Hati Yang Diuji

By: agussyafii

Sore hari anak-anak Amalia bergembira. Kebahagiaan terlihat nampak diwajah 
mereka. Buku-buku dan majalah tergeletak dimana-mana. Anak-anak Amalia melahap 
berbagai buku bacaan anak-anak. Setelah itu mereka mendapatkan tugas untuk 
membuat rangkumannya. Disaat bersamaan, di Rumah Amalia kedatangan seorang Ibu.

Beliau bertutur betapa tidak mudahnya memaafkan sebuah kesalahan yang dilakukan 
oleh suaminya. Namun dengan memaafkan justru membuat kebahagiaan terasa indah 
bagi dirinya, suami dan anak-anaknya. Membuang benci dan kemarahan justru 
membuat dirinya merasa lega. Dirinya menyakini bahwa hidup tidak sempurna. 
suami juga bukan makhluk yang sempurna termasuk dirinya. Suami menyadari 
kesalahannya telah menduakan cintanya dan berjanji untuk tidak mengulanginya 
lagi. Sekalipun sulit, dirinya rela memaafkan demi menjaga keutuhan rumah 
tangga menjadi sebuah prioritas utama dalam hidupnya.

Ditengah kebahagiaan itu hadir disaat di dalam keluarganya. Suaminya mengeluh 
ada yang tidak beres di dalam pencernaannya. ia merasa susah buang air.  
Kesehatan suaminya terganggu. Begitu pemeriksaan dokter selesai. Dokter 
memberitahukan suaminya menderita kanker usus. Diperkiraan hidupnya tinggal 
tiga bulan lagi. Ya Allah, cobaan apa yang Engkau berikan kepada keluarga kami? 
tuturnya.

Jantungnya berdetak keras. Dulu suami telah mengkhianatinya. Kini ketika 
dirinya sudah mampu memaafkan dan keluarganya kembali berkumpul, Allah 
memberikan ujian lagi dengan kenyataan bahwa suaminya menderita sakit yang 
tidak pernah disangkanya. Sementara itu suaminya dengan penuh berlinangan air 
mata mengatakan bahwa sakitnya untuk menghapus dosa-dosa yang telah dilakukan. 
'Ikhlas saja Mah, ini semua untuk menghapus dosa-dosa yang pernah ayah lakukan 
terhadap mamah,' ucap suaminya. Mendengar ucapan sang suami, dirinya tak kuasa 
membendung air mata yang terus berlinang.

Disaat hatinya tengah galau itulah beliau hadir ke Rumah Amalia berniat 
shodaqoh untuk kesembuhan suaminya dan kebahagiaan rumah tangga yang telah lima 
belas tahun dijalaninya. Doa yang dipanjatkan anak-anak Amalia untuk memohon 
kesembuhan suami dan kebahagiaan rumah tangganya seiring usahanya memberikan 
harapan yang terindah. Lama berselang setelah pemeriksaan dokter, sang dokter 
terkaget-kaget, setengah percaya, setengah tidak. Penyakit yang diderita 
suaminya menjadi rontok. mengeluarkan gumpalan daging dalam jumlah banyak dari 
pembuangan suaminya.

Subhanallah, Setelah pemeriksaan terakhir itu dokternya menyatakan suaminya 
sembuh dari sakitnya kanker usus. Sejak itu suaminya sudah sehat dan bugar lagi 
dan bekerja seperti sediakala. 'Alhamdulillah Mas Agus Syafii, setelah 
peristiwa itu membuat kami sekeluarga lebih bersemangat menyisihkan rizki kami 
untuk bershodaqoh bagi anak-anak Amalia. Hanya kehendak Allah yang membuat 
suami saya sembuh dan keluarga kami rukun kembali.' tuturnya sore itu.

---
Obatilah orang yang sakit dengan shodaqoh, bentengilah harta kalian dengan 
zakat dan tolaklah bencana dengan berdoa (HR. Baihaqi).

Wassalam,
agussyafii
---- 
Yuk, hadir di Kegiatan 'Amalia Cinta al-Quran (ACQ).' Hari Ahad, Tanggal 20 
Juni 2010 Di Rumah Amalia, Jl. Subagyo IV blok ii, No.23 Komplek Peruri, 
Ciledug. Silahkan kirimkan dukungan dan partisipasi anda di 
http://www.facebook.com/agussyafii3, atau http://agussyafii.blogspot.com/, 
http://www.twitter.com/agussyafii atau sms di 087 8777 12 431


      

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke