ISTANBUL (Arrahmah.com) - AKsi massa terjadi di Turki terkait dengan 
penyerangan yang dilakukan tentara zionis Israel terhadap kapal bantuan untuk 
penduduk Gaza.  Ribuan orang mengambil bagian dalam aksi ini, mereka memenuhi 
jalan utama di Istanbul, ibukota Turki.

"Ada maksud tertentu dalam serangan terhdap kapal Turki, karena terdapat kapal 
dari Swedia, Italia dan Yunani yang tidak diserang, mereka tidak memasuki Gaza, 
kapal Turki yang pertama," ujar harian Turki mengutip perkataan salah seorang 
pengunjuk rasa.

Terdapat laporan bahwa pemerintah Turki melakukan pertemuan darurat.  Perdana 
Menteri Turki, Recep T. Erdogan membatalkan kepergiannya ke Amerika Latin dan 
kembali ke Ankara.

Dalam aksi ini ribuan penduduk Turki menyerukan untuk perang melawan Israel.

Menteri Luar Negeri Turki sangat mengutuk keras kebiadaban yang dilakukan 
Yahudi ini.  Duta Besar Turki untuk Israel dipanggil kembali, kontak 
dihentikan, latihan militer dan acara olahraga yang diselenggarakan bersama 
Israel dibatalkan.

Yunani juga menghentikan kontak militer dengan Israel untuk memprotes 
penyerangan yang dilakukan Yahudi Israel.

Uni Eropa mendesak dilakukan investigasi atas kematian para aktivis 
kemanusiaan.  Banyak media termasuk media-media Barat mengutuk Israel atas 
pembunuhan ini.

Tentara Zionis menyerang kapal bantuan pada senin (31/5) pagi, sekitar 150 Km 
dari Gaza, dan ini berarti mereka masih berada dalam wilayah perairan 
internasional.

Sekitar 20 aktivis tewas, puluhan lainnya luka-luka (dilaporkan sekitar 30 
sampai 50 orang yang terluka).  Kebanyakan dari mereka berada dalam kondisi 
kritis, dan kemungkinan jumlah korban tewas akan meningkat.

Hampir seluruh korban tewas adalah warga Turki.  Kapten kapal flotilla ini 
berada dalam kondisi kritis.

Salah seorang pemimpin Hamas, Sheikh Raed Salah juga mengalami luka serius.

Sebagian besar kapal bantuan untuk Gaza yang berasal dari negeri Muslim selalu 
diserang oleh Zionis Israel.  Ini membuktikan bahwa mereka, sangat berniat 
menghabisi, memerangi Muslim. (haninmazaya/arrahmah.com


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke