksimal.

Penurunan daya ingat ini, kata Dwi, akan berdampak pada kemampuan anak untuk
menyerap pengetahuan dan pengalaman. Akibatnya anak bakal mengelami
kesulitan untuk berkembang .”Anak yang makin sering distimulus jaringan
sinapsisnya akan kuat dan bertahan lama. Semakin cerdas anak maka makin kuat
kemampuan mengingatnya,” tukasnya.

Ia menambahkan, proses belajar berdasarkan pengulangan dapat terbentuk
memori jangka pendek maupun jangka panjang. Setiap perkembangan dipengaruhi
oleh tahap perkembangan sebelumnya dan mempengaruhi tahap perkembangan
berikutnya.

Orangtua disarankan, memberikan kesempatan sebanyak-banyaknya untuk belajar
dengan menyediakan rangsangan motorik pada usia satu tahun pertama. “Otak
adalah ciptaan tuhan dan kecerdasan ciptaan kita sendiri melalui pemberian
stimulasi nutrisi dan non nutrisi,” pungkasnya.

*Metode Pengukuran*

Sejatinya pengenalan bakat dan minat anak telah dikenal dalam dunia
psikologi. Salah satunya melalui tes penelusuran minat dan bakat atau yang
dikenal dengan nama psikotes. Kini, psikotes bukanlah satu-satunya metode
yang digunakan untuk menelusuri minat dan bakat anak. Metode lain itu adalah
metode sidik jari atau finger prints analysis.

Metode sidik jari adalah metode pengukuran dengan pemindaian (scanning)
sidik jari anak untuk mengetahui gaya bekerja otak yang paling dominan dalam
kaitannya dengan potensi bakat, motivasi, karakter dan gaya belajar anak.
Analisa sidik jari didasari penelitian dan metode yang ilmiah yang bersifat
analisis deskriptif atau perkiraan potensi bakat yang dimiliki seseorang dan
pengembangannya di masa depan.

Pakar bidang ilmu dermatologi dan neuroanatomi telah menemukan fakta
penelitian bahwa pola sidik jari bersifat genetis dan telah muncul ketika
janin dalam kandungan berusia 13-24 minggu.

Pola guratan-guratan kulit pada sidik jari ternyata diketahui memiliki
keterkaitan dengan sistem hormon pertumbuhan sel pada otak. Kerena itu, para
pakar berasumsi adanya bukti ilmiah yang menunjukan keterkaitan antara sidik
jari dengan kualitas, bakat dan gaya seseorang.

“Penggunaan metode sidik jari dimaksudkan untuk membantu para orangtua lebih
mudah dalam memahami potensi tersebut. Dengan mengenali bakat anak lebih
dini, orangtua lebih mudah dalam memberikan stimulus dan pengarahan yang
tepat," kata pakar psikologi, Efnie Indrianie.

Ia menjelaskan, saat ini banyak orangtua dan guru yang kesulitan
berinteraksi dengan anak sehingga meminta anak untuk belajar bukanlah hal
yang mudah. Tak jarang pula orangtua memaksakan anaknya mengikuti kegiatan
les yang tidak diminati anak.

"Dengan memahami potensi bakat anak, orangtua dapat mengetahui cara terbaik
yang dapat dilakukan anak dalam belajar. Selain itu, bakat anak yang
menonjol juga dapat dikembangkan dengan tenaga dan biaya, serta dalam waktu
yang lebih efisien," papar Efnie.

Selain metode analisis sidik jari, ada beberapa metode lain untuk mengukur
kepribadian seseorang, yakni metode psikometri yang mengukur kondisi
psikologis seseorang dari aspek perilaku yang dimunculkan. Misalnya, tes IQ,
tes bakat minat, tes kepribadian, grafologi, dan tes gambar


-- 
Aldo Desatura ® & ©
================
Kesadaran adalah matahari, Kesabaran adalah bumi
Keberanian menjadi cakrawala dan Perjuangan Adalah pelaksanaan kata kata


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke