http://www.pikiran-rakyat.com/node/114687

Dokter Wajib Cegah Pasien Diabetes Frustrasi

Minggu, 30/05/2010 - 10:46 
YOGYAKARTA, (PRLM).- Dokter dan petugas kesehatan memiliki kewajiban meluangkan 
waktu untuk konsultasi bagi penderita diabetes melitus. Sebagai pelayan 
kesehatan, dokter harus memotivasi para penderita penyakit ini supaya jangan
frustrasi sebaliknya mau berobat dan mengubah gaya hidup. 
Dokter spesialis penyakit dalam Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada 
(UGM) Luthfan Budi Purnomo menyatakan Rumah Sakit Dr. Sardjito Yogyakarta telah 
mewajibkan dokter memberikan konsultasi gratis kepada pasien diabetes atau 
diabetisi.

"Edukasi dasar bagi diabetisi bisa menyadarkan penderita tak salahkan keluarga, 
dapat informasi yang benar dan mau mengambil keputusan model pengobatan apa 
yang dipilih, mau dijalankan," kata dia saat seminar masalah diabes di Asri 
Medical Center Universitas Muhammadyah Yogyakarta, Minggu (30/5).

Dia menyontohkan ada pasien diabetes akhirnya bersedia mengontrol kadar gula 
secara rutin untuk menjaga kesehatannya setelah mendapat konsultasi dasar-dasar 
kesehatan secara gratis.

Sosialisasi kepada penderita diabetes maupun masyarakat pada umumnya sangat 
penting, jika mengingat jumlah pasien diabetes diperkirakan makin meningkat. 
Peningkatan penderita diabetes per tahun di perkotaan rata-rata 14,7 persen, di 
pedesaan 7,2 persen.

Badan Kesehatan Dunia memperkirakan penderita diabetes di Indonesia pada 2030 
mencapai 21,3 juta jiwa dibanding sebanyak 8,4 juta pada 2000. Sedang penduduk 
dunia yang terkena diabes pada 2025 ditaksir mencapai 300 juta. Dia menyarankan 
penderita diabetes melakukan olah raga rutin, seminggu minimal 3 kali (Jumat, 
Senin, Rabu).

Dosen Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) UMY, dr. Yunani 
Setyandrian, SPM menyatakan diabetes menimbulkan komplikasi penyakit lain 
seperti infeksi, kelainan pembuluh darah retina dan bisa berakhir dengan 
kebutaan (retinopati diabetic). Retinopati bisa menimpa pada 60 persen 
penderita diabetes atau diabetisi yang berumur diatas 15 tahun. Menurut dia 
retinopati diabetik sebagai efek dari kebocoran atau sumbatan pembuluh darah 
halus di retina. (A-84/A-147)**


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke