Memaafkan Itu Menyehatkan

By: agussyafii

Pernah saya ditanya oleh seorang teman, 'kenapa aku kok susah memaafkan kepada 
orang yang justru aku cintai?' 'Dia telah menduakan cintaku..'  Kemudian saya 
balik bertanya padanya, 'Kenapa tidak bisa memaafkan?' 'Sulit Mas..' jawabnya 
tertunduk. 

Pada dasarnya memaafkan itu mudah dan menyehatkan. Selama kita tahu alasannya 
bila kita memaafkan membuat tubuh kita menjadi sehat  dan bugar karena dapat 
mengurangi beban pikiran dan perasaan maka kita dengan mudah akan memaafkan. 
Jika anda termasuk orang yang suka memaafkan. Berbahagialah anda!

Terbayangkah oleh kita bila kita menyimpan daftar panjang kesalahan setiap 
orang, yang kita anggap berdosa? Apa lagi kesalahan dan dosa orang-orang yang 
kita cintai? Daftar panjang kesalahan orang lain kita biarkan menumpuk dalam 
hati tanpa kita sadari begitu banyak yang telah kita simpan sehingga hati kita 
dipenuhi dengan kebencian tanpa menyisakan ruang untuk menyimpan kebaikan dan 
kasih sayang yang senantiasa dipancarkan oleh Allah Subhanahu Wa Ta'ala secara 
terus menerus ke dalam hati kita.

Pancaran sinar kebaikan dan kasih sayang yang diberikan oleh Allah tidak bisa 
masuk ke dalam hati kita karena hati kita tertutupi oleh kebencian dengan 
daftar panjang kesalahan dan dosa orang lain, hal itu membuat hidup kita 
senantiasa diliputi oleh rasa cemas, gelisah, mencurigai orang lain, menganggap 
dunia dipenuhi dengan kepalsuan, kebencian telah membakar seluruh tubuh kita 
dan menyebabkan tubuh kita menjadi sakit.

Disinilah sikap memberi maaf menjadi bermakna mulia, menjadikan hidup tanpa 
beban, tubuh menjadi terasa ringan. Hati kita menjadi lapang, bersih dan hati 
kita menerima pancarana kemuliaan dari Allah Subhanahu Wa Ta'ala itulah 
sebabnya bagi orang-orang yang memaafkan mampu membuat tubuhnya menjadi sehat 
dan bugar.

Pertanyaan berikutnya, lantas bagaimana dengan orang yang terus menerus berbuat 
kesalahan kepada kita? Pada dasarnya hati kita tidak boleh dipenuhi oleh dendam 
dan kebencian namun juga tidak menjadikan diri kita membiarkan orang tersebut 
kembali melakukan kesalahan hal yang sama secara terus menerus maka diperlukan 
sikap lembut sekaligus tegas agar tidak mengulangi kesalahannya lagi karena 
sikap ini diperlukan agar kita mampu menjaga hati tetap jernih dan tubuh kita 
tetap sehat serta bugar.

Wassalam,
agussyafii
--- 
Yuk, hadir di Kegiatan 'Amalia Cinta al-Quran (ACQ).' Hari Ahad, Tanggal 20 
Juni 2010 Di Rumah Amalia, Jl. Subagyo IV blok ii, No.23 Komplek Peruri, 
Ciledug. Silahkan kirimkan dukungan dan partisipasi anda di 
http://www.facebook.com/agussyafii3, atau http://agussyafii.blogspot.com/, 
http://www.twitter.com/agussyafii atau sms di 087 8777 12 431




      

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke