Nah itu dia jadi betulan kan, memang ada kejadian ogah vaksin.
Ini kisah nyata, tetangga lain jalan akhirnya meninggal dunia setelah setahun 
menderita sakit
radang otak. Pulang dari haji gak sampai seminggu langsung masuk RS.
Di RS sampai setahun- hartanya habis.

Mulanya jamaah haji itu serombongan dari instansi, semuanya nipu gak vaksin. 
sekitar 30 orang.
Yg kena dan meninggal ya itu dia satu orang.

Kalo pergi haji vaksin meningitis wajib begitu kali, kalo umroh mungkin enggak 
juga gak apa2.
Wallahualam.

Salam,
l.meilany


  ----- Original Message ----- 
  From: Ari Condro 
  To: wanita-muslimah@yahoogroups.com 
  Sent: Wednesday, May 26, 2010 10:25 PM
  Subject: Re: [wanita-muslimah] Re: mbak Lakshmi: MUI ---dan---- Issue2 Utama 
Umat Islam Indonesia.(kimiskinan )


  walah, pas pergi umroh tahun 2001 dulu sama biro perjalanannya tahu tahu
  diurus sudah keluar gitu aja sertifikat keterangan sudah vaksin meningitis.


  padahal saya di dalam hati pengen di vaksin beneran, lumayan buat nambah
  kekebalan tubuh.  lagian kalau pas di arab kena meningitis gitu kan sebel
  juga ... :))

  salam,
  Ari


  2010/5/26 L.Meilany <wpamu...@centrin.net.id>

  >
  >
  > Kenyataannya begini pak : Ini waktu musim haji tahun kemarin.
  > MUI memfatwakan haram tapi dalam keadaan darurat boleh, kan gitu
  > kondisinya.
  > Jadi pengertian awamnya harus vaksin dengan kondisi darurat.
  > Vaksin yg dianggap berbabi tentunya yg beredar di Indonesia.
  > Kalo dianggap tercemar babi menurut hasil lab [LPPOM] MUI, kan mau bilang
  > apa.
  > Setahu saya vaksin meningitis kan dah sejak lama, kenapa ributnya baru
  > tahun kemarin.
  > Ini seperti filter rokok, sekarang.
  >
  > Konon katanya Malaysia bisa pakai vaksin yg halal. Sedangkan di Indonesia
  > sudah sejak lama pakai merk GLXXX,
  > yg menurut MUI ndak halal.
  > Lantas ada yg tanya mengapa gak impor saja dari Malaysia? Katanya lagi
  > harga sangat mahal
  > pula persediaannya terbatas.
  > Di itung2- kalo beli vaksin yg mahal kan jadi mengubah ONH, musti ke DPR
  > mana sempat?
  > Kan ONH Indonesia sudah yg termahal di dunia, konon begitu kabarnya.
  >
  > Jadi waktu itu sudah mepet sekali, kurang 2 bulan mau pergi haji barulah
  > keluar fatwa ' darurat '
  > Tapi dari kelompok simpatisan halal sendiri banyak yg ngaku kongkalikong u
  > urusan vaksin.
  > Mereka ndak mau di vaksin tapi minta 'sertifikat' yg menyatakan sudah
  > vaksin.
  > Banyak itu calhaj tahun kemarin yg gak mau divaksin tapi bilangnya sudah
  > vaksin gara2 vaksinnya ketauan berbabiria
  >
  > Saya bilang waktu itu, kan namanya itu bohong. Masa sih pergi haji
  > berbohong, apa sah hajinya?
  > Lantas saya dituduh 'liberal' :-)
  >
  > Masalah vaksin memang masih kontroversial utamanya bagi umat islam yg
  > keukeuh bahwa vaksin itu harus halal.
  > Bukan soal vaksin untuk calhaj saja vaksin yg untuk bayi, balita, yg gratis
  > dari Depkes saja ditolak.
  > Saya bilang kalo anak2 itu nggak dikasih vaksin gimana nanti daya tahan
  > tubuhnya. Vaksinasi kan wajib.
  > Lantas saya dituduh lagi 'liberal' :-)
  >
  > salam,
  > l.meilany
  >
  >
  > ----- Original Message -----
  > From: kmj...@indosat.net.id <kmjp47%40indosat.net.id>
  > To: wanita-muslimah@yahoogroups.com <wanita-muslimah%40yahoogroups.com>
  > Sent: Tuesday, May 25, 2010 7:33 AM
  > Subject: [wanita-muslimah] Re: mbak Lakshmi: MUI ---dan---- Issue2 Utama
  > Umat Islam Indonesia.(kimiskinan )
  >
  > Vaksin itu melindungi jemaah haji dari kemungkinan
  > tertulari virus mengingitis yang pernah terjadi beberapa
  > tahun yang lalu. Sekarang semua negara pengirim jemaah,
  > atas permintaan Arab Saudi melakukan vaksinasi kepada calon
  > jemaah haji mereka. Arab Sudi sendiri juga tidak menolak
  > vaksin tersebut. Setahu saya hanya MU Indonesi yang
  > mengharamkan. Produsen vaksin pada umumnya sudah
  > menjelaskan bahwa tidak ada unsur babi dalam vaksin mereka.
  > Yang saya dengar dari salah satu produsen vaksin, MUI minta
  > diajak melihat pabrik vaksin di LN untuk meyakini tidak ada
  > unsur babi. Pertanyaan saya, seandainya diajak ke sana,
  > dapatkah MUI mengetahui ada unsur babi atau tidak?
  > Soal filter rokok, kan rokok dikonsumsi rakyat Indonesia,
  > tanpa manfaat apa-apa. Vaksin setidaknya bermanfaat
  > mencegah terjangkit penyakit yang fatal.
  > Apakah karena pabrik rokok mau sponsori dan pabrik vaksin
  > tidak mau sponsori maka terjadi sikap yang berbeda? Jadi
  > intinya adalah soal sponsorship?
  > KM
  >
  > ----Original Message----
  > From: wpamu...@centrin.net.id <wpamungk%40centrin.net.id>
  > Date: 24/05/2010 21:10
  > To: <wanita-muslimah@yahoogroups.com <wanita-muslimah%40yahoogroups.com>>
  > Subj: Re: [wanita-muslimah] MUI ---dan---- Issue2 Utama
  > Umat Islam Indonesia.(kimiskinan )
  >
  > Setahu saya gini pak, antara filter rokok dan vaksin itu
  > beda jalan critanya.
  > Vaksin itu untuk orang yg mau pergi haji- keharusan.
  > Jadi memang MUI ditanyai terus sama umat, gimana gitu
  > suntik atau enggak.
  >
  > Sedangkan masalah rokok itu tidak menjadi perhatian umat
  > islam yg banyak,
  > cuma sebagian saja.
  > Lha wong ada juga perush rokok yg mendanai pembentukan
  > koperasi bagi umat,
  > di Depok.
  >
  > Salam,
  > lm
  >
  > MUI harus membuktikan integritas dirinya dalam soal fatwa.
  > Tuduhan bahwa ada kepentingan lain dalam mengeluarkan
  > fatwa
  > harus dibantah.
  > Yang kedua, MUI dibiayai oleh negara, jadi oleh pembayar
  > pajak, baik Islam maupun bukan. MUI harus menyatakan
  > pendiriannya dalam soal itu dan mempertanggung jawabkannya
  > secara transparan kepada rakyat.
  > KM
  > PS: berita bahwa filter rokok mengandung darah babi sudah
  > ramai, mengapa kali ini MUI diam saja? Sementara mengenai
  > vaksin yang diduga mengandung babi, meskipun sudah
  > dijelaskan dan diterima oleh negara-negara yang mayoritas
  > Islam lainnya, termasuk Arab Saudi, masih saja diributkan.
  > Bahkan terdengar permintaan agar MUI diundang ke pabrik
  > vaksin untuk melihat sendiri. Apa kalau melihat ke pabrik
  > vaksin bisa tahu yang mana yang mengandung babi dan yang
  > mana yang tidak? Di sana pasti tidak akan ada berkeliaran
  > babi atau daging babi.
  > KM
  >
  > ----Original Message----
  > From: an...@yahoo.com <anb99%40yahoo.com>
  > Date: 21/05/2010 10:35
  > To: <wanita-muslimah@yahoogroups.com <wanita-muslimah%40yahoogroups.com>>
  > Subj: Re: [wanita-muslimah] MUI ---dan---- Issue2 Utama
  > Umat Islam Indonesia.(kimiskinan )
  >
  > sebagian isi posting uncle abdul yang menyangkut peran
  > mui, saya setuju.
  >
  > sebagian isi lainnya menyangkut penceramah yg menerima
  > amplop sesudah memberi ceramah, apa dasarnya disebutkan
  > haram?
  >
  > (sama saja dengan seseorang yg diminta jadi dosen tamu,
  > lalu setelah mengajar dibayar, bukan?)
  >
  > malah seyogyanya umat yang harus sering diingatkan untuk
  > lebih banyak menyumbang/sedekah, infak, salah satunya
  > supaya bayaran untuk penceramah lebih baik, sebab meski
  > sang penceramah sudah ikhlas memberikan ilmunya, masak
  > umat
  > maunya gratisan terus buat ilmu berguna yang mereka
  > dapatkan?
  >
  > kalau sumbangan lebih banyak dianggap memberatkan umat?
  > solusinya ya kembali kita, sebagai umat, harus bekerja
  > lebih keras.
  >
  > martabat para penceramah, guru, harus dimuliakan selalu
  > uncle abdul.
  >
  > salam,
  >
  > ~a~
  >
  > Sent from ANB's BlackBerry®
  >
  > -----Original Message-----
  >
  > From: "abdul" <latifabdul...@yahoo.com <latifabdul777%40yahoo.com>>
  >
  > Sender: wanita-muslimah@yahoogroups.com<wanita-muslimah%40yahoogroups.com>
  >
  > Date: Fri, 21 May 2010 02:34:18
  >
  > To: <wanita-muslimah@yahoogroups.com <wanita-muslimah%40yahoogroups.com>>
  >
  > Reply-To: wanita-muslimah@yahoogroups.com<wanita-muslimah%40yahoogroups.com>
  >
  > Subject: [wanita-muslimah] MUI ---dan---- Issue2 Utama
  > Umat Islam Indonesia.(kimiskinan )
  >
  > Bismilahirrahmanirrahiim.
  >
  > Saya sangat prihatin melihat masarakat kita Indonsia
  >
  > terutama umat Islam yg jumlahnya 90% dari penduduk
  > Indonesia
  >
  > yang lemah ekonomi, gaji yang rendah,lapangan kerja yg
  > terbatas
  >
  > Dan masih banyak anak2 yg berliaran di jalan2 tanpa
  > mendapat
  >
  > pendidkan yang dasar..
  >
  > MUI adalah orang yang tahu akan agama, dekat dgn umat
  > Islam
  >
  > sudah seharusnya MUI merobah cara dakwah dari fokus dakwah
  >
  > ==haram dan halal== serta dakwah ==tauhid== kepada
  > Dakwah
  >
  > motivasi ekonomi dan technology.
  >
  > Kalau sekiranya MUI menyampaikan peringatan2 ALLAH bahwa;
  >
  > 1..umat Islam wajib berkerja keras sampai dia dipanggil
  > kembali
  >
  > oleh ALLAHdan di dijadikan ketanah kembali.
  >
  > 2. Umat Islam terutama orang2 tua baik ibu maupun ayah
  >
  > Wajib bekerja keras dan meninggalkan warisan sebanyak
  >
  > mungkin utk anak2 dan cucu2 serta masarakat..
  >
  > Power of ALLAH words sangat memegang perana penting dan
  >
  > umat Islam kalau di sampaikan ayat2 ALLAH kpd mereka
  >
  > ,mereka merasa takut untuk bermalas malas dan hidup
  >
  > sederhana,apa adanya saja..
  >
  > MUI juga haruslah memberian cotoh dalammencari nafkah
  >
  > sebagaiman rasul dan Istrinya berniaga.
  >
  > Jauhi mencari nafkah dengan menyampaikan dakawah kemudian
  >
  > mendapat uang enflop....uang itu adalah haram.
  >
  > Ayat2 ALLAH dilarang dijual kpd masarakat,harus dgn ikhlas
  >
  > menyampaikan ayat2 ALLAH kpd jemaah atau umat islam.
  >
  > Kita banyak melihat khotip2 dan usztad2 yang mendapatkan
  >
  > enflop dari pimpinan mesdjid2 setelah memberikan ceramah2
  >
  > Oleh karena itulah umat islam kita miskin karena ulama2nya
  >
  > mencari nafkah dgn jalan haram.
  >
  > ===============================================
  >
  > Bismilahirrahmanirrahiim,
  >
  > Mereka itulah orang-orang yang telah diberi petunjuk oleh
  > Allah, maka ikutilah
  >
  > petunjuk mereka. Katakanlah: "Aku tidak meminta upah
  > kepadamu dalam menyampaikan
  >
  > [Al Qur'an]". Al Qur'an itu tidak lain hanyalah peringatan
  > untuk segala umat.
  >
  > QS6:(90)
  >
  > Ikutilah orang yang tiada minta balasan kepadamu; dan
  > mereka adalah orang-orang
  >
  > yang mendapat petunjuk.QS 36: (21)
  >
  > Dan aku sekali-kali tidak minta upah kepadamu atas ajakan-
  > ajakan itu; upahku
  >
  > tidak lain hanyalah dari Tuhan semesta alam. QS. 26:109)
  >
  > Kalau kita perhatikan perintah2 atau peraturan2 ALLAH
  > diatas itu jelaslah bagi
  >
  > kita bahwa ustad2 atau khotip2 yang memberikan dakwah di
  > mesdjid2,seminra2 dan
  >
  > dlm pengajian2 Islam dalam menyampaikan wahyu2 ALLAH tidak
  > dibenarkan oleh ALLAH
  >
  > swt untuk menerima uang dari jemaahnya.TITIK.
  >
  > ============================================
  >
  > Semoga ayat2 peringatan ALLAH diatas itu dapat menggah
  > aqidah kita
  >
  > kejalan yang benar..
  >
  > Mari kita sampaikan beramai2 kpd usztad2 dan ulama2 kita,
  >
  > salam
  >
  > [Non-text portions of this message have been removed]
  >
  > ------------------------------------
  >
  > =======================
  > Milis Wanita Muslimah
  > Membangun citra wanita muslimah dalam diri, keluarga,
  > maupun masyarakat.
  > Twitter: http://twitter.com/wanita_muslimah
  > Situs Web: http://www.wanita-muslimah.com
  > ARSIP DISKUSI : http://groups.yahoo.com/group/wanita-
  > muslimah/messages
  > Kirim Posting 
mailto:wanita-muslimah@yahoogroups.com<wanita-muslimah%40yahoogroups.com>
  > Berhenti mailto:wanita-muslimah-unsubscr...@yahoogroups.
  > com
  > Milis Keluarga Sejahtera mailto:keluarga-
  > sejaht...@yahoogroups.com <sejahtera%40yahoogroups.com>
  > Milis Anak Muda Islam 
mailto:majelism...@yahoogroups.com<majelismuda%40yahoogroups.com>
  >
  > Milis ini tidak menerima attachment.Yahoo! Groups Links
  >
  > [Non-text portions of this message have been removed]
  >
  >  
  >


  [Non-text portions of this message have been removed]



  ------------------------------------

  =======================
  Milis Wanita Muslimah
  Membangun citra wanita muslimah dalam diri, keluarga, maupun masyarakat.
  Twitter: http://twitter.com/wanita_muslimah
  Situs Web: http://www.wanita-muslimah.com
  ARSIP DISKUSI : http://groups.yahoo.com/group/wanita-muslimah/messages
  Kirim Posting mailto:wanita-muslimah@yahoogroups.com
  Berhenti mailto:wanita-muslimah-unsubscr...@yahoogroups.com
  Milis Keluarga Sejahtera mailto:keluarga-sejaht...@yahoogroups.com
  Milis Anak Muda Islam mailto:majelism...@yahoogroups.com

  Milis ini tidak menerima attachment.Yahoo! Groups Links





[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke