Memang benar senyum mereka adalah karunia Allah SWT. Tetapi senyum bukan 
berarti kerena mereka teroris.

Teroris atau bukan, karena kejelasan bukti pada publik maupun pengadilan tak 
ada sama sekali.

Maka senyum mereka adalah sungguh senyum orang yang dizhalimi. Setiap orang 
yang dizhalimi senantiasa akan diangkat tinggi derajatnya oleh Allah SWT. 
Apalagi dibunuh tanpa sebab.

--- On Sat, 29/5/10, istiaji sutopo <issut...@yahoo.com> wrote:

From: istiaji sutopo <issut...@yahoo.com>
Subject: [wanita-muslimah] SENYUM 2 JENAZAH TERORIS TAK TERIDENTIFIKASI
To: wahidinmasdo...@yahoo.com, wahfiu...@radix.co.id, nas_zaka...@id.pwc.com, 
ad...@ruslihasbi.com, reda...@kautsar.co.id, suharnadi_a...@yahoo.co.id, 
teddy.khairud...@gmail.com, pras...@gmail.com, bambang.widya...@live.com, 
ramadha...@yahoo.com, subagyos...@gmail.com, elmawa...@gmail.com, 
epp...@telkom.net, mustikosa...@gmail.com, nurita...@yahoo.co.uk, 
kingmu...@yahoo.com, m...@bi.go.id, firmanmuqor...@yahoo.com, 
yuqyapia...@gmail.com, t...@percetakan.net, iwa...@xevindo.com, 
ahmadga...@gmail.com, eniyal...@yahoo.com, eniyal...@webmail.bppt.go.id, 
aprast...@webmail.bppt.go.id, kho...@webmail.bppt.go.id, moe...@yahoo.com, 
imandah...@depkes.co.id, imandah...@hotmail.com, 
forum_muhammadiyah_jer...@yahoogroups.com, 
muhammadiyah_soci...@yahoogroups.com, 
muhammadiyah_internatio...@yahoogroups.com, ismet_200...@yahoo.co.id, 
mardika1...@gmail.com, ho1...@yahoo.com, harimu...@gmail.com, 
h4r1mu...@gmail.com
Cc: annurba...@gmail.com, hendrians...@indosatm2.com, sapora...@gmail.com, 
aries...@yahoo.com, sultanmuhammadalfa...@gmail.com, bkd...@batam.go.id, 
bkd...@batamiamc.com, redaksi-ijti...@telkom.net, kemilau_mel...@yahoo.co.id, 
i...@plnbatam.com, knrpke...@gmail.com, ad...@hang106.or.id, 
remaja....@gmail.com, salihul_fa...@yahoo.com, wanita-muslimah@yahoogroups.com
Date: Saturday, 29 May, 2010, 2:58 PM







 



  


    
      
      
      



--- On Sat, 29/5/10, (BAZ) <baz...@cbn.net.id> wrote:



From: (BAZ) <baz...@cbn.net.id>

Subject: [Tauziyah] Senyum Dua Jenazah Tak Teridentifikasi

To: tauzi...@yahoogroups.com, i-siya...@yahoogroups.com

Date: Saturday, 29 May, 2010, 2:13 PM



 



Senyum Dua Jenazah Tak Teridentifikasi

Oleh M. Fachry pada Jum'at 28 Mei 2010, 07:48 PM

Print 

Recommend 

(1) Comment 

(14)  



Jakarta (Arrahmah.com) . Rabu, 26 Mei 2010, Mabes Polri 

merilis dua foto wajah 'tersenyum' yang diduga teroris. Keduanya ditembak 
Densus 

88 saat penggrebekan di Cawang dan Cikampek, Rabu (12/5) lalu. Hingga saat ini 

Polri masih kesulitan mengidentifikasi kedua jenazah karena tidak ada data awal 

terhadap dua orang tersebut. Pertanyaannya, kalau memang belum dikenal, mengapa 

mereka dianggap teroris berbahaya dan langsung ditembak mati ?

 

Mengapa Mereka Langsung Ditembak Mati ? 

   

Kontroversi tindakan Densus 88 yang main tembak terduga teroris semakin 

merebak. Semakin banyak kalangan mempertanyakan standar atau prosedur tembak di 

tempat yang diberlakukan Densus 88. Ironisnya, dua jenazah korban penembakan 

Densus 88 belum lama ini di Cawang dan Cikampek malah belum dikenali 

identitasnya.

Wakadivhumas Mabes Polri Brigjen Pol Zainuri Lubis mengatakan, kedua jenazah 

terduga teroris itu saat ini masih berada di RS Polri Kramat Jati. "Mereka 

melawan makanya ditembak," kata Zainuri di Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Jaksel, 

Rabu (26/5/2010). Apakah benar mereka terduga teroris itu melawan Densus 88 

ketika digrebek?

Salah seorang saksi mata, pemilik agen bus di Cawang, memaparkan kejadian 

penembakan ketika itu, sebagaimana diceritakan Lia, adiknya. Semua berawal dari 

tiga orang yang baru keluar dari taksi dan berhenti di depan tempat usaha 

kakaknya. Kakaknya yang berada di depan meja penjualan tiket bus malam melihat 

ketiganya berpencar setelah turun dari taksi.

 "Yang satu langsung naik motor, yang dua orang jalan ke PGC (Pusat 

Grosir Cililitan),"

Namun setelah terjadi kejadian penyergapan yang berlangsung dengan cepat. Di 

depan mata kakaknya, tiba-tiba datang seorang laki-laki berbadan besar dari 
arah 

belakang laki-laki yang sedang menyalakan motor.



"Tahu-tahu ada orang 

yang mencekik dia dari belakang terus ditembak perut kirinya," kata 

Lia.



Tidak ada perlawanan dari laki-laki yang dicekik itu. Tak lama 

kemudian datang belasan orang berbadan besar dan berjaket hitam mengamankan 
area 

penyergapan. 



"Rambutnya ada yang cepak dan gondrong. Pokoknya 

seram-seram, " ujar Lia menirukan perkataan kakaknya.

Itu penuturan saksi mata atas penembakan terduga teroris oleh Densus 88 di 

Cawang. Di Cikampek, ada juga warga yang sempat menyaksikan dan mengabadikan 

kejadian tersebut. Sayangnya, menurut penuturan warga, Densus 88 menghapus 

rekaman tersebut.  

Herman, warga Dusun Mekar Jati, Cikampek, menuturkan bahwa saat itu banyak 

yang merekam kejadian tersebut dengan menggunakan ponsel. Namun setelah 

penggerebekan anggota tim Densus 88 sempat mengambil ponsel warga dan 

menghapusnya.

Dalam penyergapan di Cikampek, lima anggota tim Densus 88 masuk ke bagian 

belakang sedangkan sisanya berjaga-jaga di sekitar kontrakan. Saat dilakukan 

penggerebekan tersangka atau terduga teroris berusaha melarikan diri. Namun 

lokasi kontrakan yang ditempati mereka berada di belakang dan dikelilingi 
tembok 

setinggi 3,5 meter dan langsung ditembak. Ironis!

Teroris Agar Pakai Tag Nama  

Kejanggalan tindakan Densus 88 ini mendapat sorotan coordinator TPM, 

Mahendradatta. Beliau menyindir polisi yang dinilai semakin gampang melumpuhkan 

terduga teroris dengan cara menembak mati di tempat. Sebagai bentuk sindiran, 

TPM menghimbau para teroris yang akan beraksi agar menggunakan tag nama di 

dadanya agar tak salah tembak.



Mahendra memaparkan, dalam operasi di 

Cikampek dan Cawang beberapa waktu lalu polisi mengatakan menembak mati para 

teroris membahayakan. Tapi sudah berhari-hari ditembak, hingga kini jenazah 

orang yang ditembaki hingga mati itu berada di ruang mayat karena tidak 

diketahui identitasnya.



"Peristiwa ini tidak ketemu nalarnya. Orang yang 

sama sekali tidak dikenal, tidak jelas identitas, tidak jelas peran maupun 

sosoknya tapi ditembak mati. Ketika ditanya siapa dia dan apa perannya, yang 

menembak itu juga masih kebingungan. Ini sangat aneh," ujar 

Mahendra.



Mahendra melanjutkan, jika cara-cara seperti itu diteruskan 

maka akan semakin banyak orang tak bersalah yang menjadi korban. Bisa saja 

seorang tukang ojek tiba-tiba langsung ditembak mati saat memboncengkan terduga 

teroris. Padahal si tukang ojek itu tidak tahu siapa yang 

dibencengkan.



"Karena itu kami menghimbau agar para teroris yang hendak 

beraksi sebaiknya menggunakan tag nama di dadanya. Tulis besar-besar 'Aku 

Teroris'. Dengan demikian orang yang tidak tahu urusan biar tidak dekat-dekat 

dengannya agar tidak ikut jadi sasaran penembakan polisi," pungkasnya.

Sementara itu, Din Syamsuddin, Ketua PP Muhammadiyah menilai tindakan Densus 

88 menembak mati sejumlah orang yang diduga teroris bisa menimbulkan luka dan 

bisa menimbulkan keinginan balas dendam.

"Kalau semena-mena seperti itu, tidak akan mematikan (terorisme). Malah 

menimbulkan luka dan itu akan berakibat balas dendam,"

Din Syamsuddin juga mengatakan, pemberantasan terorisme tidak dapat dilakukan 

dengan cara-cara represif. Densus 88 juga diminta tidak berbangga hati karena 

telah membunuh orang yang diduga teroris itu.



"Walaupun ada bukti, jangan 

ditembak mati. Kan bisa ditangkap hidup-hidup, " ujarnya.



Senyum 

Bisa Identifikasi Jenazah Korban Densus 88?

Uniknya, ada cara baru untuk mengidentifikasi jenazah korban Densus 88, yakni 

lewat senyum. Hal ini sebagaimana pengamatan dan yang dituturkan oleh 

muslimdaily. net. Sebenarnya tidak terlalu sulit untuk mengidentifkasi 

apakah jenazah yang dibunuh itu terlibat terorisme atau tidak.

Berdasarkan pengalaman yang sudah  berulang kali terjadi, wajah 

"teroris" yang telah terbunuh hampir semuanya ceria dan tersenyum. Sebagian 

aktivis Islam menilai itu adalah karamah yang Allah tunjukkan sebagai pemuliaan 

terhadap apa yang dilakukan oleh para "teroris" tersebut-terlepas bahwa di mata 

sebagian manusia teroris adalah musuh yang harus dibasmi.

Memang, jika kita perhatikan secara seksama, maka wajah jenazah korban-korban 

penembakan Densus 88 selalu tersenyum, meski tidak semua orang setuju dengan 

pendapat tersebut. Sebagian aktivis Islam akan mengatakan bahwa hanya orang 
yang 

berjihad di jalanNya sajalah yang mampu melihat senyum para syuhada.

Wallahu'alam bis Showab!

(M Fachry/arrahmah. com/dari berbagai sumber)  

http://www.arrahmah .com/index. php/news/ read/7963/ senyum-dua- jenazah-tak- 
teridentifikasi



[Non-text portions of this message have been removed]





    
     

    
    


 



  







[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke