Refleksi : Ketika SBY berkunjung ke Australia diberikan US$ 250,-- juta  untuk 
orang miskin. Uni Europa berikan ? 200,-- juta untuk pendidikan. Kemarin dulu 
Norwegia memberikan US$ 1,-- miliar untuk perbaikan hutan. 

Agaknya existensi kekuasaan rezimn neo-Mojopahit membutuhkan sumbangan untuk 
bisa bertahta. Jadi kalau ada pikiran sehat, tentu bisa dipertanyakan kemana 
saja hasil pengolahan kekayaan alam selama yang disebut 60 tahun merdeka? 
Merdeka untuk kepentingan siapa, kepentingan kaum bangsawan rezim?


http://www.pikiran-rakyat.com/node/114391

Uni Eropa Bantu Dana Hibah untuk Pendidikan
Rabu, 26/05/2010 - 05:11 
JAKARTA, (PRLM).- Uni Eropa memberikan bantuan hibah dana tahap pertama 
sebanyak 200 juta Euro atau sekitar Rp 2,4 triliun kepada pemerintah Indonesia, 
untuk mendukung program di sektor pendidikan. Dana hibah ini disalurkan untuk 
meningkatkan akses, kualitas, dan tata kelola dalam layanan pendidikan dasar 
secara nasional yang mengacu pada rencana
strategis (renstra) Kementerian Pendidikan Nasional (Kemdiknas) 2010-2014.

Penandatanganan perjanjian pendanaan dilakukan Direktur Jenderal Pengelolaan 
Utang Departemen Keuangan Rahmat Waluyanto, Menteri Pendidikan Nasional 
(Mendiknas) Mohammad Nuh, dan Komisioner Urusan Pembangunan Komisi Eropa Andris 
Piebalgs, di Gedung Kementerian Pendidikan Nasional Senayan, Jakarta, Selasa 
(25/5).

Seusai acara penandatanganan, Mendiknas mengatakan, dana hibah ini akan 
digunakan untuk penguatan program pendidikan, meliputi akses, kualitas, dan 
tata kelola pendidikan. "Ini grant bukan loan. Kami berterima kasih banyak 
kepada Uni Eropa yang telah memberikan hibah," ujarnya.

Menurut M. Nuh, pemerintah Indonesia memiliki komitmen yang sangat jelas 
terhadap masalah pendidikan, yakni dengan
mengalokasikan anggaran dua puluh persen dari anggaran belanja negara. Selain 
itu, pemerintah Indonesia pada 2009-2014 meletakkan pendidikan sebagai salah 
satu prioritas di antara prioritas pembangunan yang lain.

"Konsekuensinya, seluruh sumber daya yang kita miliki harus diarahkan untuk 
meningkatkan kualitas pendidikan. Sebab, pendidikan termasuk salah satu program 
prioritas yang harus kita rampungkan 2009-2014," katanya menjelaskan.

Komisioner Urusan Pembangunan Komisi Eropa Andris Piebalgs mengatakan, hibah 
ini merupakan dukungan anggaran yang pertama untuk Indonesia dan terbesar kedua 
di Asia. "Dukungan ini menandai tahapan baru dalam memperkuat dan memperluas 
kemitraan antara Uni Eropa dan Indonesia," katanya.

Program ini, menurut Piebalgs, didukung oleh Australia (Aus Aid) dan Bank 
Pembangunan Asia (ADB). Hibah dibagi 180 juta euro untuk dukungan anggaran 
(budget support) dan 20 juta euro untuk kerja sama analisis dan pengembangan 
kapasitas. (A-94/A-147)**


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke